Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan Pemuda Dompu Gelar Aksi Sambut Ramadhan

WhatsApp-Image-20160605-1DOMPU (Jurnalislam.com) – Dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bersama pemuda Kabupaten Dompu melakukan aksi pawai di simpang lampu merah Koramil Kabupaten Dompu pada hari Ahad (05/06/2016).

Selain bertujuan menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan gembira sekaligus juga mensosialisasikan kepada masyarakat Dompu untuk mempersiapkan diri agar lebih banyak beramal dibulan suci Ramadhan, kata Agus selaku koordinator kegiatan kepada Jurnalislam di sela-sela aksi.

“Karena bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh ampunan, magfirah dan rahmat, sehingga kami dari ikatan mahasiswa muhammadiyah (IMM) dan pemuda Dompu menyampaikan kepada seluruh elemen kaum muslimin yang melaksanakan puasa di bulan Ramadhan untuk senantiasa memperbanyak amal ibadah”.

Massa aksi juga mengajak seluruh elemen masyarakat Dompu khususnya serta masyarakat Indonesia pada umumnya supaya tidak melakukan tindakan amoral yang merugikan dan merusak orang banyak, seperti; korupsi, pembunuhan, pelecehan seksual (perkosaan), dan lain-lain yang sekarang ini sedang marak terjadi, serta mengingatkan kembali akan ancaman gerakan komunisme yang saat ini sudah mulai bermunculan.

“Maka oleh karena itu kami meminta kepada seluruh aparat penegak hukum dan pihak keamanan negara agar lebih intens dalam mengurus dan menyelesaikan problematika yang selalu menggoyahkan keutuhan negara Indonesia”, ujar Agus, yang diketahui sebagai sekretaris IMM cabang Dompu.

Aksi tersebut diwarnai pembagian bunga kepada para pengguna jalan serta selebaran yang berisi himbauan serta ajakan kepada kaum muslimin agar senantisa menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum untuk menyadari dan memperbaiki diri serta bertaubat atas segala kesalahannya agar kelak menjadi pribadi yang sholeh.

 

Reporter: Sirath | Editor: Deddy | Jurnalislam

Pasukan Gabungan Irak: Hampir Seluruh Kota Fallujah telah Terkepung

Smoke billows on the horizon as Iraqi military forces prepare for an offensive into Fallujah to retake the city from Islamic State militants in Iraq, Monday, May 30, 2016. A wave of bombings claimed by the Islamic State group targeted commercial areas in and around Baghdad on Monday, killing more than 20 people in attacks that came as Iraqi troops poised to recapture Fallujah. (AP Photo/Khalid Mohammed)

FALLUJAH (Jurnalislam.com) – Pasukan gabungan Irak yang berusaha merebut kembali Fallujah dari Islamic State (IS) mengklaim bahwa mereka telah mengamankan tepi selatan dan telah hampir sepenuhnya mengepung kota Irak secara keseluruhan, Aljazeera melaporkan, Ahad (05/06/2016).

Seorang pemimpin dari koalisi pasukan Syiah yang didukung Iran yang ambil bagian dalam serangan pada hari Ahad mengatakan satu-satunya sisi Fallujah yang tetap harus diamankan oleh pasukan pro-Baghdad adalah bagian dari tepi barat sungai Efrat.

“Kita sekarang di gerbang Fallujah,” Abu Mahdi al-Muhandis, wakil pemimpin milisi Syiah, Angkatan Mobilisasi Populer (the Popular Mobilisation Forces), mengatakan dalam siaran konferensi pers di televisi Irak.

Penduduk sipil yang melarikan diri dari Fallujah menggunakan benda apa pun yang mengapung untuk membantu mereka menyeberangi sungai, yang memiliki lebar sungai sekitar 250 sampai 300 meter pada titik persimpangan di lahan pertanian di selatan kota itu, kata kepala dewan provinsi Shakir al-Essawi.

Sekitar 50.000 warga sipil hidup di Fallujah, 50km dari Baghdad, dengan akses air, makanan dan kesehatan yang sangat terbatas, menurut perkiraan PBB.

Perdana Menteri Haider al-Abadi mengatakan serangan 1 Juni di Fallujah berkurang untuk melindungi warga sipil.

Politisi Muslim (Sunni) telah menyuarakan keprihatinan mereka bahwa kehadiran milisi Syiah bersama tentara Irak dalam pertempuran dapat menyebabkan peningkatan kekerasan Sunni – Syiah.

The Popular Mobilisation Forces sejak awal operasi membatasi aksi mereka ke pinggiran Fallujah dan membiarkan pasukan federal elit melakukan operasi di dalam kota.

Tapi komandan militer Syiah, the Popular Mobilisation Forces, Abu Mahdi al-Mohandis, mengatakan bahwa situasi bisa berubah jika pertempuran berlarut-larut.

“Kami mitra dalam pembebasan Fallujah, misi kami belum selesai,” katanya kepada wartawan di Baghdad.

“Kami telah menyelesaikan tugas yang diberikan, yaitu untuk mengelilingi (Fallujah) sementara tugas pembebasan dilakukan oleh kekuatan lain.

“Kami masih berada di daerah dan kami akan terus mendukung (mereka) jika pembebasan terjadi dengan cepat. Jika mereka tidak berhasil, kita akan masuk bersama mereka.”

Fallujah adalah benteng bersejarah Irak melawan pendudukan AS di dan otoritas pimpinan Syiah mengambil alih setelah penggulingan Saddam Hussein, seorang Sunni, pada tahun 2003.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Serangan Udara Rusia dan Rezim Assad Bunuh 18 Warga Sipil dengan Bom Thermobaric

airstrikesIDLIB (Jurnalislam.com) – Serangan udara Rusia dan Suriah menewaskan sedikitnya 18 warga sipil hari Ahad (05/06/2016), di daerah pemukiman antara Aleppo dan Idlib, kata seorang pejabat pertahanan sipil, World Bulletin melaporkan, Ahad.

Ibrahim Abu Laith mengatakan bahwa pesawat menjatuhkan bom thermobaric dan barel di lingkungan yang dikuasai oposisi. “Sedikitnya 18 warga sipil tewas dan 50 lainnya terluka, termasuk anak-anak dan perempuan,” katanya.

Menurut seorang pejabat pertahanan sipil, pesawat tempur Rusia melakukan lebih dari selusin serangan udara di lingkungan yang dikuasai faksi-faksi jihad dan oposisi anti-Assad, termasuk menargetkan Masjid, pasar dan hotel.

Bom thermobaric jauh lebih merusak dibanding bahan peledak konvensional karena ledakan mereka sangat kuat, sedangkan bom barel adalah perangkat improvisasi yang digunakan untuk efek yang menghancurkan di Suriah, di mana mereka biasanya dijatuhkan oleh helikopter di atas daerah pemukiman.

Abu Laith mengatakan rumah-rumah di Jalan Castello yang menghubungkan Kota Aleppo dan Idlib yang dikuasai pejuang-pejuang Suriah anti-rezim serta daerah pedesaan di utara Aleppo juga menjadi sasaran.

“Tim pertahanan sipil sedang berjuang untuk mencapai daerah yang dibom,” katanya, seraya mengatakan rezim Bashar al-Assad dan Rusia melakukan pembantaian di Aleppo.

“Kami menyerukan kepada publik dunia agar menekan rezim untuk menghentikan serangan terhadap kota,” katanya.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Nushairiyah Bashar al-Assad membantai pengunjuk rasa dengan kebrutalan militer yang tidak terduga. Menurut Pusat Penelitian Kebijakan Suriah sedikitnya 470.000 warga Suriah telah tewas dalam perang.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Serangan Bom di Kabul Bunuh Anggota Parlemen Afghanistan berikut Pengawalnya

thumbs_b_c_937321b701dd0198f992e28f9264c51dKABUL (Jurnalislam.com) – Seorang anggota parlemen Afghanistan, Sher Wali Wardak, dan dua pengawalnya tewas dalam serangan bom di luar rumahnya di ibukota Afghanistan, Kabul, pada ahad sore (05/06/2016), kata seorang juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan.

Menurut juru bicara, Wardak terluka parah dalam serangan dan kemudian menyerah pada luka-lukanya setelah tiba di rumah sakit setempat, lansir Anadolu Agency, Ahad.

Tiga polisi juga terluka dalam insiden itu.

Wardak adalah saudara dari politisi berpengaruh lokal, mantan Menteri Pendidikan Farooq Wardak.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

17 Masjid Istanbul di Australia Siap Sambut Ramadhan

mosqueAUSTRALIA (Jurnalislam.com) – Sekitar 17 Masjid Turki di Australia siap menyambut bulan suci Ramadhan setelah selesainya pekerjaan pemeliharaan dan melaksanakan langkah-langkah keamanan yang ketat, seorang atase konsulat jenderal Turki di negara bagian Victoria, Ahad (05/06/2016), lansir World Bulletin.

Kerim Birinci, atase urusan administrasi dan sosial di Melbourne, mengatakan bahwa petugas di masjid telah membersihkan bangunan.

“Semua Masjid kami akan terbuka selama bulan Ramadhan dan beberapa imam Turki telah ditunjuk di masjid Thomastown dan Broadmeadows,” katanya.

“Kami siap untuk melayani lebih baik di bulan suci.”

Menurut Biro Statistik Australia, terdapat hampir setengah juta Muslim di Australia (sekitar 2 persen dari 23.130.000 penduduk negara itu) dan sekitar 200 masjid dan mushala.

Banyak masyarakat Muslim juga telah mengatur ulama untuk menyampaikan khotbah untuk ajaran dasar iman dan aspek-aspek penting lain dari Islam.

Menurut kalender Hijriah Islam, Ramadhan dimulai 6 Juni untuk tahun ini, yang akan diikuti oleh hari raya Idul Fitri pada tanggal 5 Juli.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

Milisi Syiah Hashd al-Shaabi Eksekusi 17 Warga Sipil Fallujah

iraqi-forces-stood-by-some-crying-as-iran-backed-shia-militias-executed-72-sunnisFALLUJAH (Jurnalislam.com) – Sebuah penyelidikan telah diluncurkan atas pembunuhan 17 warga sipil Sunni Irak oleh milisi pro-pemerintah dalam operasi untuk merebut kembali Fallujah, kata seorang pejabat, World Bulletin melaporkan Ahad (5/6/2016).

Walikota Fallujah, Sadoun Shallan, mengatakan: “Sebuah penyelidikan sedang berlangsung atas pembunuhan 17 warga Fallujah.”

Pada hari Kamis, pemimpin suku setempat menyatakan milisi Syiah Hashd al-Shaabi mengeksekusi 17 warga sipil melalui regu tembak mereka di al-Karma, sebuah kota di timur laut Fallujah.

Shallan mengatakan warga sipil yang mengungsi dilaporkan disiksa oleh anggota milisi, yang saat ini berpartisipasi dalam serangan di Fallujah.

Milisi sebelumnya telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia ketika merebut kembali wilayah Muslim Sunni dan politisi Sunni telah menyuarakan kekhawatiran mereka bahwa kehadiran milisi Syiah dapat menyebabkan kekerasan sektarian di Fallujah.

Dalam beberapa hari terakhir, video yang menunjukkan tentara Syiah menganiaya warga sipil yang melarikan diri dari Fallujah telah muncul di media sosial. Shallan mengatakan tentara yang ditampilkan dalam video itu telah ditangkap.

“Kami sedang bekerja untuk menghindari terulangnya pelanggaran tersebut,” katanya.

Pada hari Sabtu, Perdana Menteri Haider al-Abadi memerintahkan penangkapan milisi Syiah yang telah melakukan pelanggaran.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

Jaysh al Fateh: Lebih dari 100 Pasukan Syiah Suriah dan Iran Tewas dalam Serangan Bom Kembar

16-06-03-Al-Nusrah-uses-drones-at-beginning-of-assault-1SURIAH (Jurnalislam.com) – Koalisi Jaysh al Fateh (Army of Conquest), yang dirikan oleh Jabhah Nusrah dan sekutu terdekatnya, Ahrar al – Sham, telah melancarkan serangan baru di bagian selatan provinsi Aleppo Suriah. Serangan itu dimulai dua hari terakhir ketika dua pembom istisyhad meledakkan sejumlah besar bahan peledak di lokasi yang dikendalikan oleh rezim Syiah Bashar Assad dan sekutu paramiliternya yang didukung Iran, lansir The Long War Journal, Sabtu (04/06/2016).

Jabhah Nusrah, yang merupakan cabang resmi al Qaeda di Suriah, telah merilis beberapa video pertempuran. Beberapa video direkam menggunakan drone kecil, yang merekam adegan dramatis dari atas. Jabhah Nusrah mengatakan bahwa dua dari “Pembom Istisyhad” mujahidin menewaskan lebih dari 100 pasukan Syiah dalam pemboman kembar.

Jaysh al Fateh berusaha memperluas kekuatannya di wilayah yang mengelilingi kota Khan Tuman, yang terletak di selatan kota Aleppo.

Koalisi Jaysh al Fateh telah menguasai Khan Tuman bulan lalu. Jabhah Nusrah dan kelompok anggota Jaysh al Fateh lainnya mengatakan para mujahidin telah menargetkan kota-kota dan desa-desa tetangga, termasuk Humayrah, Khalsah, Qal’ajiyah, dan Qarassi, yang semuanya terletak di selatan Khan Tuman. Selain itu, akun media sosial jihadis melaporkan pertempuran sengit di Maratah, di timur Khan Tuman. Mujahidin secara khusus menargetkan lokasi penyimpanan bahan bakar dan senjata rezim.

Seluruh tempat tersebut dapat dilihat di peta reproduksi di bawah, yang pertama kali diposting di feed Twitter resmi Ajnad al Sham. Ajnad al Sham adalah salah satu dari beberapa kelompok yang telah bergabung dengan Jabhah Nusrah di aliansi Jaysh al Fateh.

Area hijau dikendalikan oleh Jaysh al Fateh, dengan pinpoint pada Khan Tuman. Daerah ungu kini diperebutkan, dengan Khalsah menjadi titik selatan yang diidentifikasi pada peta. Daerah merah dikendalikan oleh rezim Suriah dan sekutu milisi yang didukung Iran dan pasukan paramiliter lainnya.

16-06-03-Ajnad-al-Sham-map-of-Khan-Tuman-and-surrounding-area-768x553

Jaysh al Fateh mengatakan membebaskan beberapa lokasi tersebut selama pertempuran awal. Ada pasang surut dalam pertempuran, saat musuh-musuh mujahidin mencoba untuk mendapatkan inisiatif kembali.

Ahrar al Sham, yang memiliki link sendiri dengan al Qaeda, telah menerbitkan serangkaian gambar serangan baru juga. Gambar yang diposting oleh Ahrar al Sham konon menunjukkan tubuh pria anggota “milisi Syiah,” yang berarti Iran dan proxy Nushairiyah Assad. Mitra Ahrar, Ajnad al Sham, dan Jabhah Nusrah telah men-tweeted foto serupa.

Ahrar al Sham mengatakan telah mengambil alih Maratah. Foto dan video menggambarkan pasukan Ahrar menguasai desa, serta “harta rampasan perang (ghanimah)” telah di ambil .

Jaysh al Fateh telah melaksanakan serangkaian manuver di provinsi Aleppo sejak akhir tahun lalu sebagai bagian dari upaya untuk menghalangi rezim Syiah Assad, Iran dan Rusia. Pada bulan November 2015, koalisi mujahidin menyerbu beberapa kota dan desa sebagai bagian dari serangan balasan yang dirancang untuk menghentikan pergerakan pasukan rezim Suriah.

Kemudian, pada awal April, Jabhah Nusrah menduduki bukit al-‘Iss dan desa kecil yang terletak di bawahnya. Meskipun bukan daerah padat, al-‘Iss dianggap sebagai persimpangan jalan strategis penting di dalam provinsi Aleppo.

Dan pada bulan Mei, Jaysh al Fateh menguasai Khan Tuman, yang menjadi kekuatan untuk menekan serangan terbaru ke selatan dan timur provinsi tersebut.

Serangan Jaysh al Fateh terjadi saat posisi tetangga provinsi Idlib mengalami pemboman berat. Aliansi menyerbu kota Idlib dan wilayah lain di provinsi tersebut awal tahun lalu. Tapi dalam beberapa pekan terakhir, Assad dan Rusia telah meningkatkan operasi pemboman mereka di kota Idlib.

Bersamaan dengan koalisi mujahidin memulai kemajuan baru di provinsi Aleppo, pimpinan militer Jaysh al Fateh merilis sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa mujahidin telah keluar dari kota Idlib. Jaysh al Fateh mengatakan bahwa pasukan Nushairiyah Bashar Assad dan pesawat-pesawat tempur Rusia sekarang mulai menyerang sasaran sipil di dalam kota Idlib. Langkah ini dirancang untuk menghindari korban jatuh dari warga sipil, yang telah mendapat serangan udara konstan sejak akhir bulan lalu.

Tampaknya Syeikh Abdullah Muhammad al Muhaysini, ulama senior al-Qaeda, berada di balik penarikan militer dari kota Idlib yang dilaporkan Jaysh al Fateh. Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), Syeikh Muhaysini menganjurkan untuk bergerak terlebih dahulu. Syeikh Muhaysini juga memuji keputusan Jaysh al Fateh untuk mengevakuasi pasukannya.

16-06-03-Ajnad-al-Sham-Shiite-images-3-768x512

16-06-04-Ahrar-al-Sham-spoils-captured-3-768x504

16-06-04-Ahrar-al-Sham-spoils-captured-1-768x485

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Milisi Syiah Irak Bunuh 31 Warga Sipil Fallujah

FALLUJAH (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 31 warga sipil termasuk perempuan dan anak-anak tewas pada hari Jumat (03/06/2016) dalam pertempuran di kota Fallujah, Irak barat, oleh milisi Syiah Irak, kata seorang pemimpin suku lokal, lansir World Bulletin Sabtu (04/06/2016).

kepala suku lokal Sheikh Majid al-Jerisi mengatakan kepada Anadolu Agency, 27 lainnya terluka oleh serangan milisi al-Hashd al-Shaabi, pasukan Syiah yang bertempur bersama pasukan Irak dalam upaya merebut kembali kota, 50 kilometer (31 mil) di sebelah barat Baghdad, dari Islamic State (IS).

“Al-Hashd al-Shaabi dengan brutal mengupas tiga lingkungan termasuk al-Tharthar di Fallujah utara, yang dihuni oleh ribuan warga sipil, sebagian besar wanita dan anak-anak,” kata al-Jerisi.

Pada hari Kamis, ia mengeluarkan pernyataan yang menyatakan milisi Syiah al-Hashd al-Shaabi, mengeksekusi 17 warga sipil dengan regu tembak di al-Karma, sebuah kota di timur laut Fallujah.

Awal pekan ini, UNICEF menyerukan perjalanan yang aman bagi warga Fallujah dan mengatakan sedikitnya 20.000 anak-anak berisiko karena pertempuran di kota.

Sementara itu, di Baghdad, tujuh orang tewas dan 28 luka-luka pada hari Jumat ketika bom rakitan meledak di daerah lingkungan Ur, al-Ubedy, al-Amiriyah, al-Doura dan al-Bueitha. Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab melakukan pemboman.

Sejak 2014 Pasukan Rezim Assad Pertama Kalinya Mendekati Ibukota IS, Raqqa

9d83819748df4389ae8035d26d5d1bec_18SURIAH (Jurnalislam.com) – Pasukan Nushairiyah Assad yang didukung oleh serangan udara Rusia mendekati ibukota de facto kelompok Islamic State (IS) untuk pertama kalinya sejak Agustus 2014.

Tentara Syiah Assad telah menyeberangi perbatasan provinsi Raqqa setelah bergerak maju dalam serangan besar yang didukung Rusia terhadap kelompok IS, menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR).

Serangan udara Rusia melanda deras wilayah yang dikuasai IS di daerah-daerah timur provinsi Hama, dekat batas Raqqa, pada hari Jumat untuk memfasilitasi pasukan rezim Suriah, kata SOHR yang berbasis di Inggris, Sabtu (04/06/2016).

“Pasukan Rezim yang didukung oleh serangan udara Rusia dan milisi Rusia memasuki provinsi Raqqa pada Sabtu pagi,” Rami Abdel Rahman, direktur SOHR, mengatakan kepada kantor berita AFP.

Ini adalah pertama kalinya pasukan Assad memasuki Raqqa sejak mereka diusir oleh para pasukan IS pada bulan Agustus tahun 2014.

Kota Raqqa, di timur jauh, adalah ibukota de facto IS di Suriah dan, bersama dengan Mosul di Irak.

Tentara rezim Assad telah bergerak dari daerah Athriya provinsi Hama timur, dekat perbatasan provinsi dengan Raqqa.

Bendungan Tabqa di Sungai Efrat, 40 km hulu dari kota Raqqa, juga menjadi target serangan terpisah yang diluncurkan oleh pasukan pimpinan Kurdi yang didukung AS dari utara akhir bulan lalu.

 

Deddy | Aljazeera | AFP | Jurnalislam

Jaysh al Fateh Bunuh 60 Pasukan Rezim Assad di Barat Daya Aleppo

thumbs_b_c_0a5ac58445bd8acd4354b1f323755b4fALEPPO (Jurnalislam.com) – Sedikitnya enam puluh tentara rezim Syiah Nushairiyah Suriah tewas oleh koalisi mujahidin Suriah, Jaysh al – Fateh, pada hari Jumat (03/06/2016) dalam pertempuran untuk menguasai dua desa di barat daya provinsi Aleppo, kata sumber-sumber lokal, Anadolu Agency melaporkan, Sabtu (04/06/2016).

Sumber, yang berbicara dengan syarat anonim karena masalah keamanan, mengatakan bahwa mujahidin Jaysh al – Fateh menangkap lagi 11 tentara saat oposisi mengambil alih desa dekat kota Khan Tuman .

Jaish al – Fatah adalah koalisi faksi jihad untuk berbagai kelompok mujahidin termasuk Ahrar al – Sham dan Jabhah Nusrah, afiliasi al – Qaeda di Suriah .

Beberapa faksi berjuang di sekitar Aleppo dan wilayah menuju perbatasan Turki saat perang Suriah lima tahun berlangsung tidak menunjukkan tanda mereda.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam