Dituding Ponpes ‘Radikal’, Al Mukmin Sampaikan Klarifikasi dan Tadzkiroh

SOLO (Jurnalislam.com) – Pondok Pesantren Islam Al Mukmin Ngruki, Sukoharjo, mengaku keberatan atas tudingan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang menyebutnya sebagai pesantren ‘radikal’.

Pernyataan tersebut disampaikan direktur ponpes, KH Wahyudin dalam konferensi pers klarifikasi dan tadzkiroh terkait tudinga BNPT tersebut di kantor ponpes Al Mukmin Kelurahan Cemani, Grogol  Kecamatan Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (11/2/2016).

Berikut klarifikasi dan tadzkiroh ponpes Al Mukmin Ngruki selengkapnya yang diterima redaksi Jurnalislam.

Berkaitan dengan tudingan BNPT yang memasukan pesantren Ngruki di Solo termasuk kategori 19 pesantren  berpaham radikal, dengan ini pengurus Pondok Pesantren Islam Al Mukmin Ngruki Sukoharjo atau yang lebih dikenal publik dengan sebutan Pondok Ngruki Solo, menyatakan SANGAT KEBERATAN dengan tudingan tersebut, maka kami menyampaikan klarifikasi sebagai berikut:

  1. Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki memfokuskan diri dalam urusan pendidikan Islam dan dakwah sebagaiman lembaga-lembaga pendidikan Islam pada umumnya.
  2. Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki terdaftar secara resmi  oleh pemerintah melalui Kementerian Agama, dengan kurikulum dasar dari Kementerian Agama untuk jenjang MTs dan MA.
  3. Muatan lokal di Pondok Pesantren Al Mukmin adalah sebagaimana yang diajarkan oleh pesantren-pesantren pada umumnya di Indonesia yang telah terbukti diterima oleh umat dan para alim ulamanya, seperti: Akidah, akhlak, syariah, tafsir, dan Bahasa Arab dengan cabang-cabangnya.
  4. Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki bersifat terbuka dan terlibat secara aktif dalam proses pencerdasan masyarakat khususnya pengetahuan agama Islam dari baca Al Qur’an hingga pendalaman ilmu akidah, fikih, akhlak dan sebagainya.
  5. Dalam hal hubungan antar lembaga kami selalu berkoordinasi dengan lembaga-lembaga yang ada, seperti MUI Kota/Kabupaten, lembaga-lembaga pendidikan, bahkan hubungan silaturahmi dengan lembaga pemerintah seperti Korem, Polda, Kodim, Polres, dan sebagainya selalu terjalin dengan baik.

Maka setelah mencermati kontradiksi antara tudingan pihak BNPT dengan kenyataan yang ada pada lembaga kami, jelas tudingan tersebut             SANGAT TIDAK BENAR DAN FITNAH ADANYA, maka dengan ini kami menyampaikan Tadzkiroh kepada BNPT:

  1. Agar tidak sembarangan mengeluarkan statement dengan menuding lembaga pendidikan dengan tuduhan-tuduhan yang menyudutkan hanya berdasarkan data sepihak. Apalagi tudingan tersebut dengan terang-terangan menunjuk nama lembaga yang implikasinya sangat merugikan baik bagi lembaga yang bersangkutan maupun umat Islam Indonesia pada umumnya.
  2. BNPT agar bekerja mengedepankan KEJUJURAN dan KEADILAN serta meningkatkan profesionalisme dalam menetapkan kelompok/lembaga tertentu terlibat aktifitas ‘radikal’, sebab tudingan tersebut yang ternyata tidak benar adanya akan berdampak besar pada kehidupan bangsa Indonesia terutama umat Islam, bahwa tuduhan yang digulirkan BNPT akan menghadirkan respon balik umat Islam menstigma BNPT telah melakukan tindakan melukai hati umat dan menumbuhkan benih kebencian terhadap BNPT.
  3. Tudingan negatif BNPT terhadap Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki dan pesantren-pesantren lainnya justru akan menghadirkan opini umat Islam, bahwa pemerintah (BNPT) berupaya melakukan pembunuhan karakter atas lembaga-lembaga pendidikan Islam di negeri ini. Padahal secara historis telah terbukti bahwa lembaga pendidikan Islam khususnya Pesantren adalah pelopor gerakan kemerdekaan dan berada pada saf (barisan) terdepan dalam mempertahankan kedaulatan.
  4. Harapan masyarakat terhadap BNPT untuk menangani permasalahan ‘terorisme’ secara benar dan jujur. Jangan sampai menjadi kontra produktif yang memunculkan paradigma bahwa BNPT secara sengaja membenci umat Islam dan bermaksud membatasi gerak lembaga-lembaga Islam.

Demikian klarifikasi dan tadzkiroh ini kami sampaikan agar menjadi perhatian, dan tidak terulangannya tuduhan-tuduhan buruk yang sering dialamatkan kepada lembaga pendidikan yang kami kelola khususnya, dan lembaga-lembaga Islam pada umumnya. Hendaknya diperhatikan, bahwa segala tindakan yang dilakukan secara tidak fair, tidak jujur, tidak adil, apalagi dilakukan dengan niata-niatan buruk akan dimintai pertanggungjawaban kelak, baik di dunia terlebih di akhirat.

Hadir dalam konferensi pers tersebut dua anggota Dewan Kyai, Drs Ibnu Hanifah, M.Ag dan ustadz Sholeh Ibrahim, S.Th.I serta advokat senior, Muhammad Taufik, MH.

Reporter: Dyo | Editor: Ally | Jurnalislam

Patung Arjuna di Purwakarta Dibakar

PURWAKARTA (Jurnalislam.com) – Patung Arjuna yang berada di areal wisata Situ Wanayasa, Kecamatan Wanayasa, Purwakarta, Jawa Barat dibakar oleh orang tak dikenal. Patung itu kini hanya menyisakan dua kaki dan dudukan patung. Sementara kepala, badan, hingga kaki yang terbuat dari fiber sudah tak bersisa.

Dari keterangan sejumlah saksi, kejadian pembakaran dan perusakan patung tersebut terjadi Kamis (11/2/2016) dini hari, sekitar pukul 04.00 WIB. Diduga pelaku melakukan pembakaran saat lokasi tengah sepi warga maupun pengendara.

Pihak Kepolisian dari Resor Purwakarta yang mendapat laporan atas kejadian tersebut langsung melakukan olah tempat kejadian perkara di sekitar lokasi kejadian.

"Iya betul, sekarang kami lagi olah TKP," kata Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP Dadang Garnadi, seperti dikutip Merdeka.com.

Meski demikian, polisi belum bisa memberikan keterangan secara gamblang siapa pelaku di balik aksi itu. "Nanti saya kabari," ujar Dadang singkat.

Untuk kepentingan penyelidikan polisi telah melakukan identifikasi oleh Tim Inafis Polres Purwakarta dan memberikan garis polisi yang melingkar di sekitar patung yang sebelumnya berwarna putih itu. 

Reporter: Muhammad Iqbal | Editor: Ally | Jurnalislam

Aktivis Pemuda Masjid Kaltim Gelar Sosialisasi Bahaya VD di 50 SMA

BALIKPAPAN (Jurnalislam.com) – Aktifis Pemuda Masjid Kalimatan Timur yang tergabung dalam Forum Solidaritas Muslim (FSM) mengadakan roadshow sosialisasi bahaya perayaan Valentine’s Day (VD), Kamis (11/2/2016). Kegiatan yang bekerja sama dengan MUI Samarinda itu digelar di sejumlah sekolah setingkat SMA di Balikpapan dan Samarinda. 

Koordinator kegiatan, Abu Reza mengatakan kepada Jurnalislam, kegiatan tersebut sebagai upaya untuk membentengi aqidah generesi muda Islam dari budaya barat.

Selain menjelaskan akan bahaya VD, FSM juga membagikan buku saku tentang bahaya VD bagi generasi muda.

Sedikitnya 5 ribu buku dibagikan kepada pelajar di 50 sekolah setingkat SMA di Samarinda dan Balikpapan.

"Dengan sasaran pelajar muslim di Samarinda dan balikpapan, ada sekitar lima puluh sekolah kita datangi dan kurang lebih lima ribu buku saku kita bagikan," katanya.

Reporter: Rus'an | Editor: Ally | Jurnalislam

Erdogan Peringatkan AS Karena Dukung Teroris PYD

ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menekankan bahwa Washington pasti akan menderita karena sikapnya yang mendukung afiliasi PKK Suriah, Partai Uni Demokrat (PYD), lansir World Bulletin Rabu (10/02/2016).

Pemerintah Turki juga baru-baru ini mengumumkan oposisinya melihat PYD berpartisipasi dalam pembicaraan damai Jenewa mengenai Suriah.

"Saya bilang berkali-kali. Apakah Anda bersama dengan kami atau dengan organisasi teroris PYD, dan YPG ini? Jenis aliansi apa itu? Hal ini sulit dipahami. Meskipun kami katakan kepada mereka seratus kali, mereka tetap diam di hadapan kita, tetapi mereka tidak mengakui kelompok ini [sebagai teroris] di belakang kami," kata Erdogan.

"Masalah ini adalah seperti kisah kalajengking dan katak. Kalajengking pasti akan menyengat mereka suatu hari nanti karena karakternya," katanya dalam pertemuan dengan para pemimpin desa di istana kepresidenan Rabu, mengacu pada dongeng binatang The Scorpion and Frog, yang memiliki moral bahwa sifat jahat bawaan seseorang tidak pernah berubah.

Pernyataannya mengikuti sengketa baru-baru ini antara sekutu NATO, Ankara dan Washington, atas keberatan AS menggambarkan PYD sebagai entitas teroris melainkan menganggapnya sebagai "mitra terpercaya". AS juga telah memberikan dukungan untuk Unit Perlindungan Rakyat (YPG), sayap militer PYD. PYD adalah entitas teroris seperti halnya PKK.

Duta Besar AS di Ankara, John Bass dipanggil ke Kementerian Luar Negeri Turki Selasa malam untuk mengekspresikan keprihatinan Turki atas pernyataan juru bicara Departemen Luar Negeri John Kirby yang mengatakan: "Kami tidak, seperti yang Anda tahu, mengakui PYD sebagai organisasi teroris."

"Tidak ada yang berubah tentang kebijakan itu," ulang Kirby selama konferensi pers hari Selasa sambil mengakui kekhawatiran Ankara tentang PYD dan menggambarkan Turki sebagai sekutu kunci.

Erdogan juga mengecam seruan PBB , karena memaksa negara Turki dan Uni Eropa untuk menerima puluhan ribu warga sipil yang berusaha melarikan diri dari operasi militer rezim dan sekutunya yang didukung serangan udara Rusia intensif terhadap Aleppo di Suriah utara.

“Lalu apa yang Anda [PBB] layani? Jika hal itu sangat mudah, saya bertanya kepada Anda: Kami telah menerima 3 juta orang dari Irak dan Suriah sampai sekarang, tapi apa yang Anda lakukan?" katanya.

"Kami meminta Turki untuk membuka perbatasannya bagi semua warga sipil Suriah yang melarikan diri dari bahaya, dan mencari perlindungan internasional sejak awal krisis ini," kata William Spindler, jurubicara badan pengungsi PBB, Selasa.

Erdogan menekankan bahwa konflik di Suriah telah berubah menjadi "deportasi dan genosida".

"Ini adalah titik kasus bahwa mereka yang menganggap para pengungsi adalah boogie sebenarnya buta dan tuli terhadap rezim Assad – yang merupakan penyebab masalah ini," tambah Erdogan.

Saat ini, Turki menjadi tuan rumah bagi 2,7 juta pengungsi Suriah dan 170.000 pengungsi Irak di kamp-kamp pengungsi yang dibangun di sepanjang perbatasan selatan dan di berbagai kota di seluruh negeri – dan merupakan populasi pengungsi terbesar di dunia.

Sejauh ini, Ankara telah menghabiskan $ 9 miliar bagi pengungsi, sedangkan UNHCR hanya memberikan $ 455.000.000, menurut Erdogan.

Jumlah pengungsi yang tinggal di kamp-kamp berjumlah 280.000.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

270 Bocah Palestina di Bawah Umur Mendekam di Penjara-penjara Zionis

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Komisi Tahanan dan Urusan Ex-Tahanan melaporkan pada hari Selasa bahwa 450 anak-anak Palestina ditahan di penjara-penjara Israel, termasuk sekitar 270 anak di bawah umur, lansir World Bulletin Rabu (10/02/2016).

Badan HAM resmi mencatat bahwa sembilan anak di bawah umur ditahan oleh otoritas Israel di bawah penahanan administratif.

Komisi itu juga mencatat bahwa sejak tahun 2015, pemerintah Israel telah menangkap hampir 2.500 anak Palestina di bawah umur dan menetapkan "putusan yang tidak adil" dan denda kepada mereka.

Lembaga ini menunjukkan bahwa pada bulan Januari pemerintah zionis mengeluarkan denda terhadap tahanan di Penjara Ofer sekitar $ 23.000.

Menurut angka dari DCI-Palestina, tiga dari empat anak-anak Palestina mengalami kekerasan fisik saat penangkapan, transfer atau interogasi.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Taliban Cegat Konvoi Musuh di Wardak, 2 Tank Hancur 11 Tewas

WARDAK (Jurnalislam.com) – Sebanyak 11 pasukan boneka tewas dan 8 lainnya  terluka selama pertempuran sengit di provinsi Wardak di Afghanistan, menurut laporan Al-Emarah News, Rabu (10/02/2016).

Dikatakan Mujahidin menyergap konvoi musuh di distrik Nerkh provinsi ini dini hari tadi, menargetkan konvoi dengan senjata berat dan serangan IED di mana dua tank lapis baja hancur.

Seorang komandan terkenal, Faizullah ada diantara 11 tentara boneka tewas dalam pertempuran itu.

Menurut laporan lain dari Wardak, pasukan boneka musuh Nazme-Ama, atau polisi ketertiban sipil tewas dalam serangan yang ditargetkan di distrik Jalrez provinsi Wardak.

Juga di hari Rabu Mujahidin Imarah Islam di kabupaten Musa Kala melancarkan serangan bersenjata pada pos pemeriksaan strategis bukit Janjali yang terletak di daerah Do Aab sekitar pukul 01:00 waktu setempat.

Serangan itu berlangsung sekitar setengah jam. Pos dikuasai, 10 pasukan Arbaki  tewas dan sisanya terpaksa melarikan diri, 13 senapan dan 3 senapan mesin dengan 6000 putaran, 2 peluncur RPG dengan 25 putaran, 2 senapan mesin peluncur granat, sebuah senapan mesin berat DShK, potongan artileri SPG-9 dan sejumlah besar peralatan militer lain disita.

Segala puji bagi Allah saja, tidak ada Mujahidin yang dirugikan dalam keberhasilan operasi.

 

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

 

Inilah Rencana Baru Rusia untuk AS di Suriah

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Rusia telah mengajukan rencana baru tentang  perang  Suriah ke AS, kantor berita Rusia TASS mengutip Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov mengatakan dalam sebuah wawancara dengan harian Komsomolets Moskovsky pada hari Selasa, lansir World Bulletin Rabu (10/02/2016).

Usulan Rusia yang baru ternyata tidak termasuk penggantian Presiden Suriah Bashar al-Assad.

"Tanpa mengungkapkan rincian, saya katakan bahwa tidak seperti rekan lain, salah satunya adalah Amerika, yang terus-menerus mendesak deklarasi gencatan senjata segera, dan bersikeras agar Bashar Assad mundur, kami menyarankan skema yang benar-benar nyata dalam kontak dengan Washington," TASS mengutip pernyataan Lavrov.

Dia dilaporkan berharap bahwa, "Proposal Rusia sangat sederhana dan tidak akan memakan waktu terlalu lama bagi Washington untuk mempertimbangkan".

Pekan lalu, pembicaraan perdamaian yang dipimpin PBB di Jenewa antara rezim Suriah dan oposisi moderat dihentikan, setelah Rusia dan rezim Assad beserta sekutunya meningkatkan serangan militer pada posisi mujahidin dan oposisi di dekat Aleppo yang menimbulkan ratusan korban warga sipil.

Pendukung rezim, terutama Rusia dan Iran, sejauh ini menyerukan Assad untuk menjadi bagian dari proses transisi.

Turki, yang telah mengambil sejumlah besar pengungsi Suriah, sangat menentang jika Assad tetap dalam kekuasaan dan mendesak bahwa rezim Assad harus bertanggung jawab atas kematian ribuan warga Suriah.

Lebih dari 250.000 orang telah tewas dan lebih dari 11 juta penduduk telah mengungsi akibat perang global, yang telah berlangsung lima tahun, menurut PBB.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Serdadu Zionis Tembak Mati Bocah Palestina dalam Bentrokan di Kamp Pengungsi

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Pasukan pejajah Israel (IOF) pada Rabu siang (10/02/2016) menembak mati seorang bocah Palestina dalam bentrokan yang meletus ketika zionis masuk ke kamp pengungsi Al-Arroub di selatan Betlehem, Palestine News Network melaporkan, Rabu.

Omar Madi Jawabreh, 16 tahun, diumumkan meninggal di rumah sakit pemerintah Beit Jala, dan bentrokan masih berlanjut di kamp bahkan setelah penembakan.

Sebelumnya media Zionis melaporkan bahwa seorang pemukim Zionis terluka karena ditikam seorang pemuda Palestina di dekat permukiman Yahudi Nevi Daniel yang berdiri di atas tanah warga Palestina di selatan kota Betlehem.

Polisi dan dinas keamanan Zionis langsung ke lokasi kejadian dan melakukan operasi penggeledahan dan pencarian pelaku yang berhasil meninggalkan lokasi, bersamaan dengan pengerahan secara massif pasukan militer di dekat permukiman Yahudi Nevi Daniel.

 

Deddy | PNN | Jurnalislam

 

MUI Jember Imbau Umat Islam Bersinergi Hadapi Kemunkaran

JEMBER (Jurnalislam.com) –  Ketua MUI Kabupaten Jember, Prof Dr Halim Soebahar mengajak seluruh elemen umat Islam untuk bersinergi dalam menegakkan amar ma’ruf nahi munkar.

Menurutnya, sinergitas antar elemen umat Islam akan menciptakan kekuatan yang dahsyat dalam memerangi kemaksiatan dan kemunkaran.

“Di Jember, pencegahan terhadap kemaksiatan dan kemungkaran selalu dilakukan dan dikoordinasikan bersama, tokoh agama, polres, tokoh organisasi dan pers selalu bersinergi,” katanya kepada Jurnalislam, Selasa (9/2/2016).

“Kekuatan sinergi adalah kekuatan yang sangat dahsyat, sehingga menghadapi persoalan berat, persoalan rumit, bisa terurai dan diperoleh solusi yang baik,” sambungnya.

Terkait Valentines Day, Prof Halim mengatakan, MUI Kabupaten Jember telah berkoordinasi dengan banyak pihak termasuk pemerintah, ulama dan zuama (pejabat) untuk mencegah VD.

“Selama pihak-pihak tersebut bersinergi, dampak tidak akan meluas,” tandasnya.

Prof Halim mengatakan, kemunkaran ibarat paham yang memiliki seribu nyawa, ketika satu mati akan muncul yang lainnya.

“Demikian halnya dengan valentine day, meski jelas-jelas agama Islam melarang, tapi pelanggar larangan takkan pernah berakhir di muka bumi. Disitulah perlunya amar ma'ruf nahi mungkar secara bersinergi,” tegasnya.

Reporter: Budi Eko | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Bukan Ajaran Islam, MUI Kota Bima Haramkan Umat Islam Rayakan VD

BIMA (Jurnalislam.com) – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bima Drs. H. Saleh Ismail menyatakan, umat Islam haram ikut merayakan Valentines Day (VD). Sebab, VD merupakan ajaran agama lain.

“Valentines day atau lebih dikenal dengan hari kasih sayang itu tidak ada dalam ajaran agama Islam. Maka kalau ada orang Islam yang ikut merayakannya berarti dia sudah ikut melaksanakan ajaran agama di luar Islam, dan itu merupakan perkara yang haram,” tegasnya kepada Jurnalislam, Kamis (10/2/2016).

Selain itu, lanjutnya, hari valentin juga merupakan salah satu puncak dari pada kemaksiatan. “Mereka datang dengan pasangannya dengan dalih ingin merayakan hari kasih sayang kemudian berbuat semaunya, sehingga menimbulkan sebuah tindakan yang melanggar norma dan ajaran Islam” ujarnya.

“Oleh karena itu umat Islam tidak boleh sama sekali ikut merayakan hari valentin karena itu sudah mutlak keharamannya, apalagi melakukan tindakan-tindakan maksiat yang melanggar ajaran Islam,” sambungnya.

Kalau memang ingin mencurahkan rasa kasih sayang kenapa harus menunggu momen tertentu. “Toh tiap saat juga kita bisa mencurahkan rasa kasih sayang. Dan rasa kasih sayang itu seharusnya kita berikan kepada orang tua, keluarga, guru, dan lainnya, bukan malah diberikan kepada pasangan yang statusnya bukan muhrim dan haram buat kita,” anjurnya.

Haji Saleh melihat, kebanyakan remaja hari ini tidak paham apa itu hari valentin, karena prinsip mereka yang penting bisa bersenang-senang. “Walaupun akhirnya nanti mereka melanggar norma dan ajaran Islam,” katanya.

Haji Sale mengimbau kepada orang tua untuk lebih memperhatikan anak-anaknya, karena orang tua adalah benteng yang pertama bagi mereka.

“Kemudian benteng yang kedua adalah masyarakat, masyarakat juga harus peduli terhadap orang yang berbuat salah, maka disitulah letak amar ma’ruf nahi munkar, yaitu meluruskan orang yang berbuat kesalahan,” pungkasnya.

Reporter: Sirath | Editor: Ally | Jurnalislam