Bukan Ajaran Islam, MUI Kota Bima Haramkan Umat Islam Rayakan VD

BIMA (Jurnalislam.com) – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bima Drs. H. Saleh Ismail menyatakan, umat Islam haram ikut merayakan Valentines Day (VD). Sebab, VD merupakan ajaran agama lain.

“Valentines day atau lebih dikenal dengan hari kasih sayang itu tidak ada dalam ajaran agama Islam. Maka kalau ada orang Islam yang ikut merayakannya berarti dia sudah ikut melaksanakan ajaran agama di luar Islam, dan itu merupakan perkara yang haram,” tegasnya kepada Jurnalislam, Kamis (10/2/2016).

Selain itu, lanjutnya, hari valentin juga merupakan salah satu puncak dari pada kemaksiatan. “Mereka datang dengan pasangannya dengan dalih ingin merayakan hari kasih sayang kemudian berbuat semaunya, sehingga menimbulkan sebuah tindakan yang melanggar norma dan ajaran Islam” ujarnya.

“Oleh karena itu umat Islam tidak boleh sama sekali ikut merayakan hari valentin karena itu sudah mutlak keharamannya, apalagi melakukan tindakan-tindakan maksiat yang melanggar ajaran Islam,” sambungnya.

Kalau memang ingin mencurahkan rasa kasih sayang kenapa harus menunggu momen tertentu. “Toh tiap saat juga kita bisa mencurahkan rasa kasih sayang. Dan rasa kasih sayang itu seharusnya kita berikan kepada orang tua, keluarga, guru, dan lainnya, bukan malah diberikan kepada pasangan yang statusnya bukan muhrim dan haram buat kita,” anjurnya.

Haji Saleh melihat, kebanyakan remaja hari ini tidak paham apa itu hari valentin, karena prinsip mereka yang penting bisa bersenang-senang. “Walaupun akhirnya nanti mereka melanggar norma dan ajaran Islam,” katanya.

Haji Sale mengimbau kepada orang tua untuk lebih memperhatikan anak-anaknya, karena orang tua adalah benteng yang pertama bagi mereka.

“Kemudian benteng yang kedua adalah masyarakat, masyarakat juga harus peduli terhadap orang yang berbuat salah, maka disitulah letak amar ma’ruf nahi munkar, yaitu meluruskan orang yang berbuat kesalahan,” pungkasnya.

Reporter: Sirath | Editor: Ally | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.