Komandan Tinggi Milisi Syiah Houthi Tewas dalam Serangan Udara Yaman

thumbs_b_c_f5b27cb82a6964fcb3b1fe1f86da61a3YAMAN (Jurnalislam.com) – Seorang komandan pemberontak Syiah Houthi tewas dalam serangan udara koalisi yang dipimpin Saudi di provinsi Hajjah barat laut Yaman pada hari Rabu (08/06/2016)..

Taha Mahtouri tewas dalam serangan yang dilakukan oleh pesawat-pesawat tempur koalisi di kediamannya di daerah Al-Jar dekat perbatasan Saudi, sumber lokal Yaman bersama sumber pro-pemerintah mengatakan kepada Anadolu Agency.

Sumber tersebut mengatakan bahwa Mahtouri adalah komandan berpangkat tinggi kedua Houthi di provinsi Hajjah dan memiliki hubungan dekat dengan Iran.

Yaman telah terpuruk dalam perang sejak 2014, ketika pemberontak Syiah Houthi dan sekutu mereka menyerbu ibukota Sanaa dan beberapa bagian lain negara, memaksa Presiden Abd Rabbuh Mansour Hadi dan pemerintahnya yang didukung Saudi untuk sementara mengungsi ke Riyadh.

Pada bulan Maret tahun lalu, Arab Saudi dan sekutu Arabnya meluncurkan operasi militer besar-besaran di Yaman bertujuan membalikkan keuntungan Houthi dan memulihkan pemerintah Hadi.

Pada bulan April, pemerintah Yaman dan Houthi terlibat dalam pembicaraan damai yang ditengahi PBB yang bertujuan untuk menyelesaikan konflik di negara Arab tersebut, yang telah menewaskan sekitar 6.400 warga Yaman – setengah dari mereka warga sipil – dan memaksa sekitar 2,5 juta lainnya mengungsi.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Bom Mobil Hantam Kantor Polisi Turki di Midyat, 11 Tewas

midTURKI (Jurnalislam.com) – Sebuah bom mobil meledak di kantor polisi pada hari Rabu (08/06/2016) di tenggara Turki yang didominasi Kurdi, melukai beberapa orang sehari setelah 11 orang tewas dalam serangan di Istanbul, kata kantor berita Anatolia yang dikelola negara.

Sebuah serangan bom menghantam sebuah kantor polisi di kota Midyat, kata Anatolia, yang menyalahkan “teroris” dalam referensi untuk militan komunis Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang.

Beberapa orang terluka dan ambulans dikerahkan ke lokasi setelah ledakan kuat, televisi swasta NTV melaporkan.

Kekerasan berkobar tahun lalu antara pemberontak Kurdi dan pasukan Turki, menghancurkan sebuah gencatan senjata 2013 yang dicapai setelah pembicaraan rahasia antara pemimpin PKK Abdullah Ocalan dan negara Turki.

Turki telah melancarkan serangan yang intens terhadap PKK yang tercatat sebagai kelompok teror oleh Ankara dan sekutu Baratnya, dengan operasi “pembersihan” di beberapa kota di tenggara.

Aktivis menuduh pasukan Turki menyebabkan kerusakan besar di pusat-pusat perkotaan dan membunuh warga sipil. Namun pemerintah mengatakan operasi tersebut sangat penting untuk keselamatan publik, dan menyalahkan PKK atas kerusakan yang terjadi.

Lebih dari 40.000 orang telah tewas sejak PKK mengangkat senjata pada 1984 menuntut sebuah negara merdeka bagi suku Kurdi. Sejak itu kelompok ini telah mempersempit tuntutan mereka untuk otonomi dan hak budaya yang lebih besar.

 

Deddy | Anatolia | Jurnalislam

Ngabuburit Bulan Ramadhan Bedah Buku Karya Syaikh Athiyatullah Al-Libiy

Ngabuburit Bulan Ramadhan
BEDAH BUKU dan KAJIAN ILMIAH
(Karya Syaikh Athiyatullah Al-Libiy)

MUDAH MENGKAFIRKAN, AKAR MASALAH, BAHAYA DAN TERAPINYA

Pembicara
– Ust Abu Tholut Al jawi ( Pemerhati pergerakan islam)
– Ust Fuad Alhazimi ( Majlis Syari’ah Jama’ah Anshorusy Syariah)

Ahad, 12 Juni 2016
Pukul 15.30
Masjid At-Taqwa LT.2 Komplek RS. ROEMANI
Jl. Wonodri Baru Raya Semarang

GRATIS SNACK dan MAKAN (300 peserta)

cp : Abu dzaki 085 799 773 739 / Suharno 0857 2735 0185

Present By :
Pemuda Muhammadiyah kota Semarang
Laskar Umat Islam Semarang ( LUISS)
Jama’ah Anshorusy Syariah ( JAS)

 

pamflet

Cerita Bang Onim Tarawih Malam Pertama di Masjid Abdul Azis Al-Khaldy, Gaza

323D95985GAZA (Jurnalislam.com) – Sudah lebih dari 10 Tahun Gaza masih dibawah blokade Israel, menyebabkan kesengsaraan dan penderitaan seakan menjadi warisan turun temurun generasi Palestina.

Pintu perlintasan darat antara Gaza dan Mesir menjadi satu-satunya alternative bagi warga Gaza untuk bertahan hidup dan mendapatkan bahan pokok lainnya, kini menjadi boomerang bah buah simalakama alias buka tidak tutup pun tidak, walau memang awal bulan puasa sempat dibuka oleh pemerintah Mesir, angina segar bagi warga Gaza.

Masih terekam di memori kita akhir tahun 2014 agresi Israel atas Gaza memporak porandakan system perekonomian, tak kurang dari 2,700 orang warga sipil gugur dan lebih dari 11,000 mengalami luka hingga korban cacat seumur hidup, walau perang tersebut sudah berlansugsung berapa tahun lalu tapi luka dan duka masih terasa dari para keluarga korban.

Pucak pilu, rindu dan duka dengan tibanya bulan Suci Ramadhan menjadi momen yang selalu dinantikan oleh kaum Muslimin di penjara jagat, senang pasti dirasakan oleh setiap kita yang diber umur panjang untuk menjalankan ibadah Puasa, duka dan rindu pasti dialami oleh mereka yang tidak sempat jumpa dengan sanak saudara di bulan suci nan berkah.

Lain halnya dengan muslimin Palestina khususnya di Jalur Gaza, tidak sedikit dari warga Gaza telah kehilangan sanak saudara saat agresi Israel atas Gaza diakhir tahun 2014, kini tiba bulan suci Ramadhan.

Abdillah Onim 1 dari 3 orang WNI yang kini berada di Jalur Gaza, sejak 2009 menapakkan kaki di bumi berkah harum dengan semangat juang pejuang

Palestina, sudah 7 x jalani nuansa Ramadhan di Gaza Palestina, awalnya berat jalani Ramadhan di Palestina karena jauh dari ayah ibu dan sanak saudara di kampong nun jauh dimata, yakin dekat di hati yaitu dengan doa.

Sore hari saya bersama anak istri keluar rumah untuk melaksanakan sholat Magrib diwilayah Deir Balah Gaza tengah, kami lanjutkan safar menuju Gaza City dengan harapan dapat berada di saf depan baik Sholat Isya maupun sholat Tarawih, sayangnya tidak kebagian saf depan karena begitu membludaknya jamaah mengejar saf depan awal Tarawih di Masjid terindah, kuat, megah ya Masjid Abdul Azis Al-Khaldy terletak di pantai Barat mediterania Palestina.

Saf Paling Belakang, Teras Sudut Barat Pantai Mediterania Palestina Kami Gelar Sajadah Untuk Sholat Tarawih, padahal kami sudah keluar rumah sebelum sholat Magrib.

Lantunan Alqur’an begitu merdu dari sang Imam, angina dan suara ombak pantai mediterania Palestina seakan hanyut dengan lantunan Alqur’an, Indah dan lama mengakhiri 2 rakaat masing-masing Sholat tarawih.

Di Gaza Palestina Sholat Tarawih adalah 11 Rakaat termasuk 3 rakaat sholat witir, masing-masing sholat tarawih yaitu 2 rakaat, 3 rakaat sholat witir dan diakhir rakaat witir diakhiri dengan doa qunut, akan tetapi ada juga beberapa Masjid yang tidak ada doa qunut, tidak menjadi bahan perdebatan.

Pertama doa qunut terlama yang pernah saya alami di Gaza yaitu lebih dari 10 menit, selama 10 menit itu air mata para jamaah tak pernah kering termasuk saya Abdillah Onim, mengangkat tangan bersimpuh harap tak daya dihadapan Allah Swt, malu dan penuh dosa saat mengaminkan doa witir diringin linangan air mata yang sangat, suara tangis pecah diantara lantunan doa mendoakan para Syuhada, mendoakan Masjid Al Aqsa dan Palestina.

Berapa tahun sebelumnya mereka masih bersama anak, istri keluarga dan sanak saudara akan tetapi kini tak tampak lagi senyuman dan canda ria dikala Ramadhan tiba, sudah nasib mereka lebih dulu meninggalkan dunia ini yaitu di terpa roket dan bom kaum Yahudi.

 

Deddy | SuaraPalestina | Jurnalislam

PBB: Warga Sipil Sunni yang Melarikan Diri dari Fallujah Hadapi Perlakuan Ekstrim Milisi Syiah

5e3aaf71adbb4914a277749660dde6b9_18FALLUJAH (Jurnalislam.com) – Kepala HAM PBB mengatakan ada “laporan sangat menyedihkan, yang dapat dipercaya” bahwa warga Irak yang melarikan diri dari pertempuran di Fallujah menghadapi pelecehan ekstrim dan bahkan kematian di tangan kelompok bersenjata Syiah yang bersekutu dengan pasukan pemerintah, Aljazeera melaporkan Selasa (07/06/2016).

Zeid Ra’ad al Hussein, mengutip keterangan saksi, mengatakan pada hari Selasa bahwa pelecehan termasuk laporan beberapa eksekusi pria dan anak laki-laki, yang mencoba melarikan diri dari kota yang dikuasai oleh kelompok Islamic State (IS).

“Saksi mata menggambarkan bagaimana kelompok-kelompok bersenjata yang beroperasi dalam mendukung pasukan keamanan Irak menahan para lelaki untuk ‘pemeriksaan keamanan’,” kata Zeid.

“Pemeriksaan keamanan ini dalam beberapa kasus meningkat menjadi pelanggaran fisik dan bentuk kekerasan lainnya, ternyata dalam rangka untuk memperoleh pengakuan paksa.”

Rupert Colville, juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, mengatakan kepada Al Jazeera, bahwa mereka telah menerima laporan bahwa sedikitnya 21 laki-laki telah dieksekusi.

“Kami tidak dapat mengkonfirmasi laporan tetapi mereka tampaknya kredibel.” (baca juga: Milisi Syiah Hashd al-Shaabi Eksekusi 17 Warga Sipil Fallujah)

Militer Irak saat ini sedang melakukan operasi militer besar-besaran terhadap pasukan IS, di luar Fallujah, dekat dengan ibukota Baghdad.

Kepala HAM PBB mengatakan bahwa penduduk yang melarikan diri dari kota telah menderita “dua setengah tahun hidup dalam penderitaan” di bawah pemerintahan IS dan menghadapi bahaya besar jika melarikan diri sekaligus “double jeopardy dalam bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang serius.”

Pemerintah Irak memiliki kepentingan sah dalam memeriksa orang yang mengungsi dari daerah kekuasaan IS untuk memastikan mereka tidak menimbulkan risiko keamanan atau diduga terlibat dalam kekejaman, namun proses harus dilakukan oleh organ hukum, kata kepala HAM PBB.

“Sangat penting bahwa semua individu yang melarikan diri dari kekerasan di sekitar Fallujah harus diasumsikan sebagai warga sipil tanpa dihubungkan ke kelompok-kelompok bersenjata, kecuali ada bukti yang jelas dan meyakinkan,” katanya.

Zeid meminta pemerintah Irak segera mengambil langkah-langkah konkret untuk memastikan bahwa mereka mempraktekkan janji melindungi warga sipil dan membawa orang ke pengadilan jika melanggar hak asasi manusia. (baca juga: Milisi Syiah Irak Bunuh 31 Warga Sipil Fallujah)

Sejak Januari 2014, ketika Fallujah ditangkap oleh IS, sedikitnya 22.169 warga sipil telah tewas dan 43.435 lainnya terluka di Irak, menurut kantor Zeid. Angka-angka ini tidak termasuk Propinsi Anbar, di mana Fallujah terletak.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

 

Faksi Jihad Uzbek Ambil Bagian dalam Serangan Terbaru di Selatan Aleppo

maxresdefaultALEPPO (Jurnalislam.com) – Saat koalisi Jaysh al Fateh (Army of Conquest), yang dirikan oleh Jabhah Nusrah, terus meluncurkan serangan baru di Aleppo selatan, dua kelompok jihad Uzbek juga ambil bagian, lansir The Long War Journal, Selasa (07/06/2016).

Faksi jihad Katibat al Tawhid wal Jihad dan Katibat Imam al Bukhari, telah lama terintegrasi dengan Jabhah Nusrah, Ahrar al Sham, dan afiliasi lainnya di medan perang.

Dalam beberapa hari terakhir, kedua kelompok merilis video yang menunjukkan pejuang mereka ambil bagian dalam pertempuran di desa Maarata di pedesaan Aleppo selatan. Ahrar al Sham, sebuah faksi jihad yang berdiri sendiri setelah Taliban dan sekutu kunci Al Qaeda, juga merekam pasukannya di desa tersebut. Video cuplikan tersebut berdurasi pendek, tetapi menunjukkan pertempuran berat melawan pasukan rezim Suriah Assad dan sekutu mereka di kota. Kedua kelompok Uzbek mengaku bekerja sama satu sama lain, tetapi hanya mujahidin Imam Bukhari yang dilaporkan menangkap pasukan rezim Syiah Nushairiyah Assad selama pertempuran.

Katibat al Tawhid wal Jihad sebelumnya merupakan sebuah faksi independen sebelum resmi bersumpah setia kepada Jabhah Nusrah, cabang resmi al Qaeda di Suriah, akhir tahun lalu.

Sementara kelompok mayoritas Uzbek, kelompok etnis Asia Tengah lainnya, serta beberapa kelompok Suriah asli, termasuk di jajarannya. Katibat Imam al Bukhari (juga dikenal sebagai Imam Bukhari Jamaat), adalah kelompok Uzbek lain yang telah lama menunjukkan kehadirannya bersama Jabhah Nusrah dan sekutu jihad lainnya.

Imam Bukhari Jamaat secara historis setia pada Taliban, setelah ikatan sumpah dengan Mullah Omar dan Mullah Mansour. Mereka belum merilis pernyataan bersumpah setia kepada amir baru Taliban, Mullah Haibatullah Akhundzada. Namun kemungkinan akan melakukannya suatu saat.

Koalisi Jaysh al Fateh sedang mencoba untuk memperkuat kendalinya di kota Khan Touman dan sekitarnya setelah menguasai kota bulan lalu. Jabhah Nusrah dan faksi jihad lainnya di Jaysh al Fateh mengatakan para mujahidin menargetkan pasukan Syiah Assad dan Syiah Hizbullah di kota-kota tetangga dan desa-desa, termasuk Humayrah, Khalsah, Qal’ajiyah, dan Qarassi, yang semuanya berada di selatan Khan Tuman.

Lihat video: Faksi Jihad Uzbek Ambil Bagian dalam Serangan Terbaru di Selatan Aleppo

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

China Larang Puasa Ramadhan Bagi Muslim Uyghur di Xinjiang

140807084749-uyghur-beard-man-horizontal-large-galleryCHINA (Jurnalislam.com) – Pejabat China melarang PNS, mahasiswa dan anak-anak di wilayah mayoritas Muslim untuk berpuasa selama bulan Ramadhan, kata website pemerintah saat bulan suci dimulai pada hari Senin, World Bulletin melaporkan, Selasa (07/06/2016).

Partai Komunis yang berkuasa di negara itu secara resmi adalah ateis dan selama bertahun-tahun melarang pegawai pemerintah dan anak-anak di Xinjiang untuk berpuasa. Xinjiang adalah rumah bagi lebih dari 10 juta minoritas Uighur yang sebagian besar Muslim.

Pemerintah juga memerintahkan beberapa restoran untuk tetap terbuka.

Bentrokan antara Muslim Uighur dan pasukan komunis negara kerap terjadi di Xinjiang. Beijing menuduh serangan mematikan di sana dan di tempat lain di China pada militan yang mencari kemerdekaan bagi wilayah yang kaya akan sumber daya alam tersebut.

Kelompok-kelompok HAM menyalahkan ketegangan yang terjadi diakibatkan oleh pembatasan agama, ibadah dan budaya yang dikenakan pada Uighur dan kelompok minoritas Muslim lainnya di sejumlah luas daerah, yang berbatasan dengan Asia Tengah.

Beberapa departemen pemerintah daerah di Xinjiang telah memposting pemberitahuan di situs Web mereka minggu lalu memerintahkan pembatasan puasa selama bulan Ramadhan.

Selama bulan suci, umat berpuasa dari fajar hingga senja dan berusaha menjadi lebih taqwa

“Anggota Partai, kader, PNS, mahasiswa dan anak di bawah umur tidak boleh berpuasa Ramadan dan tidak harus mengambil bagian dalam kegiatan keagamaan,” kata pemberitahuan yang diposting Kamis lalu di situs resmi kota Korla di pusat Xinjiang.

“Selama bulan Ramadan, bisnis makanan dan minuman tidak harus tutup,” tambahnya.

Seorang pejabat Uighur di kota Tiekeqi bernama Ahmatjan Tohti mengatakan dalam sebuah pertemuan pada Senin pekan lalu bahwa pejabat harus “tegas menghentikan anggota partai, PNS, mahasiswa dan anak-anak yang memasuki masjid untuk kegiatan keagamaan” selama satu bulan ini, menurut sebuah laporan terpisah pada website.

Sebuah situs web yang dikelola oleh biro pendidikan kabupaten Shuimogou di ibukota wilayah Urumqi memposting pemberitahuan pada Senin pekan lalu menyerukan “pencegahan siswa dan guru dari semua sekolah memasuki masjid untuk kegiatan keagamaan” selama bulan Ramadhan.

Di utara kota Altay, pejabat sepakat untuk “meningkatkan kontak dengan orang tua” untuk “mencegah puasa selama bulan Ramadhan”, menurut sebuah posting hari Jumat di situs China Ethnicities Religion yang dikelola negara.

Website pemerintah Qapqal Xibe Autonomous County di barat laut Xinjiang mengatakan pada hari Senin bahwa restoran di daerah akan diinstruksikan tetap buka selama bulan Ramadhan untuk “memastikan bahwa konsumen yang lebih luas memiliki akses yang normal untuk memperoleh masakan”.

Dilxat Raxit dari the World Uyghur Congress, sebuah kelompok pengasingan, mengutuk pembatasan tersebut dalam email hari Senin, menambahkan: “China berpikir bahwa iman Islam Uighur mengancam supremasi kepemimpinan Beijing.”

China mengontrol agama Islam dengan ketat meskipun sering menyatakan bahwa warganya memiliki kebebasan berkeyakinan.

Pejabat Komunis tinggi di Xinjiang, Zhang Chunxian, mengucapkan “happy Ramadhan” kepada umat Islam di kawasan itu, lapor kantor berita Xinhua.

Dan Dewan atau Kabinet Negara China pada hari Kamis lalu merilis sebuah kertas putih yang menyatakan bahwa kebebasan beragama di Xinjiang “tidak dapat ditandingi oleh periode lain dalam sejarah”.

“Selama bulan Ramadan, restoran Muslim dapat memutuskan apakah mereka ingin melakukan bisnis. Tidak akan ada gangguan,” katanya.

“Pemerintah daerah memastikan bahwa semua kegiatan keagamaan selama bulan Ramadhan berjalan secara tertib,” tambahnya.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Ledakan Mematikan Targetkan Mobil Polisi di Istanbul, 11 Tewas

Fire engines stand beside a Turkish police bus which was targeted in a bomb attack in a central Istanbul district, Turkey, June 7, 2016. REUTERS/Osman Orsal

TURKI (Jurnalislam.com) – Sebuah serangan bom yang menargetkan sebuah kendaraan polisi di distrik Istanbul pusat telah menewaskan sedikitnya 11 orang, termasuk tujuh anggota polisi, gubernur kota mengatakan, lansir Aljazeera, Selasa (07/06/2016).

Berbicara di lokasi ledakan di distrik Beyazit, Gubernur Istanbul Vasip Sahin mengatakan sebuah bom yang diletakkan di dalam mobil diledakkan saat kendaraan polisi lewat.

Laporan mengatakan ledakan terjadi di dekat stasiun metro Vezneciler, yang berdekatan dengan beberapa tempat wisata utama kota, termasuk Masjid Suleymaniye.

Emre Rende, seorang wartawan freelance yang melaporkan dari Istanbul, mengatakan, “bus menjadi sasaran bom mobil yang diledakkan dari jarak jauh sebelum ledakan kedua yang diyakini berasal dari tabung gas.

“Serangan itu terjadi dekat dengan Grand Bazaar sehingga mungkin dilakukan untuk menjauhkan (mengusir) wisatawan,” tambahnya.

Menurut saluran berita TRT yang dikelola negara, bus itu lewat di distrik Beyazit, Istanbul.

Gambar menunjukkan bom menghancurkan kendaraan polisi berkeping-keping dan menghancurkan jendela depan toko-toko di dekatnya akibat kuatnya ledakan.

Presiden Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Selasa bahwa perlawanan negara terhadap kelompok-kelompok bersenjata akan terus berlangsung “sampai akhir”. Berbicara kepada wartawan setelah mengunjungi beberapa korban yang terluka di sebuah rumah sakit di dekat lokasi ledakan, Erdogan mengatakan serangan itu “tak termaafkan”.

11ad127273d641e0b02a80bb4ec17c57_18

Serangan bom itu terjadi pada hari-hari pertama Ramadhan, bulan suci Islam, yang ditandai dengan puasa dari fajar hingga senja dan doa yang intensif.

Istanbul sudah terkena dua pemboman tahun ini, termasuk di kawasan wisata.

Kedua serangan itu dituduhkan pada kelompok Islamic State (IS). Dua serangan lain di Ankara diklaim oleh separatis Kurdi dan menewaskan puluhan.

Dua serangan di Ankara diklaim oleh milisi komunis Kurdistan Freedom Falcons (TAK) – sebuah kelompok sempalan dari partai terkenal Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang dilarang pemerintah.

Serangan memiliki efek buruk pada industri pariwisata menjelang musim panas.

Sekitar 1,75 juta orang asing datang ke Turki pada bulan April, turun lebih dari 28 persen dibandingkan April 2015, kata kementerian pariwisata dalam rilis terbaru mereka.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Ini Saran Pemred Ar Risalah dalam Menjalani Ibadah Ramadhan

IMG_20160604_110431-1SERANG (Jurnalislam.com) – Menyambut bulan Suci Ramadhan, Pemimpin Redaksi (Pemred) Majalah Islam Ar-Risalah, mengimbau umat muslim untuk mempersiapkan diri dengan amal dan ilmu. Sebab, Ramadhan adalah kesempatan untuk menghilangkan dan melebur dosa.

“Banyak interospeksi, bertaubat kepada Allah Swt, bagaimana kita akan memasuki bulan suci Ramadhan melakukan ketaatan, sementara kemaksiatan masih jalan? Beristighfar kepada Allah sehingga, memasuki bulan Ramadhan betul-betul amal ketaatan kita bisa menjaganya sekaligus kemaksiatan sudah kita tinggalkan,” katanya kepada Jurnalislam di Masjid At – Taubah, Jl. Raya Jakarta Km 03. Kp Kemang Patung, Serang, Sabtu (04/06/2016).

Menurutnya, selain limpahan serta lipatan ganda pahala yang akan Allah berikan di bulan Ramadhan, ada tiga hal menakutkan yang perlu diketahui umat. Pertama, memasuki bulan Ramadhan ada yang makin dijauhkan dari pengampunan bahkan didoakan Malaikat Jibril masuk neraka dan di aminkan oleh Rasulullah SAW.

“Yakni orang-orang yang didatangkan bulan Ramadhan , tapi tidak menjadikannya sarana melebur dosa, dan tidak melakukan amalan ketaatan yang bisa menghapuskan dosa-dosa,”. Ujarnya.

Kedua, menjadikan orang yang tidak memanfaatkan bulan Ramadhan untuk sarana penghapus dosa sebagai tanda orang yang jauh dari ketaatan.

Terakhir, Bulan Ramadhan adalah bulan dimana pahala dilipat-gandakan, tapi dosa yang dilakukan pada bulan Ramadhan juga tidak sama dengan di luar bulan Ramadhan. Abu Umar mencontohkan, seseorang yang berjudi di jalan berbeda ketika dia melakukan perjudian di dalam masjid.

“Besar kecilnya dosa itu tidak tergantung jenisnya, tapi kapan dan dimana dia melakukan itu juga dapat mempengaruhi besar-kecilnya dosa,” tukasnya.

“Karena jika dilakukan dibulan ini yang dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya, maka dia telah menodai sesuatu yang dimuliakan oleh Allah dan Rasul-Nya,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Fajar | Editor: Ally Muhammad Abduh