Kanada Persenjatai Milisi Kurdi di Irak

IRAK (Jurnalislam.com) – Kanada telah memulai proses untuk mengirim senjata serbu dan senjata pendukung ringan bagi para pejuang Kurdi di Irak dan berniat untuk memberikan peralatan tersebut sesegera mungkin, Departemen Pertahanan Kanada mengatakan dalam sebuah pernyataan, lansir World Bulletin, Selasa (07/02/2017).

“Akuisisi peralatan sedang berlangsung,” kata pernyataan itu pada hari Senin. “Tujuannya untuk memberikan peralatan tersebut secepat mungkin, sejalan dengan kemampuan pemasok untuk menyediakan jumlah yang dibutuhkan.”

Meskipun tidak ada kerangka waktu yang diberikan, pemerintah Irak telah menandatangani persetujuan tertulis untuk pengiriman senjata pada bulan Desember 2016.

Saat ini, Kementerian Luar Negeri dan Pertahanan Kanada melakukan pengaturan administratif untuk memastikan “kontrol yang memadai” dalam mengatur penggunaan peralatan.

“Setelah ditandatangani oleh pemerintah Irak dan oleh Pemerintah Daerah Kurdistan Irak, pengaturan ini akan memberikan jaminan yang diperlukan Kanada untuk melanjutkan kontribusi,” tambah pernyataan itu.

 

Pembantaian Baru di Idlib oleh Pesawat-pesawat Tempur dan Kapal Perang Rusia

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pesawat-pesawat tempur dan kapal perang Rusia di Mediterania melakukan pembantaian mengerikan saat fajar pada hari Selasa di kota Idlib. Jumlah korban meningkat menjadi 21 orang, serta puluhan luka-luka.

Koresponden Eldorar Alshamia melaporkan, Selasa (07/02/2017), bahwa rudal balistik menghantam Idlib sebelum fajar hari ini, diikuti oleh pemboman udara oleh pesawat-pesawat tempur Rusia, yang menargetkan lingkungan Amn al-Dawla, Wadi al-Naseem, al-Dabeet, Carleton, dan al-Malab al-Balady yang menewaskan 21 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, dan lainnya luka-luka.

Wartawan kami menambahkan bahwa tim pertahanan sipil masih mencoba untuk mengangkat puing-puing, mencari korban yang terjebak dan terluka.

Perlu dicatat bahwa pemboman di kota tersebut adalah yang pertama dan yang terburuk sejak gencatan senjata dinyatakan pada bulan Desember.

Serangan Bom Targetkan Karyawan Mahkamah Agung Afghanistan, 20 Tewas dan 38 Terluka

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 20 orang tewas pada Selasa dalam ledakan bom di luar Mahkamah Agung di pusat ibukota Afghanistan, Kabul, pejabat pemerintah mengatakan, dalam serangkaian serangan terbaru terhadap pengadilan, Al Arabiya News Channel melaporkan, Selasa (07/02/2017).

Kementerian Kesehatan Masyarakat mengatakan sedikitnya 20 orang tewas dan 38 orang yang luka-luka dibawa ke rumah sakit kota.

Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan. Polisi mengatakan seorang pembom menargetkan karyawan Mahkamah Agung yang meninggalkan kantor mereka di akhir hari kerja.

“Ketika mendengar ledakan saya bergegas menuju tempat parkir Mahkamah Agung untuk menemukan saudara saya yang bekerja di sana,” kata seorang saksi, Dad Khuda, menambahkan ia menemukan saudaranya masih hidup.

“Sayangnya, beberapa orang tewas dan terluka.”

Saksi Reuters di tempat kejadian melaporkan noda darah di jalan dan banyak ambulans meninggalkan daerah.

Hari ini, Bareskrim Polri Panggil Ketua GNPF-MUI

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri memanggil Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF)-MUI, Ustadz Bachtiar Nasir, Rabu (8/1/2017) ini. Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) dipanggil sebagai saksi dalam dugaan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yayasan.

“Iya benar, (dipanggil) sebagai saksi ya,” kata Kasubdit III TPPU Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Kombes, Roma Hutajulu dilansir Republika, di Jakarta, Selasa (7/2/2017).

Menurut Roma, kasus dugaan TPPU dana yayasan ini telah naik ketingkat penyidikan dengan dikeluarkan surat perintah penyidikan dengan nomor sprindik SP.Sidik/109/II/2017.Dit Tipideksus tanggal 6 Februari 2017.

Rencananya, UBN akan dipanggil untuk dimintai keterangannya pada pukul 10.00 WIB. Namun Roma mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut perihal kasus dugaan TPPU dana yayasan tersebut.

“(Kasus) Yayasan-yayasan yang pernah di posting di medsos, kita liat perkembangan besok ya. Terima kasih,” kata dia.

Sumber: Republika

Saksi Fakta dan Ahli Perkuat Dakwaan, GNPF: Tinggal Tunggu Vonisnya

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kordinator persidangan Ahok dari GNPF MUI, Nasrullah Nasution menilai, keterangan 2 saksi fakta sidang kesembilan dugaan penistaan agama Ahok menguatkan dakwaan. Menurutnya, hal itu akan mempercepat keputusan Majelis Hakim.

“Bagus, saksi fakta menarik, cukup banyak membenarkan dakwaan. Menguatkan dakwaan saya rasa,” katanya kepada wartawan di Gedung Kementan, Ragunan, Jakarta, Selasa (6/2/2017).

Nasrullah menjelaskan, dua saksi fakta asal Pulau Panggang itu tidak sungkan memberikan data yang dibutuhkan. Bahkan, imbuhnya, dua saksi, Jaenudin dan Sahbudin mengungkapkan ketersinggungan atas ucapan Gubernur non aktif itu.

“Tadi saya lihat, Jaenudin tersinggung dan meminta Ahok minta maaf dan Sahbudin pun demikian,” jelasnya.

Lebih dari itu, ia juga mengomentari saksi ahli forensik, AKBP Muhammad Nuh Al Azhar. Menurutnya, kesaksiannya dengan mengatakan bukti video rekaman Ahok di Kepulauan Seribu itu benar dan tidak janggal.

“Tinggal kita tunggu saja, divonisnya kapan,” tutupnya.

Reporter: M Fajar

Ahli Tafsir: Makna Awliya adalah Pemimpin Bukan Teman Setia

Makna Awliya Menurut Saksi Ahli Tafsir Sidang 9 Ahok

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Saksi Ahli agama sidang kesembilan kasus dugaan penistaan agama oleh BTP alias Ahok, Dr. Hamdan Rasyid mengatakan, tafsir kata ‘awliya’ dalam surat Al Maidah 51 adalah pemimpin bukan teman setia.

“Awliya adalah bentuk jamak dari waliyun. Menurut berbagai referensi yang saya baca, saya meyakini makna awliya itu adalah pemimpin,” ungkapnya di Auditorium Kementan, Ragunan, Jakarta, Selasa (6/2/2017).

Ia menjelaskan, tafsir dan terjemah merupakan dua hal yang berbeda. Tafsir, kata dia, adalah upaya penjelasan maksud Allah SWT, sedangkan terjemah adalah perubahan pengertian bahasa.

Namun demikian, ia tidak menampik bahwa ada yang menerjemahkan Awliya sebagai teman setia. Kata Awliya memiliki banyak arti.

“Namun dalam kaidah usul fiqih, ada namanya qiyas awla. Jika teman setia saja tidak boleh, bagaimana pemimpin yang dapat mengatur umat?” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyatakan, pemimpin dalam pengertian Islam tidak sekadar memimpin dalam hal duniawi saja melainkan menjaga keagamaan umat.

Reporter: M Fajar

Tim Penasehat Hukum Ahok Tolak Saksi Ahli Tafsir Dr. Hamdan Rasyid

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Tim Penasehat Hukum bersama terdakwa kasus dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menolak dihadirkannya saksi ahli, Dr. Hamdan Rasyid. Tim PH bersama Ahok lebih memilih tidak bertanya dan menutup sidang.

“Kami menolak saudara Hamdan Rasyid sebagai saksi ahli, karena kami mempertanyakan independensinya,” kata PH Ahok dalam sidang kesembilan di Auditorium Kementan, Ragunan, Jakarta, Selasa (6/2/2017).

Menanggapi itu, Dr. Hamdan Rasyid menegaskan, kesaksiannya independen dan adil serta hanya fokus untuk memberikan keterangan tafsir Al Quran dan hadits.

“Saya pasti independen. Saya sebagai muslim takut kepada Allah. Tidak mungkin saya berbuat dzalim kepada siapapun,” tegasnya seusai sidang.

Ia membantah tudingan tim penasehat hukum Ahok yang tidak netral dengan menyebut kesamaan jawaban beberapa BAP. Justru dengan kesamaan jawaban antara KH Ma’ruf Amin dengan dirinya membuktikan bahwa kesamaan sumber jawaban, yaitu kitab suci Al Qur’an.

“Ya gak masalah sumbernya sama, malah lucu kalau berbeda. Karena Qur’annya sama hatinya sama. Sumbernya sama kenapa harus beda?” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, sejak pertama kali Dr. Hamdan Rasyid duduk dalam ruang sidang, PH menyatakan keberatannya. Meski begitu, Majelis Hakim dengan tegas untuk melanjutkan sidang dan akan berlaku adil sesuai keterangan saksi.

Walau begitu, ketika sidang dilanjutkan dan tiba saatnya PH untuk bertanya. PH memilih menyatakan sikap penolakan dan persidangan akhirnya ditutup.

Reporter: M Fajar

Tidak Ada Penyusupan Framing, Ahli Digital Forensik Sebut Bukti Video Ahok Asli

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Saksi ahli anggota Subdirektorat Komputer Forensik Bareskrim Mabes Polri, AKBP Muhammad Nuh Al Azhar menegaskan, bukti video terdakwa Ahok asli, artinya tidak ada penambahan framing. Muhammad Nuh dihadirkan dalam persidangan dugaan penodaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dari jaksa penuntut umum (JPU).

“Kelompok (barang bukti -red) 1, 2 tidak ada kejanggalan memang tidak ada penyusupan frame, momen yang ada benar adanya,” kata dia di Auditorium Kementan, Ragunan, Jakarta, Selasa (7/2/2017).

Nuh menjelaskan, kelompok barang bukti itu dibagi menjadi dua. Pertama, ada empat barang bukti video rekaman Ahok di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016 lalu, tiga diantaranya sama tanpa potongan, dan 1 cuplikan potongan berdurasi 29 detik.

“Ada 4 barang bukti yang diserahkan penyidik, DVDR berdurasi 1Jam 48 Menit Video dari Kominfo, Flash disk dari Habib Novel 29 detik, DVDr Sony dari Muh Burhanuddin, dan Dvdr GP Pro Habib Muhsin. Semuanya tidak ada kejanggalan,” ungkapnya.

Setelah memeriksa video itu dengan berbagai teknik seperti metode case atau sidik jari, meta data, frame, dan histogram, Nuh menyimpulkan terdapat perkataan dugaan penistaan agama selama 29 detik.

“Dalam video berdurasi 1 jam 48 menit itu, tepatnya pada menit 24 ada ujaran itu (dugaan penistaan agama -red). Secara umum 4 rekaman bersesuaian. Artinya tidak kita temukan kejanggalan. Jadi disana benar adanya,” paparnya.

Kedua, lanjutnya, ada 3 barang bukti yang diberikan: E-book Ahok, video konferensi pers Nasdem dan video di Balai Kota.

“Pada transkiping acara Nasdem, ada perkataan surat Al Maidah di situ, dan di balai kota ada perkataan dibohongi Al Qur’an,” paparnya.

Sebelumnya, saksi ahli forensik ini dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang kesembilan dugaan penistaan agama Ahok. Dalam keterangannya, ia menerangkan video yang diterima tidak ada editan dan benar.

Reporter: M Fajar

Rudal Hantam Wilayah Israel, Zionis Targetkan Posisi Hamas dengan Serangan Udara

JERUSALEM (Jurnalislam.com) – Pasukan zionis menyerang beberapa posisi Hamas di Jalur Gaza yang diblokade pada hari Senin (06/02/2017) setelah sebuah rudal ditembakkan ke Israel dari Jalur Gaza sebelumnya pada hari yang sama, menurut militer zionis, lansir Anadolu Agency Senin.

Sirene serangan udara dibunyikan di wilayah Ashkelon Israel di utara Gaza setelah dilaporkan tembakan rudal Senin pagi ini, kata militer dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa proyektil tersebut menghantam di daerah terbuka tanpa menimbulkan korban atau kerusakan.

Untuk membalas tembakan rudal, jet Israel menyerang tiga sasaran di Gaza utara, kata militer, setelah sebuah tank zionis menembaki tempat lain beberapa jam sebelumnya.

Dalam sebuah pernyataan, Brigade Izzudin al Qassam, sayap bersenjata Hamas, mengatakan seorang pria penduduk setempat telah terluka di dekat lokasi salah satu serangan udara zionis.

Jet tempur penjajah Israel meneruskan serangan mereka di Jalur Gaza pada Senin malam dengan serangan udara di beberapa wilayah pertanian di bagian utara daerah kantong pantai.

Tidak ada korban dilaporkan akibat serangan malam tersebut, menurut sumber-sumber medis.

Meskipun roket secara sporadis ditembakkan dari Gaza oleh kelompok-kelompok perlawanan Palestina yang lebih kecil, Israel menganggap Hamas – yang telah berkuasa di Jalur Gaza sejak tahun 2007 – bertanggung jawab atas tindakan tersebut, dan sering balas menyerang posisi yang terkait dengan Hamas.

Jet Tempur Rezim Assad Jatuh di Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Sumber media yang setia kepada rezim Suriah mengumumkan terbunuhnya salah satu pilot pada hari Ahad (05/02/2017), akibat pesawat tempurnya jautuh di dekat lingkungan Maysaloun, Aleppo, Eldorar Alshamia melaporkan Senin (06/02/2017).

Sumber melaporkan bahwa pilot Basil Salih, seorang kolonel pasukan Nushairiyah Assad, tewas akibat kecelakaan dan jatuhnya pesawat tempur L-39 di lingkungan Maysaloun, karena kerusakan dalam sistem operasi. Kolonel Basil dilarikan ke rumah sakit militer di Nairab Airport, tetapi dia meninggal sebelum sampai di rumah sakit.

Kolonel Basil berasal dari desa Kemen di daerah Almizarah di Latakia, ia dari bandara militer Kwers di timur Aleppo.

Kolonel Basil Salih
Kolonel Basil Salih