Responsive image

Mantan Ketua MPR: Anak Bangsa yang Paling Pancasilais Adalah Umat Islam

Mantan Ketua MPR: Anak Bangsa yang Paling Pancasilais Adalah Umat Islam

BONDOWOSO (Jurnalislam.com) – Mantan Ketua MPR RI, Prof. Dr. Amien Rais mengatakan, anak bangsa yang paling cinta kepada Indonesia adalah umat Islam.

“Anak bangsa yang paling nasionalis, yang paling cinta kepada bangsa, yang paling Pancasilais, yang paling setia kepada Indonesia itu adalah UII (Umat Islam Indonesia),” tegasnya dalam acara Halal Bi Halal Alumni 212 di Ponpes Al-Ishlah Bondowoso, Jawa Timur, Ahad (23/7/2017).

Oleh sebab itu, kata dia, umat Islam tidak mungkin menghancurkan bangsa yang telah diperjuangkannya .

“Orang Islam itu mesti cinta kebaikan, tidak mungkin orang Islam merencanakan untuk menghancurkan negaranya. Tetapi saat ini kita dituduh sebaliknya,” imbuhnya.

Tokoh reformasi itu menyinggung adanya sekelompok orang yang mengklaim Pancasilais dan menuding umat Islam sebagai kelompok anti-Pancasila dan intoleran.

“Mereka yang disebut sebagai ‘Sembilan Barongsai’ itu mengatakan bahwa Indonesia adalah bapak tiri kami dan Cina adalah Bapak kandung kami. Kalau mereka mengklaim lebih Pancasilais dari kita itu orang gila. Nah, kalau ada pimpinan negara yang lebih percaya pada si cebong ini daripada kepada umat Islam, itu pemimpin yang setengah sinting,” terangnya.

“Karena itu, kita harus memilih pemimpin yang tidak munafik, yang tidak cinta kepada asengwan dan asengwati,” tukasnya.

Amien Rais merujuk pada pernyataan salah satu taipan, Sukanto Tantoto dalam sebuah wawancara di stasiun TV China yang beredar di Youtube pada Agustus tahun lalu.

Dalam video tersebut Tantoto mengatakan, Indonesia adalah ayah angkat dan Cina ayah kandungnya.

“Saya lahir dan besar di Indonesia. Menempuh pendidikan, menikah dan memulai bisnis juga di sana. Tetapi Indonesia adalah ayah angkat bagi saya, karena itu ketika pulang ke Cina saya merasa menemukan ayah kandung. Itu karena saya masih merasa orang Cina,” demikian diucapkan konglomerat Sukanto Tanoto saat tampil sebagai narasumber dalam sebuah acara televisi di Cina.

Bagikan
Close X