Soal Pesantren ‘Radikal’, Pengamat: BNPT Ikuti Perintah Amerika

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF), Mustofa Nahrawardaya menilai, tudingan radikal terhadap 19 pesantren oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) merupakan kelanjutan dari rilis Amerika paska tragedi World Trade Center (WTC) yang menyebut ada tiga pesantren ‘radikal’ di Indonesia.

“Paska bom di Amerika yang menghancurkan dua tower WTC, kemudian Amerika merilis 3 nama Pesantren di Indonesia, kalau sekarang berkembang menjadi 19 ini merupakan perkembangan yang luar biasa dalam rangka untuk mengopinikan bagaimana pesantren ini adalah sebagai sesuatu yang menjadi daya tarik bagi BNPT untuk dijadikan objek deradikalisasi,” paparnya kepada dalam acara Makna dan Peristiwa Tv One, Rabu (10/2/2016).

Musthofa juga menilai bahwa pola yang digunakan oleh BNPT dengan menyebut pesantren sebagai lembaga itu bermasalah.

“Pola ini bermasalah, istilah 19 pesantren ini sudah lembaga bukan oknum, jadi kalau yang disasar adalah pribadi tentu tidak boleh lagi menggunakan kata pesantren, karena ini akan menghantam semua pesantren yang ada di Indonesia,” terangnya.

Ia menjelaskan, pesantren memiliki tiga fungsi. Pertama, pesantren sebagai pendidikan dasar-dasar agama Islam. Kedua, sebagai pencetak pemimpin perekat umat, dan yang ketiga Pesantren sebagai pemberdayaan umat.

“Kalau pesantren ini dibidik Amerika dan seluruh dunia yang menjadi “anak buah” Amerika untuk menghajar teroris atau radikal, tentu 3 hal tersebut akan dihajar pula,” tegasnya.

Pengamat terorisme ini menyayangkan sikap pemerintah Indonesia yang “membebek” kepada kemauan Amerika.

“Mestinya kalau Amerika mengajak perang melawan terorisme dengan mengkampanyekan deradikalisasi, kalau saya sebagai orang Indonesia saya akan mempertahankan rasa nasionalisme saya, tidak kemudian langsung percaya, langsung ikut “menjadi bebek” kita harus kritis karna kita tidak sama dengan Amerika,” tegasnya.

Reporter: Irfan | Editor: Ally | Jurnalislam

DDII Jabar Gelar Konsolidasi Umat Menghadang LGBT

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jawa Barat mengadakan acara Konsolidasi Umat Menghadang LGBT di Aula DDII Jabar Jalan Pungkur No. 151, Bandung, Selasa (9/2/2016).

“Ini adalah konsolidasi para aktifis dakwah untuk menghadang gerakan LGBT di Jawa Barat. Tujuan dari acara ini adalah untuk mensinergikan serta sosiaslisi penyimpangan LGBT,” kata pembicara Dr Fahmi Salim.

Semakin beraninya kaum LGBT menunjukkan eksistensinya dinilai Fahmi sebagai sesuatu yang sangat berbahaya bagi generasi bangsa.

“Kita tidak membenci manusianya tapi yang kita benci adalah perilakunya, penyakitnya, dampaknya, penularannya dan juga kerusakan moral dan kerusakan fisik dari generasi bangsa,” ujarnya.

Selain itu, acara tersebut diadakan untuk mengingatkan seluruh elemen masyarakat bahwa selain menjadi penyebab terbesar tersebarnya penyakit HIV/AIDS, keberadaan kaum LGBT juga telah melanggar hukum.

“Oleh sebab itu, menjadi kewajiban kita semua untuk mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk menghadang perkembangan LGBT karena akan membahayakan moralitas anak-anak kita dan membahayakan sekali bagi agama. Dan juga perlu ada langkah-langkah hukum, langkah-langkah edukatif,” ungkapnya.

Reporter: Fajar Apriyandi | Editor: Ally | Jurnalislam

LGBT Harus Dikriminalisasi, MIUMI Akan Ajukan Judicial Review

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) saat ini tengah menyusun cara untuk mengkriminalisasi kaum Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) berikut para pendukungnya.

Demikian dikatakan Wasekjen MIUMI, Dr. Fahmi Salim dalam acara Konsolidasi Umat Menghadang LGBT yang diselenggarakan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jawa Barat di Aula DDII Jabar Jalan Pungkur No. 151, Bandung, Selasa (9/2/2016)

“Selama ini memang persoalan LGBT tidak masuk dalam tindak kriminal apapun sehingga mereka tidak merasa ada kriminalisasi dan merasa bebas,” katanya.

Fahmi melanjutkan, selama ini para pegiat LGBT merasa boleh mengembangkan dan mengampanyekan gerakan mereka dengan dalih Hak Asasi Manusia (HAM).

Oleh sebab itu, Fahmi menegaskan, harus ada hukum positif yang menjerat para pelaku dan pendukung LGBT. “Kalau fatwa (MUI) sudah ada, tinggal dari hukum positif bagaimana memposisikan mereka (LGBT) ini,” tegasnya.

“Kalau masalah legal standing perkawinan di Indonesia No 174 itu tidak memungkinkan mereka bisa diakui perkawinannya. Karena perkawinan itu kan antara laki-laki dan perempuan dan harus sesuai dengan norma agama, nah mereka sudah mentok di situ,” sambungnya.

Namun, lanjutnya, yang paling dikhawatirkan dari kaum LGBT bukan soal perkawinannya akan tetapi perilakunya.

“Mungkin mereka gak berpikir untuk kawin tapi perilakunya itu. Jadi mereka seperti berzina, gonta-ganti pasangan, nah ini harus dijerat secara hukum. Ini celah yang mereka manfaatkan untuk bebas untuk mempraktekan itu. Selama tidak ada pasal yang menjerat perilaku LGBT, mereka akan terus merasa aman,” paparnya.

Atas dasar itu, Fahmi mengatakan, MIUMI akan mengajukan judicial review pasal 292 KUHP ke Mahkamah Konstitusi. “Ini yang harus kita kejar, judicial review pasal 292 KUHP,” ujarnya.

“Judicial review ini saya pikir agenda yang sangat mendesak, untuk masuk dalam pasal perzinahan. Kalau bisa goal, itu luar biasa dampaknya besar,” tandasnya.

Reporter: Fajar Apriyandi | Editor: Ally | Jurnalislam

Anshar al Syariah Tembak Jatuh Jet Tempur Libya di Derna

LIBYA (Jurnalislam.com) – Anshar al Sharia, sebuah kelompok al Qaeda, mengatakan  telah menembak jatuh sebuah jet Libya sebelumnya hari ini. Pernyataan tersebut telah diposting di Twitter yang dikelola oleh sayap media Anshar al Syariah (Al Rayah Media) dan stasiun radio Anshar al Sharia mengatakan bahwa brigade pertahanan udara khusus bertanggung jawab atas serangan jet tersebut, The Long war Journal melaporkan Selasa (09/02/2016).

Kepala Staf Angkatan Udara Libya, Brig. Jenderal Saqr al-Jaroushi, mengatakan kepada Associated Press (AP) bahwa pesawat tempur MIG32 Libya benar ditembak jatuh. Al-Jaroushi menambahkan "pilot berhasil keluar dan mendarat dengan selamat."

Meskipun Islamic State (IS) telah tumbuh di Libya sejak 2014, kepemimpinan Anshar al Sharia tetap setia kepada al Qaeda global. Anshar al Sharia mengoperasi kamp pelatihan sendiri di Derna dan di tempat lain di Libya. Koalisi faksi-faksi  jihad yang dikenal sebagai Mujahidin Shura Council (MSC) juga menahan kehadiran IS di kota Libya timur tersebut.

MSC, yang dibentuk pada akhir tahun 2014, memblok pergerakan IS di Derna. Kedua belah pihak telah berulang kali bentrok. Pada pertengahan 2015, MSC mendorong pengikut Abu Bakar al Baghdadi keluar dari persembunyian mereka di dalam kota.

Anshar al Syariah Libya dan MSC keduanya didukung oleh al Qaeda di Maghreb Islam (AQIM), cabang resmi Al Qaeda di Afrika Utara.

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

 

Jerman Peringatkan Rusia atas Serangannya di Aleppo

BERLIN (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier telah memperingatkan bahwa serangan militer baru-baru ini di Aleppo yang dilakukan oleh Rusia dan rezim Assad dapat membahayakan pembicaraan damai dengan oposisi Suriah, World Bulletin melaporkan, Selasa (09/02/2016).

“Situasi saat ini harus ditunjukkan kepada semua orang bahwa siapa pun yang mengandalkan solusi militer di Suriah akan mengalami lagi lima tahun perang ke depan. Hal ini tidak bisa menjadi alternatif, “kata Steinmeier dalam konferensi pers bersama dengan rekan Kroasia-nya, Miro Kovac di Berlin.

“Kita harus membuka jalan bagi proses politik, dan kami akan mencobanya lagi pada hari Kamis,” katanya.

Pada hari Kamis Steinmeier menjadi tuan rumah untuk pertemuan para menteri luar negeri dari AS, Rusia dan daerah kekuasaan termasuk Arab Saudi, Iran dan Turki di kota Jerman selatan Munich, sehari sebelum Konferensi Keamanan Munich ke-52.

Pembicaraan damai yang dipimpin PBB di Jenewa antara rezim Suriah dan oposisi moderat dihentikan pekan lalu, setelah Rusia dan rezim Assad meningkatkan serangan militer mereka di dekat Aleppo.

“Saya bisa mengerti saat oposisi mengatakan bahwa kita tidak bisa duduk di meja dan bernegosiasi di Jenewa ketika orang-orang kami terus berada di bawah pemboman dan tidak dapat memiliki akses bantuan kemanusiaan,” kata Steinmeier.

Dia memperingatkan tentang harapan besar dari pertemuan hari Kamis dan mengatakan pihak yang bertikai masih jauh dari mencapai gencatan senjata.

“Secara signifikan mengurangi pertempuran dan terutama memberikan bantuan kemanusiaan akan menjadi tujuan utama kami. Apakah kita akan mencapai hal ini pada hari Kamis, saya tidak bisa mengatakan ini pada hari ini, “katanya.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

Turki Panggil Utusan AS karena Dukung Teroris PYD

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki memanggil duta besar AS setelah juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan Washington tidak menganggap Partai Union Demokrat Kurdi Suriah (PYD) sebagai organisasi teroris, kata seorang pejabat kementerian luar negeri Turki, lansir Aljazeera Selasa (09/02/2016).

Seorang pejabat kementerian luar negeri Turki mengatakan Duta Besar AS John Bass dipanggil ke kementerian pada hari Selasa dimana seorang pejabat senior Turki menyatakan keprihatinan Ankara.

Pejabat itu berbicara dengan syarat anonim karena ia tidak berwenang untuk membuat pernyataan publik.

Turki menganggap PYD sebagai saudara dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK), yang berjuang untuk otonomi Kurdi di Turki tenggara dan digolongkan sebagai organisasi teroris oleh Turki.

Reporter Al Jazeera Rosiland Jordan, melaporkan dari Washington DC, mengatakan Amerika Serikat mendukung PYD dalam perjuangannya di Suriah.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan kemarahannya pada hari Ahad setelah delegasi termasuk diplomat senior AS Brett McGurk, utusan khusus koalisi internasional, bertemu pejuang Kurdi di Kobane.

Ditanya tentang perbedaan pendapat antara dua sekutu NATO pada hari Senin, Juru Bicara Departemen Luar Negeri John Kirby mengatakan: "Ini tidak menjadi perhatian baru, seperti yang saya katakan, bahwa Turki telah menetapkan, sedangkan kami tidak, seperti yang Anda tahu, mengakui  bahwa PYD adalah organisasi teroris.

"Kami mengakui apa yang Turki lakukan, dan kami mengerti. Bahkan teman-teman yang terbaik tidak akan selalu setuju pada segala sesuatu.

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

 

Wakil Kepala Intelijen Antek Amerika Tewas di Distrik Chora

URUZGAN (Jurnalislam.com) –  Al Emarah News melaporkan bahwa, pada sekitar pukul 01:30 waktu setempat hari Selasa, sebuah bom pinggir jalan (IED) yang ditempatkan di dekat bazaar kabupaten Chora menghantam  kendaraan wakil kepala intel Jabbar Khan.

Ledakan itu menghancurkan kendaraan tersebut, membunuh sasaran yang dituju.

Jabbar Khan adalah tokoh yang terkenal brutal dan mata-mata untuk penjajah Amerika serta mata-mata pejabat peringkat tinggi rezim di kabupaten tersebut.

Sementara di provinsi Nangarhar, sebanyak 16 tentara ANA (Afghanistan National Army) termasuk 6 pasukan bayaran (Arbaki)  dan beberapa lainnya menderita cedera selama pertempuran sengit di distrik Kot Bati tadi malam.

Untuk membalas, musuh menyerang bangunan milik warga sipil dengan mortir, merusak sejumlah rumah serta menimbulkan korban jiwa dari warga sipil terutama perempuan dan anak-anak.

Demikian pula, empat pejuang Mujahidin syahid dalam konflik. Semoga Allah menerima mereka sebagai Syuhada.

Dalam laporan lain dari provinsi Nangarhar, Mujahidin dan pasukan bayaran bentrok di distrik Kot Bati sebelumnya pada hari Senin tetapi jumlah musuh yang tewas dan luka-luka belum jelas.

 

Deddy | Shahamat | Jurnalislam

Ankara Bantah 150.000 Pasukan Saudi Memasuki Suriah Lewat Turki

TURKI (Jurnalislam.com) – Laporan media yang baru-baru ini mengatakan bahwa 150.000 pasukan dari Arab Saudi masuk ke Suriah melalui perbatasan Turki untuk membantu operasi militer tidaklah benar, sumber Perdana Menteri Turki mengatakan pada hari Senin (08/02/2016), lansir World Bulletin Selasa (09/02/2016).

Markas Turki terbuka untuk pasukan koalisi sebagai bagian dari perang melawan IS dan Ankara siap untuk setiap jenis kerjasama dalam pengertian ini, kata sumber, yang tidak dinamai sesuai dengan kebijakan Perdana Menteri Turki.

Beberapa media mengedarkan laporan baru-baru ini mengatakan bahwa "150.000 Angkatan Darat yang ditempatkan di Arab Saudi akan segera dikirim ke Suriah melalui perbatasan Turki untuk membantu koalisi pimpinan AS".

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

MUI Banyuwangi: Tak Sesuai Ajaran Islam, VD Haram

BANYUWANGI (Jurnalislam.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyuwangi menegaskan, haramnya umat Islam khususnya generasi muda berpartisipasi dalam perayaan Valentines Day atau hari kasih sayang.

“Selain tak sesuai dengan ajaran Islam, hari kasih sayang adalah budaya barat yang bertentangan dengan norma adat ketimuran,” tegas Ketua MUI Banyuwangi, Muhammad Yamin kepada Jurnaislam, Selasa (9/2/2016).

“Dalam pelaksanaanya, disitu banyak berkumpul muda-mudi berlainan jenis dan bukan muhrim, itu jelas dilarang,” sambungnya.

Yamin mengatakan, dalam ajang kumpul kawula muda dengan tanpa adanya pengawasan, sangat memungkinkan terjadi hal-hal yang merugikan. “Bahkan bisa merusak masa depan anak bangsa,” ujarnya.

Untuk itu, dia mengimbau para orang tua agar memberi perhatian lebih kepada buah hatinya. Mampu memberi penjelasan dan pengertian, sehingga para pemuda tak terjerumus dalam pergaulan yang menyesatkan.

“Diberi pemahaman, bahwa kasih sayang yang terbaik adalah pada orang tua, saudara dan keluarga. Pada sesama mahkluk Allah, baik sesama manusia, pada binatang serta tumbuhan,” pungkasnya.

Sudah bukan rahasia lagi, dalam setiap perayaan Valentines Day yang jatuh tiap 14 Februari, banyak generasi muda terjerumus pada pergaulan yang salah.

Reporter : Findra | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Saudi Cegat Serangan Rudal Scud dari Yaman

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pertahanan udara Saudi pada Senin (08/02/2016) mencegat rudal Scud yang ditembakkan di kota Khamis Mushayt tempat pangkalan udara utama, pasukan koalisi di Yaman mengatakan, lansir Al Arabiya News Channel.

"Pencegatan terjadi pagi ini sekitar pukul tiga," Brigadir Jenderal Ahmed al-Assiri, juru bicara koalisi pimpinan Saudi menhatakan kepada AFP.

"Mereka masih menargetkan kota," katanya.

Kira-kira 100 kilometer (60 mil) dari perbatasan Yaman, Raja Khalid Air Base, dekat kota Khamis Mushayt, berada di barisan depan operasi udara yang dipimpin Saudi melawan milisi Syiah Houthi dan sekutu mereka, pasukan elit yang setia kepada mantan presiden Ali Abdullah Saleh di Yaman.

Saudi telah mengerahkan baterai rudal Patriot yang dirancang untuk menghadang rudal balistik taktis, yang diluncurkan sesekali sejak Maret ketika koalisi pimpinan Saudi memulai serangan udara mendukung pemerintah Yaman setelah Republik Syiah Iran yang didukung milisi Syiah Houthi merebut banyak wilayah Yaman.

Roket yang ditembakkan dari Yaman dan pertempuran perbatasan telah menewaskan sekitar 90 warga sipil dan tentara di selatan Arab Saudi sejak intervensi koalisi dimulai.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam