Dinilai Kooperatif, PP Pemuda Muhammadiyah Jadi Penjamin Penangguhan Penahanan Ranu

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, pihaknya telah meminta kepada Polda Jawa Tengah untuk menangguhkan penahanan Ranu Muda Adi Nugroho.

“Setelah saya cermati kasus ini, saya minta penangguhan penahanan Ranu. Beliau masih punya 2 anak kecil yang trauma saat penangkapan ayahnya,” tegas Dahnil dikutip SangPencerah, Senin (26/12/2016).

Menurutnya, Ranu sangat kooperatif dalam penyelidikan kasus tersebut. Oleh sebab itu, PP Muhammadiyah menjadi jaminan apabila dalam masa penangguhan Ranu melarikan diri atau menghilangkan barang bukti.

“Kami menjadi penjamin Ranu tidak melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. Ranu sangat kooperatif dalam penyelidikan kasus ini. Maka kami dari Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah meminta Ranu ditangguhkan penahanannya selama proses penyelidikan dan penyidikan,” lanjut Dahnil.

Ranu Muda Adi Nugroho (36) adalah seorang jurnalis media Islam online Panjimas.com yang ditangkap oleh Ditreskrimsus Polda Jateng pada hari Rabu (21/12/2016) di rumahnya, Kp Ngasinan, Grogol, Sukoharjo. Ranu dituduh sebagai provokator dalam perusakan Social Kitchen Cafe yang telah melanggar Perda Jam Malam di Solo pada Ahad (18/12/2016).

Sumber: SangPencerah

 

 

Sejumlah Media Pro Syiah di Indonesia Dinilai Lakukan Fitnah Lembaga Kemanusiaan ke Suriah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sejumlah media pro Syiah dan pendukung Bashar Assad di Indonesia dinilai telah melakukan fitnah kepada lembaga-lembaga kemanusiaan untuk membantu warga Suriah.

“Banyak pertanyaan sehubungan dengan beredarnya fitnah yang dialamatkan kepada Indonesian Humanitarian Relief (IHR) Foundation, seolah bantuan kemanusiaan masyarakat Indonesia tidak sampai ke rakyat Suriah,“ demikian disampaikan Direktur IHR, Mathori, sebagaimana dikutip Islamic News Agency (INA), Senin (26/12/2016).

Menurut Mathori, melihat polanya, arus fitnah ini tampaknya bukan barang baru. Upaya propaganda serupa sudah lama dilakukan melalui akun-akun Facebook dan laman situs yang diduga berafiliasi pada sebuah ideologi tertentu dan pendukung Rezim Bashar al Assad yang menurut PBB disinyalir telah melakukan kejahatan kemanusiaan.

“Caranya hampir sama, membuat fitnah yang dilakukan dengan berbagai pola, salah satunya adalah membunuh karakter NGO-NGO kemanusiaan yang selama ini bersama-sama ormas Islam, ulama, dan aktivis kemanusiaan menggalang semangat berbagi membantu rakyat Suriah, termasuk Aleppo,” ujar Mathori.

Mathori membantah bantuan yang disalurkan IHR tidak sampai ke warga Suriah. Pihak-pihak yang melakukan propaganda dinilai sengaja “menggoreng” berita yang belum terkonfirmasi kebenaran dan faktanya, selain hanya menyandarkan kepada satu potongan berita, tanpa mau melihat informasi secara utuh. Selain itu, bantuan kemanusiaan kepada masyarakat Suriah saat ini bekerjasama dengan lembaga kemanusiaan internasional yang sangat kredibel, IHH.

“Jelas tuduhan fitnah dan tidak benar. İnsan Hak ve Hürriyetleri İnsani Yardım Vakfı (IHH) adalah organisasi lembaga kemanusiaan internasional yang telah diakui oleh PBB dan dalam beberapa aktivitas kemanusiaan ditunjuk secara resmi oleh PBB. Dalam kiprahnya, IHH pernah menjadi inisiator konvoi kemanusiaan Freedom Flotilla menuju Gaza, Palestina, yang diikuti lembaga dan aktivis kemanusiaan dunia.”

Meski demikian, di lapangan semua kemungkinan bisa terjadi, apalagi dalam suasana perang dan konflik. Mathori membuat logika sederhana, jika ada bantuan dari lembaga kemanusiaan ke Rohingya tidak sampai dan jatuh ke tangah militer Myanmar, bukan berarti NGO tersebut membantu militer atau bantuan tidak sampai ke tangan pengungsi. Apalagi dalam suasana perang, ada banyak faktor terjadi di lapangan.

“Jika ada bantuan ke Rohingya disita militer Myanmar, apa lantas disebut mendukung pihak militer?” ujarnya.

Mathori paham yang dimaksud para pemfitnah, yang menurutnya, menggunakan bahasa yang sangat jelas Pro Rezim keji, Bashar al Assad, agar umat Islam di Indonesia tak menggalang dana untuk rakyat Suriah.

Meski demikian, ia mengatakan, kewajiban semua kaum Muslimin membantu saudaranya di dunia yang sedang menderita dan pengalami penindasan di seluruh dunia. Termasuk di Rohingya, Palestina hingga Suriah.

“Kami menilai tudingan ini adalah bagian dari upaya melemahkan semangat kemanusiaan masyarakat Indonesia untuk membantu sesama saudaranya di Suriah.”

Sebagaimana diketahui, Rezim Bashar al Assad yang merupakan pelanjut ayahnya, Hafed al Assad berkuasa di Suriah dengan jalan kudeta berdarah, telah bertahan lebih 40 tahun di tampuk kekuasaan sehingga menjadikan banyak warganya tertindas.

Usaha warganya meminta perubahan sejak 2011 lalu, dihadapi dengan serangan kepada rakyaknya sendiri hingga saat ini yang menurut PBB telah menelan lebih 470 ribu jiwa. Sementara 4 juta warga terusir dan menjadi pengungsi.

Belakangan, Suriah yang masuk wilayah Bumi Syam makin hancur dan menderita ketika masuknya Rusia dan keterlibatan Iran yang ingin memperluas ideologi Syiah di kawasan Timur Tengah. Terakhir adalah hancur dan terusirnya Aleppo oleh bom yang dijatuhkan Rusia untuk membantu rezim Bashar dan milisi Syiah dukungan Iran.

Reporter: PIZ/IslamicNewsAgency (INA)

Pemerintah Dinilai Lamban Tanggulangi Bencana Banjir Bima

BIMA (Jurnalislam.com) – Memasuki hari ke empat bencana banjir Kota Bima, masyarakat Bima dan sekitarnya terlihat mulai tidak kondusif. Sebab, dibeberapa tempat, masyarakat sudah mulai kehilangan kesabaran, akibat dari penanganan yang lamban dan tidak efektif.

Pantauan jurniscom dilapangan, aksi membakar ditengah jalan, aksi saling rebutan kebutuhan yang dibagikan oleh Relawan dari berbagai Ormas dan kelompok masyarakat, mewarnai kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah, khususnya pemerintah Kota Bima.

Di dua desa Bedi dan Dara misalnya, mereka terlihat sangat kecewa dengan respon lambat yang diterima pemerintah.

“Kami kecewa kepada pemerintah Kota Bima karena sampai hari ini, belum ada aksi nyata dan bantuan yang mereka salurkan,” ungkap salah satu warga yang tidak mau menyebutkan namanya.

Di akun media sosial FB, atas nama Rangga Babuju mengungkapkan kekecewaan karena lambatnya pemerintah Kota Bima menyalurkan bantuan dan lebih memilih untuk menumpuk bantuan tersebut.

Namun demikian, kekecewaan masyarakat Kota Bima sedikit terobati dengan datangnya relawan-relawan serta bantuan dari berbagai Ormas Islam, lembaga kemanusiaan dari Lombok, Sumbawa dan diluar NTB serta dari keluarga Kabupaten Dompu yang begitu antusias dan ikhlas menolong saudaranya di Kota Bima.

Lembaga kemanusiaan Me-Dan (Medis dan Aksi Kemanusiaan) yang hingga saat ini masih memberikan bantuannya menyatakan, pemerintah tidak komunikatif kepada lembaga kemanusiaan yang hendak membantu warga Bima. Sebab, mereka dibuat sulit untuk menyalurkan ke titik vital korban bencana banjir.

“Kurangnya informasi dan konsultasi seputar Bencana Banjir kota Bima dari aparat Pemerintah, menyulitkan kami menyalurkan bantuan ke titik-titik terparah dari bencana banjir ini. Sehingga masyarakat yang betul-betul membutuhkan bantuan, tidak mencapai sasaran yang ingin kami salurkan,” tegas kordinator Me-DAN, Muhammad Taqiyudin kepada jurniscom, Ahad (25/12/2016).

Diketahui, hingga detik ini masyarakat Kota Bima masih kesulitan membersihkan dan menata kembali rumah, toko serta kendaraan dengan peralatan-peralatan seadanya. Kurangnya pasokan air bersih dan tenaga yg membantu menjadi faktor yang mnghambat.

Reporter: Fayis

Peduli Sosial, DKM Masjid Al Furqon Tawangmangu Gelar Pengobatan Gratis Berbalut Tablig Akbar

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – DKM Masjid Al Furqon Gondosuli menggelar Bakti Sosial bertajuk “Al Furqon Peduli Al Furqon Berbagi” di komplek Masjid Al Furqon Gondosuli, Tawangmangu Karanganyar, Ahad (25/12/2016).

Aksi itu berupa pengobatan gratis, santunan sembako bagi kaum kurang mampu dan Tabligh Akbar untuk menyiram rohani oleh Kang Puji PMS dari Yogyakarta.

Dalam siramannya, Kang Puji mengingatkan kepada para jamaah yang hadir untuk senantiasa menjaga sholat, bersedekah dan berbuat baik.

“Hidup kita ini hanya menunggu waktu sholat dan disholatkan,” kata pemilik Pesantren Masyarakat Jogja itu.

“Kerugian kita yang paling besar adalah ketika kita mati tidak masuk surga,” tambahnya.

Selain pengobatan gratis yang diberikan Emergency and Crisis Response, bakti sosial juga membagikan 50 paket bingkisan sekolah kepada anak yatim oleh Laskar Sedekah dan juga makan gratis serta pembagian 23 paket sembako kepada para jompo oleh Melangkah Dengan Sedekah (MDS) dan Warung Murah.

Joko Kebab ketua MDS mengatakan, pihaknya senang dapat diberikan kesempatan untuk berbagi kepada warga Gondosuli.

“Kami sangat senang bisa berbagi dengan masyarakat Gondosuli sini, dan semoga bukan hanya sampai di sini kita berbagi,” paparnya.

Pembagian sembako dan santunan

Resolusi PBB atas Israel adalah Kemenangan Palestina di Dunia Internasional

RAMALLAH (Jurnalislam.com) – Resolusi PBB yang mengecam pembangunan permukiman Israel di wilayah pendudukan mendapat banyak pujian di tanah Palestina, Anadolu Agency melaporkan, Ahad (25/12/2016).

Pada hari Jumat, Dewan Keamanan PBB mengadopsi resolusi yang menuntut Israel menghentikan pembangunan permukiman dan perluasan di wilayah Palestina.

Resolusi, yang juga disponsori oleh Malaysia, Selandia Baru, Senegal dan Venezuela, disahkan oleh 14-0 suara setelah Amerika Serikat abstain.

“Langkah itu merupakan kecaman internasional dan bulat atas permukiman Israel dan menegaskan dukungan yang kuat untuk solusi dua-negara,” kantor berita resmi Wafa mengutip juru bicara kepresidenan Palestina Nabil Abu Rudeineh.

Saeb Erekat, sekretaris jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (Palestine Liberation Organization-PLO), menggambarkan pemungutan suara tersebut sebagai “kemenangan bagi keamanan dan perdamaian”.

“Ini adalah salah satu resolusi paling penting yang diadopsi oleh Dewan Keamanan PBB,” kata Saeb dalam sebuah pernyataan hari Sabtu.

“Ini adalah hari bersejarah dan kemenangan bagi legitimasi internasional dan hukum internasional.”

Erekat mengatakan resolusi PBB tersebut adalah “pesan yang jelas kepada Israel bahwa kebijakan pembangunan pemukiman ilegal, pembunuhan, terorisme dan blokade yang dilakukan Israel tidak akan mencapai perdamaian”.

“Satu-satunya cara [untuk mencapai perdamaian] adalah dengan pembentukan negara Palestina merdeka dan memecahkan semua isu yang beredar,” katanya.

Resolusi yang dicapai hari Jumat tersebut mendapat kecaman keras dari Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu, yang menggambarkannya sebagai resolusi “anti-Israel” dan “memalukan”.

“Pemerintahan Obama tidak hanya gagal melindungi Israel terhadap geng di UN ini, yang berkolusi di belakang layar,” katanya, bersumpah bahwa Israel tidak akan mematuhi resolusi.

Resolusi Dewan Keamanan PBB terakhir yang mengecam pembangunan permukiman Israel diadopsi pada tahun 1979.

AS memveto resolusi yang sama pada tahun 2011, dan merupakan satu-satunya hak veto yang dilemparkan oleh pemerintahan Obama.

Anggota parlemen Palestina Hanan Ashrawi mengatakan resolusi PBB adalah “dokumen penting” di jalan menuju perdamaian.

“Ini merupakan resolusi penting yang diambil oleh Dewan Keamanan PBB menentang pembangunan pemukiman Israel,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Dia berpendapat bahwa pembangunan permukiman Yahudi sama dengan “kejahatan perang” yang bersembunyi di bawah hukum internasional.

“Keputusan seperti itu seharusnya sudah diambil sejak lama,” katanya.

Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Yerusalem Timur sebagai “wilayah yang diduduki” dan menganggap semua aktivitas pembangunan pemukiman Yahudi di tanah tersebut ilegal.

“Kita tahu bahwa keputusan tersebut tidak akan menghalangi Israel,” kata Ashrawi, “Namun, hal itu menunjukkan bahwa dunia tidak puas dengan perluasan permukiman Israel”.

Kelompok perlawanan Islam Hamas Palestina, yang menguasai Jalur Gaza, menyerukan mengambil langkah untuk mengakhiri penjajahan Israel selama puluhan tahun dari wilayah Palestina.

“Resolusi itu harus diterjemahkan ke dalam langkah-langkah praktis untuk menghentikan pembangunan permukiman dan mengakhiri pendudukan [Israel],” kata juru bicara Hamas Hazem Qasim kepada Anadolu Agency.

Dia melanjutkan dengan menegaskan kembali hak rakyat Palestina menggunakan “semua bentuk perlawanan” untuk mengakhiri pembangunan pemukiman yahudi dan menghentikan “agresi pemukim”.

Pakistan Ancam Perang Nuklir Setelah Israel Keluarkan Laporan Berita Hoax

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Para pejabat pertahanan Pakistan mengancam Israel dengan perang nuklir setelah sebuah laporan berita palsu mengutip seorang menteri pertahanan Israel awal pekan ini, Middle East Eye melaporkan Ahad (25/12/2016).

Laporan berita palsu, yang muncul di sebuah situs web AWD news pada 20 Desember, mengutip mantan menteri pertahanan Israel Moshe Ya’alon yang mengatakan bahwa Israel akan menghancurkan Pakistan jika mengirim pasukan darat ke Suriah untuk melawan kelompok Islamic State (IS), juga dikenal dengan akronim Arab-nya Daesh.

Meskipun laporan berita tersebut palsu, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif “mengingatkan” Israel bahwa Pakistan adalah negara nuklir.

Dalam tweet yang diposting dari akun pribadinya pada Jumat, menteri pertahanan mengatakan: “Menteri pertahanan Israel mengancam pembalasan nuklir atas peran Pakistan di Suriah jika melawan kelompok IS. Israel lupa bahwa Pakistan adalah negara nuklir juga.”

Ya’alon tidak lagi menjadi anggota pejabat pemerintah zionis sejak Mei dan Israel menunjukkan sikap netral pada perang Suriah, laporan tentang sikap netral juga dinilai palsu dan tidak akurat oleh banyak komentator.

Wartawan Israel Oded Yaron mengatakan kepada Haaretz pada hari Ahad bahwa dua fakta ini saja “cukup untuk menghilangkan prasangka laporan”.

AWD news memiliki track record salah dalam melaporkan cerita.

Menurut situs pemeriksa fakta Snopes.com, AWD memiliki rekor menyebarkan “teori konspirasi untuk membuat cerita yang menimbulkan kekhawatiran (dan dengan demikian banyak diklik dan di-share kembali)”.

Awal tahun ini AWD news melaporkan berita hoax, mengatakan bahwa Raja Yordania telah membunuh istrinya, Ratu Rania, dan pernah mengklaim bahwa CIA berada di belakang upaya pembunuhan Trump.

Pakistan dan Israel telah dipersenjatai senjata nuklir namun tidak diakui sebagai negara nuklir oleh the Nuclear Non-Proliferation Treaty (NPT).

Negara-negara lain yang telah dipersenjatai senjata nuklir namun tidak diakui oleh NPT termasuk India dan Korea Utara.

Israel tidak pernah secara resmi mengaku memiliki senjata nuklir dan telah berulang kali mengatakan bahwa mereka tidak akan menjadi negara pertama di Timur Tengah yang “memperkenalkan” senjata nuklir ke wilayah tersebut.

 

Sedikitnya 40 Pasukan Pro-Rezim Assad Tewas Dihantam Ranjau Mujahidin Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Ranjau Faksi perlawanan Suriah (Syrian Resistance Factions) menewaskan dan melukai puluhan pasukan “Komite Pertahanan Nasional” yang mendukung pasukan Nushairiyah Assad beberapa hari setelah mujahidin keluar sepenuhnya dari lingkungan timur kota Aleppo.

Beberapa sumber melaporkan pada ElDorar AlShamia, Ahad (25/12/2016), bahwa ranjau darat yang telah disiapkan oleh para mujahidin Aleppo sebelum mereka pergi meledak pada hari Ahad di tengah 70 milisi pro-rezim dari Komite Pertahanan Nasional yang sedang memasuki beberapa rumah dan sebuah sekolah di dekatnya di lingkungan “al-Sukari” untuk mencuri barang berharga yang tertinggal di rumah.

Ledakan itu sedikitnya menewaskan 40 orang dan melukai beberapa orang lainnya.

Sementara di lokasi berbeda sedikitnya tiga milisi Syiah tewas dan beberapa pasukan rezim Assad lainnya luka-luka setelah sebuah bom pinggir jalan yang ditanam di dalam taman lingkungan Seif al-Dawla di Aleppo juga meledak pada hari Jumat.

Mujahidin Lembah Barada Gagalkan Serangan Rezim di Rif Dimahsq, Dua Tank Pasukan Assad Hancur

SURIAH (Jurnalislam.com) – Operasi militer rezim Syiah Nushairiyah Assad yang didukung serangan udara mendekati daerah lembah Barada di provinsi Rif Dimahsq memasuki hari keempat tanpa mampu membuat kemajuan melawan penyerang di wilayah tersebut dan justru kehilangan banyak pasukan, lansir ElDorar AlShamia, Ahad (25/12/2016).

Organisasi media di Lembah Barada melaporkan bahwa mujahidin telah menghancurkan dua tank pada hari Ahad, dan memaksa tank ketiga untuk mundur di tengah daerah lembah Basima, sementara bentrokan baru di desa Deir Kanoun dan Husseinieh menggunakan artileri dan pemboman udara menimbulkan korban sipil dan sejumlah lainnya terluka.

Komite, yang dikenal sebagai “Komite Rekonsiliasi Nasional” menawarkan kepada pejuang untuk keluar dan pasukan al-Assad akan masuk seperti beberapa daerah di Rif Dimashq, tetapi faksi membuat keputusan untuk meluncurkan konfrontasi militer.

Faksi oposisi telah berhasil membunuh sekitar 15 pasukan rezim dan melukai beberapa militan dalam bentrokan di sumbu “al-Jamyat” di lembah Basima pada hari Sabtu.

92 Penumpang Pesawat Militer Rusia yang Jatuh Semuanya Tewas

MOSCOW (Jurnalislam.com) – Tidak ada korban selamat dari kecelakaan pesawat Ahad pagi yang membawa 92 penumpang, sebagian besar dari mereka anggota Paduan Suara Rusia dan Tentara Merah, kata Kementerian Pertahanan Rusia, lansir Anadolu Agency, Ahad (25/12/2016).

Juru bicara Kementerian Igor Konashenkov mengatakan kepada wartawan bahwa puing pesawat terletak 70 meter di bawah Laut Hitam dan regu penyelamat sejauh ini telah menemukan empat mayat.

“Puing pesawat Tu-154 ditemukan 1,5 kilometer dari pantai Sochi,” kantor berita resmi Rusia TASS mengutip layanan darurat mengatakan.

Menurut Konashenkov, pesawat lepas landas dari Bandar Udara Adler di kota pantai Sochi pada pukul 05:25, (0225GMT), dan menghilang dari radar dua menit kemudian.

“Pecahan pesawat Tu-154 milik Kementerian Pertahanan Rusia ditemukan 1,5 kilometer dari kota Sochi di lepas pantai Laut Hitam pada kedalaman 50 sampai 70 meter,” kata kementerian itu.

Presiden Vladimir Putin mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa hari Senin akan menjadi hari berkabung nasional bagi Rusia.

Pesawat itu sedang melakukan penerbangan rutin ke pangkalan udara Rusia, Hmeimim, di Latakia, Suriah barat, yang selama ini digunakan untuk meluncurkan serangan udara dalam operasi militer Moskow ke Aleppo dan sekitarnya demi mendukung sekutunya Bashar al-Assad dalam perang global yang menghancurkan negara itu.

Tangkap Wartawan Panjimas, Dosen Jurnalistik Unpad : Polisi Bisa Dituntut Balik

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Dosen Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unpad, Maimon Herawati M.Litt angkat suara perihal penangkapan Ranu Muda Adi Nugroho, seorang jurnalis media Islam panjimas.com setelah meliput bar Sosial Kitchen di Solo.

Menurut alumnus University of Dundee Scotland ini, polisi dapat dituntut balik karena menghalangi kerja wartawan dalam bertugas yang dilindungi oleh UU Pers.

“Polisi bisa dituntut balik, mudah-mudahan kuasa hukum Ranu, dari pihak Muhammadiyah bisa mengadvokasi sampai tahap menuntut balik,” katanya kepada INA, Sabtu (24/12/2016) di Bandung.

Dosen Fikom Unpad ini menyayangkan penangkapan wartawan di era seperti ini. “Kalau wartawan ditangkapi kondisinya sudah seperti rezim di Mesir. Mereka yang tidak sejalan dengan penguasa, seperti wartawan malah ditangkap,”tambahnya.

Ia pun mengimbau agar masyarakat tidak diam melihat fenomena ini. “Ini seperti menguji reaksi umat Islam, jadi diharapkan berikan reaksi dengan melakukan protes dan hal lainnya,” pungkasnya.

Reporter: Aaghnia/IslamicNewsAgency(INA)