PBB: Gencatan Senjata untuk Semua Pihak di Suriah, tapi Tidak bagi Jabhah Nusrah

JENEWA (Jurnalislam.com) – Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Staffan de Mistur,a mengatakan bahwa pembicaraan damai di Suriah akan mendorong gencatan senjata bagi semua pihak yang bertikai di Suriah selain Jabhah Nusrah cabang resmi al Qaeda di Suriah dan Islamic State (IS), lansir Aljazeera, Senin (25/01/2016).

De Mistura mengumumkan pada konferensi pers di Jenewa bahwa pembicaraan damai yang awalnya dijadwalkan dimulai pada hari Senin, telah dijadwal ulang untuk hari Jumat (29/01/2016) dan diperkirakan berlangsung selama enam bulan.

Dia berharap untuk mengirim undangan pembicaraan pada Selasa (26/01/2016) dan putaran awal diskusi kemungkinan akan berlangsung dua sampai tiga pekan.

"Diskusi masih berlangsung dan saya sangat menyadari apa yang terjadi di Jenewa 2, oleh karena itu kami sangat berhati-hati dan teliti dalam memastikan bahwa ketika dan jika kita mulai, kita memulainya pada kaki yang tepat," De Mistura mengatakan pada hari Senin.

Dia mengatakan semua pihak akan terlibat dalam upaya gencatan senjata, selain dua kelompok yang ditunjuk sebagai "teroris" oleh PBB.

"Kondisi ini harus menjadi gencatan senjata nyata dan bukan hanya lokal," kata De Mistura.

"Suspensi pertempuran yang melibatkan Jabhah Nusrah dan IS tidak terjadi di atas meja. Namun ada banyak suspensi pertempuran lain yang dapat terjadi."

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan pembicaraan antara pemerintah dan kelompok oposisi Suriah harus dimulai akhir Januari seperti yang direncanakan, tapi daftar undangan masih dipertanyakan.

Pembicaraan di Jenewa akan terjadi setelah serangkaian pertemuan di Wina dan New York antara komunitas internasional dan kelompok regional. Selama pertemuan Arab Saudi diharapkan untuk memberikan daftar oposisi yang menghadiri pembicaraan Jenewa.

Mohamed Alloush, pemimpin faksi Jaysh al-Islam, yang telah dipilih sebagai bagian dari daftar kelompok oposisi (tidak mewakili keseluruhan faksi), mengatakan kepada Al Jazeera bahwa ada kondisi yang belum diterapkan sebelum pembicaraan bisa berlangsung.

"Ada tekanan pada kita untuk menyerahkan hak rakyat Suriah yang alami dan sah. Tekanan ini terlihat dalam mendorong delegasi kami untuk berangkat ke perundingan tanpa agenda yang jelas, ditambah menyerahkan tindakan terutama dalam menyikapi situasi kemanusiaan yang tidak ada hubungannya dengan politik.

"Oleh karena itu, kita tidak bisa memberitahu delegasi kita untuk menyerahkan hak mereka dan menuju ke Jenewa sebelum serangan udara dihentikan, pengepungan diakhiri, tahanan dilepaskan, atau bantuan dikirimkan pada rakyat Suriah."

Perang global di Suriah telah menewaskan sedikitnya 250.000 orang, menurut PBB, dan lebih dari setengah populasi Suriah yang semula berjumlah 22,4 juta telah terlantar atau telah mengungsi ke luar negeri.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

 

Intifadhah: 2 Pemukim Yahudi Ditikam Pemuda Palestina, 1 Kritis

RAMALLAH (Jurnalislam.com) – Dua pemukim Zionis terluka parah akibat operasi Intifadhah yang dilakukan dua pemuda Palestina dengan menikamnya. Kedua pelaku akhirnya syahid ditangah serdadu Zionis di sebelah barat Ramallah, Infopalestina melaporkan Senin (25/01/2016).

Stasiun televisi Zionis chenel 7 melaporkan, dua pemukim Zionis terluka. Salah satunya dalam kondisi kritis, akibat tikaman yang dilakukan seorang pemuda Palestina di dekat Bet Hurun, sebelah barat Ramallah.

