IRAK (Jurnalislam.com) – Kementerian Luar Negeri Irak telah memanggil duta besar Arab Saudi di Baghdad atas tuduhan ikut campur dalam urusan dalam negeri Irak, kementerian Irak mengatakan, Aljazeera melaporkan Ahad (24/01/2016).
Duta besar Saudi yang baru mengatakan bahwa kehadiran milisi Syiah yang didukung Iran dalam mencampuri konflik di Irak memperburuk ketegangan Sunni-Syiah di Irak.
Permusuhan antara Sunni dan Syiah di Timur Tengah yang berkobar baru-baru ini dalam konflik regional di Suriah, Irak dan Yaman semakin memperdalam perseteruan lama.
Arab Saudi mengeksekusi tokoh Syiah bulan ini, menimbulkan kegusaran Syiah di sekitar wilayah dan area musuh Iran.
Dalam sebuah wawancara dengan al-Sumaria TV Irak pada hari Sabtu, Duta Besar Saudi Thamer al-Sabhan mengatakan bahwa Hashid Shaabi (Popular Mobilisation Front), sebuah koalisi kelompok-kelompok paramiliter Syiah yang sebagian besar didukung Iran dan didirikan tahun 2014, harus meninggalkan pertempuran di Irak untuk menghindari ketegangan Sunni-Syiah yang meluas.
Pembukaan kembali kedutaan Saudi di Baghdad bulan Desember, yang ditutup tahun 1990 setelah Irak menginvasi Kuwait, dipandang sebagai terjalinnya kerjasama bilateral.
Setidaknya 40 orang tewas awal bulan ini dan sembilan masjid Sunni dibom di kota Muqdadiya di Irak timur yang jelas terlihat sebagai pembalasan untuk dua ledakan yang menyebabkan 23 milisi Syiah tewas.
Deddy | Aljazeera | Jurnalislam