ISAC Pastikan Sebelum Meninggal Siyono Mendapat Siksaan Berat

KLATEN (Jurnalislam.com) – Sekretaris The Islamic Studi and Action Center (ISAC) Endro Sudarsono, menegaskan, sebelum meninggal, terduga teroris asal Klaten mendapat siksaan berat dari aparat Densus 88. Baca juga: Kematian Siyono Janggal, Pengamat Terorisme: Densus 88 Harus Diaudit Total

Hal tersebut ia ungkapkan setelah melihat luka lebam biru di mata dan kaki kanan jenazah Siyono. Selain itu, luka yang diduga pukulan benda tumpul juga terlihat di beberapa bagian tubuh Siyono. Kaki kiri Siyono juga terlihat membengkak.

"Kita bisa pastikan bahwa dari wajah kedua mata luka lebam, kedua kaki bengkak seperti kaki gajah, ini mengindikasikan bahwa korban di bawah kekuasaan Densus mendapatkan penyiksaan," kata Endro kepada sejumlah wartawan usai pemakaman.

Sementara itu proses penggantian kain kafan yang sangat cepat juga menjadi pertanyaan beberapa wartawan. Baca juga: Ribuan Peta’jiah Hadiri Prosesi Pemakaman Terduga Teroris Klaten

“Esensi awal memang untuk mengetahui penyebab kematian korban, namun tadi proses penggantian kain kafan terlalu cepat, ternyata ada desakan dari luar, yang ada didalam ambulan, setelah diketahui ternyata Tim Pembela Muslim (TPM)Poso," imbuh Endro.

Sementara itu kasa hukum korban, Sri Kalono mengatakan, Densus 88 bertindak tidak professional.

“Saya sudah mengecek sampai detik ini tidak ada satu lembar surat pun yang diterima keluarga, baik itu dari aparat kepolisian, ataupun Densus 88, "ucap Kalono.

Repoter: Ridho, Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.