Republik Islam Afghanistan Kutuk Serangan Brutal Militer Budha Myanmar pada Muslim Rohingya

Republik Islam Afghanistan Kutuk Serangan Brutal Militer Budha Myanmar pada Muslim Rohingya

KABUL (Jurnalislam.com) – Afghanistan pada hari Senin (4/9/2017) bergabung dengan masyarakat internasional dalam menghujat pembunuhan massal Muslim Rohingya di Myanmar.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa Republik Islam Afghanistan mencela dengan cara yang paling berat atas pembantaian sadis Muslim Rohingya oleh militer di sana.

“Kementerian Luar Negeri, sangat mengecam keras serangan brutal dan tidak berperikemanusiaan oleh militer negara tersebut terhadap penduduk Muslimnya, menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa dan institusi hak asasi manusia di dunia untuk secara serius memperhatikan genosida dan pembantaian Muslim dan rakyat tertindas di Myanmar”, katanya, lansir Anadolu Agency.

Pernyataan ini muncul saat ribuan Muslim Rohingya telah melarikan diri dari pembantaian oleh militer di Myanmar dalam beberapa pekan terakhir. Sebanyak 87.000 pengungsi Rohingya tiba di Bangladesh sejak pasukan Budha Myanmar melancarkan operasi terhadap kaum Muslim di negara tetangganya pada 25 Agustus, kata Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari Senin.

Laporan media mengatakan pasukan Myanmar menggunakan kekuatan yang tidak proporsional, menggusur ribuan warga desa Rohingya dan menghancurkan rumah mereka dengan mortir dan senapan mesin.

Kawasan ini telah menyaksikan ajang pembantaian yang merebak antara populasi sekte Buddha yang berkuasa dan kaum Muslim yang ditindas, sejak kekerasan komunal meletus pada tahun 2012.

Sebuah tindakan keras yang diluncurkan Oktober lalu di Maungdaw, di mana Rohingya menjadi mayoritas, hingga PBB menyelidiki dan mengeluarkan sebuah laporan mengenai pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan terhadap kemanusiaan berat oleh aparat Myanmar.

PBB mendokumentasikan pemerkosaan massal, pembunuhan, penyiksaan, penyembelihan – termasuk bayi dan anak kecil – pemukulan brutal, dan penghilangan paksa. Perwakilan Rohingya mengatakan sekitar 400 orang dibunuh selama tindakan keras tersebut.

Bagikan
Close X