Sumber Israel menambahkan, adapun pelakunya adalah dua pemuda Palestina yang akhirnya gugur syahid ditembak serdadu Zionis.

Sejak awal intifadhah Al-Quds, jumlah operasi penikaman yang dilakukan kelompok perlawanan Palestina telah mencapai 240 kali. 29 orang yahudi telah tewas akibat operasi ini. Selain operasi 20 penabrakan, 88 operasi penikaman, 48 upaya penikaman serta 84 operasi penembakan.

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

Menteri Irak Panggil Duta Besar Saudi Terkait Komentar Milisi Syiah

IRAK (Jurnalislam.com) – Kementerian Luar Negeri Irak telah memanggil duta besar Arab Saudi di Baghdad atas tuduhan ikut campur dalam urusan dalam negeri Irak, kementerian Irak mengatakan, Aljazeera melaporkan Ahad (24/01/2016).

Duta besar Saudi yang baru mengatakan bahwa kehadiran milisi Syiah yang didukung Iran dalam mencampuri konflik di Irak memperburuk ketegangan Sunni-Syiah di Irak.

Permusuhan antara Sunni dan Syiah di Timur Tengah yang berkobar baru-baru ini dalam konflik regional di Suriah, Irak dan Yaman semakin memperdalam perseteruan lama.

Arab Saudi mengeksekusi  tokoh  Syiah bulan ini, menimbulkan kegusaran Syiah di sekitar wilayah dan area musuh Iran.

Dalam sebuah wawancara dengan al-Sumaria TV Irak pada hari Sabtu, Duta Besar Saudi Thamer al-Sabhan mengatakan bahwa Hashid Shaabi (Popular Mobilisation Front), sebuah koalisi kelompok-kelompok paramiliter Syiah yang sebagian besar didukung Iran dan didirikan tahun 2014, harus meninggalkan pertempuran di Irak untuk menghindari ketegangan Sunni-Syiah yang meluas.

Pembukaan kembali kedutaan Saudi di Baghdad bulan Desember, yang ditutup tahun 1990 setelah Irak menginvasi Kuwait, dipandang sebagai terjalinnya kerjasama bilateral.

Setidaknya 40 orang tewas awal bulan ini dan sembilan masjid Sunni dibom di kota Muqdadiya di Irak timur yang jelas terlihat sebagai pembalasan untuk dua ledakan yang menyebabkan 23 milisi Syiah tewas.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

 

Anti Islam “Pegida” Rencanakan Unjuk Rasa di 14 Negara Eropa

JERMAN (Jurnalislam.com) – Aksi unjuk rasa menentang "Islamisasi" Eropa akan berlangsung pada 6 Februari di 14 negara Eropa termasuk Republik Ceko, Estonia, Finlandia, Jerman, Polandia, Slovakia dan Swiss, penyelenggara sayap kanan mengatakan pada hari Sabtu (23/01/2016).

Demonstrasi sedang diselenggarakan oleh grup anti-asing Jerman, PEGIDA "Patriotik Eropa menentang Islamisasi negeri Barat."

Seperti yang dilansir Al Arabiya News Channel, Ahad (24/01/2016) bahwa Tatjana Festerling dari Pegida membuat pengumuman tersebut  pada hari Sabtu setelah pertemuan dengan kelompok-kelompok sejenis di Roztoky, dekat Praha.

"Perang melawan Islamisasi Eropa adalah tujuan bersama kita," kata Festerling dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan.

Pertemuan Roztoky diselenggarakan oleh kelompok Republik "Blok Melawan Islam" yang pemimpinnya, Martin Konvicka, menyebut kebijakan Eropa dalam hal migran adalah kebijakan yang "bodoh dan bunuh diri".

Pegida mulai berdiri sejak Oktober 2014 sebagai kelompok Facebook xenophobia, yang awalnya  hanya memperoleh beberapa ratus pendukung untuk demonstrasi di timur kota Dresden sebelum memperoleh kekuatan yang memuncak sebanyak 25.000 orang.

Tujuan selanjutnya mulai berkurang menyusul komentar rasis terang-terangan oleh pendiri Pegida, Lutz Bachmann dan penampilan "selfie" di mana ia memakai kumis dan gaya rambut model Hitler.

Kelompok ini melihat peluang kebangkitan dengan masuknya migran ke Jerman pada tahun 2015, diikuti gelombang serangan dan perampokan terhadap perempuan di Cologne pada malam tahun baru yang dituduhkan pada laki-laki muda dari negara-negara Arab.

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

 

Iran Klaim Tangkap 100 Orang Atas Serangan di Kedutaan Saudi

IRAN (Jurnalislam.com) – Iran mengklaim menangkap sekitar 100 orang terkait serangan terhadap kedutaan Arab Saudi yang menyebabkan Riyadh memutuskan hubungan diplomatik dengan Teheran, juru bicara pengadilan mengatakan Ahad (24/01/2016), lansir World Bulletin.

"Sejak serangan itu, sekitar 100 orang telah ditangkap, beberapa diantaranya telah dibebaskan," Gholam Hossein Mohseni Ejei seperti dikutip oleh kantor berita resmi Iran, IRNA.

"Penyerangan kedutaan awal bulan ini telah dikecam oleh semua otoritas dan kami telah mengambil tindakan segera dan serius," tambahnya.

Satu orang juga ditangkap di luar negeri dan telah kembali ke Iran, katanya.

"Dia memberikan perintah kepada individu tertentu yang masuk kedutaan," tambah Erie, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Demonstran menyerbu dan membakar kedutaan Riyadh di Teheran dan konsulat di kota kedua Masyhad pada tanggal 2 Januari untuk memprotes eksekusi seorang tokoh Syiah terkemuka dari minoritas Syiah di Arab Saudi.

Pihak kerajaan dan beberapa sekutunya memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran atas insiden tersebut hari berikutnya.

Iran sebelumnya mengatakan telah menangkap 40 orang terkait serangan kedutaan di Teheran, dan empat lainnya setelah konsulat di Masyhad dibakar.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam
 

Ringkasan Pernyataan Perwakilan Imarah Islam Afghanistan pada Konferensi Doha

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com)Imarah Islam Afghanistan (Taliban) pada hari Ahad (24/01/2016) menegaskan pra-kondisi mereka untuk memulai kembali pembicaraan dengan pemerintah Kabul di Doha.

Taliban  menekankan sikap tegas  mereka terhadap pembicaraan yang bertujuan mengakhiri perjuangan yang telah berlangsung 14 tahun, dan menolak perundingan sampai prasyarat mereka dipenuhi.

Seperti yang dilansir Al Emarah News, situs resmi Taliban pada hari Ahad merilis pernyataan perwakilan Imarah Islam pada Konferensi Pugwash di Doha, Ibukota Qatar, adalah sebagai berikut;

Faktor fundamental di balik tragedi negara hampir empat dekade adalah gangguan, invasi, dan kesewenangan negara asing, serta inkompetensi (ketidakmampuan) penguasa internal (pemerintah Afghanistan). Invasi 2001 membawa banyak tragedi dan masalah bagi rakyat Afghanistan yang telah diketahui umum dan masih terus berlanjut. Isu-isu ini tidak dapat diselesaikan dengan penggunaan kekuatan militer.

Imarah Islam memulai Jihad untuk memperjuangkan tujuan yang benar dan mulia bukan untuk keuntungan materi. Perang adalah sebuah kebutuhan bukan pilihan. Imarah Islam berkomitmen untuk perdamaian ketika tujuan Jihad telah terpenuhi, yaitu berakhirnya pendudukan dan pembentukan sistem Islam yang independen.

Perdamaian tidak boleh digunakan sebagai alat untuk pencapaian tujuan politik, pribadi atau keinginan seseorang. Sayangnya, pihak asing dan pemerintah Kabul yang (sekarang) terlibat dalam kegiatan ini dan tidak memiliki niat yang nyata untuk perdamaian.

Beberapa langkah awal yang harus diambil sebelum memulai perdamaian karena tanpa langkah awal tersebut, kemajuan menuju perdamaian tidaklah layak. Pembentukan tempat resmi untuk Imarah Islam; penghapusan blacklist dan daftar hadiah; pembebasan tahanan dan mengakhiri propaganda beracun adalah sebagian langkah-langkah awal yang diperlukan untuk perdamaian. Perdamaian menjadi layak hanya bila cara-cara praktis perdamaian diidentifikasi dan dinilai.

Kantor Politik Imarah Islam Afghanistan adalah satu-satunya entitas yang berwenang dan bertanggung jawab yang ditugaskan oleh Imarah Islam untuk melaksanakan perundingan. Isu yang berkaitan dengan asing, terutama Amerika Serikat, harus langsung dibahas antara Imarah Islam dan Amerika Serikat, tetapi untuk masalah yang berkaitan dengan Afghanistan, Imarah Islam percaya, Afghanistan memiliki kesiapan dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah ini sendiri.

Imarah Islam menganggap bahwa melayani rakyat Afghanistan adalah kewajiban mereka – seperti yang dipersyaratkan oleh iman dan kesadaran hati nurani. Imarah Islam berkomitmen untuk menjaga kegiatan sipil; untuk menerapkan kebebasan berbicara dan hak-hak perempuan dalam aturan Islam, kepentingan dan nilai-nilai masyarakat Afghanistan.

Imarah Islam menganggap bertanggung jawab untuk memberikan akses pendidikan bangsa kepada anak-anak dan melindungi dan membangun instalasi dan aset manfaat publik Afghanistan. Imarah Islam mendukung semua proyek yang bermanfaat bagi publik termasuk proyek TAPI yang ditujukan untuk mencapai kemajuan negara, serta kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Jihad Imarah Islam difokuskan untuk mengakhiri pendudukan asing dan membawa sistem Islam (Syariat). Imarah Islam tidak ingin mencampuri urusan orang lain, juga tidak menggunakan tanah mereka untuk menyakiti orang lain, atau mengizinkan orang lain untuk mencampuri urusan mereka. Imarah Islam menginginkan hubungan baik dengan dunia atas dasar saling menghormati. Imarah Islam tidak menentang hukum internasional yang tidak bertentangan dengan aturan Islam dan kepentingan serta nilai-nilai Islam.

Imarah Islam mendesak masyarakat dunia untuk berdiri bersama rakyat Afghanistan dan Imarah Islam dalam perjuangan mereka merestorasi kemerdekaan negara. Penjajah (koalisi Internasional) harus meninggalkan Afghanistan dan memberikan rakyat Afghanistan kesempatan untuk menentukan nasib mereka sendiri; menghindari propaganda sia-sia; memberikan Imarah Islam hak untuk memiliki wewenang dan terakhir, untuk berbicara langsung dengan Imarah Islam membahas resolusi dan pengentasan masalah.

Deddy | Al Emarah News | Jurnalislam

Pemukim Yahudi Bakar Sekolah Palestina

HEBRON (Jurnalislam.com) – Saluran TV2 Zionis mengatakan bahwa sekelompok pemukim Yahudi pada tengah malam kemarin membakar sekolah Palestina di Tuba, yang terletak di Jalil, wilayah utara Palestina terjajah tahun 1948, Infopalestina melaporkan Ahad (24/01/2016).

TV Zionis ini membenarkan bahwa mereka yang melakukan aksi pembakaran ini adalah mereka dari kelompok geng teroris Yahudi “Pelunasan Harga”.

TV2 Zionis menyebutkan sekitar pukul 11 malam, penduduk desa menyaksikan kobaran api di ruang-ruang kelas di sekolah tersebut. Pemadam kebakaran tiba ke lokasi dan memadamkan api. Polisi mengatakan bahwa kebakaran terjadi karena kesengajaan.

Geng-geng kelompok “Pelunasan Harga” adalah kelompok geng teroris yang muncul pada tahun 2008 dengan menyebut diri mereka “Tadfi’uts Tsaman” (Pelunasan Harga). Kelompok ini melakukan aksi-aksi teroris terhadap orang-orang Palestina.

Kelompok ini adalah organisasi yang secara terorganisir melakukan puluhan aksi teror, di antaranya adalah aksi pembunuhan terorganisir, pembakaran masjid dan tempat-tempat ibadah kaum kristiani, di samping pembakaran lahan pertanian dan rumah-rumah. Serangan mereka ini terfokus di selatan Nablus, di mana ada banyak kaum pemukim Yahudi yang sangat radikal di Tepi Barat, yaitu di permukiman-permukiman Yahudi Itamar, Yitzhar, Alon Mori dan Bracha.

 

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

FKUB dan Elemen Umat Islam Kota Bima Imbau Masyarakat Waspada Aliran Sesat

BIMA (Jurnalislam.com) – Sejumlah elemen umat Islam bersama ormas Islam dan pemerintah kota Bima mengeluarkan pernyataan sikap terkait maraknya aliran-aliran sesat. Pernyataan sikap ini merupakan hasil rapat Antisipasi Gerakan Terorisme dan Amputasi Gafatar antara puluhan ormas dan eleman umat Islam yang diinisiasi oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bima di aula FKUB Kota Bima Jl. Garuda Kelurahan Lewi Rato, Mpunda, Senin (19/1/2016).

“Menolak secara tegas keberadaan semua aliran-aliran dan gerakan yang mengatas namakan agama yang ada di wilayah hukum Kota Bima,” bunyi pernyataan.

Kedua, umat Islam mendukung sepenuhnya upaya yang dilakukan oleh aparat keamanan untuk melakukan deteksi dini sekaligus pencegahan dan pemberantasan terhadap keberadaan aliran-aliran sesat seperti Gafatar dan berbagai kemungkinan terjadinya gerakan teror yang mengatas namakan agama di wilayah hukum Kota Bima dengan memperhatikan hak asasi manusia, asa prasuga tak bersalah dan hukum yang berlaku.

Ketiga, umat Islam mengimbau masyarakat Kota Bima untuk selalu waspada dan tidak terprovokasi dengan kejadian-kejadian dan gerakan-gerakan yang terjadi di wilayah kehidupan masing-masing.

Terakhir, hasil konsolidasi itu meminta dengan penuh kesadaran kepada semua aliran dan gerakan yang berada dalam wilayah hukum kota Bima, yang patut dicurigai sebagai aliran sesat dan gerakan aliran keras yang mengatasnamakan agama agar dapat melaporkan semua jenis kegiatannya kepada badan Kesbangpol Kota Bima dan Kementrian agama Kota Bima dan harus membaur dengan masyarakat disekitar wilayah kehidupan demi tercipta rasa persaudaraan dan saling menghormati antara yang satu dengan yang lain.

Pernyataan ini dikeluarkan menyusul munculnya aliran sesat Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dan ditandatangani oleh ormas Islam dan pejabat pemerintahan terkait.

“Pernyataan sikap ini adalah sebagai pegangan bagi semua elemen masyarakat dan sebagai dasar dan acuan bagi pencegahan dan pemberantasan aliran-aliran sesat dan gerakan teror uyang terjadi di wilayah hukum kota Bima,” tutupnya.

Reporter: Sirath | Editor: Ally | Jurnalislam

Politisi Anti Islam Geert Wilders: Semprot Pria Muslim dengan Ini

BELANDA (Jurnalislam.com) – Ketegangan atas krisis migran Eropa bergejolak di sebuah kota Belanda pada hari Sabtu (23/01/2016) saat politisi sayap kanan Geert Wilders membagikan semprotan merica ilegal, mengatakan bahwa perempuan harus mempertahankan diri terhadap pria Muslim, World Bulletin melaporkan Sabtu.

Wilders dan Partai Kebebasan (PVV) yang hanya memegang 12 kursi dari 150 kursi majelis rendah Belanda, melihat bahwa popularitasnya melambung setelah perdebatan pengungsi memicu keinginannya untuk menjadi perdana menteri berikutnya.

Pada hari Sabtu berlatar belakang serangan pada wanita di Malam Tahun Baru di Cologne, Wilders menggunakan demo di kota Spijkenisse, Belanda barat, untuk kembali mendorong pesan melawan apa yang ia sebut sebagai "invasi Islam."

"Kita harus menutup perbatasan," kata Wilders sambil membagikan semprotan merica – yang ilegal di Belanda – yang diisi dengan cat merah.

Perempuan harus  membawa semprotan merica, kata dia, untuk melindungi diri terhadap apa yang ia sebut "bom testosteron Islam."

Tapi retorikanya yang radikal menarik demonstrasi kontra dari selusin wanita yang berteriak: "Wilders adalah rasis, tidak ada feminis."

Sekitar 10 perempuan ditangkap dalam protes, kata media Belanda.

Belanda, negara berpenduduk 17 juta orang, mencatat rekor mengambil jumlah pencari suaka terbesar pada tahun 2015. Sekitar 54.000 dari satu juta pengungsi, yang telah melakukan perjalanan ke Eropa dari Timur Tengah dan Afrika, telah terdaftar di sini.

Perdana Menteri Belanda Mark Rutte memperingatkan pekan ini bahwa Uni Eropa hanya memiliki sekitar dua bulan untuk mengatasi krisis sebelum lonjakan baru pengungsi di musim semi.

"Ijinkan aku untuk memperjelas: angka saat ini tidaklah tetap. Kita kehabisan waktu. Kita perlu penurunan tajam dalam jumlah kedatangan enam sampai delapan pekan mendatang," kata Rutte di depan Parlemen Eropa di Strasbourg, Prancis, Rabu.

Ketegangan telah mendidih di Belanda saat pemerintah berupaya bekerja dengan provinsi setempat untuk menemukan tempat berlindung bagi ribuan pengungsi.

Protes di beberapa kota terhadap pusat-pusat pengungsian yang direncanakan telah berkobar menjadi kerusuhan besar-besaran yang mengarah ke penangkapan dan beberapa kerusakan.

Harian Belanda The Trouw Sabtu mengatakan laporan yang bocor telah memperingatkan jumlah pengungsi bisa mencapai 93.000 tahun ini.

Dengan koalisi Rutte di bawah tekanan, Trouw melaporkan bahwa kabinet berencana untuk bertemu dengan provinsi lokal bulan depan untuk menyusun rencana perumahan pendatang baru.

Pemilihan tidak akan berlangsung sebelum tahun 2017, tapi menurut jajak pendapat yang dikumpulkan oleh penyiar nasional NOS jika mereka menunda, maka PVV Wilders bisa mengambil 36 kursi – cukup untuk meletakkannya di kursi pengemudi untuk pembicaraan koalisi.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Pembelot Islamic State di Yaman Bergabung dan Minta Maaf Kepada Al Qaeda

YAMAN (Jurnalislam.com) – Antar al Kindi mengatakan bahwa ia telah meninggalkan Islamic State di Yaman dan bergabung dengan al Qaeda.

Seperti yang dilansir The Long War Journal, Sabtu (23/01/2016) bahwa Media jihad Al Hidayah Media Production merilis sebuah video pada 15 Januari menampilkan seorang pria yang telah membelot dari Islamic State (IS) di Yaman. Pembelot diidentifikasi sebagai Antar al Kindi dan dia mengakhiri kesaksiannya dengan meminta maaf kepada Syeikh Ayman al Zawahiri, serta Amir al Qaeda lainnya.

Sebuah keterangan yang ditampilkan pada video menggambarkan al Kindi sebagai mantan pemimpin salah satu dari kelompok Abu Bakr al Baghdadi cabang Yaman. Dia bergabung dengan Islamic State setelah "khalifah" dinyatakan pada Juni 2014.

Pada saat itu, para pengikut Baghdadi membuatnya melakukan doa, yang dikenal sebagai mubahalah, yang mengutuk siapa saja yang berbohong. Doa ini dimaksudkan untuk mengukur kontraintelijen, al Kindi menjelaskan, karena Islamic State khawatir tentang mata-mata dalam jajarannya. Pasukan Baghdadi juga percaya bahwa mubahalah akan memperlihatkan jihadis yang berniat untuk membelot ke al Qaeda.

Dalam pengantar syariah (hukum Islam), anggota baru diajarkan doktrin takfir. Menurut Al Kindi, ini berarti mereka diperintahkan untuk percaya bahwa umat Islam yang tidak bergabung dengan Islamic State adalah "kafir."

Al Kindi mengatakan anggota Islamic State bertindak seperti "Khawarij", sebuah istilah yang diambil dari sejarah Islam yang umumnya digunakan dalam konteks saat ini untuk menggambarkan "ekstremis" Muslim. Setiap jihadis yang menarik kambali bay'ah nya (sumpah setia) untuk Baghdadi dianggap sebagai "kafir." Setiap kali anggota mencoba mencabut kesetiaannya diajukan ke rantai komando dan "khalifah" (Baghdadi) akan menentukan hukuman baginya, yang bisa menjadi hukuman mati.

"Ini adalah bukti bagaimana Islamic State tidak menghormati darah Muslim," kata Al Kindi dalam video, menurut terjemahan yang diperoleh The Long War Journal.

Seorang pejabat syariah Islamic State bahkan mencap anggota Jabhah Nusrah sebagai "murtad," menurut Al Kindi. (Hal ini tidak mengherankan karena Jabhah Nusrah, cabang resmi al Qaeda di Suriah, telah secara terbuka menentang Islamic State sejak 2014).

Al Kindi mengatakan bahwa ia benar-benar menyadari betapa ekstrimnya "metodologi" Islamic State adalah ketika keluarganya berusaha menghentikan dia mengobarkan jihad. Salah satu rekan al Kindi mengatakan ia harus menggunakan senjata untuk membunuh keluarganya, agar mereka tidak akan mampu menghalangi jalan jihad nya.

Pembelot Negara Islam mengaku mengekspos beberapa "kebohongan" kelompok. Misalnya, Islamic State Wilayat Shabwah (atau "provinsi" di Shabwah, Yaman) merilis sebuah video Mei 2015 memuji kemenangan yang diperoleh "khalifah" di Anbar dan Ramadi, keduanya di Irak.

Meskipun video itu diiklankan direkam di Shabwah, al Kindi mengatakan, video itu sebenarnya difilmkan di Hadramawt, provinsi Yaman lain. Al Kindi menjelaskan bahwa Islamic State tidak ingin memprovokasi Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP), yang menguasai sebagian Hadramaut, sehingga orang-orang "khalifah itu" mengklaim bahwa video itu direkam di tempat lain.

Al Kindi mengakhiri kesaksiannya dengan menyebut "pemimpin jihad dan para ulamanya yang jujur." Dia meminta maaf kepada "Amir dan Syeikh tercinta, Ayman al Zawahiri," meminta pemimpin al Qaeda itu untuk memaafkan dirinya dan orang lain yang telah meninggalkan Islamic State untuk al Qaeda. Dia juga meminta maaf kepada dua ulama pro al Qaeda terkemuka, Abu Qatada al Filistini dan Abu Muhammad al Maqdisi (keduanya adalah kritikus Islamic State, Ulama terkemuka di kancah Jihad abad ini), serta Abu Muhammad al Julani, yang memimpin Jabhah Nusrah.

Pasukan Islamic State di Yaman mengalami perpecahan kepemimpinan dalam beberapa pekan terakhir. Pada bulan Desember, lebih dari satu lusin pemimpin senior, bersama dengan puluhan pasukan, secara terbuka memberontak terhadap Gubernur (wali) kelompok untuk pelanggaran serius syariah.

Beberapa minggu kemudian, kelompok pejuang lain memberontak. Secara keseluruhan, lebih dari 100 pejabat dan pasukan Islamic State telah menolak legitimasi gubernur.

Video Al Kindi mungkin merupakan bagian dari upaya untuk memanfaatkan perbedaan pendapat ini. Tidak jelas berapa banyak anggota Islamic State yang tidak puas terhadap khalifahnya Baghdadi karena penyimpangannya yang telah bergabung dengan AQAP.

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam