Sabtu, 2 Dhul Qa'ada 1447 / 18 April 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

DSKS Ajak Ormas Islam di Tiap Daerah Gelar Aksi Bela Rohingya

04 Sep 2017 09:58:53
DSKS Ajak Ormas Islam di Tiap Daerah Gelar Aksi Bela Rohingya

SOLO (Jurnalislam.com)- Dewan Syariah Kota Surakata (DSKS) menilai kondisi umat Islam di Rohingya semakin memprihatinkan. Tragedi Kemanusiaan yang dilakukan oleh Rezim Militer Myanmar dan Ektrimis Budha berupa pembunuhan dan pembakaran Muslim secara massal, penganiayaan, pembakaran masjid dan rumah warga Muslim terus berlangsung di Rohingya.

Untuk itu, Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) meminta seluruh warga masyarakat khususnya umat Islam di tiap daerah menggelar aksi bela rohingya mulai dari tabligh akbar hingga penggalangan dana.

“Unjuk rasa di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan menyelenggarakan tabligh-tabligh Akbar untuk menjelaskan kondisi Rohingya,”kata sekretaris DSKS Suwondo kepada Jurnalislam.com Sabtu (2/9/2017).

Selain itu, diperlukan juga penggalangan dana yang nantinya akan disalurkan kepada lembaga-lembaga terpercaya.

Sebagaimana diketahui, kondisi umat Islam Rohingya kembali memburuk. Kekerasan meletus di negara bagian Rakhine di Myanmar pada Jum’at (25/8/2017) ketika pasukan keamanan negara tersebut melancarkan operasi terhadap komunitas Muslim Rohingya. Ini memicu masuknya pengungsi baru ke negara tetangga Bangladesh, meskipun negara tersebut menutup perbatasannya dengan para pengungsi.

Kategori : Nasional

Tags : aksi bela rohingya Derita Muslim rohingnya dsks pembantaian rohingya rohingya solo

Setelah Beraudiensi dengan Masyarakat, Talk Show Tokoh Budha di Hotel Tosan Solo Dibatalkan

04 Sep 2017 09:34:40
Setelah Beraudiensi dengan Masyarakat, Talk Show Tokoh Budha di Hotel Tosan Solo Dibatalkan

SOLO (Jurnalislam.com) – Umat Islam Rohingya kini sedang dibantai oleh rezim Myanmar. Hal tersebut memicu kemarahan masyarakat luas di pelbagai daerah Indonesia termasuk Surakarta.

Untuk menjaga kondusivitas Solo, Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) bersama elemen umat Islam Soloraya mendatangi Hotel Tosan, Ahad (3/9/2017) guna beraudiensi dengan pihak penyelenggara kegiatan Talk Show pekan depan yang rencananya akan dihadiri Tokoh agama Budha Y.M Bhikku Dammasubho Mahathera.

Rombongan umat Islam diterima oleh Manager Operasional Hotel Tosan, Wonggo dan panitia acara Lilik di Ruang Ballroom Hotel Tosan. Dalam audiensi tersebut Humas LUIS, Endro Sudarsono mengatakan bahwa pihaknya ingin mengkonfirmasi akan kegiatan talk show mengingat suasana masyarakat yang sedang ‘memanas’ karena pembantaian muslim Rohingya oleh Budha di Myanmar.

Baca juga : LUIS Minta Talk Show Tokoh Budha Dipindah ke Vihara

Sekertaris LUIS Yusuf Suparno mengatakan, perkembangan situasi di Rohingnya Myanmar yang menjadi pusat perhatian masional maupun internasional, maka LUIS memberikan beberapa masukan dan saran terhadap kegiatan tersebut agar berjalan lancar dan kondusif.

“Yang pertama dipindahkan ke Vihara, kedua, Mengurangi dampak negatif dan beban psikologis umat islam di Indonesia atas tragedi pembantaian warga muslim di Myanmar, ketiga, Menjaga keharmonisan antar umat beragama di Indonesia umumnya dan khususnya Soloraya,”kata Yusuf.

