Sabtu, 2 Dhul Qa'ada 1447 / 18 April 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Milisi Syiah Houthi Bom Kediaman Pemimpin Sekutunya

05 Sep 2017 09:00:33
Milisi Syiah Houthi Bom Kediaman Pemimpin Sekutunya

YAMAN (Jurnalislam.com) – Milisi Syiah Houthi membom rumah seorang pemimpin partai politik Ali Abdullah Saleh, saat ketegangan di antara kedua sekutu tersebut meningkat.

Menurut sumber lokal, pemberontak Syiah Houthi pada hari Senin (4/9/2017mengebom rumah salah satu pemimpin Partai Kongres Populer, Sheikh Ali al-Houbani, sebelah timur provinsi Taiz di barat daya Yaman, Al Arabiya melaporkan.

Sumber tersebut mengatakan bahwa rumah Sheikh al-Hobani, pemimpin partai Saleh yang terkemuka, di wilayah al-Hoban timur Taiz tersebut, hancur total.

Dipercaya bahwa pemboman tersebut merupakan upaya untuk mengintimidasi pemimpin politik Saleh di dalam partainya.

Sementara itu, milisi Houthi menangkap seorang pemimpin militer senior yang setia pada Saleh di gubernur al-Hudaydah di Yaman barat.

Sumber media mengatakan bahwa pemberontak Houthi menangkap komandan brigade pertahanan pantai ke-82, Jenderal Ali Mahdi al-Ansi yang setia pada Saleh. Mereka memenjarakannya di kamp polisi kota dan tidak mengungkapkan alasan atau keadaan penangkapannya.

Kategori : Internasional

Tags : perang yaman syiah houthi

Republik Islam Afghanistan Kutuk Serangan Brutal Militer Budha Myanmar pada Muslim Rohingya

05 Sep 2017 08:24:14
Republik Islam Afghanistan Kutuk Serangan Brutal Militer Budha Myanmar pada Muslim Rohingya

KABUL (Jurnalislam.com) – Afghanistan pada hari Senin (4/9/2017) bergabung dengan masyarakat internasional dalam menghujat pembunuhan massal Muslim Rohingya di Myanmar.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa Republik Islam Afghanistan mencela dengan cara yang paling berat atas pembantaian sadis Muslim Rohingya oleh militer di sana.

“Kementerian Luar Negeri, sangat mengecam keras serangan brutal dan tidak berperikemanusiaan oleh militer negara tersebut terhadap penduduk Muslimnya, menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa dan institusi hak asasi manusia di dunia untuk secara serius memperhatikan genosida dan pembantaian Muslim dan rakyat tertindas di Myanmar”, katanya, lansir Anadolu Agency.

Pernyataan ini muncul saat ribuan Muslim Rohingya telah melarikan diri dari pembantaian oleh militer di Myanmar dalam beberapa pekan terakhir. Sebanyak 87.000 pengungsi Rohingya tiba di Bangladesh sejak pasukan Budha Myanmar melancarkan operasi terhadap kaum Muslim di negara tetangganya pada 25 Agustus, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari Senin.

Laporan media mengatakan pasukan Myanmar menggunakan kekuatan yang tidak proporsional, menggusur ribuan warga desa Rohingya dan menghancurkan rumah mereka dengan mortir dan senapan mesin.

Kawasan ini telah menyaksikan ajang pembantaian yang merebak antara populasi sekte Buddha yang berkuasa dan kaum Muslim yang ditindas, sejak kekerasan komunal meletus pada tahun 2012.

Sebuah tindakan keras yang diluncurkan Oktober lalu di Maungdaw, di mana Rohingya menjadi mayoritas, hingga PBB menyelidiki dan mengeluarkan sebuah laporan mengenai pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan terhadap kemanusiaan berat oleh aparat Myanmar.

PBB mendokumentasikan pemerkosaan massal, pembunuhan, penyiksaan, penyembelihan – termasuk bayi dan anak kecil – pemukulan brutal, dan penghilangan paksa. Perwakilan Rohingya mengatakan sekitar 400 orang dibunuh selama tindakan keras tersebut.

Kategori : Internasional

Tags : afghanistan Mulsim Rohingya Muslim myanmar myanmar

Erdogan: Saya Akan Ungkap Apa yang Terjadi Sebenarnya di Myanmar pada Majelis PBB Nanti

05 Sep 2017 07:59:13
Erdogan: Saya Akan Ungkap Apa yang Terjadi Sebenarnya di Myanmar pada Majelis PBB Nanti

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Senin (4/9/2017) bahwa dia akan mengangkat derita Muslim Rohingya Myanmar pada pertemuan Majelis Umum PBB berikutnya di New York akhir bulan ini, Anadolu Agency melaporkan.

Berbicara kepada penduduk setempat di distrik Catalca di Istanbul pada hari terakhir hari raya Idul Adha, Erdogan mengatakan, “Dunia tetap diam dalam menghadapi pembantaian kaum Muslim di Myanmar.”

“Saya akan mengungkapkan apa yang sedang terjadi di Myanmar di Majelis Umum PBB pada 19 September dengan cara yang paling luas,” katanya. “Kami akan membicarakan semua ini dengan para pemimpin di sana.”

Sebagai presiden yang aktif dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI), Erdogan mengatakan bahwa sejauh ini dia telah berbicara kepada para pemimpin sekitar 20 negara mengenai masalah ini.

Bulan Sabit Merah Turki (Kizilay) dan Otoritas Manajemen Bencana Darurat (AFAD) akan terus mengirim bantuan kemanusiaan kepada Muslim Rohingya yang menderita di Asia Tenggara, tambah presiden tersebut.

Kekerasan meletus di negara bagian Rakhine di Myanmar pada 25 Agustus ketika pasukan negara tersebut melancarkan operasi militer brutal terhadap komunitas Muslim Rohingya.

Kekerasan ini memicu masuknya pengungsi baru ke negara tetangga Bangladesh, meskipun negara tersebut menutup perbatasannya untuk para pengungsi.

Laporan media mengatakan pasukan Myanmar menggunakan kekuatan yang tidak proporsional, menggusur ribuan warga desa Rohingya dan menghancurkan rumah mereka dengan mortir dan senapan mesin.

Kawasan ini telah menyaksikan ajang pembantaian yang merebak antara populasi sekte Buddha yang berkuasa dan kaum Muslim yang ditindas, sejak kekerasan komunal meletus pada tahun 2012.

Sebuah tindakan keras yang diluncurkan Oktober lalu di Maungdaw, di mana Rohingya menjadi mayoritas, hingga PBB menyelidiki dan mengeluarkan sebuah laporan mengenai pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan terhadap kemanusiaan berat oleh aparat Myanmar.

PBB mendokumentasikan pemerkosaan massal, pembunuhan, penyiksaan, penyembelihan – termasuk bayi dan anak kecil – pemukulan brutal, dan penghilangan paksa. Perwakilan Rohingya mengatakan lebih dari 400 orang Muslim Rohingya dibunuh secara sadis selama tindakan keras tersebut.

Kategori : Internasional

Tags : Erdogan Muslim myanmar muslim rohingya myanmar

Militer Myanmar dan Aung San Suu Kyii Dihantam Kecaman Dunia

05 Sep 2017 07:28:19
Militer Myanmar dan Aung San Suu Kyii Dihantam Kecaman Dunia

MYANMAR (Jurnalislam.com) – Pasukan Myanmar dan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi menghadapi kecaman internasional atas penderitaan kaum minoritas Rohingya baru-baru ini, lansir Aljazeera, Senin (4/9/2017).

Hampir 90.000 orang Rohingya telah membanjiri Bangladesh dalam 10 hari terakhir menyusul meningkatnya pertempuran antara pejuang Muslim Rohingya dan militer Budha Myanmar di negara bagian Rakhine barat yang dilanda konflik.

Muslim Rohingya selama ini telah dipaksa untuk hidup di bawah penindasan, pembatasan apartheid untuk bergerak dan memiliki kewarganegaraan.

Ini Laporan PBB atas Situasi yang Semakin Memburuk bagi Muslim Rohingya

Gelombang kekerasan, yang pertama dimulai Oktober lalu ketika sebuah kelompok pejuang kecil Rohingya menyerang pos-pos perbatasan, merupakan yang terburuk yang pernah dialami etnis Rakhine selama bertahun-tahun, dimana PBB dalam tanggapannya mengatakan bahwa tentara Myanmar mungkin telah melakukan pembersihan kaum Muslim Rohingya.

Aung San Suu Kyi, mantan tahanan politik penguasa militer Myanmar, mendapat tekanan yang meningkat atas ketidakpeduliannya untuk berbicara melawan perlakuan terhadap Rohingya atau menghukum militer.

Dia tidak berkomentar sejak pertempuran terakhir terjadi pada 25 Agustus.

Malala Yousafzai, peraih Nobel perdamaian Pakistan, menyuarakan penghukumannya atas masalah ini dalam sebuah pernyataan di Twitter.

“Setiap kali saya melihat berita tersebut, hati saya hancur menyaksikan penderitaan Muslim Rohingya di Myanmar,” Yousafzai mengatakan.

“Selama beberapa tahun terakhir saya telah berulang kali mengutuk perlakuan tragis dan memalukan ini. Saya masih menunggui peraih Nobel Aung San Suu Kyi melakukan hal yang sama,” tambahnya.

Menteri Luar Negeri Malaysia Anifah Aman juga mempertanyakan kebungkaman Aung San Suu Kyi.

“Sejujurnya, saya tidak puas dengan Aung San Suu Kyi,” kata Anifah kepada kantor berita AFP.

“(Sebelumnya) dia membela prinsip-prinsip hak asasi manusia. Sekarang sepertinya dia tidak melakukan apa-apa.”

Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Senin bahwa dia mendesak para pemimpin dunia untuk berbuat lebih banyak dalam membantu Muslim Rohingya, yang menghadapi apa yang dia gambarkannya sebagai “genosida”.

“Anda melihat situasi dimana Myanmar dan Muslim berada,” kata Erdogan di Istanbul, saat menghadiri pemakaman seorang tentara Turki. “Anda melihat bagaimana desa-desa dibakar … Kemanusiaan tetap diam terhadap pembantaian di Myanmar”.

Dia mengatakan Turki akan mengangkat isu tersebut di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York akhir bulan ini.

Krisis yang berkembang mengancam hubungan diplomatik Myanmar, terutama dengan negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim di Asia Tenggara seperti Malaysia dan Indonesia dimana ada kemarahan publik yang mendalam atas perlakuan terhadap Rohingya.

Maladewa mengumumkan pada hari Senin bahwa pihaknya memutuskan semua hubungan dagang dengan negara tersebut “sampai pemerintah Myanmar mengambil tindakan untuk mencegah kekejaman dilakukan terhadap Muslim Rohingya”, kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi bertemu dengan Aung San Suu Kyi, serta kepala militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing di Naypyidaw, pada hari Senin dalam upaya untuk menekan pemerintah berbuat lebih banyak demi meringankan krisis.

Ini Hasil Pertemuan Menlu Retno Marsudi Dengan Aung San Suu Kyi

Ratusan orang berdemonstrasi di depan kedutaan Myanmar pada hari Senin, di mana polisi bersenjata dikerahkan dan aksi tersebut dikepung kawat berduri di belakang.

Pakistan juga menyatakan “penderitaan mendalam” atas kekerasan yang terus berlanjut terhadap minoritas Rohingya di Myanmar.

Menteri Luar Negeri Khawaja Muhammad Asif pada hari Senin menyerukan “tindakan efektif untuk mencegah terulangnya kekerasan semacam itu” terhadap minoritas Muslim.

Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif menambahkan dalam sebuah tweet baru-baru ini: “Kebungkaman global atas terus berlanjutnya kekerasan terhadap Muslim #Rohingya. Tindakan Internasional penting untuk mencegah pembersihan etnis lebih lanjut – PBB harus bangkit.”

Sejak pertempuran terakhir pecah, cabang al-Qaeda di Yaman telah menyerukan serangan balasan terhadap Myanmar sementara Taliban Afghanistan mendesak umat Islam untuk “menggunakan kemampuan mereka dalam membantu umat Islam Myanmar yang tertindas”.

Ribuan orang juga berkumpul di wilayah Chechnya, Rusia, Senin, untuk sebuah demonstrasi yang dipentaskan secara resmi mengenai situasi orang Rohingya.

Kategori : Internasional

Tags : Muslim myanmar muslim rohingya myanmar

Wahdah Islamiyah Seru Umat Qunut Nazilah untuk Muslim Rohingya

04 Sep 2017 22:26:59
Wahdah Islamiyah Seru Umat Qunut Nazilah untuk Muslim Rohingya

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustadz Zaitun Rasmin juga mengutuk keras tragedi kemanusiaan yang menimpa Muslim Rohingya di Myanmar. Ia mengajak umat Muslim untuk melakukan qunut nazilah mendoakan Muslim Rohingya.

“Wahdah Islamiyah menyerukan bagi kaum Muslimin untuk melakukan qunut nazilah, bersungguh-sungguh berdoa dan berkontribusi bagi pembebasan Muslim Rohingya dari kezaliman,” kata Zaitun dalam keterangan tertulis, Senin (4/9/2017).

Bantu Muslim Rohingya, GP Ansor Jatim Siap Turun ke Myanmar

Selain itu, ia juga ingin umat Muslim, para pemerhati dan peduli kemanusiaan sedunia untuk membentuk konsorsium internasional untuk menangani masalah Rohingya secara menyeluruh. Ia juga menuntut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menunjukkan eksistensinya dengan menghentikan genosida itu atau umat Islam akan mengambil jalannya sendiri.

“Pemerintah Indonesia kami minta agar menggunakan pengaruhnya untuk menghentikan kezaliman yang tidak sesuai dengan perikemanusian dan perikeadilan ini,” kata dia.

Pemerintah Bangladesh juga diminta oleh pihaknya untuk membuka perbatasan bagi pengungsi Rohingya atas nama Islam dan Kemanusiaan. Pemerintah Bangladesh pun dinilai seharusnya bisa mengikuti langkah pemerintah Indonesia dan Malaysia yang membuka lebar pintu bagi para pengungsi Rohingya.

DSKS Ajak Ormas Islam di Tiap Daerah Gelar Aksi Bela Rohingya

“Kami mengutuk keras atas segala tindakan kezaliman terhadap etnis Muslim Rohingya. Juga menyerukan jihad kemanusiaan kepada seluruh kaum Muslimin agar memberikan apapun yang dimilikinya untuk mengangkat kezaliman ini,” tegasnya.

Siaran Pers

Kategori : Nasional

Tags : jihad qunut nazilah rohingya save rohingya wahdah islamiyah zaitun rasmin

ISAC Desak PBB Usut Pelanggaran HAM Militer Myanmar Atas Muslim Rohingya

04 Sep 2017 22:18:08
ISAC Desak PBB Usut Pelanggaran HAM Militer Myanmar Atas Muslim Rohingya

SOLO (Jurnalislam.com) – The Islamic Study and Action Center (ISAC) mendesak Pemerintah Myanmar untuk segera menghentikan pembantaian terhadap muslim Rohingya. Pernyataan itu disampaikan Sekjen ISAC, Endro Sudarsono di Hotel Tosan Solobaru kepada Jurnalislam.com, Senin (4/9/2017).

“Kita juga meminta kepada negara tetangga, Bangladesh, Malaysia, Indonesia dan negara sekitarnya, untuk membantu meringankan beban pengungsi,” kata Endro.

Ini Hasil Pertemuan Menlu Retno Marsudi Dengan Aung San Suu Kyi

Selain itu, ISAC juga mendesak PBB dan lembaga kemanusiaan internasional untuk mengusut tuntas pelanggaran HAM berat yang dilakukan militer Myanmar terhadap muslim Rohinyga di Rakhine State.

“Termasuk kita meminta kepada HAM dan PBB, UNICEF, membantu akomodasi para pengungsi, termasuk dari Turkey yang saat ini begitu memperhatikan (pengungsi Rohingya-red), kita berharap lembaga-lembaga HAM ikut mengusut kasus pelanggaran HAM berat, yang terjadi berulang kali ini,” papar Endro.

Lebih lanjut, ISAC juga mendesak pemerintah untuk mengeluarkan Myanmar dari keanggotaan ASEAN jika Myanmar tidak segera menghentikan kekejamaanya terhadap muslim Rohingya di Rakhine State, Myanmar.

Kategori : Nasional

Tags : endro sudarsono isac pbb pelanggaran ham rohingya save rohingya

Ini Hasil Pertemuan Menlu Retno Marsudi Dengan Aung San Suu Kyi

04 Sep 2017 21:57:31
Ini Hasil Pertemuan Menlu Retno Marsudi Dengan Aung San Suu Kyi

NAY PYI TAW (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi menemui pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi untuk menyampaikan usulan Indonesia yang disebut Formula 4+1 terkait nasib Muslim Rohingya di Rakhine State.

Empat elemen ini terdiri dari: Mengembalikan stabilitas dan keamanan, menahan diri secara maksimal dan tidak menggunakan kekerasan, perlindungan kepada semua orang yang berada di Rakhine State, tanpa memandang suku dan agama, dan terakhir, pentingnya segera dibuka akses untuk bantuan kemanusiaan.

“Empat elemen pertama merupakan elemen utama yang harus segera dilakukan agar krisis kemanusian dan keamanan tidak semakin memburuk,” ujarnya.

Sedangkan satu elemen lainnya adalah pentingnya agar rekomendasi Laporan Komisi Penasehat untuk Rakhine State yang dipimpin oleh Kofi Annan dapat segera diimplementasikan. Satu capaian penting misi diplomasi kemanusiaan Indonesia ini adalah dengan disepakatinya Indonesia dan ASEAN terlibat dalam penyaluran bantuan kemanusiaan di Rakhine State. Mekanisme penyaluran dipimpin oleh Pemerintah Myanmar, namun melibatkan ICRC dan beberapa negara, termasuk Indonesia dan ASEAN.

UNHCR: 73.000 Muslim Rohingya Telah Melintasi Perbatasan

Dalam pemberian bantuan ini, Indonesia selalu menekankan bahwa bantuan harus sampai kepada semua orang yang memerlukan, tanpa kecuali, tanpa memandang agama dan etnis. Mengenai implementasi rekomendasi laporan Kofi Annan, Pemerintah Myanmar membentuk komite implementasi dan Badan Penasehat untuk mengawasi implementasi rekomendasi.

Retno juga menyampaikan kepedulian dan komitmen tinggi LSM Kemanusiaan Indonesia terhadap Myanmar. Ia menyampaikan, baru saja meluncurkan Aliansi Kemanusiaan Indonesia untuk Myanmar (AKIM) pada tanggal 31 Agustus 2017.

Aliansi terdiri dari 11 organisasi kemanusiaan, yang memprioritaskan bantuannya pada empat hal, yaitu pendidikan, kesehatan; livelihood (ekonomi); dan relief. Komitmen bantuan yang diberikan oleh aliansi adalah sebesar 2 juta dolar AS.

Ini Laporan PBB atas Situasi yang Semakin Memburuk bagi Muslim Rohingya

“Saya mengharapkan agar Pemerintah Myanmar dapat melanjutkan pemberian akses kepada AKIM karena selama ini telah bersama Pemerintah Indonesia dalam melaksanakan beberapa program,” kata Retno.

Selain melakukan pertemuan dengan Suu Kyi, Retno juga melakukan pertemuan dengan tiga menteri, yaitu Menteri pada Kantor Presiden, National Security Advisor, dan Menteri muda Urusan Luar Negeri.

Pertemuan dengan tiga menteri Myanmar membahas masalah teknis mekanisme bantuan kemanusiaan, yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Myanmar. “Misi ke Myanmar paling tidak telah mencapai dua hal, pertama menyampaikan perhatian besar masyarakat Indonesia kepada situasi kemanusiaan di Rakhine State dan adanya komitmen otoritas Myanmar untuk segera atasi krisis kemanusiaan tersebut.”

Turki Desak Bangladesh agar Buka Pintu Bagi Muslim Rohingya

Selain itu, Indonesia juga telah mendapat akses dengan diterima dalam mekanisme penyaluran bantuan kemanusiaan yang dipimpin Pemerintah Myanmar dan akan melibatkan ICRC.

Kategori : Internasional

Tags : Aung San Suu Kyi krisis rohingya menlu retno rohingya save rohingya

Bantu Muslim Rohingya, GP Ansor Jatim Siap Turun ke Myanmar

04 Sep 2017 21:24:58
Bantu Muslim Rohingya, GP Ansor Jatim Siap Turun ke Myanmar

SURABAYA (Jurnalislam.com) – Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur mengutuk keras tragedi kemanusiaan yang menimpa Muslim Rohingnya di Myanmar. Pernyataan itu disampaikan Ketum GP Ansor Jawa Timur, Rudi Triwahid pada Senin (4/9/2017) dalam siaran pers di Kantor PWNU Jawa Timur.

“Kami minta semua umat muslim untuk bergandengan tangan dan menggalang bantuan kemanusiaan untuk Rohingnya,” ucapnya usai acara Sholat Ghaib dan Aksi Solidaritas untuk Rohingya di kantor PWNU Jawa Timur.

DSKS Ajak Ormas Islam di Tiap Daerah Gelar Aksi Bela Rohingya

“Ini adalah langkah awal dan aksi nyata yang bisa kami lakukan saat ini,” lanjutnya.

Rudi menjelaskan, GP Ansor Jatim akan mulai menggalang bantuan dana selama empat hari yang melibatkan seluruh pengurus GP Ansor mulai tingkat ranting hingga pusat.

Rudi menambahkan, pihaknya juga siap jika diminta untuk mengirim personil ke Myanmar. “Kami siap kalau tujuannya untuk perdamaian,” tegasnya.

GP Ansor Jatim berharap pemerintah berperan lebih aktif memberi solusi dan melakukan diplomasi guna hentikan kekerasan yang menimpa Muslim Rohingya.

Umat Islam Magelang Serukan Seluruh Umat Manusia Lawan Kebiadaban Rezim Myanmar

“Kami harap segera ada solusi untuk menghentikan aksi kekerasan di Myanmar. Pada dasarnya, semua tindak kekerasan tidak dibenarkan,” pungkas Rudi.

Kategori : Nasional

Tags : aksi bela rohingya gp ansor muslim rohingya rohingya save rohingya

HMI Desak Pemerintah Usir Dubes Myanmar

04 Sep 2017 21:15:15
HMI Desak Pemerintah Usir Dubes Myanmar

MALANG (Jurnalislam.com) – HMI Cabang Malang berunjuk rasa damai di depan Balaikota Malang, Senin, (4/9/2017). Mereka meminta Presiden Joko Widodo segera mengambil langkah nyata untuk menghentikan aksi pembantaian umat muslim di Myanmar.

“Kita minta hentikan genosida di Myanmar. Ini sangat mengerikan, kita meminta pemerintah mengambil langkah kongkrit dalam rangka menghentikan pembantaian muslim Rohingya,” kata Ketua HMI Malang, Harianto.

Menurutnya, selama ini pemerintah Indonesia hanya mengambil langkah diplomatis dan belum sampai kepada sikap tegas agar pemerintah Myanmar menghentikan aksi kekerasan terhadap bangsa Rohingya.

“Kenapa tidak mau mengusir Dubes dan memutus hubungan bilateral. Meminta waktu untuk Dubes Myanmar agar melakukan tindakan selama 3×24 jam,” tandasnya.

Ia menyayangkan langkah pemerintah yang cenderung lamban dalam menyelamatkan jutaan nyawa muslim Rohingya. HMI berharap pemerintah untuk memanggil pulang Dubes Indonesia di Myanmar dan memulangkan Dubes Myanmar dari Indonesia.

“Kita menuntut hubungan diplomasi dengan Myanmar diputus. Panggil Dubes Indonesia dan pulangkan Dubes Myanmar. Ini adalah prinsip kemanusiaan yang mendasar,” pungkasnya.

Kategori : Nasional

Tags : hmi rohingya save rohingya

KPS Gandeng Dai Berwibawa Gio Tebar Kurban di Daerah Rawan Akidah

04 Sep 2017 11:03:38
KPS Gandeng Dai Berwibawa Gio Tebar Kurban di Daerah Rawan Akidah

WONOGIRI (Jurnalislam.com)- Komunitas Pecinta Sedekah (KPS) bekerja sama dengan Dai Berwibawa Gio melakukan bakti sosial ‘Tebar Kurban’ di Dusun Ngluweng, Desa Tawangharjo, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, Ahad,(3/9/2017).

Empat sapi dan delapan kambing disalurkan di daerah rawan akidah dan kristenisasi di 24 dusun daerah Masjid Al Amin Wonogiri. Kordinator Dai Berwibawa Gio, Ustaz Ardiansyah mengatakan bahwa penyaluran hewan kurban kali ini merupakan upaya pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat yang minus, baik secara ekonomi maupun pemahaman agama Islam.

Apalagi, umat nonmuslim dikabarkan akan membiayai renovasi masjid. “Kami berpesan kepada kaum muslimin bahwa dakwah ini urusan bersama yang mana setiap pribadi diberi amanah oleh Allah untuk berdakwah,” kata ustaz Ardiansyah.

Sementara itu, Joko sebagai perwakilan KPS mengungkapkan bahwa kurban dilakukan di Dusun Ngluweng untuk mensupport dakwah para dai dari Dai Berwibawa Gio.

Acara ini juga dilakukan pembagian wakaf Al- Quran dari Laskar Sedekah, peletakan batu pertama dan penyerahan dana pembangunan oleh Pengajian Joglo Arrohmah

Reporter : Romy

 

Kategori : Komunitas

Tags : dai berwibawa gio Idul Adha kps kristenisasi Kurban tebar kurban

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

FH UI dan Hilangnya Mahkota Laki-laki: Self Control yang Tumbang

FH UI dan Hilangnya Mahkota Laki-laki: Self Control yang Tumbang

18 Apr 2026 06:08:07
Pelecehan di FH UI: Saat Perintah Menundukkan Pandangan Diabaikan

Pelecehan di FH UI: Saat Perintah Menundukkan Pandangan Diabaikan

18 Apr 2026 06:06:05
Pelajar Kok Jadi Pengedar?

Pelajar Kok Jadi Pengedar?

18 Apr 2026 06:01:56
Aroma Komersialisasi Dibalik ‘WAR’ Tiket Haji

Aroma Komersialisasi Dibalik ‘WAR’ Tiket Haji

18 Apr 2026 05:41:32

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED