4 Negara Berunding Mencari Cara Berdamai dengan Taliban

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Putaran kedua pembicaraan empat negara yang bertujuan mencari cara berunding dengan Taliban dimulai di Kabul, Senin, bahkan saat mujahidin melancarkan serangan musim dingin yang belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh Afghanistan, lansir World Bulletin Senin (18/01/2016).

Delegasi dari Afghanistan, Pakistan, Cina dan Amerika Serikat berkumpul di ibukota Afghanistan dalam pertemuan satu hari mencari akhir negosiasi untuk perlawanan Taliban yang telah berlangsung 14 tahun.

"Pertemuan ini penting karena akan fokus pada pemetaan untuk membawa perdamaian di Afghanistan," kata juru bicara kementerian luar negeri Ahmad Shekib Mostaghni kepada AFP.

"Menteri Luar Negeri Afghanistan Salahuddin Rabbani akan membuka pertemuan empat arah."

Putaran pertama pembicaraan diadakan di Islamabad pekan lalu saat empat negara tersebut mencoba meletakkan dasar untuk dialog langsung antara Kabul dan Imarah Islam Afghanistan.

Namun para analis memperingatkan bahwa setiap pembicaraan substantif masih jauh langkahnya.

Taliban telah meningkatkan serangan terhadap sasaran rezim pemerintah dan pendudukan asing di Afghanistan selama musim dingin ini, saat pertempuran biasanya mereda, menggarisbawahi situasi keamanan yang semakin dikuasai Taliban.

Ahad lalu roket yang diluncurkan oleh Taliban mendarat sangat dekat dengan kompleks kedutaan Italia. Kementerian luar negeri di Roma melaporkan tidak ada korban dan mengatakan bahwa mereka terkejut bangunan mereka menjadi target.

Pengamat mengatakan perlawanan intensif  mujahidin Taliban merebut lebih banyak wilayah di Afghanistan adalah persiapan mereka berjuang untuk konsesi yang lebih besar selama pembicaraan.

Pada pembicaraan pekan lalu di Islamabad seorang juru bicara rezim Afghanistan mengatakan Pakistan akan mengungkap daftar nama Taliban yang siap melakukan pembicaraan, tetapi tidak ada satupun nama yang telah dirilis sejauh ini.

Afghanistan menganggap dukungan Pakistan penting untuk membawa Taliban ke meja perundingan.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses