Inilah Rencana Baru Rusia untuk AS di Suriah

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Rusia telah mengajukan rencana baru tentang  perang  Suriah ke AS, kantor berita Rusia TASS mengutip Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov mengatakan dalam sebuah wawancara dengan harian Komsomolets Moskovsky pada hari Selasa, lansir World Bulletin Rabu (10/02/2016).

Usulan Rusia yang baru ternyata tidak termasuk penggantian Presiden Suriah Bashar al-Assad.

"Tanpa mengungkapkan rincian, saya katakan bahwa tidak seperti rekan lain, salah satunya adalah Amerika, yang terus-menerus mendesak deklarasi gencatan senjata segera, dan bersikeras agar Bashar Assad mundur, kami menyarankan skema yang benar-benar nyata dalam kontak dengan Washington," TASS mengutip pernyataan Lavrov.

Dia dilaporkan berharap bahwa, "Proposal Rusia sangat sederhana dan tidak akan memakan waktu terlalu lama bagi Washington untuk mempertimbangkan".

Pekan lalu, pembicaraan perdamaian yang dipimpin PBB di Jenewa antara rezim Suriah dan oposisi moderat dihentikan, setelah Rusia dan rezim Assad beserta sekutunya meningkatkan serangan militer pada posisi mujahidin dan oposisi di dekat Aleppo yang menimbulkan ratusan korban warga sipil.

Pendukung rezim, terutama Rusia dan Iran, sejauh ini menyerukan Assad untuk menjadi bagian dari proses transisi.

Turki, yang telah mengambil sejumlah besar pengungsi Suriah, sangat menentang jika Assad tetap dalam kekuasaan dan mendesak bahwa rezim Assad harus bertanggung jawab atas kematian ribuan warga Suriah.

Lebih dari 250.000 orang telah tewas dan lebih dari 11 juta penduduk telah mengungsi akibat perang global, yang telah berlangsung lima tahun, menurut PBB.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses