Jum'at, 8 Dhul Qa'ada 1447 / 24 April 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Al Shabaab Bebaskan 8 Petugas Kemanusian Somalia

25 Jul 2017 08:15:14
Al Shabaab Bebaskan 8 Petugas Kemanusian Somalia

MOGADISHU (Jurnalislam.com) – Tujuh pekerja kemanusiaan Somalia dibebaskan oleh al-Shabaab afiliasi al-Qaeda di Afrika setelah delapan hari ditahan pada hari Senin (24/7/2017), kata pihak berwenang.

Para petugas bantuan tersebut diculik pada 16 Juli di dekat kota Baidoa 250 kilometer barat daya ibukota Mogadishu.

Mohamed Isak Ibrahim, direktur Badan Intelijen Nasional dan Keamanan (National Intelligence and Security Agency-NISA) di Baidoa, mengatakan kepada Anadolu Agency melalui telepon bahwa tujuh pekerja bantuan telah dibebaskan oleh al-Shabaab pada hari Senin.

“Tujuh pekerja kemanusiaan lokal dibebaskan pada hari Senin dan mereka tiba di kota Baidoa dengan selamat. Ada dua wanita dan lima pria,” kata Isak.

Para sandera dibebaskan setelah kedua belah pihak sepakati perjanjian pertukaran dengan senjata sebagai tebusan, kata seorang perwira polisi kepada Anadolu Agency yang tidak bersedia disebut namanya karena pembatasan untuk berbicara kepada media.

Kategori : Internasional

Tags : Al Qaeda al shabab Al-Shabaab somalia

Mantan Ketua MPR: Anak Bangsa yang Paling Pancasilais Adalah Umat Islam

25 Jul 2017 07:29:42
Mantan Ketua MPR: Anak Bangsa yang Paling Pancasilais Adalah Umat Islam

BONDOWOSO (Jurnalislam.com) – Mantan Ketua MPR RI, Prof. Dr. Amien Rais mengatakan, anak bangsa yang paling cinta kepada Indonesia adalah umat Islam.

“Anak bangsa yang paling nasionalis, yang paling cinta kepada bangsa, yang paling Pancasilais, yang paling setia kepada Indonesia itu adalah UII (Umat Islam Indonesia),” tegasnya dalam acara Halal Bi Halal Alumni 212 di Ponpes Al-Ishlah Bondowoso, Jawa Timur, Ahad (23/7/2017).

Oleh sebab itu, kata dia, umat Islam tidak mungkin menghancurkan bangsa yang telah diperjuangkannya .

“Orang Islam itu mesti cinta kebaikan, tidak mungkin orang Islam merencanakan untuk menghancurkan negaranya. Tetapi saat ini kita dituduh sebaliknya,” imbuhnya.

Tokoh reformasi itu menyinggung adanya sekelompok orang yang mengklaim Pancasilais dan menuding umat Islam sebagai kelompok anti-Pancasila dan intoleran.

“Mereka yang disebut sebagai ‘Sembilan Barongsai’ itu mengatakan bahwa Indonesia adalah bapak tiri kami dan Cina adalah Bapak kandung kami. Kalau mereka mengklaim lebih Pancasilais dari kita itu orang gila. Nah, kalau ada pimpinan negara yang lebih percaya pada si cebong ini daripada kepada umat Islam, itu pemimpin yang setengah sinting,” terangnya.

“Karena itu, kita harus memilih pemimpin yang tidak munafik, yang tidak cinta kepada asengwan dan asengwati,” tukasnya.

Amien Rais merujuk pada pernyataan salah satu taipan, Sukanto Tantoto dalam sebuah wawancara di stasiun TV China yang beredar di Youtube pada Agustus tahun lalu.

Dalam video tersebut Tantoto mengatakan, Indonesia adalah ayah angkat dan Cina ayah kandungnya.

“Saya lahir dan besar di Indonesia. Menempuh pendidikan, menikah dan memulai bisnis juga di sana. Tetapi Indonesia adalah ayah angkat bagi saya, karena itu ketika pulang ke Cina saya merasa menemukan ayah kandung. Itu karena saya masih merasa orang Cina,” demikian diucapkan konglomerat Sukanto Tanoto saat tampil sebagai narasumber dalam sebuah acara televisi di Cina.

Kategori : Nasional

Tags : amien rais sembilan naga taipan umat islam

Eksekusi 18 Tahanan dengan Cara IS, Jenderal Pemberontak Libya Dituntut PBB dan HRW

25 Jul 2017 06:24:57
Eksekusi 18 Tahanan dengan Cara IS, Jenderal Pemberontak Libya Dituntut PBB dan HRW

LIBYA (Jurnalislam.com) – Jenderal pemberontak Libya Khalifah Haftar menghadapi tekanan untuk menyerahkan komandan lapangan pasukan khusus setelah muncul serangkaian video yang menunjukkan anak buahnya mengeksekusi puluhan tahanan kelompok Islamic State (IS) dengan cara kelompok tersebut .

PBB pekan lalu meminta Haftar, yang didukung oleh Mesir dan UEA, untuk menyerahkan Mahmoud al-Warfalli, beberapa hari sebelum video anak buahnya yang mengeksekusi 18 anggota IS muncul di media sosial, lansir Middle East Eye, Senin (24/7/2017).

Dalam video tersebut pasukan Tentara Nasional Libya (Libyan National Army -LNA) milik Haftar tampak menembak dari jarak dekat 18 tahanan yang terikat dan berlutut di kepala, sebelum mereka tersungkur ke tanah. Namun, video tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen oleh MEE. Peringatan dalam rekaman video itu adalah sebagai berikut:

Video tersebut merupakan yang terbaru dari sejumlah insiden yang terkait dengan Warfalli, yang secara resmi merupakan komandan lapangan pasukan khusus Haftar LNA, yang mengatakan bahwa pihaknya memerangi Islamic State dan kelompok lain yang dianggapnya sebagai “teroris”, sambil juga menentang pemerintah persatuan yang didukung PBB berkuasa di Tripoli.

Human Rights Watch (HRW) menyerukan penyelidikan pada tanggal 22 Maret, dan memanggil Warfalli menyusul tuduhan kejahatan perang yang dilakukan oleh pasukan LNA dalam pertempuran terakhir memperebutkan Ganfouda, setelah lama mengepung kota tersebut.

“Pasukan Tentara Nasional Libya (LNA) kemungkinan telah melakukan kejahatan perang, termasuk membunuhi dan memukuli warga sipil, dan dengan sewenang-wenang mengeksekusi dan menyiksa kelompok pejuang oposisi di kota Benghazi di timur pada dan sekitar tanggal 18 Maret 2017,” kata HRW dalam sebuah laporan pemanggilan Warfalli sebagai penembak di video lain.

Warfalli menjadi terkenal karena video yang menunjukkan eksekusi dan penyiksaan terhadap tahanan.

Video yang beredar luas di media sosial pada bulan Maret tersebut diduga menunjukkan bahwa Warfalli mengeksekusi tiga orang dengan menembak mereka “di belakang kepala dengan senapan mesin saat mereka berlutut menghadap dinding dengan tangan terikat di belakang punggung mereka”, Human Rights Watch melaporkan.

Juru bicara Pasukan Khusus LNA mengeluarkan sebuah pernyataan pada tanggal 21 Maret untuk membela tindakan Warfalli karena terjadi “di dalam medan perang”.

Human Rights Watch mengatakan bahwa dengan mengeluarkan pernyataan yang membenarkan tindakan barbar ini, pimpinan LNA mengimplikasikan diri mereka dalam “apa yang tampaknya merupakan kejahatan perang”.

“Jurnalis setempat mengatakan kepada Human Rights Watch bahwa eksekusi tersebut terjadi di Benghazi selama pertempuran terakhir memperebutkan Ganfouda pada atau sekitar tanggal 18 Maret 2017,” kata laporan tersebut.

Haftar dijadwalkan untuk bertemu dengan kepala Pemerintah Accord Nasional (Government of National Accord) yang didukung oleh PBB pada hari ini Selasa (25/7/2017) di Prancis untuk pertama kalinya setelah lebih dari setahun.

Video terbaru ini muncul pada hari Ahad (23/7/2017) setelah gelombang bentrokan terbaru di kota terbesar kedua di Benghazi di negara itu, antara pasukan Haftar dan kelompok-kelompok saingannya.

Dua pekan yang lalu Haftar menyatakan “pembebasan” Benghazi dalam pidato di televisi setelah tiga tahun pertempuran, namun pertempuran berlanjut saat pasukannya menghadapi perlawanan di kota tersebut.

LNA juga melakukan serangan udara di kota Derna, yang mereka kepung.

Hamza al-Dernawy menjelaskan kepada Middle East Eye bahwa sebuah kota diisolasi oleh pasukan yang setia kepada Haftar, dengan toko-toko cepat kehabisan makanan dan obat-obatan.

“Derna dikepung oleh milisi Haftar,” kata Dernawy. “Siapa pun yang berusaha pergi akan diculik atau disiksa oleh tentara.”

“Ada kerusakan material besar pada infrastruktur, rumah, dan sekolah. Seorang wanita mengalami keguguran karena serangan tersebut, tapi untungnya tidak ada warga sipil yang terbunuh.”

Banyak pengguna media sosial menarik perbandingan antara taktik yang ditunjukkan di video, dan video lainnya yang menunjukkan eksekusi IS.

Rekaman telepon yang bocor sebelumnya juga berisi bahwa Haftar mengizinkan pasukan IS melarikan diri dari timur Libya dan mencapai Sirte yang masih menjadi benteng bagi mereka di negara tersebut selama berbulan-bulan.

Kategori : Internasional

Tags : libya

Rusia Mulai Gelar Pasukannya di Zona De-eskalasi Suriah

25 Jul 2017 06:05:21
Rusia Mulai Gelar Pasukannya di Zona De-eskalasi Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Rusia mengumumkan pada hari Senin (24/7/2017) telah mengerahkan polisi militer untuk memantau dua zona baru yang didirikan di Suriah, dengan pejabat menggembar-gemborkannya sebagai era baru kerja sama AS, Middle East Eye melaporkan Senin.

Komandan senior Sergei Rudskoi mengatakan pasukan Rusia telah mendirikan pos pemeriksaan dan pos pengamatan di sekitar sebuah zona di Suriah barat daya dan Ghouta Timur, dekat Damaskus.

Kedua wilayah tersebut merupakan bagian dari rencana yang didukung oleh Moskow untuk menciptakan empat “zona de-eskalasi” di bagian-bagian yang dikuasai oposisi Suriah.

“Berkat tindakan yang diambil oleh Federasi Rusia, kami telah berhasil menghentikan tindakan militer di dua wilayah paling penting di Suriah,” kata kementerian pertahanan tersebut.

Pengumuman kementerian pertahanan itu menandai pengerahan pasukan asing pertama untuk memperkuat zona aman tersebut saat Moskow berusaha mendukung untuk menenangkan rezim Suriah setelah intervensi militernya yang memperkeruh konflik enam tahun di sana demi pemerintahan Nushairiyah Bashar al-Assad.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada hari Senin memuji pembentukan zona baru tersebut, dengan mengatakan bahwa Rusia dapat bekerja sama dengan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump.

Diplomat tertinggi Rusia mengatakan dalam sebuah wawancara pada hari Senin untuk televisi Kurdi Rinaw bahwa kesepakatan Presiden Vladimir Putin dan Trump untuk menciptakan zona de-eskalasi di Suriah selatan pada pertemuan pertama mereka di G20 di Hamburg adalah “contoh nyata bahwa kita dapat bekerja sama”.

Lavrov membandingkan negosiasi dengan pemerintahan Barack Obama, yang dia katakan “ternyata tidak mampu membedakan faksi-faksi anti Assad dengan oposisi normal” di Suriah.

“Baru sekarang melalui konsep zona aman kita mendapatkan hasil di daerah ini,” kata Lavrov.

Rudskoi mengatakan bahwa pasukan Rusia pada 21-22 Juli mendirikan dua pos pemeriksaan dan 10 pos pengamatan di sepanjang perbatasan yang membagi pasukan oposisi dan pasukan rezim di zona selatan.

Moskow juga telah menginformasikan kepada pasukan zionis mengenai penempatannya dan bahwa posisi Rusia terdekat adalah 13 kilometer dari garis demarkasi antara tentara Israel dan Suriah di Dataran Tinggi Golan, kata Rudskoi.

Berdasar kesepakatan kedua Moskow mengatakan bahwa mereka tertahan dengan oposisi “moderat” selama akhir pekan di Mesir, pasukan Rusia pada hari Senin juga mendirikan dua pos pemeriksaan dan empat pos pengamatan di daerah yang mencakup Ghouta Timur yang dilanda konflik, ia menambahkan.

Tentara rezim Suriah pada hari Sabtu mengumumkan berhenti memperebutkan wilayah Ghouta Timur yang dikuasai faksi-faksi jihad dan oposisi di pinggiran ibukota, namun sebuah monitor yang berbasis di London mengatakan bahwa pesawat perang rezim Syiah Assad masih melakukan serangan.

Pasukan rezim Assad telah mengepung Ghouta Timur selama lebih dari empat tahun.

Di dua zona aman yang diusulkan lainnya, Rudskoi mengatakan bahwa untuk sementara batas-batasnya ditetapkan di utara provinsi Homs, belum disepakati zona aman di Idlib di perbatasan dengan Turki.

Diskusi lebih lanjut untuk memilah-milah rincian kedua zona tersebut akan diadakan pada babak baru perundingan lanjutan di Kazakhstan pada akhir Agustus.

Kategori : Internasional

Tags : Konflik Suriah Rusia Zona de eksalasi

Syukuri Spirit 212, Amien Rais Imbau Umat Jaga Persatuan

25 Jul 2017 01:08:21
Syukuri Spirit 212, Amien Rais Imbau Umat Jaga Persatuan

BONDOWOSO (Jurnalislam.com) – Bapak reformasi Indonesia, Prof. Dr. Amien Rais mengimbau umat Islam untuk tetap menjaga persatuan pasca aksi 2 Desember 2016 atau yang dikenal dengan Aksi 212. Menurutnya, spirit 212 adalah sebuah kekuatan baru umat Islam untuk membangun Indonesia yang lebih baik.

“Aksi Bela Islam 212 itu sesuatu yang luar biasa. Sudah bisa menyatukan kekuatan UII (umat Islam Indonesia). Karena itu Insya Allah kita akan duduk kembali, kita atur sebaik-baiknya, jangan agama Allah ini redup di Indonesia yang kita cintai ini,” katanya dalam acara Halal Bi Halal Alumni 212 di Ponpes Al-Ishlah Bondowoso, Jawa Timur, Ahad (23/7/2017).

Amien Rais juga menilai, spirit212 telah menghancurkan kekuatan politik yang diprediksi mustahil untuk dikalahkan karena didukung oleh penguasa dan keuangan yang tak terbatas.

“Ahok kalah itu sebuah angin perubahan yang luar biasa. Sebab kalau pakai nalar manusia Ahok mestinya menang. Sebab di belakang dia itu Dajjal ekonomi, dajjal politik, dajjal keuangan, dajjal networking, dan dajjal intelijen, tapi tetap kalah,” tandasnya.

Oleh karena itu, Amien Rais meminta umat Islam untuk mensyukuri spirit 212 dengan cara menjaga persatuan.

“Ini adalah anugerah Allah kepada umat Islam Indonesia, yang penting kita bersatu. Kemudian ‘dua gajah’ Muhammadiyah dan NU itu hendaknya semakin dirapihkan. Yakinlah, jika kita bersama-sama bergerak, Allah tidak akan pernah mengecewakan kita,” pungkasnya.

Kategori : Nasional

Tags : aksi 212 amien rais muhammadiyah nu persatuan umat islam spirit 212

Amien Rais: Rezim Jokowi Tidak Adil Kepada Umat Islam

25 Jul 2017 00:01:24
Amien Rais: Rezim Jokowi Tidak Adil Kepada Umat Islam

BONDOWOSO (Jurnalislam.com) – Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Prof. Dr. Amien Rais mengaku ragu terhadap rezim saat ini. Menurutnya, rezim saat ini tidak adil kepada umat Islam.

“Dengan terpaksa saya katakan, saya meragukan rezim Jokowi ini adil kepada umat Islam,” katanya dalam acara Halal Bi Halal Alumni 212 di Ponpes Al-Ishlah Bondowoso, Jawa Timur, Ahad (23/7/2017).

Ia menceritakan, ketika unjuk rasa umat Islam pada 4 Nopember 2016 (aksi 411) umat Islam ditembaki gas airmata hanya karena melewati batas waktu yang ditentukan, yaitu pukul 18.00.

“Tapi lihat ketika para Ahoker berdemo sampai jam 2 pagi malah dikasih nasi bungkus. Jadi ini bener-bener kelakuan yang sangat tidak adil,” cetusnya.

Tokoh reformasi itu menambahkan, pemerintah juga mendiamkan potensi 20 juta warga Indonesia yang siap mendukung kebangkitan komunisme di Indonesia. “Malah HTI hanya karena bicara khilafah langsung dibubarkan,” tegasnya.

“Karena itu, kita harus memilih pemimpin yang tidak munafik, yang tidak cinta kepada asengwan dan asengwati,” pungkasnya.

Kategori : Nasional

Tags : aksi 411 amien rais rezim jokowi spirit 212 umat islam

Hamzah Haz: Para Pemimpin Indonesia Terjangkit ‘Kemiskinan Kaffah’

24 Jul 2017 23:33:12
Hamzah Haz: Para Pemimpin Indonesia Terjangkit ‘Kemiskinan Kaffah’

BONDOWOSO (Jurnalislam.com) – Tokoh Reformasi, Prof. Dr. Amien Rais pada acara Halal Bi Halal Silaturahim Nasional Alumni 212 di Ponpes Al-Ishlah Bondowoso, Ahad (23/7/2017) menyampaikan keprihatinan mantan Wakil Presiden Republik Indonesia Hamzah Haz atas situasi yang melanda bangsa Indonesia saat ini.

“Lima hari yang lalu, saya mengunjungi Pak Hamzah Haz, beliau satu bulan sakit kanker pangkal lidah, sudah sembuh. Kemudian beliau duduk dan mengatakan, mas Amien, keadaan umat sekarang agak kocar-kacir. Betapa nikmatnya seperti dulu waktu reformasi itu, kita umat Islam duduk membagi-bagi kekuasaan seperti membagi kue,” kata pendiri Parta Amanat Nasional (PAN) itu mengisahkan.

Menurut Hamza Haz, kata Amien, penyebab kondisi tersebut disebabkan para pemimpin saat ini telah terjangkit penyakit kemiskinan kaffah (total).

“Sekarang banyak di kalangan pemimpin dan mungkin sebagian ulama terjangkit penyakit kemiskinan Kaffah. Kalau dulu hanya kemiskinan ekonomi, sekarang itu kemiskinan akhlak, kemiskinan spirit, kemiskinan mental, kemiskinan keagamaan. Jadi mudah dipecah-belah,” kata Hamzah Haz seperti dituturkan Amien Rais.

Oleh sebab itu, Hamzah Haz mengimbau kepada umat Islam untuk bersatu dan bahu membahu membangun kembali Indonesia.

“Ini imbauan Pak Hamzah, yakinlah bahwa dua gajah (NU dan Muhammadiyah) ini, ditambah Persis, dll harus bersatu dan pelan-pelan membangun kembali bangsa ini,” pungkasnya.

Kategori : Nasional

Tags : amien rais hamza haz kemiskinan total reformasi

Kini Hayat Tahrir al Sham Kuasai Provinsi Idlib

24 Jul 2017 10:31:43
Kini Hayat Tahrir al Sham Kuasai Provinsi Idlib

SURIAH (Jurnalislam.com) – Hayat Tahrir al Sham koalisi faksi jihad Suriah menguasai Idlib di Suriah pada hari Ahad (23/7/2017) setelah Ahrar al Sham menarik diri, memperkuat pegangan mereka atas kota barat laut dan provinsinya, salah satu wilayah yang berada di luar kendali rezim Nushairiyah Assad, lansir Aljazeera.

Pada saat bersamaan, sebuah bom mobil meledak di Idlib dan menewaskan 11 orang, kelompok pemantau Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) yang berbasis di Inggris mengatakan.

Perkembangan terakhir terjadi setelah faksi Hayat Tahrir al-Sham, yang dipimpin oleh Jabhat Fath al Sham dan dikenal sebagai HTS, bersama dengan Ahrar al-Sham, menyetujui gencatan senjata pada hari Jumat.

“Ahrar al-Sham mengundurkan diri dari kota Idlib yang kini berada di bawah kendali Hayat Tahrir al-Sham,” Kepala Observatorium Rami Abdel Rahman mengatakan kepada kantor berita AFP.

“Ratusan pasukan Ahrar al-Sham meninggalkan kota itu mengendarai puluhan kendaraan menuju provinsi selatan Idlib,” katanya.

Gencatan senjata tersebut mengakhiri satu pekan pertempuran sengit antara HTS dan Ahrar al-Sham, yang didukung oleh Turki dan beberapa negara Teluk, yang menewaskan sedikitnya 92 orang termasuk 15 warga sipil, kata Observatorium.

Inilah Pernyataan Sikap Hayat Tahrir Sham atas Kesepakatan Astana

Abdel Rahman mengatakan bahwa HTS mendirikan pos pemeriksaan di kota barat laut.

Jatuhnya kota dan ibukota provinsi bersifat simbolis.

Dan itu terjadi setelah HTS mengambilalih “lebih dari 31 kota dan desa” tanpa pertumpahan darah di seluruh provinsi Idlib selama dua hari terakhir, kata monitor tersebut.

HTS didominasi oleh faksi Jabhat Fath al-Sham, yang sebelumnya dikenal sebagai Jabhah Nusrah.

HTS dan Ahrar al-Sham pernah menjadi sekutu dan mendukung satu sama lain untuk menguasai sebagian besar provinsi Idlib dari pasukan rezim Syiah Suriah pada tahun 2015.

Gencatan senjata yang mereka sepakati pada hari Jumat menyerukan pembebasan tahanan kedua pihak dan “penarikan kelompok bersenjata dari perbatasan Bab al-Hawa” dengan Turki.

Bab al-Hawa, yang dikuasai Ahrar al-Sham, akan diserahkan ke administrasi sipil, katanya.

Abdel Rahman mengatakan bahwa kehadiran Ahrar al-Sham telah sangat berkurang di provinsi Idlib, yang pernah mereka kuasai. Oposisi dibiarkan hanya di kota Ariha dan sebagian Jabal al-Zawiya di tenggara.

Ahrar al-Sham juga dihantam oleh pembelotan ratusan pejuangnya ke HTS.

Konflik Suriah meletus pada pertengahan Maret 2011 diawali dengan unjuk rasa anti-pemerintah yang damai yang malah ditekan secara brutal oleh rezim dengan keganasan militer yang kejam.

Konflik dengan cepat berkembang menjadi perang yang melibatkan lokal, regional dan internasional di banyak bidang, yang telah membunuh lebih dari 450.000 orang dan membuat jutaan orang mengungsi dari rumah mereka.

Kategori : Internasional

Tags : Ahrar al-Sham Hayat Tahrir al Sham HTS

Dua Distrik Dikuasai, 1 Helikopter Ditembak Jatuh Taliban di Taywara

24 Jul 2017 09:37:34
Dua Distrik Dikuasai, 1 Helikopter Ditembak Jatuh Taliban di Taywara

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Menurut sebuah laporan terbaru, pada siang hari Ahad (23/7/2017), Taliban menembak jatuh sebuah helikopter militer Afghanistan di dekat pusat distrik Taywara, lansir Al Emarah News.

“Pusat distrik tersebut mengatakan bahwa markas polisi dan pos pemeriksaan keamanan sekitarnya telah dikuasai oleh Mujahidin, menyebabkan kerugian serius bagi musuh”, koresponden menambahkan.

Taliban juga melakukan serangan terkoordinasi ke pusat administrasi, markas besar polisi dan pos pemeriksaan keamanan distrik Naish semalam, dalam ‘Operasi Mansouri’ yang sedang berlangsung.

Serangan senjata berat dan ringan mengakibatkan 3 pos pemeriksaan keamanan ke arah barat dari pusat distrik diserbu, menewaskan 25 pasukan boneka di tempat dan menyebabkan beberapa lainnya luka-luka.

Menurut rincian, sebuah tank lapis baja, APC dan pickup ranger hancur. 2 senapan mesin PKM, 1 peluncur RPG, 7 senapan dan peralatan militer lainnya juga disita, 3 pejuang Taliban terluka dan satu lainnya gugur.

Aljazeera melaporkan pejuang Taliban telah menguasai dua pusat distrik di Afghanistan utara dan tengah, saat pasukan Afghanistan bertempur untuk menahan pejuang yang berkembang di seluruh negeri.

Distrik Taywara Ghor jatuh ke tangan Taliban pada Ahad dini hari setelah beberapa hari terlibat bentrokan dengan pasukan Afghanistan, Mohammad Mahdavi, wakil kepala dewan provinsi untuk Ghor, mengatakan kepada kantor berita DPA.

Provinsi Ganga bagian tengah berbatasan dengan Farah di barat laut dan Helmand di selatan, keduanya dikenal sebagai benteng bagi pejuang Taliban, Mahdavi mengatakan.

Distrik lain di provinsi Faryab barat laut juga jatuh ke tangan Taliban pada hari Ahad dini hari.

“Sejumlah besar Taliban menyerang pusat kota Kohistan dari beberapa arah sekitar pukul 9 malam pada hari Sabtu,” kata Javed Bedar, juru bicara gubernur Faryab.

Menurut Bedar, baik pasukan Afghanistan maupun pejuang Taliban menderita korban jiwa, namun tidak ada informasi jumlah tepat.

Taliban melancarkan empat serangan terhadap markas besar polisi Gaji di Gwang dan “kami tidak punya pilihan selain mundur,” kata kepala polisi provinsi Mohammad Mustafa Moseni.

Kategori : Internasional

Tags : Imarah Islam Operasi Mansaori taliban

Foto Silaturahim Nasional Alumni 212 di Ponpes Al Ishlah Bondowoso

24 Jul 2017 09:33:44
Foto Silaturahim Nasional Alumni 212 di Ponpes Al Ishlah Bondowoso

Fotografer: Adi Sucipto

Kategori : Foto

Tags : bondowoso ponpes al ishlah silaturahim nasional alumni 212

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

Demiliterisasi Gaza Atas Nama Investasi

Demiliterisasi Gaza Atas Nama Investasi

19 Apr 2026 22:06:24
FH UI dan Hilangnya Mahkota Laki-laki: Self Control yang Tumbang

FH UI dan Hilangnya Mahkota Laki-laki: Self Control yang Tumbang

18 Apr 2026 06:08:07
Pelecehan di FH UI: Saat Perintah Menundukkan Pandangan Diabaikan

Pelecehan di FH UI: Saat Perintah Menundukkan Pandangan Diabaikan

18 Apr 2026 06:06:05
Pelajar Kok Jadi Pengedar?

Pelajar Kok Jadi Pengedar?

18 Apr 2026 06:01:56

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED