Seorang Skotlandia Masuk Islam Tanpa Pernah Bertemu Seorang Muslim pun

SKOTLANDIA (Jurnalislam.com) – Bagaimana seorang pria Skotlandia putih setengah baya yang tinggal di Dataran Tinggi Skotlandia  menjadi seorang Muslim – terutama ketika dia belum pernah benar-benar bertemu seorang Muslim dalam hidupnya?

Bagi saya, itu semua dimulai ketika saya mendengar adzan dari masjid setempat pada saat liburan di pantai Turki. Adzan itu membangunkan sesuatu dalam diriku, dan mengilhami saya untuk memulai pencarian spiritual.

Saat kembali ke rumah di Inverness, saya pergi ke toko buku lokal, membeli Qur'an dan mulai membaca. Saat membaca, saya selalu meminta Tuhan untuk membimbing saya dalam perjalanan yang akan saya mulai.

Banyak berdoa. Banyak bersujud.

Al-Qur'an benar-benar mengguncang saya. Ini adalah buku yang cukup menakjubkan untuk dibaca karena memberitahu Anda begitu banyak tentang diri Anda. Beberapa hal yang saya tahu tentang diri saya yang tidak saya sukai. Jadi saya memutuskan untuk membuat beberapa perubahan.

Saya tahu bahwa saya bisa berhenti membaca Al-Qur'an dan menghentikan prosesnya setiap saat, tapi saya juga tahu bahwa kalau saya melakukannya berarti saya menyerah pada sesuatu yang sangat penting.

Dan saya tahu apa hasil akhir dari proses ini: Saya akan menjadi seorang Muslim.

Jadi saya terus membaca. Saya membacanya tiga kali, mencari-cari kesalahan. Tapi tidak ada kesalahan; Saya cukup nyaman dengan segala sesuatunya.

Bagian yang sulit dalam semua ini adalah bertanya-tanya akan menjadi siapakah saya? Akankah saya menjadi aneh, mengenakan pakaian yang berbeda, berbicara berbeda di mata orang lain?

Apa yang akan keluarga saya, teman-teman dan rekan kerja pikirkan tentang saya?

Yang paling penting, apa yang akan saya pikirkan tentang diri saya? Apakah saya akan suka menjadi saya nantinya?

Saya menghabiskan waktu melakukan pencarian online, mencari cerita-cerita dari orang-orang yang telah melalui pengalaman seperti ini. Tapi tidak pernah menemukan yang tampaknya cukup sesuai dengan saya – perjalanan masing-masing orang, tentu saja, adalah unik. Namun sangat melegakan ketika saya mengetahui, bagaimanapun, bahwa orang lain sudah menapaki jalan ini sama seperti Anda. Sederhananya, saya beralih membaca perjalanan orang-orang ini ketika saya takut akan dilihat sebagai orang yang eksentrik.

Banyak sumber online untuk mengetahui bagaimana berdoa dalam bahasa Arab, untuk mendengarkan Al Qur'an dibaca keras-keras atau mungkin untuk mendengarkan nasyid Islam. Bagi saya, nasyid adalah cara yang bagus untuk mengambil beberapa frase yang ingin saya mulai gunakan.

Kunci dalam semua ini adalah bahwa saya benar-benar mempertanyakan semuanya, sebagaimana yang mutlak diperlukan dalam konversi agama. Anda mempertanyakan diri Anda sendiri. Anda mempertanyakan apa yang Anda dengar, dan apa yang Anda baca.

Jika sesuatu tidak terasa benar untuk Anda, maka itu adalah indikasi yang jelas bahwa itu bukan untuk Anda. Anda harus mendengarkan dengan cermat intuisi dan hati Anda.

Belajar melalui proses ini butuh waktu sekitar 18 bulan. Beberapa orang perlu waktu lebih sedikit, beberapa orang lebih banyak. Dan aku melakukan semua ini pada diri saya sendiri, dengan tidak ada yang membantu. Saya masih belum bertemu seorang Muslim pun.

Setelah 18 bulan itu saya menganggap diri saya seorang Muslim. Saya sholat lima kali sehari, berpuasa Ramadhan, dan makan dan minum hanya apa yang dapat diterima sesuai dengan ajaran Al-Quran.

Beberapa saat setelah itu kemudian saya menemukan bahwa sebenarnya ada sebuah masjid kecil di kota saya. Saya muncul di sana, mengetuk pintu dan memperkenalkan diri.

Mereka terkejut melihat saya dan tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan saya pada awalnya, kecuali memberikan kode kombinasi pintu masjid dan menyambut saya masuk komunitas mereka. Saya diterima sejak awal, dan saya sekarang konstan berada dalam komunitas mereka.

Saya masih belajar, tentu saja.

Apa itu Islam – dan bagaimana Anda memisahkan agama dari budaya seseorang? Sangat penting untuk menunjukkan bahwa Islamlah yang harus Anda terima, bukannya budaya apapun yang khusus dari dunia di luar sana. Anda akan selalu dapat mempertahankan kebebasan untuk menentukan identitas Anda sendiri, asalkan Anda tetap setia pada prinsip-prinsip tertulis dari Al Quran.

Jadi saya sekarang pria Muslim kulit putih, setengah baya dari Skotlandia. Dan saya bahagia.

 

Deddy |Independent | Jurnalislam

Inilah Rencana Zionis Bangun Sinagog di Bawah Masjid Al-Aqsha

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Entitas penjajah Zionis melanjutnya rencananya yang bertujuan untuk merubah sekitar Masjid al-Aqsha, yang dekat dan yang melekat padanya, menjadi kompleks sinagog Yahudi sekaligus menghapus dan melakukan yahudisasi monumen-monumen Islam kuno.

Seperti yang dilansir Infopalestina Kamis (11/02/2016) juga dirilis Pusat Urusan al-Quds dan al-Aqsha, sumber-sumber Zionis mengungkap,  rencana penjajah Zionis untuk mendirikan sinagog agung Yahudi di bawah pemandian al-Ain yang berjarak beberapa meter di bawah barat Masjid al-Aqsha. Para penyandang dana proyek ini berambisi untuk membuka yang pertama pada bulan-bulan musim lembaran Yahudi pada musim semi mendatang.

Menurut sumber-sumber Zionis, penjajah Zionis telah membuat rencana untuk melaksankan proyek ini dalam waktu dekat untuk membangun sinagog Yahudi di atas tanah wakaf Islam dengan mengorbankan peninggalan-peninggalan kuno Islam, dekat situs wakaf pemandian al-Ain di bawah tanah sangat dekat dengan Masjid al-Aqsha di sisi barat.

Penjajah Zionis akan melakukan penggalian tambahan di lokasi tersebut sebelum dimulai pembangunan siangog Yahudi tersebut.

Proyek bernama "Dana Warisan Tembok Ratapan" diadopsi oleh perusahaan pemerintah yang berada langsung di bawah Kantor Perdana Menteri Israel – yang didanai oleh miliarder Yahudi "Yitzhak Tshuva," sementara putrinya yang akan membuat desain engineering sinagog tersebut.

Loksdi pendirian sinagog Yahudi ini pada dasarnya akan mengorbankan aula bersenjarah Mamluk yang terletak di bawah wakaf pemandian al-Ain. Di unjung jalan al-Wad di Kota Tua Jerusalem,  hanya beberapa meter dari Tembok Ratapan dan dinding barat Masjid Al-Aqsha, yang juga diklaim oleh penjajah Zionis sebagai aula "di balik dinding kita".

Pada 16 Juli 2015, melalui gambar dan video, ditemukan aula Mamluk dan jejak peninggalan Islam yang membentang dari periode Umayyah sampai Ottoman, yang digali penjajah Zionis dan dirubah menjadi daerah wisata, museum dan galeri sejarah palsu Talmud.

Kemudian ditemukan tiga koridor yang dipasang pada satu set kolom dan lengkungan, di atas area seluas sekitar 400 meter persegi, hampir berbentuk persegi, di dalamnya ada batu-batu berbagai ukuran yang merujuk kepada periode Islam.

Aula tersebut terpisah dari sekitarnya dengan dinding kayu modern. Aula ini pada ujung timur melekat dengan apa yang disebut "Great Hall" di jalur terowongan Barat. Di pinggiran lantai Aula Barat ada sebuah jendela kaca yang nampak dari bawahnya galian sumur dalam, nampaknya ini merupakan bagian dari jaringan air tua yang digali pada periode Kanaan Arab atau periode Islam lainnya.

Sejak tahun 2002 penjajah Zionis menggali lokasi tersebut dan mengeluarkan sejumlah besar tanah. Dalam sampai saat penggalian terus berlanjut di lokasi-lokasi dekat aula besar tersebut, sebagai bagian dari rencana untuk merubah sebagian besar bangunan dan area wakaf pemandian menjadi pusat yahudisasi besar di atas dan di bawah tanah.

 

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

Serangan Balik Taliban di Wardak, 4 Pasukan Komando Tewas dan Belasan Terluka

WARDAK (Jurnalislam.com)Al Emarah News melaporkan, Kamis (11/02/2016) Mujahidin  Imarah Islam melakukan serangan balasan ke arah musuh yang mencoba melakukan serangan di distrik Nerkh provinsi Wardak sekitar dini hari pada hari Kamis dan bertempur melawan musuh dengan senjata berat dan ringan, memaksa musuh untuk mundur. Sedikitnya empat pasukan komando musuh tewas dengan belasan lebih lainnya terluka.

Demikian juga, seorang pejuang Mujahid memeluk kesyahidan dengan dua lainnya terluka dalam operasi itu.

Kemenangan ini terjadi saat pasukan musuh kalah dengan kerugian besar di distrik yang sama kemarin.

Selain itu, serangan bom pinggir jalan merobek kendaraan musuh di distrik Abad Syed provinsi Wardak hari Kamis, dua tentara musuh tewas dan lainnya luka-luka.

Serangan Penyusup

Laporan yang tiba dari distrik Zhari, provinsi Kandahar selatan mengatakan bahwa 2 penyusup Mujahidin Imarah Islam bekerja di sebuah pos pemeriksaan di daerah Makwano menembaki pasukan musuh semalam, Kamis.

Penyusup menewaskan 15 orang bersenjata termasuk komandan Agha Wali sebelum meninggalkan daerah dengan aman menuju pasukan Mujahidin yang telah mengambil posisi di dekatnya.

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

Turki Akhiri Operasi Militer Anti Teroris Komunis PKK di kota Kurdi

TURKI (Jurnalislam.com) – Pasukan keamanan Turki telah mengakhiri operasi militer hampir dua bulan yang didukung oleh jam malam di kota tenggara Cizre melawan teroris Partai Pekerja Kurdistan (PKK), menteri dalam negeri mengatakan, Kamis (11/02/2016)

"Operasi di Cizre telah berhasil diselesaikan pada hari ini," kata Efkan Ala, menambahkan bahwa jam malam tetap diberlakukan sedikit lebih lama.

"Kontrol dan teroris PKK telah dikuasai kembali di Cizre," katanya.

Jam malam diberlakukan di Cizre, yang terletak di provinsi Sirnak Turki dekat perbatasan Irak dan Suriah, sejak 14 Desember ketika tentara melancarkan "operasi anti-teror" dalam upaya membasmi komunis PKK dari pusat kota di mana mereka telah mendirikan barikade dan menggali parit.

Tentara mengatakan pada hari Rabu bahwa sekitar 580 milisi PKK telah tewas di kota itu sejak operasi dimulai.

PKK telah menewaskan puluhan anggota pasukan keamanan Turki dalam serangan sejak gencatan senjata dua setengah tahun runtuh pada bulan Juli.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

NATO Kirim Armada Angkatan Laut ke Aegean

TURKI (Jurnalislam.com) – NATO mengirimkan kelompok angkatan laut "tanpa penundaan" untuk membantu menghentikan penyelundupan orang di Laut Aegean, menyusul permintaan dari Jerman, Yunani dan Turki, kepala aliansi Jens Stoltenberg mengatakan pada hari Kamis (11/02/2016), lansir World Bulletin.

"NATO kini mengarahkan kelompok maritim untuk bergerak ke Aegean tanpa penundaan dan memulai kegiatan pengawasan maritim", Stoltenberg mengatakan dalam konferensi pers setelah menteri pertahanan aliansi mendukung pergerakan tersebut.

Dia mengatakan krisis pengungsi, yang didorong oleh konflik dan gejolak di Timur Tengah dan Afrika Utara, adalah yang terburuk sejak Perang Dunia II dan menjadi ancaman keamanan besar bagi aliansi 28 negara.

"NATO Standing Maritim Grup 2, saat ini di bawah komando Jerman, terdiri dari tiga kapal dan aliansi juga telah menjanjikan lebih sehingga dapat melaksanakan pengintaian, pemantauan dan pengawasan di Laut Aegean," katanya.

"Operasi ini bukan tentang menghentikan dan mendorong kembali (pengungsi) … tapi tentang pengawasan penting untuk membantu memerangi perdagangan manusia dan jaringan kejahatan," katanya.

NATO akan bekerja sama dengan Uni Eropa dan lembaga kontrol perbatasan Frontex, tambahnya.

Kanselir Jerman Angela Merkel bergabung dengan Turki pada hari Senin untuk meminta bantuan dari aliansi 28 negara saat ribuan pengungsi warga sipil yang menghindar dari pertempuran berat di sekitar kota Aleppo Suriah.

Turki, satu-satunya negara mayoritas Muslim di NATO dan salah satu yang memiliki armada tentara terbesar, adalah negara transit utama bagi lebih dari satu juta pengungsi yang mencapai Eropa tahun lalu.

Lebih dari 70.000 pengungsi melakukan perjalanan berbahaya pada bulan Januari dan ketakutan saat ini adalah bahwa ratusan ribu lebih lainnya akan menyusul mengingat pertempuran di Suriah berlangsung intensif.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

Rusia Ingin Lakukan Gencatan Senjata Namun Masih Membombardir Warga Sipil Aleppo

SURIAH (Jurnalislam.com) – Rusia siap untuk membahas kemungkinan gencatan senjata di Suriah, kata seorang pejabat, Kamis, sebelum pertemuan penting dari kekuatan utama di Jerman tentang cara mengakhiri lima tahun perang global Suriah, Aljazeera melaporkan Kamis (11/02/2016).

"Kami siap membahas modalitas gencatan senjata di Suriah," Gennady Gatilov, wakil menteri luar negeri, dikutip oleh kantor berita TASS. "Ini adalah yang akan dibicarakan di Munich."

Mengutip seorang pejabat Barat yang tidak disebutkan namanya, kantor berita Reuters melaporkan Rabu bahwa Rusia mengusulkan gencatan senjata dimulai 1 Maret.

Kekuatan internasional, termasuk Rusia, Amerika Serikat, Arab Saudi dan Iran, bertemu pada hari Kamis di Jerman dalam upaya memulai kembali perundingan perdamaian Suriah di Jenewa yang ditunda awal bulan ini.

Serangan rezim Suriah di sekitar kota Aleppo, yang didukung oleh serangan brutal pesawat tempur Rusia, telah mengirimkan puluhan ribu orang melarikan diri ke perbatasan Turki, menempatkan pembicaraan Jenewa dalam bahaya.

Reporter Al Jazeera Rory Challands, melaporkan dari Moskow, mengatakan bahwa AS dan sekutunya mungkin akan melihat tawaran gencatan senjata Rusia dengan skeptisisme.

"Analisa AS adalah bahwa gencatan senjata ini memberikan lebih banyak waktu bagi serangan yang saat ini sedang berlangsung di wilayah Aleppo untuk mendorong mundur para pejuang, kemungkinan akan terjadi kemenangan militer penuh," kata Challands.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia mengecam koalisi pimpinan AS di Suriah karena menolak untuk memberikan data target intelijen di sana.

Mayor Jenderal Igor Konashenkov, juru bicara kementerian pertahanan, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis bahwa Rusia telah berbagi data intelijen mereka dengan AS yang telah mengambil data tersebut – namun AS belum membalas berbagi data.

Konashenkov mengatakan Moskow telah berulang kali meminta data intelijen kepada Washington dan sekutunya untuk dalam tuduhan bahwa Rusia menargetkan objek yang salah.

Sedikitnya 50.000 warga Suriah telah melarikan diri dari pertempuran di Aleppo, Komite Internasional Palang Merah mengatakan pada hari Rabu, menambahkan bahwa pasokan air telah terganggu di beberapa bagian provinsi.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris melaporkan pada hari Rabu bahwa sedikitnya 500 orang warga sipil telah tewas sejak rezim Nushairiyah Suriah, yang didukung oleh serangan udara Rusia, melancarkan serangan besar dari utara Aleppo pada tanggal 1 Februari.

Serangan brutal pesawat tempur  Rusia yang dimulai pada bulan September perang telah menunjukkan dukungannya pada pasukan Syiah Bashar al-Assad.

Pemerintah Suriah menguasai wilayah barat Aleppo, kota terbesar Suriah, sementara para mujahidin memegang bagian timur, tapi situasi di pedesaan sebagian besar hancur.

Upaya diplomatik terbaru untuk mengakhiri konflik Suriah melalui pembicaraan damai dihentikan di Jenewa awal bulan ini sampai 25 Februari setelah utusan PBB Staffan de Mistura mengatakan bahwa ada lebih banyak pekerjaan yang diperlukan untuk membuat kemajuan.

Oposisi moderat Suriah mengatakan bahwa ia tidak akan menghadiri pembicaraan yang dijadwalkan kecuali pemerintah mengakhiri serangan udara dan mencabut pengepungan di kota-kota.

Pembicaraan damai dimaksudkan untuk mengembangkan sebuah "peta jalan" untuk mengakhiri konflik hampir lima tahun yang telah membunuh lebih dari 250.000 warga Suriah.

Konflik juga telah menciptakan jutaan lebih pengungsi dan mengirim ratusan ribu melarikan diri sebagai pengungsi ke Eropa.

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

Ormas Islam dan Mahasiswa Bandung Demo Tolak LGBT di Depan Gedung Sate

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Sejumlah massa dari berbagai organisasi Islam seperti KAMMI, API Jabar, Pemuda Persis, Pemuda Istiqomah, GPII, DDII, Garis, dan Jundullah ANNAS melakukan aksi damai menolak gerakan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di depan Gedung Sate Bandung, Kamis (11/2/2016). Aksi tersebut merupakan tindak lanjut dari konsolidasi ormas Islam menolak LGBT yang digelar di kantor Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jawa Barat pada Rabu (10/2/2016). 

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Bandung yang ikut dalam aksi tersebut menegaskan bahwa LGBT secara prinsip bertentangan dengan nilai-nilai agama, kepribadian dan budaya bangsa Indonesia yang religius.

Sebagaimana dilansir Suara-Islam Online, dalam rilisnya, KAMMI menyebut bahwa LGBT tidak tepat dipandang sebagai Hak Asasi Manusia (HAM) dan bukan fenomena natural, tetapi suatu kelainan dan masalah sosial yang memerlukan penanganan secara baik dan komprehensif.

Perkembangan LGBT dewasa ini sudah sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan terhadap kehidupan keagamaan, moral dan tatanan sosial bangsa Indonesia di masa mendatang.

Oleh karena itu, KAMMI meminta pemerintah agar mengambil sikap dan langkah tegas sesuai hukum dan konstitusi untuk tidak memberi pengakuan dan melegalisasi perilaku homoseksualitas dan perkawinan sesama jenis di seluruh wilayah Indonesia.

Mereka juga menuntut pemerintah agar menertibkan pihak-pihak yang secara sengaja menampilkan, mengampanyekan, menyebarluaskan pembenaran, mengajak kepada perilaku dan gaya hidup LGBT.

Selain itu, mereka juga mengajak semua pihak dari mulai orang tua, guru dan lainnya untuk aktif berperan dalam melindungi masyarakat dari bahaya LGBT.

Ally | Jurnalislam 

HTI Banten: VD dan LGBT adalah Buah Liberalisme dan Sekularisme

SERANG (Jurnalislam.com) – Koordinator Lajnah Khusus Mahasiswa (LKM) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Banten, Surahman M.E. menilai, Valentines Day (VD) dan Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender (LGBT) adalah buah dari liberalisme dan sekulerisme. Menurutnya, para pegiat VD dan LGBT menjadikan Hak Asasi Manusia (HAM) sebagai tameng untuk melegalkan aktivitas mereka.

“Kaum muslimin terjebak dengan hal ini dan sebenarnya banyak dari umat yang tidak tahu tentang ini,” katanya saat ditemui Jurnalislam di Masjid Agung At- Tsaurah Jalan Maulana Yusuf Serang, Kota Serang, Banten, Kamis (11/2/2016).

Surahman mengatakan, virus merah jambu (sebutan untuk VD) sudah bermetafosa, “Kalau dahulu pemuda-pemudi menjadikan VD suatu ajang untuk berpacaran, tapi sekarang sudah merambat kepada seks bebas, terbukti dengan penjualan Kondom yang terus meningkat dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Menanggapi LGBT yang tengah marak dibicarakan, Surahman mengatakan, LGBT itu sudah ada sejak dahulu dan sekarang menjadi ramai dan masif pascaAmerika melegalkan pernikahan sejenis. Hal tersebut dinilianya menjadi titik ruang bagi kaum LGBT di seluruh dunia termasuk Indonesia untuk memperjuangkan itu di ruang akademis, seperti kasus di Universitas Indonesia kemarin.

“Mereka memperjuangkan ini cukup lama, dan sekarang menjadi booming ketika mereka mendapatkan momentum dan ruang, yang menjadi masalah adalah ini berbahaya untuk umat, khususnya umat Islam,” tegasnya

Untuk meredam hal tersebut, HTI selalu berdakwah kepada umat dan melakukan aksi penolakan free sex, pornografi dan porno aksi.

Dosen IAIN Serang itu menambahkan, negara perlu mengadopsi kebijakan syariah dalam masalah LGBT agar para pelaku dan pegiatnya mendapat efek jera.

“hal ini tentu kurang maksimal jika tidak adanya peran Negara secara politik untuk membuat kebijakan syariah dengan mengadopsi syariah sehingga dapat diterapkan agar mendapat efek jera bagi pelaku,” terang Surahman.

Permasalahan tersebut (VD dan LGBT) dinilai Surahman akan tuntas jika semua elemen masyarakat peduli.

“Ini bisa tuntas dengan membentengi akidah kaum muslimin, menjadikan mereka menjadi individu-individu yang beriman dan bertaqwa kepada Allah,” katanya.

“Kedua, harus ada aktivitas amar ma’ruf nahi munkar dari kaum muslimin untuk mengontrol perilaku-perilaku menyimpang di masyarakat,” pungkasnya.

Reporter : Muhammad Fajar | Editor: Ally | Jurnalislam

 

Antisipasi Coklat Berhadiah Kondom, Petugas Sidak Mall di Kediri

KEDIRI (Jurnalislam.com) -Tiga hari menjelang Valentines Day, petugas gabungan dari Disperindagtamben dan TNI serta Polri menggelar sidak ke sejumlah mall di Kota Kediri. Sidak ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya penjualan coklat yang berhadiah kondom.

Petugas mendatangi Hypermart Kediri Town Square. Disini, petugas mengecek satu per satu coklat yang dijual di swalayan tersebut. Petugas memeriksa satu persatu coklat yang sudah dikemas dalam menjadi parcel.

Kasi Perdagangan Disperindag Dwi Rahman mengatakan, sidak dilakukan dalam rangka mendekati perayaan valentin. Banyak pusat-pusat perbelanjaan yang menjual aneka macam cokelat kemasan.

"Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kami melalukan sidak. Meski tahun lalu ditemukan ada cokelat berhadiah kondom atau mengandung narkoba, Alhamdulillah saat diperiksa hari ini kami tidak menemukan," ujar Dwi, Kamis (11/2/2016) dikutip beritajatim.com

Dia akan terus melalukan pantauan disejumlah pertokoan yang menjual cokelat dan menghimbau pengelola juga ikut melakukan pantauan. Selain itu, pihaknya berharap agar pengelola juga pro aktif memeriksa makanan dan minuman terutama yang berasal dari impor.

"Kami juga meminta pengelola tidak menjual makanan dan minuman yang tidak disertai bahasa Indonesia," imbuh Dwi.

Sementara itu, di Golden Swalayan, pihak Disperindag juga sempat mengambil sampel sebuah parcel berisi aneka cokelat dan dibongkar. Hasilnya, petugas tidak menemukan kandungan berbahaya maupun tanggal Kadaluwarsa yang kelewatan.

Reporter : Findra | Editor: Ally | Jurnalislam

SMA Mujahidin Surabaya Gandeng Ansharusyariah Sosialisasi Bahaya VD

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Sejumlah pelajar SMA Mujahidin Surabaya menggelar aksi menolak Valentine’s Day (VD) di Taman Bungkul Surabaya, Kamis (11/2/2016). Dalam aksinya, mereka didampingi aktivis Islam dari Jamaah Ansharusy Syariah. Aksi tersebut diadakan untuk mensosialisasikan bahaya perayaan VD yang sangat tidak sesuai dengan ajaran Islam.

“Valentines Day adalah budaya luar yang hanya akan merusak mental dan menjerumuskan generasi muda dalam kemaksiatan,” tegas Muhammad Ikhwan, aktivis Ansharusyariah yang mendampingi pelajar.

Para pelajar membentangkan spanduk bertuliskan “I’m Muslim and I Say No to Valentine’s Day” dan membagikan selebaran yang berisi imbauan serta pemahaman tentang bahaya merayakan VD. Mereka juga membagikan stiker tolak VD kepada pengguna jalan.

“Kami di sini mendapingi anak-anak dari SMA Mujahidin melakukan aksi damai menolak valentin sekaligus untuk menanamkan pemahaman akan bahaya merayakan valentin kepada siswa,” ujar Ikhwan kepada Jurnalislam di sela-sela aksi.

Aksi yang dilaksanakan sebagai tindak lanjut surat imbauan dari Kementerian Pendidikan kota Surabaya terkait larangan VD itu mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah sendiri. Kepala Sekolah SMA Mujahidin, Arif Kurniawan mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi aksi yang dilakukan oleh siswanya, dan akan memberikan sanksi kepada siswa yang kedapatan merayakan hari valentin.

“Kegiatan ini adalah sebenarnya reaksi dari anak-anak menindaklanjuti surat dari dinas pendidikan kota surabaya untuk waspada perayaan valentine. Dengan tidak merayakan valentin, kita akan melakukan tindakan preventif dengan operasi tas-tas anak-anak. Jika ada siswa yang merayakan valentine, akan kita beri sanksi dan lakukan pembinaan,” terangnya.

Reporter : Anang | Editor: Ally | Jurnalislam