Tak Hormati HAM, Komnas HAM Tolak Keras Rencana Revisi UU Terorisme

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Wakil ketua Komnas HAM, Dr. Dianto Bachriadi menegaskan penolakanya terhadap rencana revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme. Pasalnya, UU Terorisme yang sekarang pun tidak memiliki perspektif penghormatan kepada hak asasi manusia.

“Saya gak setuju revisi UU terorisme kalau perspektifnya seperti yang sekarang,” tegasnya kepada wartawan selepas menyampaikan materi dalam bedah buku Benturan NU-PKI di Auditorium Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Selasa (26/1/2016).

“Yang sekarang ini, ada keinginan untuk merubah UU terorisme agar sejumlah institusi diberi kewenangan lebih untuk melakukan penindakan,” tambahnya.

Jika disahkan, Dianto melihat akan semakin banyak pelanggaran-pelanggaran HAM yang dilakukan Densus 88. “Wah, bisa makin banyak nanti pelanggarannya,” cetusnya.

Dianto menjelaskan, sejak tahun 2012 komnas HAM sudah meminta DPR untuk merevisi UU terorisme dengan memasukkan unsur-unsur penghormatan HAM ke dalam upaya-upaya penindakan terorisme, namun tidak ditanggapi.

“UU Terorisme ini kurangnya cuma satu, tidak memiliki perspektif penghormatan kepada HAM. Tidak ada yang setuju terorisme, tetapi dalam semua upaya menindak harus tetap ada dalam koridor penghormatan HAM,” ujar kata Ketua Tim Investigasi Pelanggaran HAM dalam Tindak Penanganan Terorisme itu.

Dianto juga mengingatkan kembali pelanggaran HAM yang dilakukan Densus 88 dalam penindakan terorisme. “Belum apa-apa udah ditembak mati, ada anak kecil disiksa. Ditangkap aja, diproses hukum kan bisa,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Dianto menolak tegas rencana revisi UU Terorisme yang telah masuk prolegnas 2016 itu.

Reporter: Fajar Apriyandi | Editor: Ally | Jurnalislam

Idrus Ramli: Hadang Syiah dengan Pendekatan Keilmuan

PROBOLINGGO (Jurnalislam.com) – Untuk menghadang Syiah, ormas Islam juga harus bergerak dengan pendekatan keilmuan. Sebab sekarang ini zamannya terbuka dan akses informasi sangat mudah. Demikian dikatakan Dewan Pakar Aswaja Center Jawa Timur, Idrus Ramli kepada Jurnalislam usai acara Halaqoh Akbar “Menolak Syiah dan Wahabi” di Ponpes Nurul Qadim Paiton, Kabupaten Probolinggo, Senin (25/1/2016).

“Dan sekarang ini yang terjadi adalah perang ideologi melalui informasi dan media,” jelasnya.

Menurutnya, Syiah adalah fitnah yang disabdakan oleh Rasulullah SAW. “Apabila ajaran-ajaran Syiah itu sudah muncul dan para sahabatku dicaci maki maka orang yang berilmu harus menyampaikan ilmunya,” katanya mengutip sebuah hadits.

Dikatakan Idrus, para ulama harus menjelaskan dalil-dalil hakikat ahlu sunnah wal jamaah dan subhat-subhat ajaran sesat Syiah. “Kalau masyarakat sudah tahu itu, insya Allah tidak mudah terpengaruh,” ujarnya.

Idrus berpesan umat Islam untuk tetap mengikuti ahlu sunnah wal jamaah sebab itulah Islam yang otentik.

“Saya tegaskan bahwa Syiah itu sesat dan menyesatkan, sangat berbahaya,” tegasnya.

Reporter: Findra | Editor: Ally | Jurnalislam

Syiah Nigeria Tolak Penyelidikan Kematian Anggotanya sampai Pemimpin Mereka Dibebaskan

LAGOS (Jurnalislam.com) –  Sekte Syiah Nigeria mengatakan bahwa pihaknya hanya akan bekerja sama dengan pemerintah dalam menyelidiki bentrokan dengan pasukan pemerintah yang mematikan jika seorang pemimpin mereka yang ditahan dibebaskan dari tahanan, Anadolu Agency melaporkan Senin (25/01/2016).

Pemerintah negara bagian Kaduna di barat laut Nigeria telah menyiapkan panel beranggotakan 13 orang untuk menyelidiki insiden 12 Desember 2015 di mana lebih dari 300 Syiah diyakini telah ditembak mati oleh pasukan Nigeria.

Kekerasan terjadi setelah adanya pernyataan oleh militer tentang upaya pembunuhan yang direncanakan oleh sekte Syiah pada kepala militer, Tukur Buratai, di kota Zaria.

Panel pemerintah akan dilantik pekan ini.

Namun, Sekte Syiah ingin agar pemimpin mereka yang dipenjara – Ibrahim El-Zakyzaky – dibebaskan dan lebih 730 orang yang hilang dipertanggungjawabkan oleh militer.

Meskipun sekte Syiah  mengklaim bahwa mereka memiliki keyakinan penuh dalam bekerja sama dengan probe yang diresmikan oleh Komisi Hak Asasi Manusia Nasional (NHRC), namun mereka memiliki keraguan yang parah terhadap lembaga negara-pemerintah.

"Syarat kami untuk berpartisipasi dalam kegiatan komisi penyelidikan (oleh pemerintah) salah satunya adalah pembebasan tanpa syarat pemimpin kami Ibrahim El-Zakyzaky," Ibrahim Musa, juru bicara Syiah Nigeria – – mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Senin.

Meskipun mereka mendukung NHRC, mereka tidak percaya dengan panel yang dibentuk oleh pemerintah negara bagian, Musa menambahkan.

Kelompok ini menyatakan keraguan mereka terhadap komposisi panel, mengatakan bahwa beberapa anggota panel di masa lalu menyatakan sentimen anti-Syiah yang kuat dan tidak bisa dipercaya untuk tidak memihak.
El-Zakyzaky, diyakini terluka parah akibat tembakan selama bentrokan, dan masih ditahan oleh pemerintah Nigeria setelah dia ditangkap di rumahnya.

Tentara Nigeria telah secara konsisten menolak tuduhan bahwa mereka menggunakan kekuatan yang tidak proporsional, sedangkan pejabat mengatakan tentara bertindak sesuai aturan.
 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

Baliho 43 Tahun PDI Perjuangan Diturunkan

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) –  Fraksi PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya Mengucapkan: Selamat Ulang Tahun PDI Perjuangan 43 Tahun. Demikian ditulis dalam sebuah baliho bergambar Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Denny Romdony dan enam anggota dewan lainnya dari fraksi partai berlambang banteng moncong putih itu.

Angka 4 dalam baliho yang dipasang di Jl. KH Zainal Musthafa dan Padayungan, Kota Tasikmalaya, itu oleh beberapa orang ditafsirkan sebagai gambar palu dan arit; lambang Partai Komunis Indonesia.

Jika diperhatikan sesama, kata seorang intel, angka empatnya seperti mengarah ke gambar palu dan arit. Namun, penilaian itu disanggah kader PDI Perjuangan DPC Kabupaten Tasikmalaya, Yosef. Menurutnya, angka empat itu merupakan gambar kepala banteng dan tanduknya. Desainnya didapat dari pimpinan pusat, dan berlaku secara nasional.

Dikutip dari Initasik.com, Wakil Ketua PDI Perjuangan DPC Kota Tasikmalaya, Dodo Rosada, mengatakan hal berbeda. Ia menduga, desain angka 43 itu didapat dari hasil mengunduh di internet.

"Kalau pemasangan baliho terkait ulang tahun PDI Perjuangan, itu iya ada instruksi nasional. Tapi persoalan desainnya dikembalikan kepada kebijakan lokal masing-masing,” tutur Dodo di sela penurunan baliho milik partainya di Jl. KH. Zaenal Muthofa, Senin (25/12016).

Ia mengaku baru tahu desain 43 seperti itu setelah jadi perbincangan khalayak. “Kami menurunkan baliho itu atas kesadaran sendiri, karena ada sebagian masyarakat yang mengartikan angka 4 itu palu dan arit. Daripada menimbulkan kegaduhan, lebih baik kita menurunkannya sendiri,” tandas pria yang juga menjabat Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Kota Tasikmalaya itu.

Reporter: HBQ | Editor: Ally | Jurnalslam

Aher Buka Musda IX MUI Jabar

SUMEDANG (Jurnalislam.com) – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriawan yang karib disapa Aher, membuka Musyawarah Daerah (Musda) IX Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat di Hotel Puri Khatulistiwa, Jatinangor, Sumedang, Senin (25/1/2016) malam.

Dalam sambutannya, Aher menjelaskan peran sentral ulama yang bertugas untuk menjaga akidah umat dan originalitas akidah Islam.

“Semoga MUI semakin mengokohkan perannya sebagai lembaga yang dibentuk oleh masyarakat yang membina masyarakat, menjaga originalitas akidah Islam, akidah ahlu sunnah wal jamaah,” kata Aher.

Selain untuk mengokohkan akidah umat dan menjaga ketakwaan umat dari berbagai gangguan, lanjutnya, Majelis ulama hadir untuk melengkapi negara yang juga bertugas menjaga agama ini.

“Diantara tugas negara, selain mewujudkan kesejahteraan, rasa aman bagi rakyatnya, negara punya tugas yang sangat utama. Tugasnya adalah menghambakan manusia untuk hanya beribadah kepada Allah Rabbul ‘alamin semata,” tegasnya.

Selain Gubernur Jabar, hadir juga perwakilan MUI Pusat KH Abdullah Zaidi, Kapolda Jabar, kepala Kanwil Kemenag, dan perwakilan dari universitas. Musda IX MUI Jabar bertema “Islam Wasathiyah untuk Jawa Barat yang Lebih Maju” itu diikuti oleh 350 peserta.

Reporter: Fajar Apriyandi | Editor: Ally | Jurnalislam

Pasukan Khusus Inggris, AS dan Rusia Tiba di Libya Hadapi Anshar al Syariah

LIBYA (Jurnalislam.com) –  Barack Obama memutuskan awal bulan ini untuk membuka sebuah front anti-teror ketiga di Libya untuk menghadapi faksi faksi perlawanan Islam yang menguasai negara. Setelah menyiapkan tempat sekitar 1.000 pasukan SAS Inggris bersiap di Libya, Al Arabiya News Channel melaporkan, Senin(25/01/2016).

Langkah pertama misi ini berlangsung selama akhir pekan dengan puluhan pasukan Inggris, Rusia dan Amerika tiba di Libya untuk mendukung pemerintah yang diakui PBB di Tobruk menurut harian Asharq al-Awsat yang berbasis di London.

Harian itu juga mengatakan pasukan Perancis diharapkan tiba segera untuk tujuan yang sama.

Daerah pendaratan terletak sekitar 144 kilometer dari Darnah, benteng utama kelompok-kelompok bersenjata Libya yang terkait dengan Al Qaeda dimana Ansharusyariah cabang Al Qaeda di Libya adalah yang paling kuat.

Para petugas dan tentara saat ini ditempatkan di pangkalan militer Jamal Abdul Nasir di selatan Tobruk di mana parlemen berjalan di kota itu.

Sementara itu saksi di pangkalan militer mengatakan bahwa jumlah pasukan asing yang datang mencapai 500 dalam tiga pekan terakhir, tetapi seorang pejabat keamanan, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan jumlah mereka hanya puluhan.

Namun, sekelompok kecil orang Amerika telah tiba di barat Tripoli, tempat pemerintah oposisi.

Walaupun telah berkolaborasi dengan Rusia di arena perang Suriah, dan dengan tentara dan pasukan Iran dan Irak di perang Irak, Obama mengejutkan para pembantu dekatnya ketika ia membuat keputusan untuk memimpin misi Libya lagi dalam hubungannya dengan Rusia, serta dengan memperhatikan sekutu Eropa Barat.

Persiapan untuk operasi ditugaskan kepada dua komando operasional khusus yang dibentuk di Pentagon dan di Komando Sentral AS, CENTCOM, di Tampa, Florida.

Deddy |  Al Arabiya | Jurnalislam

MUI Probolinggo Terus Berupaya Pahamkan Umat dari Bahaya Syiah

PROBOLINGGO (Jurnalislam.com) – Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo, KH Muhammad Sihabudin Shaleh mengatakan, pihaknya akan terus berupaya membentengi akidah umat Islam dari bahaya Syiah.

“Dengan ini kita membuka tirai pemahaman (Syiah-red) yang sesat ini, warga ahlussunah wal jamaah betul-betul waspada dan betul terbentengi dari hal ini. Kalau mereka sudah faham, mereka bisa jaga diri,” terangnya dalam acara Halaqoh Akbar “Menolak Syiah dan Wahabi” di Ponpes Nurul Qadim Paiton, Probolinggo, Jawa Timur, Senin (25/01/2016).

Dikatakan Kyai Sihabudin, pihaknya akan merangkul semua ormas Islam, ulama hingga takmir-takmir masjid untuk memberikan pemahaman terkait bahaya dan kesesatan Syiah. Selain itu, MUI Kabupaten Probolinggo juga telah memberikan arahan kepada seluruh MUI tingkat kecamatan untuk menyampaikan pemahaman tersebut kepada masyarakat.

“Nanti dari Kabupaten Probolinggo kemudian MUI kecamatan langsung kepada masyarakat. Nanti dari situ masyarakat dikasih pemahaman-pemahaman. Alhamdulillah MUI kecamatan sudah paham semua. Kami antisipasi juga mengenai Gafatar yang di Probolinggo supanya dipulangkan ke Probolinggo nanti selanjutanya ada pembinaan juga tentang masalah itu,” ungkapnya.

Kyai Sihabudin berpesan kepada masyarakat untuk terus memperkuat akidah agar tidak terkecoh dengan aliran-aliran sesat khususnya Syiah.

“Tentunya umat harus memperkuat imannya dan memantapkan akidahnya, dan mengikuti ulama-ulama. Saya tambahkan Syiah itu bunglon, Takiyah,” pungkasnya.

Reporter : Findra | Editor: Ally | Jurnalislam

Setelah Serangan Taliban, TV Tolo Mulai Tayangkan Muratal Qur’an, Ceramah dan Adzan

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Seorang pekerja di kantor TV Tolo dan seorang rekan dekat direktur MOBY Grup, Saad Mohseni, menyatakan di Facebook bahwa sejumlah pekerja dari jaringan media mereka pernah meminta kepada Saad Mohseni: “TV kami menyajikan musik, komedi, keseronokan  dan segala macam acara yang vulgar setiap menit setiap hari, jika memungkinkan, bagaimana jika kita juga menyiarkan Azan (panggilan sholat) sehingga orang mungkin setidaknya mengetahui bahwa pekerja Tolo adalah Muslim dan bersaksi dengan iman mereka’, lansir Al Emarah News, Senin (25/01/2016).

Saad Mohseni menjawab: “Saya mendapat keuntungan dan menerima uang tunai dari berbagai kedutaan, jaringan intelijen dan organisasi untuk setiap detik kecabulan dan iklan yang saya siarkan; Azan sama juga dengan iklan, kecuali Kementerian Haji dan Agama menggelontorkan uang, Azan tidak akan pernah ditayangkan di saluran saya.”

Namun sejak serangan Taliban pada hari Rabu (20/01/2016), jaringan ini tidak hanya mengingatkan pemirsa akan kematian tetapi mulai menyiarkan doa, resital Quran dan ceramah agama dan juga Azan, dan semuanya gratis !!!

Banyak yang percaya bahwa tidak ada hal substansial yang dicapai serangan Taliban itu, namun sudah cukup bahwa mereka memaksa jaringan amoralitas untuk menyiarkan Quran dan Adzan selama beberapa hari dan mencegah penyiaran acara cabul seperti 'Afghanistan Idol' dan serial drama lainnya, menyelamatkan jutaan pemuda tenggelam dalam dosa dan membuang-buang waktu mereka pada kegiatan yang tidak berguna.

Dikatakan bahwa jika tidak ada Dub (pemukulan) maka tidak ada Adab (sopan santun). TV Tolo telah menjadi anak radikal yang tidak dihukum selama 14 tahun terakhir dan tidak takut dengan siapa pun. Beberapa bulan yang lalu ketika Taliban meminta TV Tolo untuk menghormati, direktur saluran ini, Saad Mohseni, yang tinggal dengan mewah di Dubai dan menyadari suasana keras di negara ini, men-tweeted bahwa ia bangga dimusuhi Taliban dan tidak akan pernah tunduk pada tuntutan mereka.

Tapi setelah serangan pada Rabu lalu akun twitter Saad Mohseni berubah hitam berkabung bersama dengan akun Tolo, Afghanistan Idol, Arman FM, Arakozya dan Lmar.

Selain tweets tentang berkabung, menangis dan permohonan, Saad Mohseni juga telah memerintahkan penayangan Azan dan pembacaan Al-Quran secara gratis.

Ini merupakan perkembangan positif bahwa TV Tolo telah mulai menayangkan Adzan, semoga Allah mengabulkan ketekunannya dalam menegakkan agama Islam dan memberikannya kekuatan untuk mengucapkan selamat tinggal pada imoralitas. Dan sebagai catatan, mulai sekarang dan nanti mengetuk individu korup tertentu adalah tindakan yang baik, tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat tetapi juga dapat memperbaiki individu tersebut.

Baca juga:

Bus Awak Media Propaganda Sekutu AS Hancur Dihantam Bom Taliban

Keterangan Jubir Taliban Tentang Serangan Terhadap Jaringan Intelijen TV Tolo

 

Deddy | Al Emarah News | Jurnalislam

Mustafa Hadzhi Kembali Terpilih sebagai Ketua Mufti Muslim Bulgaria

BULGARIA (Jurnalislam.com) – Lebih dari 1.200 delegasi Konferensi Muslim Nasional dari seluruh Bulgaria memilih kembali Mustafa Hadzhi sebagai Kepala Mufti pada 24 Januari 2016, World Bulletin melaporkan Senin (25/01/2016).

Pria berusia 53 tahun itu pertama kali terpilih sebagai Kepala Mufti pada tahun 1997 di sebuah konferensi yang dimaksudkan untuk menyatukan komunitas Muslim setelah sengketa era pasca-komunis dan bertugas sampai tahun 2000, saat berakhirnya masa jabatannya.

Dia kemudian terpilih sebagai presiden Dewan Muslim Agung. Ketika masa jabatannya berakhir, pada tahun 2003 ia terpilih sebagai kepala Institute Muslim Agung. Pada tahun 2005, ia kembali terpilih sebagai Ketua Mufti.

Ada tiga sekolah tinggi Islam di Bulgaria yaitu di Ruschuk, Shumnu dan Mestanlı serta Perguruan Tinggi Institut Agama Islam di Sofia yang disponsori oleh Direktorat Urusan Agama Turki.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Ponpes Nurul Qadim Paiton Gelar Halaqoh Akbar Menolak Syiah

PROBOLINGGO (Jurnalislam.com) – Pondok pesantren Nurul Qadim, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur menggelar Halaqoh Akbar bertajuk “Menolak Syiah dan Wahabi”, Senin (25/01/2016).

Bertempat di asrama putri ponpes Nurul Qadim, ribuan umat Islam antusias mengikuti halaqoh yang diisi oleh Habib Ahmad Zen Al Kaff, Habib Thohir Al Kaff dan Ustadz Abdulrahman Nafis dari pengurus PWNU Jawa Timur.

“Acara ini murni untuk mempertemukan umat dalam rangka melindungi Ahlusunnah wal jamaah, karena akhir-akhir ini sudah banyak yang masuk kepada kita khususnya lingkungan Nahdatul Ulama,” kata pengasuh Ponpes Nurul Kodim, KH Abdullah Hasan dalam sambutannya.

“Terutama kepada pengurus-pengurus NU. Ayo kita bersama-sama untuk melindungi akidah ahlusunah wa jamaah yang telah di tetapkan di gariskan pendiri-pendiri NU kita dulu,” sambungnya.

Kyai Abdullah berpesan kepada masyarakat agar tetap berpegang pada Al Qur’an dan  Sunnah dengan pemahaman ahlu sunnah wal jamaah serta tidak terkecoh dengan Syiah.

“Untuk masyarakat, kita berharap harus pinter memilih. Artinya jangan sampai keluar apa yang kita sudah dapatkan di ahlussunah wal Jamaah yang telah diajarkan guru kita dan jangan sampai di campuri dengan faham-faham seperti syiah. Dan kita harus melaksanakan ibadah sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Allah dan Rasulullah, tentunya kita menghindarai faham yang keras,” harapnya.

Sementara itu Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo, KH Muhammad Sihabudin Shaleh mengatakan, pihaknya akan terus berupaya membentengi akidah umat Islam dari faham Syiah.

“MUI dengan Nurul Kadim kerjasama dengan permasalahan ini tujuanya dari acara ini  adalah membentengi warga masyarakat yang notabenya adalah orang  Nahdiyin Ahlussunah wal Jamaah, ini betul-betul dibentengi minimal tidak terpengaruh dengan faham Syiah,” ungkapnya.

Reporter : Findra | Editor: Ally | Jurnalislam