Langsung ke konten

Jurnal Islam

Selasa, 16 Jumadal Ula 1448 / 27 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik
Internasional

Militer Myanmar dan Aung San Suu Kyii Dihantam Kecaman Dunia

Militer Myanmar dan Aung San Suu Kyii Dihantam Kecaman Dunia
Arie Ristyan
5 September 2017, 07:28

MYANMAR (Jurnalislam.com) – Pasukan Myanmar dan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi menghadapi kecaman internasional atas penderitaan kaum minoritas Rohingya baru-baru ini, lansir Aljazeera, Senin (4/9/2017).

Hampir 90.000 orang Rohingya telah membanjiri Bangladesh dalam 10 hari terakhir menyusul meningkatnya pertempuran antara pejuang Muslim Rohingya dan militer Budha Myanmar di negara bagian Rakhine barat yang dilanda konflik.

Muslim Rohingya selama ini telah dipaksa untuk hidup di bawah penindasan, pembatasan apartheid untuk bergerak dan memiliki kewarganegaraan.

Ini Laporan PBB atas Situasi yang Semakin Memburuk bagi Muslim Rohingya

Gelombang kekerasan, yang pertama dimulai Oktober lalu ketika sebuah kelompok pejuang kecil Rohingya menyerang pos-pos perbatasan, merupakan yang terburuk yang pernah dialami etnis Rakhine selama bertahun-tahun, dimana PBB dalam tanggapannya mengatakan bahwa tentara Myanmar mungkin telah melakukan pembersihan kaum Muslim Rohingya.

Aung San Suu Kyi, mantan tahanan politik penguasa militer Myanmar, mendapat tekanan yang meningkat atas ketidakpeduliannya untuk berbicara melawan perlakuan terhadap Rohingya atau menghukum militer.

Dia tidak berkomentar sejak pertempuran terakhir terjadi pada 25 Agustus.

Malala Yousafzai, peraih Nobel perdamaian Pakistan, menyuarakan penghukumannya atas masalah ini dalam sebuah pernyataan di Twitter.

“Setiap kali saya melihat berita tersebut, hati saya hancur menyaksikan penderitaan Muslim Rohingya di Myanmar,” Yousafzai mengatakan.

“Selama beberapa tahun terakhir saya telah berulang kali mengutuk perlakuan tragis dan memalukan ini. Saya masih menunggui peraih Nobel Aung San Suu Kyi melakukan hal yang sama,” tambahnya.

Menteri Luar Negeri Malaysia Anifah Aman juga mempertanyakan kebungkaman Aung San Suu Kyi.

“Sejujurnya, saya tidak puas dengan Aung San Suu Kyi,” kata Anifah kepada kantor berita AFP.

“(Sebelumnya) dia membela prinsip-prinsip hak asasi manusia. Sekarang sepertinya dia tidak melakukan apa-apa.”

Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Senin bahwa dia mendesak para pemimpin dunia untuk berbuat lebih banyak dalam membantu Muslim Rohingya, yang menghadapi apa yang dia gambarkannya sebagai “genosida”.

“Anda melihat situasi dimana Myanmar dan Muslim berada,” kata Erdogan di Istanbul, saat menghadiri pemakaman seorang tentara Turki. “Anda melihat bagaimana desa-desa dibakar … Kemanusiaan tetap diam terhadap pembantaian di Myanmar”.

Dia mengatakan Turki akan mengangkat isu tersebut di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York akhir bulan ini.

Krisis yang berkembang mengancam hubungan diplomatik Myanmar, terutama dengan negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim di Asia Tenggara seperti Malaysia dan Indonesia dimana ada kemarahan publik yang mendalam atas perlakuan terhadap Rohingya.

Maladewa mengumumkan pada hari Senin bahwa pihaknya memutuskan semua hubungan dagang dengan negara tersebut “sampai pemerintah Myanmar mengambil tindakan untuk mencegah kekejaman dilakukan terhadap Muslim Rohingya”, kata kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi bertemu dengan Aung San Suu Kyi, serta kepala militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing di Naypyidaw, pada hari Senin dalam upaya untuk menekan pemerintah berbuat lebih banyak demi meringankan krisis.

Ini Hasil Pertemuan Menlu Retno Marsudi Dengan Aung San Suu Kyi

Ratusan orang berdemonstrasi di depan kedutaan Myanmar pada hari Senin, di mana polisi bersenjata dikerahkan dan aksi tersebut dikepung kawat berduri di belakang.

Pakistan juga menyatakan “penderitaan mendalam” atas kekerasan yang terus berlanjut terhadap minoritas Rohingya di Myanmar.

Menteri Luar Negeri Khawaja Muhammad Asif pada hari Senin menyerukan “tindakan efektif untuk mencegah terulangnya kekerasan semacam itu” terhadap minoritas Muslim.

Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif menambahkan dalam sebuah tweet baru-baru ini: “Kebungkaman global atas terus berlanjutnya kekerasan terhadap Muslim #Rohingya. Tindakan Internasional penting untuk mencegah pembersihan etnis lebih lanjut – PBB harus bangkit.”

Sejak pertempuran terakhir pecah, cabang al-Qaeda di Yaman telah menyerukan serangan balasan terhadap Myanmar sementara Taliban Afghanistan mendesak umat Islam untuk “menggunakan kemampuan mereka dalam membantu umat Islam Myanmar yang tertindas”.

Ribuan orang juga berkumpul di wilayah Chechnya, Rusia, Senin, untuk sebuah demonstrasi yang dipentaskan secara resmi mengenai situasi orang Rohingya.

Tags Muslim myanmar muslim rohingya myanmar

Berita Terkait

Mengapa Negara Mayoritas Muslim Seperti Azerbaijan Membatasi Hijab?
Artikel

Mengapa Negara Mayoritas Muslim Seperti Azerbaijan Membatasi Hijab?

13 Oktober 2026
[ INFOGRAFIK ] Setahun Gencatan Senjata Gaza dalam Lima Angka
Info Grafik

[ INFOGRAFIK ] Setahun Gencatan Senjata Gaza dalam Lima Angka

11 Oktober 2026
Wajib Halal Oktober 2026: Perlindungan Konsumen dan Ujian Kesiapan Ekosistem UMKM
Artikel

Wajib Halal Oktober 2026: Perlindungan Konsumen dan Ujian Kesiapan Ekosistem UMKM

24 September 2026
Hifzh an-Nafs dan Kesehatan Jiwa: Sedih Bukan Tanda Lemah Iman
Artikel

Hifzh an-Nafs dan Kesehatan Jiwa: Sedih Bukan Tanda Lemah Iman

9 Oktober 2026
Betulkah Gabung Board of Peace Merupakan Tindakan Realistis?
Artikel

Betulkah Gabung Board of Peace Merupakan Tindakan Realistis?

5 Februari 2026
Akhiri Perang Saudara di Sudan dengan Tegaknya Institusi Islam
Artikel

Akhiri Perang Saudara di Sudan dengan Tegaknya Institusi Islam

6 November 2025

Terpopuler

Berita

  1. Muhammadiyah dan MUI Soroti Konser Andrea Bocelli, Singgung Solidaritas untuk Palestina
  2. MUI Soroti Klaim Imam Mahdi di Bangkalan, Kiai Cholil Nafis Ungkap Tiga Penyimpangan
  3. Kamp Pengungsian di Gaza Dibakar, Lebih dari 800 Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal
  4. Parlemen Mesir Setujui Otorisasi Bantuan Militer untuk Arab Saudi

Artikel

Sorry. No data so far.

Berita

  1. DSKS Sampaikan Penolakan Konser Andrea Bocelli di Borobudur ke Polda Jateng
  2. Audiensi ke DPRD Surakarta, DSKS Desak Konser Andrea Bocelli Dibatalkan
  3. Aliansi Ulama Jatim Desak Pemakzulan Gibran, Minta DPR RI Tindak Lanjuti Putusan MK
  4. Puluhan Kiai Sepuh Berkumpul di Lirboyo, Sebut Gus Yaqut Terzalimi dan Ingatkan KPK

Artikel

  1. Ingkar Janji dalam Hukum dan Islam
  2. Karhutla Akan Terus Berulang Selama Menerapkan Sistem Kapitalisme
  3. Bullying Potret Buram Generasi Sekuler

Berita

  1. Boikot Israel: Membaca Basis Data PBB, Daftar BDS, dan Nama-Nama yang Beredar di Indonesia
  2. DSKS Sampaikan Penolakan Konser Andrea Bocelli di Borobudur ke Polda Jateng
  3. Dugaan Politik Uang Mengguncang Muktamar NU, KPK NU Seret Nama Tiga Tokoh
  4. Audiensi ke DPRD Surakarta, DSKS Desak Konser Andrea Bocelli Dibatalkan

Artikel

  1. Mengapa Negara Mayoritas Muslim Seperti Azerbaijan Membatasi Hijab?
  2. Tiga Tahun Gaza: Jangan Lelah Membela Al-Aqsa
  3. Hari Santri 2026: Setelah Santri Menulis kepada Presiden

Opini

Bullying Potret Buram Generasi Sekuler

Bullying Potret Buram Generasi Sekuler

25 Okt 2026 18:45:30
Karhutla Akan Terus Berulang Selama Menerapkan Sistem Kapitalisme

Karhutla Akan Terus Berulang Selama Menerapkan Sistem Kapitalisme

25 Okt 2026 18:43:18
Ingkar Janji dalam Hukum dan Islam

Ingkar Janji dalam Hukum dan Islam

21 Okt 2026 22:29:28
Pendidikan Politik Jalan di Tempat, Anggaran Parpol Jalan Terus

Pendidikan Politik Jalan di Tempat, Anggaran Parpol Jalan Terus

19 Okt 2026 08:30:25

Internasional

Operasi Militer Israel di Hebron Paksa 2.649 Warga Palestina Mengungsi

Operasi Militer Israel di Hebron Paksa 2.649 Warga Palestina Mengungsi

27 Okt 2026 05:32:21
Kamp Pengungsian di Gaza Dibakar, Lebih dari 800 Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal

Kamp Pengungsian di Gaza Dibakar, Lebih dari 800 Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal

27 Okt 2026 05:29:02
Parlemen Mesir Setujui Otorisasi Bantuan Militer untuk Arab Saudi

Parlemen Mesir Setujui Otorisasi Bantuan Militer untuk Arab Saudi

27 Okt 2026 05:26:52
Erdogan Tegaskan Diplomasi Turkiye Tetap Terbuka untuk Perdamaian Dunia

Erdogan Tegaskan Diplomasi Turkiye Tetap Terbuka untuk Perdamaian Dunia

25 Okt 2026 17:46:43

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

[ INFOGRAFIK ] Azerbaijan, Muslim dan Hijab
[ INFOGRAFIK ] Setahun Gencatan Senjata Gaza dalam Lima Angka
[INFOGRAFIK] Jakarta Understanding 2026: Tujuh Komitmen Imam Besar Dunia dari Jakarta
[INFOGRAFIK] Partai Kepala Daerah Juara Korupsi di Era Jokowi: Golkar Disusul PDIP

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED