Alfian Tanjung: Polisi dan Tentara Tidak Tegas Hadapi PKI

20160605_123513SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Komite Dakwah Khusus MUI Pusat, Alfian Tanjung mengatakan, aparat tidak tegas dalam menghadapi gerakan Neo PKI. Pernyataan itu ia sampaikan dalam orasinya pada acara Apel Siaga Umat Islam Soloraya Waspada Komunis, di Bundaran Gladak, Jalan Slate Riyadi, Solo, Ahad (5/6/2016).

“Jadi kalau kita mau buka satu-satu silahkan jawab sendiri, siapa Gubernur Jawa Timur, silahkan priksa ayahnya! Siapa Okki Asetawati anggota DPR RI dari PPP ayahnya Brigadir Jendral Anwas PKI golongan A,” tegasnya.

Pengamat Gerakan Komunis itu menyampaikan, pada tahun 2003, Makkamah Konstitusi merubah Undang-undang Pemilu No 12 Pasal 60 G yang membolehkan kader-kader PKI menjadi anggota DPR RI, DPD, Gubernur, Bupati dan pejabat instansional. Dan saat ini, lanjutnya, mereka telah menduduki posisi-posisi pemerintahan termasuk pada tubuh TNI dan Polri.

“Hari ini saya bicara PKI sudah ada di DPR RI, PKI sudah ada di Gubernur, sudah ada jadi Bupati, sudah ada di Polisi, sudah ada di Tentara. Jadi jangan heran kalau sekarang Polisi dan Tentara tidak tegas menghadapi PKI, Allahu akhbar!” tegasnya.

Menurutnya, kenyataan itulah yang saat ini menjadi kekhawatiran bagi para veteran TNI dan pesiunan POLRI. Sebab, menurutnya, mereka sangat memahami betul kekejaman PKI. Sejarah mencatat bahwa yang menumpas gerakan PKI bukan dari Brawijaya ataupun Diponegoro namun dari Siliwangi Jawa Barat.

“Peristiwa G30S PKI, Jawa Tengah lebih dari 70 persen tentara-tentaranya terlibat dan menjadi anggota PKI. Artinya kebangkitan mereka hari ini bukan kebangkitan gurau, bukan kebangkitan dongeng, walaupun sering para pakar, ahli sejarah, ahli ideologi bilang Hei Alfian anda sedang mimpi, tidak. PKI hari ini bangkit,” pungkasnya.

Reporter: Dyo | Editor: Deddy

Tolak Dikirim ke China, 70 Tahanan Muslim Uighur Lakukan Mogok Makan di Thailand

uyghurTHAILAND (Jurnalislam.com) – Pada hari Selasa lalu kelompok yang mengaku mewakili lebih dari 70 muslim Uighur yang ditahan di Pusat Penahanan Imigrasi di Bangkok dan tempat lainnya di Thailand mengatakan mereka telah memulai mogok makan karena mereka lebih baik mati di sana daripada dikirim kembali ke China, World Bulletin melaporkan, Senin (06/06/2016).

“Jika kami kembali kembali ke China, kami akan menghadapi penyiksaan fisik dan emosional, serta dibunuh atau dihukum untuk tinggal di penjara seumur hidup,” sebuah kelompok yang menamakan dirinya For Freedom mengatakan kepada Radio Free Asia (RFA), sebuah badan yang merupakan adik dari BenarNews, dalam catatan tulisan tangan yang diterima pada tanggal 31 Mei.

“Oleh karena itu, kami mengumumkan mogok makan dan berpikir akan lebih baik mati akibat mogok makan selama berada di sini. Kami akan terus mogok makan sampai dibebaskan atau dipindahkan ke negara ketiga atau hingga kami mati di sini. ”

Pada hari Kamis, 19 Uighur menolak untuk mengambil makanan dan air di pusat Bangkok, seorang tahanan mengatakan kepada RFA. Dua anggota kelompok, berusia sekitar 30 yang ditahan di fasilitas penahanan dibawa pergi ke sel isolasi karena mereka dapat berbicara bahasa Inggris dan diduga menjadi menghubungi media, sementara yang lain dibawa ke “sel hukuman” setelah jatuh sakit selama pemogokan, sebuah sumber mengatakan.

Catatan yang ditulis tangan mengkritik pemerintah Thailand dan pejabat di Pusat Penahanan Imigrasi di Bangkok, mengatakan bahwa mereka memperlakukan tahanan seperti bukan manusia.

“Thailand tidak mengirim kami ke Turki, dan mereka juga tidak memperlakukan kita, para Uyghur di tahanan, sebagai manusia. Mereka menimbulkan penderitaan yang mendalam kepada kami,” For Freedom menulis. “Mereka memisahkan kami dari istri-istri dan anak-anak kami, orang tua, dan saudara kandung. Negara-negara lain tidak membantu kami sama sekali.”

Pada hari Kamis pemerintah dan pejabat penjara Thailand tidak bisa dihubungi untuk memberikan komentar.

Salah satu tahanan, yang meminta untuk tetap anonim, mengatakan bahwa ia dan muslim Uyghur lainnya sedang mencari kehidupan yang lebih baik.

“Kami lolos lapisan demi lapisan dari penindasan China untuk membebaskan istri dan anak-anak yang ditahan di negara demokratis Thailand kami. Jika Thailand adalah negara demokrasi, mereka harus membiarkan kita pergi ke negara-negara seperti Turki,” kata tahanan.

Tahun lalu, Thailand dengan paksa mengirim lebih dari 100 orang Muslim Uyghur kembali ke China, di mana nasib mereka tidak pasti.

Warga Muslim Uyghur telah melarikan diri dari kerusuhan di Daerah Otonomi Xinjiang Uyghur di barat laut China, di mana ratusan orang telah tewas dalam kekerasan beberapa tahun terakhir.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Tokoh Senior al Qaeda di Suriah, Syeikh Abu Sulaiman al Muhajir Kembali Hadir di Media Sosial

SURIAH (Jurnalislam.com) – Seorang tokoh ulama senior al Qaeda Suriah telah kembali ke media sosial dalam 24 jam terakhir setelah absen berkepanjangan. Jihadis yang dikenal sebagai Syeikh Abu Sulaiman al Muhajir itu telah meluncurkan saluran Telegram dan Twitter feed baru, The Long War Journal melaporkan, Senin (06/06/2016).

“Kami sedang berupaya untuk mengelola agar pertanyaan Anda dijawab melalui saluran ini,” Abu Sulaiman menulis kepada para pengikutnya dalam pesan ketiganya di Telegram.

Departemen Keuangan AS memasukkan Abu Sulayman ke dalam daftar resmi pejuang al Qaeda pada tanggal 19 Mei. Departemen Keuangan mengatakan bahwa ia menempati posisi kepemimpinan senior di Jabhah Nusrah, yang merupakan cabang resmi al Qaeda di Suriah. Abu Sulaiman telah merekrut warga Australia untuk jihad di Suriah dan juga mengumpulkan dana untuk membiayai perjuangannya, menurut Departemen Keuangan.

Sejauh ini, Abu Sulaiman baru memposting beberapa pesan di Twitter dan Telegram. Dia telah mempertahankan kehadiran aktif di media sosial di masa lalu, tetapi admin Twitter telah berulang kali menangguhkan akun-nya.

16-06-06-Abu-Sulayman-al-Muhajirs-New-Twitter-feed-768x393

Tidak terlihat bahwa Abu Sulaiman aktif secara online berbulan-bulan, kemungkinan lebih dari satu tahun. Dalam salah satu tweet pertamanya saat ini, Abu Sulaiman memasang link ke koleksi tweet lamanya. Tweet terakhir adalah tanggal 12 November 2014. Pada 11 September 2014, ulama al Qaeda tersebut memuji serangan 9/11.

The Long War Journal melaporkan kegiatan Abu Sulaiman pada beberapa kesempatan. Dia adalah seorang da’i di Australia sebelum pindah ke Suriah. Jabhah Nusrah pertama kali mempromosikan Abu Sulaiman kepada publik pada bulan Maret 2014, ketika kelompok ini merilis video kesaksiannya terhadap Islamic State (IS). Abu Sulaiman mengatakan ia berusaha untuk menengahi sengketa antara Islamic State dan Jabhah Nusrah di Suriah.

The Long War Journal menilai kemungkinan bahwa Abu Sulaiman adalah seorang pejabat al Qaeda sebelum ia pindah ke Suriah. Al Qaeda hanya memilih personel yang paling dipercaya untuk ambil bagian dalam pembicaraan mediasi dengan IS. Sangat tidak mungkin bahwa seseorang seperti Abu Sulaiman tidak diketahui oleh kepemimpinan al Qaeda sebelum inklusi di tim mediasi, yang gagal membawa resolusi yang bersengketa pada 2013 dan awal 2014.

Dalam video Jabhah Nusrah berikutnya, yang dirilis pada April 2014, Abu Sulaiman menjelaskan strategi global Al Qaeda.

Al Qaeda “menarik rencana dan strategi berdasarkan apa yang kita sebut al Qalim, atau lokasi,” kata Sulaiman dalam video. Dan pemimpin, atau amir, dipilih untuk mengawasi masing-masing lokasi. Amir daerah bersumpah ba’yah dengan Al Qaeda atas nama cabang nya “yang mengikat mereka kepada tandzim” dan berarti bahwa mereka bersumpah “kesetiaan dalam hal jihad,” karena sumpah tersebut”mengikat mereka menjadi satu kesatuan, satu kelompok yang disebut “al Qaeda. Abu Sulaiman mengatakan bahwa Abu Bakr al Baghdadi, yang memimpin ISIS menjadi khalifah secara sepihak, yang pada awalnya adalah dirinya amir daerah sebelum ia membatalkan ba’yahnya pada al Qaeda.

Abu Sulaiman telah muncul di video Jabhah Nusrah lainnya juga, termasuk salah satu video peringatan serangan 11 September 2001.

Seperti di masa lalu, Abu Sulaiman menggunakan media sosial untuk memberikan bimbingan ideologis (Aqidah) untuk para jihadis.

“Meskipun kami bertujuan melakukan perubahan bertahap tergantung pada kemampuan kita, agama ini bukan gerakan reformasi damai,” tulis Abu Sulaiman di salah satu pesan pertamanya pada Telegram. Ia melanjutkan: “Islam datang untuk memutus segala bentuk kebatilan yang ada di masyarakat dan dengan tegas membangun sistem keadilan yang abadi dan berkelanjutan. Solusi setengah-setengah tidak pernah menjadi jawabannya, karena yang haq tidak pernah bisa tegak bersama kebatilan, dan kebohongan sama dengan tidak adanya kebenaran. Agar hal ini terjadi, kelompok orang-orang yang paling mulia harus mengorbankan kekayaan dan kehidupan mereka.”

5 Agen Intelijen Yordania Tewas di Luar Kamp Pengungsi Baqa’a

a4117c5400a24f7eb14c31f2613b5c36_18YORDANIA (Jurnalislam.com) – Lima perwira intelijen Yordania tewas dalam serangan terhadap kantor keamanan di luar kamp pengungsi Palestina dekat Amman, seorang pejabat pemerintah mengatakan kepada media nasional.

Televisi Yordania mengutip juru bicara pemerintah Mohammad al-Momani, pada hari Senin (6/6/2016) mengatakan bahwa serangan terhadap kantor dekat kamp pengungsi Al Baqa’a di pinggiran ibukota Yordania itu adalah “serangan teror.”

Momani mengatakan, serangan itu menargetkan kantor lokal departemen intelijen dekat kamp yang menampung lebih dari 70.000 pengungsi.

Tiga perwira, seorang penjaga dan operator telepon di kantor tewas. Pejabat itu mengatakan bahwa insiden tersebut terjadi di luar kamp yang membentang luas pada pukul 7 pagi, tapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

“Serangan ini adalah contoh perilaku kriminal individu yang jelas. Lembaga keamanan telah melakukan penyelidikan dan sekarang sedang mengejar si pembunuh,” katanya.

Kamp Baqa’a adalah kamp pengungsi Palestina terbesar di Yordania, di mana persentase terbesar dari tujuh juta-plus populasi negara adalah keturunan dari pengungsi yang melarikan diri pasca penjajahan Israel pada Palestina tahun 1948.

Husam Abdallat, mantan pejabat senior pemerintah, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa kantor intelijen terletak di jalan utama yang mengarah ke kamp.

Dia menambahkan bahwa kedekatannya dengan kamp pengungsi Palestina mungkin memicu ketidakpuasan antara penduduk Yordania dan warga Yordania asal Palestina.

“Kami berharap hal ini tidak terjadi, karena Yordania harus tetap bersatu, terutama di saat-saat seperti ini,” kata Abdallat.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

 

Pasukan Irak Temukan Kuburan Massal di Wilayah yang Dikuasai IS di Fallujah

thumbs_b_c_d52d1b97a9bd083ccc3ed76cb31dc196FALLUJAH (Jurnalislam.com) – Sebuah kuburan massal yang berisi sisa-sisa jasad 400 orang ditemukan di lingkungan kota Fallujah, seorang petugas Irak mengatakan.

“Kuburan massal itu ditemukan di Fallujah utara saat pasukan Irak membersihkan ranjau darat dan bahan peledak di daerah tersebut,” kata kolonel Walid al-Duleimi kepada Anadolu Agency, Senin (06/06/2016).

Dia mengatakan sisa-sisa jasad 400 warga sipil dan personel militer tersebut ditemukan di makam di distrik utara al-Saqlawya.

“Mayat-mayat tersebut memiliki luka tembak di kepala,” katanya.

Petugas Irak percaya bahwa korban dibunuh oleh kelompok IS selama periode antara tahun 2014 dan 2015.

Fallujah adalah kota pertama yang dikuasai IS di awal 2014.

“Sisa-sisa jasad telah dipindahkan ke kamar mayat untuk mengidentifikasi para korban,” kata al-Duleimi.

Pemerintah Irak dan kelompok hak asasi manusia menuduh IS membunuh ribuan warga Irak ketika kelompok tersebut merebut wilayah luas di Irak barat dan utara pada pertengahan 2014.

Bulan lalu, tentara Irak, yang didukung oleh serangan udara koalisi pimpinan AS, melancarkan serangan untuk merebut kembali Fallujah, yang mayoritas dihuni warga Sunni.

Para pejabat militer Irak mengatakan bahwa pasukan Irak telah mengamankan tepi selatan Fallujah.

“Pasukan Irak telah membebaskan distrik Bohwey di pinggiran selatan Fallujah,” kata komandan operasi Anbar Mayjen Ismail Mahlawi kepada Anadolu Agency.

Pasukan Irak juga merebut distrik Shuhadaa dan Jubail di Fallujah selatan dari IS, kata komandan operasi Fallujah Letnan Jenderal Abdul-Wahab al-Saadi.

Sementara itu, seorang komandan milisi Syiah mengklaim bahwa sekitar 4.000 warga sipil telah dievakuasi dari Fallujah utara.

“Kami telah mengevakuasi 4.000 orang dari distrik al-Saqlawya ke tempat-tempat yang aman,” kata Hadi al-Amiri, seorang pemimpin pasukan Syiah Hashd al-Shaabi.

Milisi Syiah sebelumnya telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia, dengan mengesekusi 17 warga sipil Muslim Sunni ketika merebut kembali wilayah Muslim Sunni dan politisi Sunni telah menyuarakan kekhawatiran mereka bahwa kehadiran pasukan Syiah dapat menyebabkan kekerasan Sunni-Syah di Fallujah.

Terletak di sepanjang Sungai Efrat sekitar 50 kilometer sebelah barat ibukota Irak, Baghdad, Fallujah diyakini menjadi rumah bagi sekitar 90.000 warga.

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

 

Lagi, Tiga Garda Revolusioner Senior Iran Tewas dalam Serangan Mujahidin Suriah di Aleppo

funeral-of-an-iranian-revolutionary-guardSURIAH (Jurnalislam.com) – Tiga anggota Garda Revolusi Iran tewas dalam serangan koalisi mujahidin Suriah, di provinsi Aleppo, media Iran melaporkan Senin (6/6/2016), lansir Anadolu Agency.

Tiga korban tewas tersebut termasuk Kolonel Reze Rustemi Mukaddem, yang oleh kantor berita Tasnim dikatakan telah bertugas selama perang Iran-Irak tahun 1980-an. Dua tentara lain dengan pangkat tidak diketahui juga tewas.

Bulan lalu, seorang komandan senior mengakui bahwa 1.200 tentara Korps Pengawal Revolusi Iran tersebut tewas dalam tugas empat tahun mereka di Suriah mendukung pasukan Syiah Nushairiyah Bashar al-Assad.

Sejak perang pecah pada tahun 2011, 470.000 warga Suriah telah tewas menurut Pusat Penelitian Kebijakan Suriah (the Syrian Center for Policy Research). Republik Syiah Iran mendukung rezim bersama milisi teroris Syiah Hizbullah Lebanon dan Rusia.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Wartawan Afghanistan dan AS Tewas dalam Penyergapan Taliban pada Konvoi Militer

1465194063_american-journalist-afghan-translator-killed-taliban-attackKABUL (Jurnalislam.com) – Reporter freelance Anadolu Agency Zabihullah Tamanna tewas bersama seorang wartawan Amerika dalam serangan Taliban terhadap konvoi militer di Afghanistan selatan pada hari Ahad (05/06/2016), menurut juru bicara militer Afghanistan, lansir Anadolu Agency, Senin (06/06/2016).

Tamanna dan fotografer NPR David Gilkey bepergian dengan konvoi militer Afghanistan yang diserang dekat Marjah di provinsi Helmand, kata juru bicara militer Shakil Ahmad Tasal.

Kendaraan mereka dihantam roket selama penyergapan Taliban, Ahmad mengatakan, menambahkan bahwa serangan itu juga menewaskan dua tentara Afghanistan.

Tamanna membantu Gilkey sebagai penerjemah untuk NPR, yang mengkonfirmasi kematian dan mengatakan bahwa dua anggota staf lain yang bepergian dengan mereka pada saat itu terluka.

Kematian mereka mengejutkan komunitas wartawan Amerika dan Afghanistan dan rekannya dari Afghanistan menggunakan Facebook untuk meratapi kematian Tamanna.

Haroon Sabawoon, wartawan video yang juga memberikan kontribusi untuk Anadolu Agency, menyesalkan bahwa Tamanna seharusnya bergabung dengannya mengambil cuti puasa mereka bersama di hari pertama Ramadhan, Senin.

Tamanna juga bekerja untuk kantor berita Cina Xinhua dan telah menjadi kontributor tetap untuk layanan bahasa Inggris Anadolu Agency sejak tahun 2014, meliputi pemilihan presiden Afghanistan, perjuangan kepemimpinan Taliban, berita harian dan fitur yang menceritakan kehidupan sehari-hari warga Afghanistan kepada dunia luas.

Gilkey adalah wartawan foto Amerika pemenang penghargaan terkenal untuk cakupan tentang perang dan bencana manusia.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Apel Siaga Waspada PKI Dipadati Ratusan Ribu Umat Islam Soloraya

IMG-20160605-WA0102SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Bertema Waspada! Selamatkan Indonesia dari Bahaya Komunisme, Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) mengajak Elemen Umat Islam Soloraya untuk menghadiri Apel Siaga dalam menyambut Ramadhan 1437 H, di lapangan Kota Barat lalu longmach menuju Bundaran Gladak, jl Slamet Riyadi, Solo, Ahad (05/06/2016).

Ribuan peserta memadati ruas jalan utama kota Solo, pasukan berkuda disusul kereta kuda yang ditumpangi Ulama, Ustadz, Tokoh masyarakat Soloraya turut memeriahkan acara. Mereka sambil berlari kecil meneriakkan yel-yel “Ganyang, ganyang, ganyang PKI, PKI datang Umat Islam Menghadang.

Beberapa tokoh masyarakat dari Muhammadiyah, Nahdatul Ulama, Takmirul Islam, Jamaah Tablig, Majelis tafsir Al Quran, Kraton Surokarto, Gerakan Bela Negara (GBN), diberikan kesempatan berorasi sekitar 5 menit diatas panggung. Mereka antusias bersepakat menolak muncul kembali faham komunis dan siap menghadapi jika PKI bangkit.

Turut menyambut Prof. DR.dr. Zaenal Arifin Adnan,Sp. ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sol. Dirinya mengucapkan terima kasih atas kesiapan umat Islam Soloraya.

Saya harapkan TNI, Polri menemani kita, Ganyang PKI! Kita jangan dibiarkan, khususnya bapak Presiden kita untuk melarang komunis muncul di Indonesia, Allahu akhbar!, katanya.

IMG-20160605-WA0107

Sementara Alfian Tanjung sebagai tamu undangan mengungkap catatan gerakan PKI selama 20 tahun sejak 1996 sampai 2016. Dirinya memohon wartawan untuk merekam secara utuh karena akan disebut nama, tempat, tanggal, alamat dan siapa.

“Untuk menghadapi kebangkitan PKI kita akan wakafkan darah dan air mata kita kepada Allah dan tegaknya syariat Allah, Allahu akhbar,” ucap Alfian, pimpinan Taruna Muslim.

Ustadz Muinudinnilah Basri MA, ketua DSKS membagikan bingkisan dan uang 50 ribu rupiah bagi 10 tukang becak sebagai perwakilan 600 tukang becak lainnya.

Tak ketinggalan, Kivlan zen mengatakan komunisme siap menerkam, data dan fakta sudah diberikan Alfian Tanjung namun bagi pemerintah hal itu tidak ada.

Sekarang apa yang mau kita perbuat, sudah jelas fakta dan data, pemerintah mengatakan tidak melihat karena mata dan telinga mereka summun, bukmun, umyun la yakkilun, Allahu akhbar! ujar Kivlan.

Akhir acara Ustadz Muin meminta perwakilan ormas dan elemen umat Islam untuk naik ke panggung bersama Tokoh masyarakat dan ulama bersama-sama membacakan pernyataan sikap menolak bangkitnya PKI dan permintaan maaf pemerintah terhadap PKI, diikuti seluruh peserta apel siaga.

 

Reporter: Sedyo | Editor: Deddy | Jurnalislam

 

MUI Situbondo Himbau Karyawan Toko dan Rumah Makan Berbusana Islami

himbauan-ilustrasiSITUBONDO (Jurnalislam.com) – Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Situbondo bersama anggota Forum Pimpinan Daerah sepakat untuk menyurati semua pemilik toko dan rumah makan agar mengimbau karyawannya menggunakan busana Islami selama bulan Ramadhan.

“Surat yang akan dikirim ke semua pemilik toko dan restoran yang memiliki karyawan itu isinya terdapat kesepakatan bersama oleh Forpimda Situbondo dengan beberapa imbauan kami selama Ramadhan,” ujar Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Situbondo, KH Hamid Jauharul Fardi kepada sejumlah awak media, Ahad 5/5/2016.

Ia menyebutkan bahwa dalam kesepakatan yang ditandatangani oleh MUI Situbondo, Kapolres, Komandan Kodim, Kepala Kementerian Agama dan Ketua DPRD Situbondo, di antaranya adalah himbauan kepada pemilik toko agar karyawannya diperintahkan menggunakan busana Islami atau tidak membuka aurat selama bulan Ramadhan, sebagai salah satu bentuk menghormati umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Selain itu ada beberapa himbauan lain yang disepakati bersama Forpimdan dan MUI, kata dia, di antaranya warung dan rumah makan agar tidak membuka atau menjual pada pagi dan siang hari.

“Berdasarkan kesepakatan bersama itu, MUI Situbondo juga mengecam masih beredarnya penjualan minuman keras. Jika selama bulan Ramadhan masih ada yang menjual minuman keras akan diberi tindakan tegas oleh aparat penegak hukum,” paparnya.

Selanjutnya ia mengatakan, “Surat himbauan itu kami kirim juga ke sekolah-sekolah agar sekolah melaksanakan ‘Pesantren Ramadhan’ untuk menguatkan keimanan dan ketaqwaan siswa-siswinya kepada Allah Swt.”

Menurut Hamid, himbauan tersebut juga meminta kepada mushalla dan masjid agar membatasi penggunaan pengeras suara di saat melakukan aktivitas, yakni sampai pukul 22:00 WIB. Demi menjaga kenyamanan dan kekhusyuan bagi muslim lainnya dalam menjalani iabdah-ibadah malam, serta menghormati bagi hak orang non-muslim.

“Kami mengimbau juga kepada seluruh elemen masyarakat Situbondo agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan Puasa Ramadhan,” tuturnya.

 

Reporter: Budi | Editor: Deddy | Jurnalislam

 

Long March dan Tausyiah On the Street ALMUMTAZ Ajak Kaum Muslim Tasik Sambut Ramadhan

IMG-20160606-WA006TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Kembali ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Aktifis dan masyarakat Muslim Tasikmalaya (ALMUMTAZ) gelar Targhib dan Tarhib Ramadhan dengan Long march dan Tausyiah On the Street, Sabtu (04/06/2016)

Dalam rangka menyambut Ramadhan acara ini digelar untuk memperkuat Ukhuwah Islamiyah diantara seluruh aktifis Islam dan masyarakat muslim Tasikmalaya dan tidak hanya itu, ini juga bagian dari I’dad jama’i untuk meminimalisir kemungkaran dan kemaksiatan di wilayah Tasik, ujar Ustadz Hilmi, selaku ketua ALMUMTAZ kepada tim liputan Jurnalislam.

“In syaa Allah senantiasa kita akan mengawasi dengan masyarakat, bagaimana kita memasuki Ramadhan dengan baik meningkatkan ibadah kita dan segala kemasiatan dan kemungkaran bisa ditutup dan dihentikan hingga seterusnya, dan in syaa Allah kita akan mengawasi terus walaupun kita sudah menyeru dan memobilisasi dengan lainnya untuk agar menghentikan kemaksiatan kemaksiatan tersebut tetap kita awasi.”

Acara yang dihadiri oleh berbagai Ormas Islam, Majelis Ta’lim, mahasiswa dan jamaah Islam lainnya, melakukan long march sejauh 10 KM, dengan mengusung bendera Tauhid sepanjang 100 meter, dimulai pukul 8 pagi hingga sholat dzuhur berjama’ah,

IMG-20160606-WA005

Aliansi bergabung dan menyerukan dan meyakinkan kepada masyarakat bahwa Islam ini pilihan dan harus merasa bangga dengan Islam, dan seluruh apapun agama selain Islam tertolak dihadapan Allah Swt.

Selanjutnya beliau menyampaikan “Harapan kami, mudah-mudahan masyarakat semakin sadar, karena Islam ini mulia tapi harus ada yang menggerakannya agar Islam itu mulia, walaupun tanpa kita Islam tetap akan mulia, Islam itu mulia ada kita tanpa kita Islam akan tetap mulia, hanya permasalahannya posisi kita ada dimana, apakah posisi kita adalah termasuk orang-orang yang memuliakan Islam, ataupun tidak, dan untuk kita yang memuliakannya tentu akan selamat dan na’udzubillah himindzalik jika diantara kita yang tidak peduli dengan kemuliaan islam.”

Kemudia beliau menutup dengan himbauan, “Dan untuk rencana kedepan kita sudah agendakan Parade Tauhid dengan mengerahkan massa yang lebih banyak lagi dan mudah-mudahan ini adalah upaya untuk mempersatukan ulhuwah Islamiyah dengan penyampaian dakwah ini.” Paparnya.

 

Reporter: Lutfi | Editor: Deddy | Jurnalislam