Jet Tempur Turki Membom Posisi PKK di Irak Utara, 67 Milisi Tewas

ANKARA (Jurnalislam.com) – Serangan udara Turki di Irak utara telah menewaskan 67 milisi komunis PKK, sumber militer mengatakan Sabtu (12/03/2016), lansir Anadolu Agency.

Empat belas jet F-16 dan F-4 melakukan penyergapan di posisi kelompok teror PKK di Qandil, Metina, Haftanin dan Avastin-Bayan pada 9 Maret, kata sumber itu tanpa menyebut nama karena pembatasan berbicara kepada media. Shelter, gua-gua dan meriam hancur.

Angkatan Udara Turki telah melakukan serangan di pangkalan komunis PKK di Irak sejak Juli ketika PKK yang terdaftar sebagai organisasi teroris – kembali melakukan serangan bersenjata 30 tahun terhadap negara Turki.

Sejak itu, lebih dari 290 pasukan Turki telah tewas dan ribuan milisi komunis PKK juga

tewas dalam operasi di seluruh Turki dan Irak utara.

 

 Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Serangan Udara Israel Bunuh Bocah Palestina di Gaza

GAZA (Jurnalislam.com) – Seorang anak Palestina tewas di Jalur Gaza Sabtu pagi – dan dua lainnya luka-luka – oleh serangan udara Israel, Departemen Kesehatan Gaza mengatakan kepada Anadolu Agency, Sabtu(12/03/2016).

Suliman Abu-Khousa, 10 tahun, tewas ketika pesawat tempur Israel menyerang sasaran di kota Beit Lahia di bagian utara Jalur Gaza, kata juru bicara kementerian Ashraf al-Qudra.

Dua anak lainnya terluka serius oleh pecahan peluru yang berterbangan dari serangan udara, menurut juru bicara itu.

Dalam sebuah pernyataan, militer Israel mengklaim pesawat-pesawat tempur mereka telah menargetkan empat "kamp pelatihan" milik gerakan perlawanan Palestina Hamas, yang sejak tahun 2007 telah berkuasa di wilayah pesisir yang diblokade.

Alasan Israel, serangan udara dilakukan dalam membalas empat roket yang mendarat di Israel selatan yang ditembakkan dari Gaza hari Jumat.

Hamas memperingatkan Israel atas konsekuensi dari "eskalasi" terhadap rakyat Gaza baru-baru ini.

Dalam sebuah pernyataan, Hamas  mengatakan Israel harus bertanggung jawab atas kematian anak di Beit Lahia dan untuk "kejahatan perang" yang dilakukan negara Yahudi terhadap warga Palestina yang sedang berlangsung.

Pada bulan Juli dan Agustus 2014, Israel melancarkan serangan militer berminggu-minggu terhadap Jalur Gaza membunuh ribuan rakyat Palestina.

Lebih dari 2.160 warga Palestina di Gaza, sebagian besar warga sipil, terbunuh – dan sekitar 11.000 lainnya cedera – selama serangan 51 hari.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Meninggal Saat Penyidikan, Ayah Siyono: Semoga Syahid dan Menarik Saya ke Surga

KLATEN (Jurnalislam.com) – Keluarga Siyono (34), terduga teroris asal Klaten yang meninggal saat proses penyidikan Densus 88 terlihat ikhlas menerima kematian anaknya. Hal tersebut disampaikan sang Ayah, Marso Diyono kepada Jurnalislam di rumah duka Dusun Brengkungan, RT 11 RW 05, Desa Pogung, Cawas, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (13/3/2016) malam ini.

Marso berharap anaknya memperoleh pahala kesyahidan dari Allah SWT. Marso juga menuturkan, ketika ditangkap anaknya dalam keadaan sehat.

"Mugo-mugo angsal syahid, saget nggeret kulo teng suwargi, wong piyambake niku dicekel sehat kok sak niki angsal kabar pun mati (Semoga mendapat syahid, bisa menarik saya ke surga, dia ditangkap sehat, kok sekarang dapat kabar sudah meninggal)," tuturnya lirih.

Selain itu, Marso mengungkapkan keinginannya untuk mengkafani ulang jenazah anaknya. Perintaan itu ia sampaikan kepada Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) yang saat ini berada di rumah duka.

"Kulo niku trimo, mangke sak noponipun sing penting tumbasane dewe, nggih kain kafane barang (Saya itu terima, nanti semua yang penting hasil pembelian sendiri, ya termasuk kain kafanya juga)," ucap Marso Diyono.

Humas LUIS, Endro Sudarsono menyetujui permintaan Marso untuk mengkafani ulang jenazah anaknya. Endro kemudian meminta para peta'ziyah yang berkumpul di masjid Muniroh untuk mengikuti prosesi pemakaman jenazah Siyono dengan tertib. Baca juga: Terduga Teroris Klaten Meninggal Saat Penyidikan, ISAC: Kapolri Harus Tanggung Jawab!

"Kita sudah gali informasi keluarga, bahwa pihak keluarga sepakat untuk langsung dimakamkan, juga permintaannya sederhana, kain kafan bisa diganti, dan itu sudah disiapkan," ucap Endro.

Endro berharap nantinya penta'ziyah bisa berjalan sesuai arahan panitia yang sudah disetujui keluarga, termasuk dari Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) Klaten, Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Klaten, Front Jihad Islam (FJI) Klaten.

Dalam pantauan Jurnalislam di lokasi, ribuan massa umat Islam saat ini berada di rumah duka menunggu kedatangan jenazah Siyono dari RS Polri Kramat Jati Jakarta. Jenazah Siyono rencananya akan langsung dimakamkan malam ini juga.

Siyono ditangkap Densus 88 pada 9 Maret 2016 di masjid Muniroh yang terletak di samping rumahnya saat sedang berdzikir usai shalat magrib. Penggerebekan tersebut membuat puluhan anak-anak TK yang ada di sana menangis karena ketakutan.

Reporter: Ridho, Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Terduga Teroris Klaten Meninggal Saat Penyidikan, ISAC: Kapolri Harus Tanggung Jawab!

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – The Islamic Study And Action Center (ISAC) mendesak Kapolri bertanggung jawab atas kematian terduga teroris yang sedang menjalani proses penyidikan.

“Densus harus jujur dan sportif, apa penyebab kematian terduga teroris. Jika penyebab kematian karena penyiksaan, maka Kapolri harus memecat penyidik yang berbuat di luar kewenangannnya,” tegas sekretaris ISAC Endro Sudarsono dalam rilis yang diterima Jurnalislam, Sabtu (12/3/2016).

Diberitakan sebelumnya, terduga teroris asal Klaten, Siyono, dilaporkan meninggal oleh keluarganya. Siyono ditangkap Densus 88 pada Selasa (8/3/2016) setelah shalat Maghrib. “Kita berduka atas meninggalnya terduga teroris yang sedang menjalani pemeriksaan Densus 88 AT,” kata Endro.

Menurutnya, masa 7×24 jam adalah waktu yang cukup lama untuk menggali informasi dari saksi atau terduga pelaku. Endro menegaslkan, penyidik harus memastikan apakah terduga memiliki sehat atau sedang sakit.

"Kalau sakit, hak dari terduga dan kewajiban dari penyidik untuk melakukan tindakan medis kepada terduga teroris," ujarnya.

Dikatakan Endro, Densus 88 pasti mempunyai Standar Operasi Prosedur (SOP) dan anggota yang terlatih. Oleh sebab, semua tindakan yang dilakukan harus terukur.

Kapolri harus memecat oknum Densus yang telah menyebabkan hilangnya nyawa seseorang tanpa dasar hukum dan kondusi yang tepat. Serta memprosesnya dalam pidana umum.

“Kalau ini tidak dilakukan Kapolri maka kedepan akan ada lagi seseorang yang baru terduga saja sudah tidak bernyawa dalam kurun waktu 7×24 jam,” pungkasnya.

Operasi di Markas Polisi dan Kantor Intelijen Afghanistan Berakhir, 31 Arbaki Tewas Beserta Komandannya

HELMAND (Jurnalislam.com) – Operasi yang diluncurkan oleh sebuah unit dari Batalyon Kesyahidan Imarah Islam pada pusat pemerintahan distrik Gereshk, yaitu markas Polisi dan kantor Intelijen awal Rabu pagi lalu berlangsung sampai sekitar pukul 11.00 waktu setempat tadi malam, Al Emarah News melaporkan, Jumat (11/03/2016).

Serangan tersebut sukses mengalahkan pasukan bayaran musuh dengan 31 serdadu Arbaki termasuk beberapa komandan kunci mereka tewas dan 37 orang lainnya terluka serta 3 APC hancur dan bangunan yang ditargetkan mengalami kerusakan berat.

Para pejabat mengatakan bahwa 5 Mujahidin syahid yaitu Ali Ahmad Adeeb Helmandi, Agha Wali Anwar Uruzgan, Niaz Muhammad Izhar Kandahari, Sulaiman Khel Shahab Zabuli dan Azad Khan Shuaib Heraty menjadi martir, semoga Allah menerima mereka.

 

Deddy | Al Emarah News | Jurnalislam

Tulisan Mirip Lafadz Allah Ditemukan pada Sebuah Keset di Bima

BIMA (Jurnalislam.com) – Sebuah keset bertuliskan masjid namun menyerupai lafadz Allah ditemukan di masjid Khusnul Khatimah Jalan Wolter Monginsidi Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat.

Pengurus masjid, Asriyadin (44) mengaku ia membeli keset itu dari sebuah toko di kompleks pertokoan Jalan Gajah Mada Kota Bima pada Jum’at (4/3/2016).

“Saya membeli keset itu di kompleks pertokoan Bima, dan memang rencananya keset itu akan kita pergunakan untuk di masjid,” katanya.

Asriyadin menuturkan, pada awalnya dirinya tidak tahu kalau tulisan yang ada di keset itu mengandung lafadz Allah.

“Karena tulisannya adalah masjid maka kita pun akhirnya memutuskan untuk membeli keset itu. Tetapi setelah kita cek dan kita teliti ternyata pada tulisan itu mengandung unsur dengan lafadz Allah.

Saat ini keset tersebut disimpan Asriyadin dan akan dikembalikan kepada toko yang menjualnya dan akan ditelusuri pembuatnya.

Reporter: Sirath | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Mantan Perwira Pasukan Khusus Mesir Serukan Ulama untuk Dukung Jihad Al Qaeda

SINAI (Jurnalislam.com) – Hisham Ali Asymawi, mantan perwira pasukan khusus Mesir yang secara terbuka menyatakan setia kepada al Qaeda, merilis sebuah pesan audio awal bulan ini dimana Hisham Ali Asymawi meminta ulama untuk mendukung jihadis, The Long War Journal melansir pernyataan tersebut, Jumat (11/03/2016).

Asymawi, yang juga dikenal sebagai Abu Umar al Muhajir, adalah pemimpin Al Murabitoon, afiliasi  Al Qaeda yang beroperasi di Sinai dan di tempat lain di Afrika Utara.

Asymawi mengatakan bahwa kaum Muslim Mesir mengalami "tragedi" di bawah rezim Abdel Fattah El Sisi.

"Para ulama (Islam) harus mengajak pemuda dan mengingatkan mereka bahwa sekarang adalah tugas kita untuk mengusir penjajah dari wilayah Islam dan jihad melawan penjahat El Sisi, tentara, dan para pendukungnya," tambahnya, menurut terjemahan yang diperoleh oleh The Long War Journal.

Asymawi menegaskan bahwa mujahidin tidak bisa menang kecuali para "ulama" dan syeikh mendukung mereka (menyerukan kepada umat).

 "Pertempuran Jihad fie sabilillah… untuk menyelesaikan konflik antara kebenaran dan kebatilan tidak akan berlanjut, atau menjadi sukses, tanpa bantuan ulama dalam memobilisasi umat.”

Pernyataan audio 23 menit Asymawi, yang disebarkan melalui media sosial pada tanggal 3 Maret, dimaksudkan untuk mendesak ulama Mesir dan menggalang mereka dalam mendukung al Qaeda di Sinai dan di tempat lain. Pesannya disertai dengan foto saat dia masih mengenakan pakaian militer dan wajahnya ditutup.

Al Murabitoon berusaha mengikat pesan terbaru Asymawi dengan konflik jihadis dan Israel. Gambar Yerusalem ditampilkan pada akhir produksi.  Dan kata-kata, "O Aqsha, kita akan datang," muncul di layar. Ini adalah referensi ke Masjid Al Aqsha di Al Quds/Yerusalem (Palestina).

Pesan pertama yang dikaitkan dengan Asymawi dirilis pada bulan Juli 2015, ketika ia mengumumkan peran kepemimpinannya dalam Al Murabitoon.

Asymawi bertanggung jawab untuk perlawanan al Qaeda di dalam Mesir, dan ia kemungkinan adalah amir al Qaeda di seluruh Mesir.

AS menargetkan Belmokhtar dalam satu serangan udara Juni lalu. Namun Al Qaeda di Maghreb Islam (AQIM), Al Murabitoon, dan Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) mengeluarkan pernyataan yang menyangkal bahwa Belmokhtar telah terbunuh.

Asymawi pernah menjadi tokoh terkemuka dalam Ansar Bayt al Maqdis (ABM), yang bersumpah setia kepada kelompok  Islamic State (IS) milik Abu Bakr al Baghdadi.

Namun tidak seperti rekan-rekannya di ABM, Asymawi tidak bergabung memperluas jaringan global IS. Justru sebaliknya, dia membelot dan tetap setia kepada al Qaeda.

Pada bulan Agustus 2015, pendukung IS mengatakan bahwa Asymawi berada di Libya dan membantu Al Qaeda Libya,  bahkan merilis poster "dicari hingga mati (wanted dead)" untuk mantan perwira militer Mesir tersebut, menggarisbawahi permusuhan kelompok IS dengan dia.

Para pejabat Mesir mengatakan Asymawi terlibat dalam serangkaian serangan tingkat tinggi sejak ia meninggalkan militer dan bergabung dengan mujahidin.

Hisham Barakat, kepala jaksa Mesir, tewas oleh bom mobil di Kairo pada Juni 2015. Sejauh ini, tidak ada kelompok jihad yang mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan itu.

Pemerintah Mesir awalnya mengatakan Asymawi bertanggung jawab. Tapi menteri dalam negeri Mesir, Mayjen Magdi Abdel Ghaffar, awal bulan ini menduga bahwa Ikhwanul Muslimin dan Hamas yang sebenarnya berada di balik operasi.

Klaim Ghaffar ini menarik skeptisisme karena bertentangan dengan penilaian sebelumnya yang disampaikan kepada masyarakat dan dia tidak memberikan bukti konkrit untuk mendukung tuduhannya.

Sebelumnya laporan pers Mesir juga telah mengira bahwa Asymawi diduga memimpin percobaan pembunuhan atas Mohammad Ibrahim, yang saat itu menjabat sebagai menteri dalam negeri Mesir, pada bulan September 2013.

Saat The Long War Journal melaporkan sebelumnya, plot terhadap Ibrahim mengungkapkan sejumlah koneksi menarik antara Asymawi dan jaringan jihad global al Qaeda.

Walid Badr, pembom syahid yang mencoba untuk mengeksekusi Ibrahim, juga pernah bertugas di militer Mesir.  

Baik Badr dan Asymawi dilaporkan berjuang di Suriah di bawah tandzim jihad Jabhah Nusrah, cabang resmi al Qaeda.

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Minba ul Jihad Studio Rilis Video Terbaru ”Adherents of Loyalty”

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Minba ul Jihad Studio, bagian dari Cabang Multimedia Komisi Budaya Imarah Islam Afghanistan merilis video brilian baru berjudul Adherents of Loyalty (Penganut Kesetian), lansir Al Emarah News, Jumat (11/03/2016).

Video berdurasi total 61 menit sebagian besar menunjukkan pembobolan Penjara Ghazni di mana Mujahidin Imarah Islam berhasil membebaskan saudara-saudara Mujahidin dan tahanan tidak bersalah lainnya dari kompleks musuh yang tidak manusiawi tersebut.

Untuk melihat rilis video terbaru Minba ul Jihad studio, silahkan kunjungi link yang disediakan di bawah ini:

Full HD 3,25 GB
https://archive.org/details/DaWafaYunFullHd

HD 1,5 GB
https://archive.org/details/DaWafaYoonBest15HD

MQ 800 MB
https://archive.org/details/DaWafaYoonBest800HD

MQ 600 MB
https://archive.org/details/DaWafaYunVCD

Deddy | Al Emarah News | Jurnalislam

 

Setelah Negara-negara Teluk, Kini Liga Arab Sebut Syiah Hizbullah sebagai Teroris

MESIR (Jurnalislam.com) –  Liga Arab telah menyatakan bahwa milisi Lebanon Syiah Hizbullah adalah sebuah kelompok teroris, hanya beberapa hari setelah Dewan Kerjasama Teluk (the Gulf Cooperation Council-GCC) mengadopsi pernyataan yang sama, Aljazeera melaporkan Jumat (11/03/2016).

Langkah itu muncul dalam pertemuan para menteri luar negeri Liga Arab di ibukota Mesir Kairo pada hari Jumat.

Hampir semua 22 anggota Liga Arab mendukung keputusan tersebut, kecuali Lebanon dan Irak yang menyatakan "reservasi", GCC mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dibacakan pada konferensi pers oleh diplomat Bahrain Wahid Mubarak Sayar.

"Resolusi Dewan Liga (menteri luar negeri) termasuk penunjukan Hizbullah sebagai kelompok teroris," kata pernyataan itu.

Hizbullah, organisasi politik Syiah yang memiliki pasukan bersenjata, bertempur di negara tetangga Suriah untuk mendukung pemerintahan rezim Bashar al-Assad.

Liga Arab dan enam anggota GCC yang didukung Arab Saudi telah meningkatkan tekanan pada Syiah Hizbullah sekutu Republik Syiah Iran.

Arab Saudi dan Iran berada dalam pihak yang bertentangan dalam konflik di Suriah dan Yaman.

Pada akhir Februari, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Bahrain mendesak warganya untuk meninggalkan Lebanon atau menghindari bepergian ke sana.

Travel warning ini muncul setelah pemotongan bantuan senilai $ 4 miliar untuk pasukan keamanan Lebanon dalam menanggapi posisi "perperangan" terkait dengan Syiah Hizbullah.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Rezim Mesir Hilangkan 1.840 Orang dalam 12 bulan

KAIRO (Jurnalislam.com) – Sejumlah kelompok hak asasi di Mesir melaporkan bahwa sejak Magdy Abdel Ghaffar diangkat sebagai menteri dalam negeri di bulan Maret 2015, penghilangan paksa telah menjadi kebijakan militer pemerintah junta Presiden Abdel Fattah al-Sisi dalam menanggapi ketidakstabilan ekonomi dan perlawanan, lansir World Bulletin, Jumat (11/03/2016).

The Egyptian Co-ordination for Rights and Freedoms (Koordinasi untuk Hak dan Kebebasan Mesir) mengatakan telah mencatat 1.840 kasus penghilangan paksa pada tahun 2015. Sebuah laporan oleh Nadeem Centre, yang menyediakan rehabilitasi bagi korban kekerasan negara, mengidentifikasi 66 penghilangan pada bulan Januari.

Mosi Parlemen Eropa mengakui peran Nadeem Centre dalam penyediaan informasi tentang penyiksaan, pembunuhan dan pelanggaran terburuk dalam tahanan, dan mengkritik langkah pihak berwenang Mesir baru-baru ini untuk menutup Nadeem Centre atas tuduhan palsu yang berkaitan dengan pelanggaran kemanusian.

Laporan penghilangan paksa yang banyak terjadi merupakan bukti semakin kuatnya pengaruh militer, yang mencapai seluruh layanan peradilan, keamanan dan intelijen. Aktivis mengatakan bahwa kekuasaan penuh pasukan Mesir  yang digunakan untuk mencegah masyarakat mengeluarkan pendapat dalam upaya mencapai stabilitas, berakibat memangsa warga dengan impunitas.

"Kegagalan penuntut umum untuk serius menyelidiki kasus penghilangan orang, ini memperkuat kekebalan hukum absolut yang dimiliki pasukan keamanan di bawah Presiden Sisi," kata Joe Stork, wakil direktur Human Rights Watch Timur Tengah dan Afrika Utara.

Selain itu, bahaya tidak lagi hanya sebatas pada warga Mesir saja juga pada warga negara lain di Mesir. Perdebatan di Parlemen Eropa kemarin dipicu oleh pembunuhan akademik Italia Giulio Regeni, pada bulan Januari yang tubuhnya ditemukan oleh jalan dan diyakini telah disiksa sebelumnya.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam