Diplomat Afghanistan Tewas Ditembak Satpam di Gedung Konsulat Jenderal di Pakistan

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Seorang diplomat Afghanistan ditembak mati di dalam gedung konsulat jenderal Afghanistan di kota pelabuhan selatan Karachi, Pakistan, Senin (06/02/2017). Penembakan diduga dilakukan oleh penjaga keamanan swasta (satpam), menurut polisi dan media lokal, lansir World Bulletin Senin.

Kepala polisi Mushtaq Mahar mengatakan kepada wartawan bahwa Abdu Zaki, yang bekerja sebagai sekretaris ketiga di konsulat Afghanistan di kota tersebut, dilaporkan saling mengeluarkan kata-kata panas dengan tersangka yang diidentifikasi sebagai warga Negara Afghanistan bernama Hayatullah, yang kemudian marah dan diduga membunuh diplomat tersebut.

Tersangka ditahan segera setelah itu, kata Mahar.

“Itu bukan tindakan terorisme,” kata kepala polisi, menurut penyiar lokal 92 News.

“Kami telah menangkap terdakwa, dan juga mengumpulkan bukti, termasuk rekaman CCTV untuk menyelidiki insiden tersebut lebih lanjut,” tambahnya.

Ini bukan pertama kalinya para diplomat Afghanistan diserang di Pakistan.

Pada bulan Januari 2016, penyerang menyerbu kediaman resmi konsulat Afghanistan Humayun Yousafzai di barat laut kota Peshawar dengan sejenis senapan mesin. Insiden itu terjadi beberapa hari setelah konsulat Pakistan di kota Jalalabad Afghanistan menjadi sasaran serangan senjata dan bom.

Pada bulan Februari 2016, seorang mantan Gubernur Afghanistan Wahidi diculik dari ibukota Pakistan Islamabad. Ia dibebaskan dua pekan kemudian di utara kota Mardan secara misterius.

Pada bulan Juli tahun 2013, diplomat Afghanistan Muhammad Hashim Ibrat diculik di barat daya provinsi Balochistan. Menurut laporan harian Dawn, beberapa pemimpin Taliban dibebaskan dari kota Kandahar, Afghanistan dalam pertukaran untuk pembebasan Ibrat beberapa pekan kemudian pada bulan Agustus tahun 2013.

Pada bulan September 2008, Konsulat Jenderal Abdul Khaliq Farahi diculik dan sopirnya ditembak mati di Peshawar. Dia dibebaskan dua tahun kemudian di Afghanistan timur pada bulan November 2010.

Biksu Budha Myanmar Tertangkap Sembunyikan 4 Juta Lebih Pil Narkotika di Biara

MYANMAR (Jurnalislam.com) – Seorang biksu Budha di Myanmar tertangkap menyembunyikan lebih dari empat juta pil narkotika, methamphetamine, di dalam biara, kata polisi pada hari Senin (06/02/2017), menyusul rekor pil ekstasi tahun lalu, lansir World Bulletin.

Biksu bernama Arsara tersebut berada dalam tahanan setelah polisi menemukan ratusan ribu tablet di mobilnya saat ia mengemudi dari desa Shwe Baho di kota Maungdaw di negara bagian Rakhine yang berbatasan dengan Bangladesh.

“Polisi menemukan 400.000 pil ekstasi” di dalam kendaraannya pada Ahad malam, kepala polisi setempat Kyaw Mya Win mengatakan kepada AFP.

“Polisi kemudian pergi ke biaranya dan menemukan 4,2 juta pil lainnya.”

Myanmar adalah salah satu negara penghasil narkotika utama dunia, dan menghasilkan sejumlah besar metamfetamin serta opium dan ganja.

Pil meth sangat populer di seluruh Asia mulai dari para clubbers yang kaya hingga karyawan yang kelelahan setelah bekerja sepanjang waktu.

Polisi tahun lalu mencatat rekor menyita 98 juta tablet ekstasi, hampir dua kali lipat dari 50 juta pil yang disita pada tahun 2015.

Pengadilan narkotika juga melonjak sekitar 50 persen dari 2015 menjadi 13.500 kasus, yang kata polisi mencerminkan pertumbuhan dalam perdagangan obat lokal.

Perdagangan manusia terutama meningkat di negara bagian Rakhine, yang menjadi rumah bagi lebih dari satu juta orang miskin dari minoritas Muslim Rohingya.

Pada bulan September media pemerintah melaporkan bahwa dua orang telah ditangkap setelah 6,2 juta tablet methamphetamine ditemukan di dalam mobil mereka di Maungdaw.

Kediaman Mantan RI 1 di Kuningan ‘Digruduk’ Ratusan Massa Tak Dikenal

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sore tadi, kediaman mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di daerah Kuningan, Jakarta Selatan, digeruduk ratusan massa. Hal itu dibenarkan Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Iwan Kurniawan. Sebab itu, ia akan menyelidiki lebih lanjut siapa dalang dari aksi unjuk rasa itu.

“Sekarang kami selidiki siapa itu dan siapa di balik massa itu,” ujar Iwan sebagaimana dikutip republika, Senin (6/2/2017).

Iwan mengaku, pihaknya tidak menerima pemberitahuan unjuk rasa di kediaman Jendral TNI (purn) tersebut.

“Saya tidak tahu mereka, pokoknya tidak boleh demo di kediaman,” tegasnya.

Ia mengatakan, saat ini kondisi kediaman SBY sudah normal dan massa telah dibubarkan paksa oleh aparat. “Sekarang kondisi normal, udah dibubarkan paksa,” terangnya.

Iwan menjelaskan, setidaknya ada sekitar 300 massa yang menggeruduk di rumah orang tua Agud Yudhoyono tersebut. Meski begitu, kepolisian belum mengetahui secara pasti apa tuntutan para demonstran tersebut.

Sebelummya, SBY menulis aksi unjuk rasa itu melalui akun resmi Twitternya, @SBYudhoyono pada pukul 15.05 WIB. “Saudara-saudaraku yg mencintai hukum & keadilan, saat ini rumah saya di Kuningan “digruduk” ratusan orang. Mereka berteriak-teriak. *SBY*.

Sumber: Republika.co.id

Cuitan SBY di akun Twitter resminya

Ini Sikap Umat Islam NTB Terkait Kasus Ahok dan Megawati

MATARAM (Jurnalislam.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama organisasi-organisasi Islam di NTB seperti Nahdlatul Wathan, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan lainnya mengeluarkan pernyataan sikap terkait sikap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dianggap melecehkan Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin. Ketua MUI NTB Syaiful Muslim mengatakan, ada lima poin dalam pernyataan sikap yang nantinya akan dikirim kepada MUI Pusat.

“Pertama, Basuki Thajaja Purnama (Ahok) segera ditangkap dan ditahan serta diberhentikan dari jabatannya sebagai gubernur,” ujarnya di Kantor MUI NTB, Senin (6/2/2017).

Kedua, pemerintah harus bersikap netral (tidak berpihak) terhadap kasus Basuki Thajaja Purnama. Ketiga, hentikan kriminalisasi terhadap ulama. Keempat, Megawati harus meminta maaf kepada umat Islam terkait pernyataannya dalam pidato HUT PDIP tanggal 10 Januari 2017, yang menganggap ajaran hari akhir sebagai ramalan.

“Terakhir, tidak meragukan umat Islam akan kesetiaannya terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” katanya.

Dia menyampaikan, keputusan bersama ini diambil agar seluruh elemen umat Islam di NTB bisa lebih terkoordinasi. “Bersikap secara bersama demi terkoordinasi dan agar umat Islam tidak bertindak sendiri-sendiri berdasarkan ilmu,” katanya menambahkan.

Sumber: Republika

Bantah Wacana Sertifikasi, Kemenag Pertimbangkan Standarisasi Khatib Jumat

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kepala Pusat Informasi dan Humas (Pinmas) Kementerian Agama Mastuki memastikan bahwa info sertifikasi khatib yang viral melalui media sosial adalah berita bohong alias hoax. Penegasan ini disampaikan oleh Mastuki menyusul beredarnya informasi seputar hal teknis penyelenggaraan sertifikasi khatib.

“Saya pastikan info sertifikasi khatib yang viral di media sosial adalah info bohong atau hoax,” tegasnya di Jakarta dilansir dari situs resmi Kemenag, Senin (6/2/2017).

Menurut Mastuki, Kementerian Agama tidak akan melakukan sertifikasi khatib. Kementerian Agama juga tidak akan mengintervensi materi khutbah. Merespon saran dan masukan dari masyarakat, Kementerian Agama sedang mempertimbangkan untuk melakukan standarisasi khatib Jumat.

Maksud dari standardisasi, kata Mastuki, adalah memberikan kriteria kualifikasi atau kompetensi minimal yang harus dimiliki oleh seorang khatib Jumat agar khutbah disampaikan oleh ahlinya, serta sesuai syarat dan rukunnya. Dalam praktiknya, standarisasi juga tidak akan dirumuskan Kementerian Agama karena hal itu menjadi domain ulama.

“Hanya ulamalah yang memiliki otoritas, kewenangan, memberikan standar, batasan kompetensi seperti apa yang harus dipenuhi oleh seorang khatib dalam menyampaikan khutbah Jumat,” ucapnya.

“Penentuan standarisasi seorang khatib, sepenuhnya kompetensi ulama, bukan domain Kemenag. Kemenag hanya sebagai fasilitator,” imbuhnya.

Terkait itu, lanjut Mastuki, saat ini Kementerian Agama masih menjaring aspirasi dan masukan dari masyarakat. Akhir Januari lalu, Kemenag telah mengundang para tokoh dari MUI, NU, Muhammadiyah, ormas Islam dan beberapa fakultas dakwah untuk duduk bersama menyerap aspirasi.

Sebagaimana diberitakan Kompas pada Senin (30/1/2017) lalu, Menag Lukman Hakim Saifuddin mewacanakan sertifikasi khatib Jumat. Wacana itu, tulis Kompas, digagas berdasarkan keluhan masyarakat yang merasa isi khotbah Jumat berisikan ejekan kepada satu kelompok.

Mastuki juga membantah pesan berantai bertajuk ‘Info Sertifikasi Khatib’. Pesan tersebut memuat informasi terkait persyaratan, kegiatan sertifikasi, kewajiban Khatib bersertifikat, serta hak khatib bersertifikasi dari Kemenag.

Berikut info hoax yang beredar viral:

Info Sertifikasi Khatib.

Persyaratan:
1. Min. Lulusan SMA Sederajat
2. Usia min. 30 thn.
3. Fasih membaca alqur’an
4. Fasih berbahasa Indonesia
5. Berkelakuan baik (Tidak pernah minum miras, narkoba dan selingkuh/ke diskotik dan sejenisnya)
6. Aktif dalam kegiatan sosial masyarakat
7. Tercatat sebagai pengurus atau anggota DKM.
8. Memiliki pengalaman ceramah di majelis ta’lim min. 2 tahun dan status masih aktif.
9. Rukun dengan warga sekitar.
10. Ber-KTP WNI Islam.
11. Sudah dikhitan.
12. Bersedia ditempatkan di mejid manapun di wilayah NKRI.

Kegiatan Sertifikasi:
1. Seleksi persyaratan.
2. Yang lolos persyaran akan didiklat selama 3 bulan di bawah Kemenag.
3. Materi diklat tentang cara merancang program, pelaksanaan, materi dan pelaporan khatib.
4. Bagi yg lulus akan diberi Sertifikat Khatib dari Kemenag.
5. Akan tercatat sebagai khatib di kemenag.

Kewajiban Khatib bersertifikat:
1. Menjadi khatib pada kegiatan shalat Jum’at min. 3 kali dalam sebulan.
2. Menjadi khatib pada hari raya iedul fitri/idul adha min. 1 kali dalam setahun.
3. Membuat laporan bulanan ke kemenag.

Hak khatib bersertifikasi dari Kemenag:
1. Mendapat gaji bulanan min. Rp. 2.500.000,-
2. Mendapat tunjangan profesi 1x gaji.
3. Mendapat tunjangan kemahalan 25% dari gaji.
4. Mendapat tunjangan keluarga 10% dari gaji.
5. Mendapat tunjangan kinerja Rp. 650.000,-
6. Mendapat tunjangan menahan diri utk tidak minum miras, narkoba, selingkuh dan sejenisnya Rp. 300.000,-
7. Tunjangan lain yg toyiban.

Sumber: Kemenag.go.id

#112, Umat Islam Bima Akan Adakan Jalan Sehat Bela Ulama

BIMA (Jurnalislam.com) – Forum Umat Islam (FUI) Bima menggelar pertemuan dengan seluruh ormas Islam di Bima di Masjid Raya Al Muwahidin Kota Bima, Ahad (5/2/2017) pagi ini. Pertemuan dimaksudkan untuk menyikapi kasus pelecehan dan penghinaan ulama oleh Basuki Tjahaja purnama alias Ahok terhadap ketua MUI pusat, KH Makruf Amin dalam sidang lanjutan kasus penistaan agama pada Selasa (31/1/2017) pekan lalu.
Pada pertemuan tersebut membahas dukungan umat Islam Bima kepada para ulama yang akan dikemas dalam bentuk jalan sehat untuk mendukung para ulama.
Ketua FUI Bima, Ustadz Asikin mengatakan, jalan sehat bela ulama rencananya akan digelar pada Sabtu, 11 Februari 2017 yang dimulai dari lapangan Merdeka dan finiss di kantor Pemerintah Kota Bima.
“Jalan sehat ini adalah bentuk dukungan daripada umat Islam Bima kepada para ulama atas beberapa kasus akhir-akhir ini yang menimpa para ulama,” kata Ustadz Asikin kepada Jurniscom, Ahad (6/2/2017).
Ia berharap umat islam se-Kota dan Kabupaten Bima dapat mengikuti kegiatan tersebut.
“Kami juga akan mengundang pemerintah daerah dan seluruh jajarannya. Yang jelas kami memberi jaminan bahwa yang kami lakukan ini adalah aksi damai, bahkan aksi super damai. Ini juga sudah terbukti dari tiga aksi yang kami lakukan tempo hari,” ujarnya.
Rerporter: Sirath

Mujahidin Imarah Islam Selamatkan 300 Lebih Wisatawan yang Terjebak Badai Salju

GHAZNI (Jurnalislam.com)Al-Emarah News mengatakan lebih dari 300 wisatawan berhasil diselamatkan oleh Mujahidin Imarah Islam Afghanistan (Taliban) dan relawan saat terjebak badai salju berat di distrik Gilan provinsi Ghazni Sabtu kemarin (04/02/2017).

Tim penyelamat Taliban didampingi relawan dari masyarakat umum berhasil mencapai jalan raya Kabul-Kandahar dan menemukan wisatawan di sepanjang jalan tersebut dalam kondisi hampir beku. Anak-anak, wanita, orang tua dan orang yang sakit dibawa oleh para relawan kembali ke rumah mereka sementara mereka yang lebih sehat dan masih tetap di daerah disediakan tempat tidur, selimut hangat, pakaian dan bahan makanan.

Sejumlah besar orang yang terjebak jalan raya Kabul-Kandahar di perbatasan kabupaten Qarabagh juga berhasil diselamatkan oleh Taliban dan relawan.

Mujahidin Imarah Islam dengan bantuan warga sipil juga berhasil menyelamatkan sejumlah orang yang terjebak salju di daerah Bakorzo, Manjaryano, Mula Muhammad Ali Killi, Azmat Killi, Andarho Killi, Bazargan, Hassan Karez dan Bazar di distrik Shajoy. Puluhan orang di distrik Shah Jowi Zabul juga berhasil diselamatkan.

Sejauh ini lebih dari 300 orang telah diselamatkan dan upaya untuk menyelamatkan lebih banyak orang lainnya masih dilakukan.

150 Masjid di Inggris Gelar Acara “Kunjungi Masjid Kami”

BIRMINGHAM (Jurnalislam.com) – Ratusan masjid di seluruh Inggris membuka pintu mereka bagi warga sebagai bagian dari inisiatif melawan kesalahpahaman tentang komunitas Muslim.

Lebih dari 150 masjid mengambil bagian dalam proyek “Visit My Masjid” pada Ahad sore, dan berhasil membuat kerumunan pengunjung penasaran, lansir Aljazeera, Ahad (05/02/2017).

Acara yang diselenggarakan oleh Dewan Muslim Inggris (the Muslim Council of Great Britain-MCB), berjanji akan menjawab semua pertanyaan. Pengunjung dari semua agama dan yang tidak memiliki agama disambut, dan tidak ada subjek yang dianggap terlarang.

Di masjid Paigham-e-Islam di Birmingham, kota kedua terbesar di Inggris, percakapan terfokus pada hukum Islam, yang dikenal sebagai Syariah, pendapat Muslim tentang Yesus dan apa saja program-program di masjid.

Teh dan kue-kue khas Asia Selatan ditawarkan bagi mereka yang hadir, selain tur keliling masjid dan penjelasan tentang sholat.

Jeremy Corbyn, pemimpin Partai Buruh yang merupakan oposisi utama, mengambil bagian dalam acara tersebut dengan mengunjungi masjid setempat di Finsbury Park, London utara.

“Minum teh bersama jauh lebih efektif daripada menuangkan beton untuk membangun dinding,” tweeted dia.

Adrees Sharif, anggota masjid dan pejabat MCB, mengatakan inisiatif tersebut bertujuan untuk memperkuat ikatan antara Muslim dan masyarakat di sekitar mereka.

“Kami ingin menciptakan dialog bukan debat. Ketika Anda sedang berdebat Anda bertujuan untuk memenangkan argumen, tetapi ketika Anda terlibat dalam dialog Anda berbagi keyakinan Anda,” katanya.

Masjid yang ambil bagian dalam acara tahun ini berjumlah hampir dua kali lipat dari 82 masjid yang ambil bagian pada tahun 2016.

Sharif mengatakan kenaikan itu disebabkan meningkatnya keinginan di kalangan umat Islam untuk menjelaskan keyakinan mereka di tengah meningkatnya sentimen kelompok sayap kanan.

“Masjid memahami pentingnya keterlibatan dan lebih bersedia untuk mengambil bagian, bukan hanya karena [Presiden AS] Donald Trump tetapi reaksi setelah isu Brexit juga,” Sharif menjelaskan, mengacu banyaknya orang Inggris yang memilih lepas dari Uni Eropa pada bulan Juni.

Trump, presiden anti Islam AS menepati janji kampanyenya untuk melarang semua Muslim memasuki AS dengan menghentikan imigrasi dari tujuh negara mayoritas Muslim.

Seorang hakim federal sejak itu telah menghentikan perintah larangan Trump.

Di Inggris, serangan terhadap Muslim meningkat, di samping serangan xenophobia lainnya, pasca pemungutan suara mengenai Brexit.

Geoff Gallagher, yang menghadiri acara tersebut di Birmingham, mengatakan ia memiliki pengalaman yang “sangat baik” dan merekomendasikan lebih sering lagi aktifitas pembangunan komunitas untuk membantu menghilangkan stereotip negatif terhadap Muslim.

“Aktifitas semacam ini harus diiklankan di seluruh negeri untuk memastikan agar semua orang mengerti bahwa umat Islam bukan kelompok agama kekerasan, dan merupakan bagian dari masyarakat luas,” katanya.

Muslim berjumlah lima persen dari populasi Inggris atau hanya di bawah tiga juta orang, dengan jumlah yang signifikan terkonsentrasi di pusat-pusat kota, seperti London, Birmingham, Manchester dan Bradford.

Sekitar setengah populasi dari Muslim Inggris lahir di Inggris.

PWNU DKI Jakarta Akan Tindak Tegas Pengurus yang Aktif di Istighosah Bersama Ahok

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama DKI Jakarta membantah terlibat dalam acara Istighosah Kebangsaan Warga Nahdiyin DKI Jakarta yang dihadiri Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di rumah Ketum Partai Persatuan Pembangunan Djan Faridz di Jalan Talang Nomor.3, Menteng, Jakarta Pusat, pada Ahad malam, (5/2/2017).

Rais Syuriah PWNU DKI Jakarta KH. Mahfudz Asirun menyatakan, pihaknya sama sekali tidak mengetahui acara Istighosah Kebangsaan yang mengatasnamakan warga Nahdiyin DKI Jakarta itu.

“Acara ini tanpa sepengetahuan dan tidak ada sangkut pautnya dengan pengurus PWNU DKI,” kata Kiai Mahfudz dalam keterangan tertulis, Ahad (5/2/2017).

Ketersinggungan PWNU DKI Jakarta terhadap Ahok pun tampaknya tidak main-main. Kiai Mahfudz pun menegaskan, pihaknya akan menindaktegas siapapun pengurus PWNU DKI Jakarta yang ikut terlibat aktif dalam acara Istighosah Kebangsaan yang mengatasnamakan warga Nahdiyin DKI Jakarta itu.

Kiai Mahfudz menambahkan, seluruh jajaran pengurus PWNU DKI Jakarta secara organisasi berkomitmen serta mendukung penuh Ketua Tanfidziah atau Ketua Umum PBNU KH. Said Agil Siradj yang menyatakan, Basuki Tjahaja Purnama telah bersalah karena menghina Rais Am PBNU KH. Ma’ruf Amin dalam persidangan beberapa waktu lalu.

“PWNU DKI tersinggung dan tetap mengecam keras perlakuan Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) dan pengacaranya terhadap Rais Am PBNU KH. Ma’ruf Amin,” tegasnya.

Kendati demikian, acara di rumah Djan Faridz itu dihadiri sejumlah tokoh NU. Seperti KH. Nur Muhammad Iskandar SQ, Ketua Relawan Nusantara NU (RelaNU) dan Wakil Ketua Tanfidziah PWNU Taufik Damas, dan Nusron Wahid.

 

NATO Mulai Latih Tentara Irak

IRAK (Jurnalislam.com) – NATO mulai melatih tentara Irak untuk menjinakkan bom yang ditanam oleh kelompok Islamic State ( IS), mereka mengatakan pada hari Ahad (05/02/2017), memperluas program yang sudah berjalan di negara tetangga Yordania, lansir World Bulletin.

Sejak bulan lalu, penasihat NATO di Irak telah mengawasi program kerja sama sipil-militer dan memeriksa institusi keamanan.

Namun hingga saat ini, pelatihan pasukan Irak di bidang pertambangan dan pembuangan persenjataan telah berlangsung di Yordania.

“Senjata terbaik yang kita miliki dalam memerangi musuh adalah dengan melatih pasukan lokal,” Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg seperti dikutip dalam sebuah pernyataan aliansi.

“Sebuah militer Irak yang lebih efektif berarti Irak menjadi lebih aman, dan Timur Tengah menjadi lebih stabil bagi kita.”

Anggota aliansi telah sepakat untuk memperluas pelatihan pada pertemuan puncak mereka di Warsawa Juli lalu.

Sejak Oktober, NATO juga telah mengerahkan pesawat pengintai AWACS di kawasan itu untuk meningkatkan pertempuran koalisi yang dipimpin AS, sebuah tindkan juga telah diputuskan pada pertemuan puncak Warsawa.

Pesawat-pesawat tersebut adalah salah satu aset konkrit yang dimiliki NATO, dengan sebagian besar perangkat keras militer milik negara anggota.