ISAC Pastikan Sebelum Meninggal Siyono Mendapat Siksaan Berat

KLATEN (Jurnalislam.com) – Sekretaris The Islamic Studi and Action Center (ISAC) Endro Sudarsono, menegaskan, sebelum meninggal, terduga teroris asal Klaten mendapat siksaan berat dari aparat Densus 88. Baca juga: Kematian Siyono Janggal, Pengamat Terorisme: Densus 88 Harus Diaudit Total

Hal tersebut ia ungkapkan setelah melihat luka lebam biru di mata dan kaki kanan jenazah Siyono. Selain itu, luka yang diduga pukulan benda tumpul juga terlihat di beberapa bagian tubuh Siyono. Kaki kiri Siyono juga terlihat membengkak.

"Kita bisa pastikan bahwa dari wajah kedua mata luka lebam, kedua kaki bengkak seperti kaki gajah, ini mengindikasikan bahwa korban di bawah kekuasaan Densus mendapatkan penyiksaan," kata Endro kepada sejumlah wartawan usai pemakaman.

Sementara itu proses penggantian kain kafan yang sangat cepat juga menjadi pertanyaan beberapa wartawan. Baca juga: Ribuan Peta’jiah Hadiri Prosesi Pemakaman Terduga Teroris Klaten

“Esensi awal memang untuk mengetahui penyebab kematian korban, namun tadi proses penggantian kain kafan terlalu cepat, ternyata ada desakan dari luar, yang ada didalam ambulan, setelah diketahui ternyata Tim Pembela Muslim (TPM)Poso," imbuh Endro.

Sementara itu kasa hukum korban, Sri Kalono mengatakan, Densus 88 bertindak tidak professional.

“Saya sudah mengecek sampai detik ini tidak ada satu lembar surat pun yang diterima keluarga, baik itu dari aparat kepolisian, ataupun Densus 88, "ucap Kalono.

Repoter: Ridho, Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Kedatangan Satu Peleton Dalmas Dinilai Jadi Penyebab Kericuhan dalam Prosesi Pemakaman Siyono

KLATEN (Jurnalislam.com) – Kericuhan terjadi saat penyambutan jenazah Siyono antara aparat kepolisian dan peta’jiah Siyono di Klaten, Jawa Tengah, Ahad (13/3/2016) dini hari.

Ketua Forum Umat Islam (FUI) Klaten Syafei menilai, kericuhan disebabkan oleh pengamanan aparat kepolisan yang berlebihan. Dalam pantauan Jurnalislam di lapangan, satu peleton Dalmas dari Kapolres Klaten dengan senjata lengkap diterjunkan di lokasi.

Syafei menyayangkan kedatangan aparat yang dinilainya sangat tidak wajar dengan membawa senjata laras panjang hanya untuksebuah prosesi pemakaman.

"Tolong Bapak atur anggotanya untuk tidak maju, temen-temen kami arahkan untuk mundur, agar prosesi ini tidak kacau," ucap Syafe'i kepada Kapolres Klaten AKBP Faizal.

Ribuan peta’jiah terprovokasi karena aparat menutup akses jalan masuk kedatangan jenazah Siyono.

"Allah Akhbar! Allah Akhbar! Polisi maju kami akan maju," teriak peta’jiah.

"Jenazah tetap dikuburkan malam ini kan, kami akan arahkan anggota kami tetap disini, ini hanya pengamanan saja," jawab AKBP Faizal.

Repoter: Ridho | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Tabligh Akbar Al Malhamah Al Kubro Digelar Masjid At Taubah Serang

SERANG (Jurnalislam.com) – Dalam rangka mengingatkan umat tentang dekatnya akhir zaman dan peperangan besar yang akan terjadi, Aliansi Amar Ma’ruf Nahi Munkar (AMANAR) Serang menggelar tabligh akbar bertajuk Al Malhamah Al Kubro di aula Masjid At-Taubah, Jalan Raya Jakarta KM 02, Kemang, Serang, Banten, Ahad (13/3/2016).

Hadir dalam acara tersebut MUI Provinsi Banten, instansi dan aparatur pemerintah dan sederet ulama dan da’i Banten. Pemerhati dunia Islam ustadz Fuad Al Hazimi dan Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya menjadi pembicara dalam tabligh akbar ini.

Ketua MUI Provinsi Banten, Dr KH.A.M.Romly dalam sambutannya mengatakan, hari ini sejatinya umat Islam sudah melakukan peperangan, perang pemikiran.

“Kita sebenernya sudah melakukan Armageddon tapi pada tataran perang pemikiran atau ghazwul Fikri,” katanya.

Dalam paparannya, Harits Abu Ulya mengatakan, pergolakan di timur tengah saat ini adalah suatu tanda dekatnya waktu kedatangan Imam Al Mahdi dan para pengawalnya yakni Thoifah al Manshuroh.

“Kalau memang benar peristiwa yang terjadi di Syam sekarang adalah muqodimah Al Malhamah Al Kubro berarti usia dunia ini sudah sebentar lagi,” terangnya.

Sementara itu, ustadz Fuad Al- Hazimi menjelaskan, pembuka pintu peperangan akhir zaman adalah kaum Syi’ah. Sebab, kaum muslimin dan kaum Rum (Romawi) akan melakukan perjanjian damai untuk melawan kaum Persia yakni Syiah.

“Kenapa Rum dengan Muslim harus berdamai setelah bermusuhan beribu-ribu tahun? Karena ada musuh di balik mereka, yaitu Syiah,” terangnya.

Acara tersebut terselenggara atas kerjasama antara AMANAR, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten dan Yayasan At-Taubah dan dihadiri oleh ratusan jamaah.

Reporter: Muhammad Fajar | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Bupati Jember Minta Jam Pelajaran Agama di Sekolah Ditambah

JEMBER (Jurnalislam.com) – Kasus Dugaan penganiayaan yang menimpa Istiqomah (8) salah satu siswi kelas 3 SDN Tegal Gede 2, Kecamataan Sumbersari, Jember yang menjadi korban pemukulan kakak kelasnya menuai keprihatinan Bupati Jember.

Bupati Jember, dr Faida langsung menginstruksikan kepada pihak Dinas Pendidikan untuk mengevaluasi seluruh sistem pendidikan sekaligus meminta agar lembaga pendidikan bisa lebih meningkatkan pendidikan akhlak dan agama bagi para siswanya.

"Masalah seperti ini bukan harus ditutupi namun harus dicarikan solusi agar kedepan dunia pendidikan bisa lebih ramah terhadap anak dan tidak ada kekerasan didalamnya" ujarnya, lansir rri.co.id

Terkait seringnya kasus kekerasan di lingkungan sekolah, Bupati yang pernah mengelola sebuah Rumah Sakit Islam di  Jember ini mengaku menjadi perhatiaan serius yang akan dibahas di lingkungan Pemkab Jember terutama menyangkut metode pendidikan yang bisa diaplikasi di dalam lembaga pendidikan.

"Kita tahu jember merupakan kota yang religius maka dengan itu sekolah juga tidak cukup untuk memberikan pelajaraan agama hanya 2 jam melainkan harus ditambah sehingga anak-anak tidak cukup secara akademik saja" pungkasnya.

Reporter : Budi | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Ribuan Peta’jiah Hadiri Prosesi Pemakaman Terduga Teroris Klaten

KLATEN (Jurnalislam.com) – Ribuan umat Islam sejak Sabtu (12/3/2016) malam telah berkumpul di kediaman Siyono Dusun Brengkungan, RT 11 RW 05, Desa Pogung, Cawas, Klaten. Siyono (34) meninggal saat penyidikan Densus 88 atas tuduhan teroris. Baca juga : Penyebab Meninggalnya Siyono Tidak Masuk Akal, CIIA: Densus 88 Biadab!

Para peta’jiah yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah itu menunggu kedatangan jenazah Siyono yang dibawa dari RS Polri Kramat Jati, Jakarta.

Jenazah Siyono diantarkan dengan ambulan silver dan tiba di rumah duka sekitar pukul 02.30 dini hari.

Massa peta’jiah sempat bersitegang dengan aparat kepolisian karena mereka dilarang untuk melihat kondisi jenazah. Namun, kedua belah pihak menahan diri.

Dengan diiiringi gema takbir, jenazah Siyono dikafani ulang atas permintaan keluarganya.

Jenazah kemudian dishalatkan di masjid Muniroh –masjid dimana Siyono ditangkap- yang diikuti oleh ribuan jamaah. Saking banyaknya jumlah peta’jiah dan masjid yang tidak terlalu besar, umat Islam yang ingin menshalatkan jenazah pun dibagi dua kloter.

Jenazah dimakamkan di pemakaman umum dusun setempat dan berakhir sekitar pukul 03:15 pagi. Baca juga: Meninggal Saat Penyidikan, Ayah Siyono: Semoga Syahid dan Menarik Saya ke Surga

Wagiyono, kakak Siyono mengucapkan rasa terimakasih sedalam-dalamnya kepada seluruh aktivis dan warga yang turut hadir dalam pemakaman Siyono.

“Saya sebagai pihak keluarga mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada hadirin. Semoga ini menjadi tabungan keluarga kami di Yaumil Akhir,” ujarnya sebagaimana dilansir Kiblatnet.

Reporter: Ridho | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

 

Pasukan Pro-Hadi Dobrak Kepungan Syiah Houthi di Taiz, Yaman

TAIZ (Jurnalislam.com) – Pasukan yang setia kepada Presiden Yaman Abd Rabbu Mansur Hadi mengatakan mereka telah mematahkan sebagian 'pengepungan' kelompok militan Syiah Houthi yang telah berlangsung berbulan-bulan di kota barat daya Taiz, Anadolu Agency melaporkan, Sabtu (12/03/2016).

"Pengepungan Taiz telah dipatahkan dari barat daya kota oleh tentara Yaman … bersama dengan pasukan perlawanan rakyat," dewan militer kota pro-Hadi dalam tweet nya hari Jumat.

Pintu masuk barat daya Taiz yang strategis dan penting – yang menghubungkan ke Lahij di selatan dan provinsi Aden – adalah salah satu dari tiga pintu masuk kota utama yang dikuasai oleh Houthi dan pasukan pemberontak yang setia kepada mantan Presiden Ali Abdullah Saleh.

Pintu masuk barat daya dilaporkan berhasil direbut pasukan pro-Hadi pada Jumat setelah pertempuran sengit tiga hari dengan milisi Syiah Houthi dan sekutu mereka.

Sebelumnya di hari Jumat, pasukan pro-Hadi mengaku telah mencetak kemenangan lainnya di barat Taiz, di mana mereka mengatakan mereka telah merebut kembali beberapa posisi yang dikuasai milisi Houthi.

Pada Jumat malam, pemberontak Houthi dilaporkan melepaskan beberapa serangan di sisi timur Taiz – di mana saksi lokal melaporkan mendengar ledakan keras – dengan harapan mengimbangi kekalahan yang diderita di sebelah barat kota.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Penyebab Meninggalnya Siyono Tidak Masuk Akal, CIIA: Densus 88 Biadab!

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya menilai, kasus Siyono (34) terduga teroris asal Klaten yang meninggal saat masa penyidikan merupakan tindakan biadab.

“Sangat memprihatinkan, bahkan jika tahu kronologisnya tidak salah jika mengatakan bahwa ini tindakan biadab,” tegas Harits kepada Jurnalislam pagi ini, Ahad (13/3/2016).

“Pergi dibawa dalam keadaan hidup segar bugar, selang beberapa jam berikutnya sudah dalam kondisi tewas,” sambungnya.

Harits membantah penjelasan Mabes Polri yang mengatakan penyebab kematian Siyono karena faktor kelelahan setelah berkelahi dengan aparat Densus88.

“Tidak masuk akal 100%. Justru penjelasan seperti itu mengindikasikan yang terjadi adalah kejahatan sistemik. Sikap dan tindakan aparat dilapangan yang over-acting selalu ditutupi dengan berbagai argumentasi pembenaran agar aparat Densus88 pada posisi tidak pernah salah,” tegasnya.

Harits menegaskan, Kapolri harus bertanggungjawab atas peristiwa tersebut. Jangan hanya karena ini kasus terkait isu terorisme kemudian membuat kesan permisif bagi aparat Densus 88.

“Siapapun orangnya berhak hidup dan tidak boleh seorangpun berhak untuk menghilangkan nyawanya tanpa alasan yang benar,” ujarnya.

Menurutnya, aparat Densus 88 harus diperiksa oleh psikiater independen. Sebab, tindakan extra-judicial killing yang dilakukan aparat Densus 88 sudah menimpa kepada 120 orang.

“Hanya dengan alasan terduga, terkait, tersangka teroris,” katanya.

Harits menilai, upaya revisi UU terorisme menjadi semakin tidak relevan dengan adanya kasus Siyono. “Karena yang diperlukan adalah moralitas, profesionalisme, transparansi dan akuntabel di seluruh operasinya," pungkasnya.

Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Kematian Siyono Janggal, Pengamat Terorisme: Densus 88 Harus Diaudit Total

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Menanggapi tewasnya Siyono (34), terduga teroris asal Klaten yang meninggal dalam masa penyidikan, pengamat terorisme Mustofa B. Nahrawardaya mengatakan, dirinya tidak percaya dengan perubahan karakter Densus 88 yang menjadi tida ganas.

Menurutnya, selama ini semua orang sudah tahu keganasan Densus 88 saat bekerja. Tidak ada ceritanya ada terduga yang dapat lolos dari kawalan Densus.

“Setelah ditangkap dengan cara kasar, biasanya terduga langsung diborgol, dilakban mukanya. Bahkan, kaki dan tangan terduga, 100% tidak mungkin dapat bergerak bebas, karena memborgol kaki dan tangan adalah standar baku mereka,” ujar Musthofa dalam rilisnya yang diterima Jurnalislam, Ahad (13/3/2016) pagi ini.

Ia menilai, kasus tewasnya Siyono yang menurut Karo Penmas Polri Brigjen Agus Rianto disebabkan oleh kelelahan setelah berkelahi dengan Densus 88 di dalam mobil merupakan sebuah fenomena baru.

“Boro-boro berkelahi. Terduga menggerakkan tangan saja, kemungkinan sudah ditembak mati karena dianggap melawan. Ini adalah kejahatan extra ordinary crime. Kejahatan tingkat tinggi, yang resiko dari kejahatannya dapat membunuh banyak orang,” tandasnya.

Lebih lanjut Muthofa mengatakan, kejanggalan kematian Siyono menyisakan banyak pertanyaan yang mengharuskan pemerintah mengaudit total Satuan Khusus pimpinan Tito Karnavian itu. Sebab, jika tidak ada peningkatan kinerja maka kenaikan anggaran Rp 1,9 Triliun itu dinilainya tidak relevan.

“Namun jika kenaikan tersebut tidak menambah keahlian Densus dalam dinas, maka anggaran tersebut perlu diaudit dan kalau perlu, selama audit, operasi Densus 88 sementara dikembalikan ke Brimob terlebih dahulu,” tegasnya.

Selain itu, cara-cara Densus 88 juga perlu dievaluasi. Banyaknya pelanggaran di lokasi penggerebekan, termasuk dalam penangkapan Siyono yang dilakukan di hadapan anak-anak TK Roudhatul Athfal.

Ia melihat, jika fungsi intelijen akan ditingkatkan dengan kenaikan anggaran maka cara-cara brutal seperti itu jelas tidak elok. “Selain menyebabkan anak-anak trauma, perilaku Densus seperti itu sangat berpotensi menimbulkan dendam kesumat yang tersimpan di benak para siswa. Cara-cara itu hanya akan melahirkan teroris baru di kemudian hari,” tandasnya.

Siyono ditangkap pada Rabu (9/3/2016) saat sedang berdzikir usai shalat magrib di Masjid Muniroh samping rumahnya. Menurut kesaksian sang Ayah, Marso Diyono, saat ditangkap anaknya dalam keadaan sehat wal afiat.

Dini hari tadi sekitar pukul 02.00 WIB, jenazah Siyono tiba di rumah duka dari RS Polri Kramat Jati yang disambut ratusan petakjiah. Penyambutan jenazah Siyono sempat memicu kericuhan setelah aparat kepolisian melarang keluarga untuk melihat kondisi jenazah meski akhirnya diizinkan. Setelah dikafani ulang, Siyono langsung dimakamkan.

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Penembakan di Pemakaman Islam Kanada, 4 Orang Terluka

KANADA (Jurnalislam.com) – Empat orang dibawa ke rumah sakit dengan luka tembak setelah penembakan di sebuah pemakaman Islam di luar Calgary pada hari Jumat (11/03/2016), meskipun polisi dengan cepat mengatakan bahwa tidak ada korban yang dijadikan sasaran karena agama mereka, World Bulletin melaporkan, Sabtu (12/03/2016).

"Kami tidak percaya bahwa serangan itu merupakan kejahatan rasial saat ini," kata Kopral Hal Turnbull, juru bicara Royal Canadian Mounted Police (RCMP) di Alberta, mengatakan bahwa petugas sedang melihat berbagai kemungkinan lainnya, termasuk kemungkinan terkaitnya kelompok geng.

Zouheir Usman, direktur pemakaman yang berjarak sekitar satu kilometer sebelah timur dari Cochrane, di mana penembakan Jumat itu terjadi, mengatakan bahwa pemakaman untuk seorang pria 21 tahun baru saja selesai dan beberapa tamu sudah meninggalkan lokasi sebelum insiden itu.

Ia mengatakan ia juga akan meninggalkan tempat tersebut sekitar pukul 3:15 atau 3:20, tapi ia berbalik ketika tetangga menelepon untuk mengatakan sesuatu telah terjadi.

"Kau tidak tahu apa yang harus dilakukan," kata Usman.

"Kau tidak tahu apa yang harus dipikirkan."

Media lokal melaporkan bahwa ada pemakaman pada hari sebelumnya di pemakaman yang melayani populasi kaum Muslim Calgary, dan sebuah kelompok tetap berada di lokasi setelah pemakaman. Itu adalah saat ketika penembakan diyakini terjadi.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Hacker Palestina Bajak Siaran Televisi Israel, Kirim Pesan Ancaman

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Hacker Palestina berhasil menyusup sebentar dalam sebuah siaran televisi Israel Jumat malam (11/03/2016), lansir Palestine News Network, Sabtu (12/03/2016).

Selama penayangan acara televisi populer "Big Brother" di Channel 2, siaran sempat terganggu oleh klip yang menampilkan gambar dari operasi terakhir dan, menurut media Israel, "berisi pesan mengancam " dalam bahasa Ibrani.

"Tinggal di rumah Anda," bunyi awal teks tersebut. "Cerita ini belum selesai … masih ada lagi yang akan datang."

Di bagian bawah terdapat pesan yang berbunyi: "Al-Quds Intifadha" dalam bahasa Arab.

Al-Quds intifadha mengacu pada perlawanan rakyat Palestina terhadap penjajahan yahudi Israel dalam enam bulan terakhir, dimana hampir 200 warga Palestina dibunuh oleh pasukan zionis dan ribuan lainnya luka-luka.

 

Baca juga: Siarkan Jihad Islam, Pasukan Israel Obrak-abrik Stasiun TV Palestina

Deddy |PNN | Jurnalislam