Menanggapi hal tersebut, panitia acara, Lilik mengatakan terima kasih dan menerima masukkan masyarakat dengan membatalkan acara di Hotel Tosan. Sebagai umat Budha, Lilik merasa risau atas perlakuan kaum Budha di Myanmar terhadap umat Islam Rohingya.

” Saya sebagai panitia sangat berterimakasih karena bukan hanya menolak tapi juga ada solusi, Kita juga bisa merasakan suasana kebatinan umat islam di Indonesia dan karena tragedi tersebut, tidak sesuai dengan kemanusiaan dan ajaran agama apapun, dan untuk kebaikan bersama, maka acara tersebut kita batalkan,”pungkasnya.

Kategori : Nasional

Tags : audiensi LUIS pembantaian rohingya rohingya solo

Jaga Kondusivitas Solo, LUIS Minta Talk Show Tokoh Budha Dipindahkan ke Vihara

04 Sep 2017 09:26:16
Jaga Kondusivitas Solo, LUIS Minta Talk Show Tokoh Budha Dipindahkan ke Vihara

SOLO (Jurnalislam.com) – Umat Islam Rohingya kini sedang dibantai oleh rezim Myanmar. Hal tersebut memicu kemarahan masyarakat luas di pelbagai daerah Indonesia termasuk Surakarta.

Untuk menjaga kondusivitas Solo, Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) bersama elemen umat Islam Soloraya mendatangi Hotel Tosan, Ahad (3/9/2017) guna beraudiensi dengan pihak penyelenggara kegiatan Talk Show pekan depan yang rencananya akan dihadiri Tokoh agama Budha Y.M Bhikku Dammasubho Mahathera.

Rombongan umat Islam diterima oleh Manager Operasional Hotel Tosan, Wonggo dan panitia acara Lilik di Ruang Ballroom Hotel Tosan. Dalam audensi tersebut Humas LUIS, Endro Sudarsono mengatakan bahwa pihaknya ingin mengkonfirmasi akan kegiatan talk show mengingat suasana masyarakat yang sedang ‘memanas’ karena pembantaian muslim Rohingya oleh Budha di Myanmar.

“Kedatangan kita untuk konfirmasi terkait kegiatan tersebut dan juga kita ingin memberi masukan dan saran agar terjaganya kondusifitas di kota Solo, Kita sebenarnya selama ini tidak pernah mengusir atau mengganggu kegiatan tersebut, cuma disaat yang bersamaan ada kejadian memprihatinkan di Rohingya,”katanya.

Senada dengan hal tersebut, Sekertaris LUIS Yusuf Suparno mengatakan, perkembangan situasi di Rohingnya Myanmar yang menjadi pusat perhatian nasional maupun internasional, maka LUIS memberikan beberapa masukan dan saran terhadap kegiatan tersebut agar berjalan lancar dan kondusif.

“Yang pertama dipindahkan ke Vihara, kedua, Mengurangi dampak negatif dan beban psikologis umat islam di Indonesia atas tragedi pembantaian warga muslim di Myanmar, ketiga, Menjaga keharmonisan antar umat beragama di Indonesia umumnya dan khususnya Soloraya,” kata Yusuf.

Menanggapi hal tersebut, Operasional Manager Hotel Tosan, Wonggo mengatakan bahwa pihak hotel hanya sebagai penyedia fasilitas tempat. Sementara itu, salah satu panitia talk show, Lilik mengapresiasi dengan kedatangan umat Islam.

Menurutnya, pembantaian muslim oleh Budha bertentangan dengan agama Budha. Karenanya, ia mewakili panitia akan membatalkan kegiatan tersebut.

Kategori : Nasional

Tags : audiensi batal budha pembantaian muslim rohingya rohingya solo

Umat Islam Magelang Serukan Seluruh Umat Manusia Lawan Kebiadaban Rezim Myanmar

04 Sep 2017 08:09:50
Umat Islam Magelang  Serukan Seluruh Umat Manusia Lawan Kebiadaban Rezim Myanmar

MAGELANG (Jurnalislam.com) – Ribuan orang dibunuh, sisanya kabur meninggalkan rumahnya di negara bagian Rakhine, Myanmar, karena memburuknya kekerasan dalam dua hari belakangan ini.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Front Aliansi Umat Islam Bersatu (FA-UIB) Magelang, Anang Imammudin mengutuk keras pembantaian umat muslim di Myanmar dan menyerukan agar seluruh manusia melawan kejahatan rezim Myanmar.

“Ini adalah kejahatan kemanusiaan yang biadab dan Harus di lawan oleh seluruh penduduk dunia,”kata Anang kepada Jurnalislam.com baru-baru ini.

Terlebih umat Islam, Anang mengimbau agar saling mendoakan dan membantu dengan maksimal. ” Menghimbau semua umat islam di indonesia mendoakan saudara kita di Rohingya, membantu kebutuhan-kebutuhan yg ada dan siap menampung saudara-saudara Rohingya apabila mengungsi di Indonesia,”pintanya.

Anang juga mendesak PBB dan aktifis HAM untuk ikut menyuarakan krisis yang terjadi di Rohingnya.”Kita Meminta kepada dunia internasional terutama PBB, aktivis HAM, aktivis kemanusiaan yang selama ini berkoar-koar untuk angkat bicara terhadap pembantaian muslim Rohingya untuk segera dihentikan,”tegasnya.

Kategori : Nasional

Tags : anang Derita Muslim rohingnya fa-uib rohingya

Kembangkan Sistem Rudal S-300 Rusia, Iran Gelar Uji Coba Rudal Bavar-373

04 Sep 2017 08:08:07
Kembangkan Sistem Rudal S-300 Rusia, Iran Gelar Uji Coba Rudal Bavar-373

TEHERAN (Jurnalislam.com) – Republik Syiah Iran telah menguji sistem pertahanan udara dalam negerinya, yang dirancang untuk mengembangkan S-300 Rusia, kata kepala pertahanan Garda Revolusi, lansir Middle East Eye, Ahad (3/8/2017).

“Sejalan dengan penyebaran S-300, pengerjaan sistem Bavar-373 sedang berlangsung,” Farzad Esmaili mengatakan kepada penyiar media IRIB Sabtu malam.

“Sistem ini dibuat sepenuhnya di Iran dan beberapa bagiannya berbeda dari S-300. Semua sub sistemnya telah selesai dan tes misilnya telah dilakukan.”

Iran Dibalik Pembantaian Aleppo

Bavar (yang berarti “kepercayaan”) adalah sistem pertahanan rudal jarak jauh Tehran yang pertama, dan akan mulai beroperasi pada bulan Maret 2018, tambahnya.

Pada tahun 2010, Iran mulai memproduksi Bavar-373 setelah pembelian S-300 dari Rusia dihentikan karena sanksi internasional.

Rusia melanjutkan penjualan tersebut setelah kesepakatan nuklir 2015 dengan kekuatan dunia yang mencabut sanksi, dan sistem pertahanan S-300 Iran mulai beroperasi pada bulan Maret.

Pada hari Ahad televisi Iran menayangkan rekaman pertama dari sebuah “pesawat tak berawak” rahasia di lokasi gurun yang tidak diketahui, dimana puluhan pesawat tak berawak berjejer.

“Jika perlu, sejumlah besar elang berkecepatan tinggi Iran akan mendarat di wilayah musuh,” kata Esmaili dalam rekaman tersebut.

Iran telah mengembangkan beberapa pesawat militer dalam beberapa tahun terakhir, memicu kritik dari Washington.

Bulan lalu, Amerika Serikat mengklaim pesawat tak berawak Iran terbang sangat dekat dengan kapal induk dan sebuah jet Angkatan Laut AS dalam dua insiden terpisah di perairan Teluk.

Iran: Setelah Aleppo, Kita akan Bantai Bahrain dan Yaman

Pada hari Sabtu, menteri pertahanan baru Amir Hatami mengatakan bahwa Iran memiliki “rencana khusus untuk meningkatkan kekuatan rudal”.

Dia mengatakan bahwa dia berharap “kemampuan tempur rudal balistik dan peluncur Iran” akan meningkat dalam empat tahun ke depan.

Komentar tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan dengan Washington, yang telah mengeluarkan sanksi baru terhadap program rudal balistik Iran.

Kategori : Internasional

Tags : iran rudal s 300 Rusia

Pembebasan Islam Moro: Krisis Marawi Meluas ke Provinsi Lain Filipina

04 Sep 2017 07:56:57
Pembebasan Islam Moro: Krisis Marawi Meluas ke Provinsi Lain Filipina

FILIPINA (Jurnalislam.com) – Krisis Marawi meluap ke provinsi lain di selatan negara tersebut, kata beberapa pejabat militer dan kelompok Pembebasan Islam Moro, Anadolu Agency melaporkan Ahad (3/8/2017).

Krisis ini terjadi setelah Presiden Rodrigo Duterte mengatakan pada hari Jumat (1/8/2017) bahwa milisi Islam bersenjata lengkap telah terlihat di daerah pedalaman Buldon, Maguindanao, Mindanao tengah di Filipina selatan.

Kepala Komando Mindanao Barat Letnan Jenderal Carlito Galvez Jr. pada hari Sabtu (2/8/2017) mengkonfirmasi penilaian Duterte bahwa kelompok Maute telah memperluas pengaruhnya di luar Marawi, lokasi pengepungan yang diperpanjang sejak Mei ini.

Presiden Filipina Memohon Bantuan Kepada Front Pembebasan Islam Moro

“Itulah mengapa Front Pembebasan Islam Moro (the Moro Islamic Liberation Front-MILF) sekarang melakukan yang terbaik untuk mengatasi situasi di Maguindanao,” kata Galvez kepada wartawan pertahanan yang meliput konflik Marawi.

Inquirer online pada hari Jumat melaporkan bahwa juru bicara MILF Von Al Haq meminta anak buah mereka untuk segera memverifikasi klaim Duterte dan mengkonfirmasikannya.

“Mereka bisa menuju ke kota Butig karena letaknya dekat Buldon atau di Maguindanao,” kata Al Haq.

Kelompok IS Filipina akan Tinggalkan Kota Marawi Jika Pasukan Islam Moro Turut Campur

Dia mengatakan bahwa mereka tidak dapat memobilisasi pasukan mereka untuk memburu militan tersebut karena mereka juga melakukan operasi lainnya yang terus berlanjut di bagian lain Maguindanao terhadap kelompok ekstremis.

“Kami membutuhkan pasukan dan peluru,” tambahnya.

Di situs resminya, MILF mengatakan bahwa krisis Marawi yang meluap adalah konsekuensi alami dari sebuah penyakit yang tidak ditangani dengan benar, sebuah “situasi yang tidak menguntungkan.”

Kategori : Internasional

Tags : filipina Marawi

Al Shabaab Serang Pangkalan Militer Somalia, 26 Pasukan Tewas

04 Sep 2017 07:43:01
Al Shabaab Serang Pangkalan Militer Somalia, 26 Pasukan Tewas

SOMALIA (Jurnalislam.com) – Kelompok Al-Shabab menyerang sebuah pangkalan militer di dekat kota pelabuhan Kismayu di selatan Somalia pada hari Ahad, (3/8/2017) kata seorang perwira tentara Somalia, menambahkan bahwa dia tidak segera mengetahui rincian korban.

Faksi jihad itu mengaku bertanggung jawab atas serangan dan mengatakan 26 tentara Somalia tewas dalam insiden tersebut, namun klaim mereka belum dapat dikonfirmasi oleh sumber lain.

“Kami mengetahui al-Shabab menyerang pangkalan dan pertempuran sengit serta ledakan terjadi, tapi tetap saja kami tidak memiliki rincian,” kata Mohamed Isa, seorang perwira militer, kepada kantor berita Reuters dari Kismayu, lansir Aljazeera.

Serangan itu terjadi di sebuah pangkalan di desa Bula Gudud, dekat Kismayu.

Radio negara juga melaporkan pangkalan tersebut telah diserang namun mengatakan korban belum diketahui.

Pangkalan tersebut dioperasikan bersama oleh tentara nasional Somalia dan pasukan dari wilayah semi-otonom Jubbaland Somalia selatan, lapornya.

Warga di Bula Gudud mengatakan ledakan terdengar dan baku tembak terjadi sesaat setelah shalat subuh hari ini.

Abdiasis Abu Musab, juru bicara militer al-Shabab, mengatakan kepada Reuters: “Pagi ini, kami menyerang pangkalan Jubbal di dekat Bula Gudud, kami membunuh 26 tentara dan membakar dua mobil.”

Al Shabab meninggalkan markas setelah merebut sejumlah senjata, amunisi dan beberapa kendaraan, tambahnya.

Al-Shabab merupakan al-Qaeda di Afrika yang memerangi pemerintah boneka Somalia bentukan Barat (AS) dan ingin menerapkan hukum (syariah) Islam di Somalia.

Kategori : Internasional

Tags : al shabab Mujahidin Al Shabaab Mujahidin Al Shabab somalia

Pakistan Ajak OKI Wujudkan Solidaritas untuk Muslim Rohingya

04 Sep 2017 07:31:51
Pakistan Ajak OKI Wujudkan Solidaritas untuk Muslim Rohingya

KARACHI (Jurnalislam.com) – Pakistan pada hari Ahad (3/8/2017) mengungkapkan keprihatinannya yang mendalam atas meningkatnya jumlah kematian dan pemindahan paksa Muslim Rohingya, dan menyebut ini sebagai sumber keprihatinan dan petaka serius di tengah Idul Adha saat ini – salah satu dari dua hari hari raya utama kaum Muslim di seluruh dunia.

“Pakistan mendesak pihak berwenang di Myanmar untuk menyelidiki laporan pembantaian, meminta pertanggungjawaban mereka, dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi hak-hak Muslim Rohingya,” kata Menteri Luar Negeri Pakistan dalam sebuah pernyataan, lansir Anadolu Agency.

Sejalan dengan posisi konsisten melindungi hak-hak minoritas Muslim di seluruh dunia, pernyataan tersebut mengatakan, Pakistan akan bekerja sama dengan masyarakat internasional – khususnya, Organisasi Kerjasama Islam – OKI (the Organization of Islamic Cooperation – OIC) – untuk mewujudkan solidaritas dengan Muslim Rohingya dan bekerja untuk menjaga hak-hak mereka.

Erdogan Kecam Pembantaian di Myanmar dan akan Tuntut di Pengadilan PBB

Kekerasan meletus di negara bagian Rakhine di Myanmar pada 25 Agustus ketika pasukan Myanmar melancarkan operasi pembantaian terhadap komunitas Muslim Rohingya. Kekerasan ini memicu masuknya pengungsi baru ke negara tetangga Bangladesh, meskipun negara tersebut menutup perbatasannya untuk para pengungsi.

Laporan media mengatakan pasukan Myanmar menggunakan kekuatan yang tidak proporsional, mengusir ribuan warga desa Rohingya dan menghancurkan rumah mereka dengan mortir dan senapan mesin.

Daerah ini telah mengalami ketegangan antara populasi sekte Buddhis dan kaum Muslim sejak kekerasan komunal terjadi pada tahun 2012.

Sebuah tindakan keras yang diluncurkan Oktober lalu di Maungdaw, di mana Rohingya menjadi mayoritas, menyebabkan sebuah laporan PBB mengenai pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan terhadap kemanusiaan oleh aparat keamanan.

PBB mendokumentasikan pemerkosaan massal, pembunuhan, penyiksaan – termasuk bayi dan anak kecil – penyembelihan, pemukulan brutal, dan penghilangan paksa. Perwakilan Rohingya mengatakan lebih dari 400 orang telah terbunuh dalam tindakan keras tersebut.

Kategori : Internasional

Tags : Muslim myanmar muslim rohingya myanmar

UNHCR: 73.000 Muslim Rohingya Telah Melintasi Perbatasan

04 Sep 2017 07:04:37
UNHCR: 73.000 Muslim Rohingya Telah Melintasi Perbatasan

MYANMAR (Jurnalislam.com) – Hampir 75.000 Muslim Rohingya telah melarikan diri dari pembantaian etnis di Myanmar ke negara tetangga Bangladesh, dengan petugas bantuan memperingatkan bahwa kapasitas kamp bantuan penuh karena ribuan orang terus masuk setiap hari.

Vivian Tan, jurubicara regional UNHCR, mengatakan kepada Al Jazeera pada hari Ahad (3/9/2017) bahwa sedikitnya 73.000 warga Rohingya melintasi perbatasan sejak kekerasan meletus pada 25 Agustus, ribuan lainnya diperkirakan menyusul.

“Sebagian besar yang datang benar-benar kelelahan, beberapa mengatakan bahwa mereka belum makan dalam beberapa hari dan beberapa mengalami trauma akibat pengalaman mereka,” katanya.

“Seorang wanita tiba sendirian setelah mengikuti sekelompok pengungsi di seberang perbatasan. Ketika bertemu dengan PBB, dia mengatakan bahwa suaminya telah ditembak dan bayinya yang berusia 18 bulan dia tinggalkan bersama mertuanya.

“Dia telah kehilangan kontak dengan keluarganya dan sedang berjuang untuk memproses apa yang sedang terjadi,” Tan menambahkan.

Dalam beberapa hari terakhir, puluhan ribu Rohingya telah menyeberang ke Bangladesh untuk menghindari pembunuhan massal yang mereka katakan sedang dilakukan oleh pasukan Myanmar.

PBB mendokumentasikan pemerkosaan massal, pembunuhan, penyiksaan, penyembelihan – termasuk bayi dan anak kecil – pemukulan brutal, dan penghilangan paksa. Perwakilan Rohingya mengatakan sekitar 400 orang telah terbunuh dalam tindakan keras tersebut.

Kategori : Internasional

Tags : Muslim myanmar muslim rohingya myanmar

Ini Laporan PBB atas Situasi yang Semakin Memburuk bagi Muslim Rohingya

02 Sep 2017 11:57:14
Ini Laporan PBB atas Situasi yang Semakin Memburuk bagi Muslim Rohingya

JENEWA (Jurnalislam.com) – Pejabat HAM PBB memperingatkan situasi yang memburuk dengan cepat di negara bagian Rakhine di Myanmar, karena puluhan ribu Muslim Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh, Anadolu Agency melaporkan, Jumat (1/9/2017).

“Situasi kemanusiaan memburuk dengan cepat dan saya khawatir ribuan orang semakin berisiko melakukan pelanggaran berat terhadap hak asasi mereka,” kata Yanghee Lee, pelapor khusus PBB mengenai situasi hak asasi manusia di Myanmar, dalam sebuah pernyataan Kamis malam didukung oleh pelapor khusus PBB untuk kebebasan beragama dan berkeyakinan, Ahmed Shaheed, dan pelapor khusus mengenai masalah minoritas, Fernand de Varennes.

“Puluhan ribu Muslim Rohingya sekarang dilaporkan melarikan diri ke Bangladesh,” kata mereka.

Ada beberapa laporan yang dapat dipercaya bahwa tentara di Myanmar menggunakan granat berpeluncur roket terhadap warga sipil yang bergerak menuju Bangladesh, kata Lee.

“Siklus kekerasan yang memburuk sangat memprihatinkan dan harus segera diatasi,” kata Lee.

Lee mengecam kegagalan pihak berwenang di Myanmar untuk membantu Muslim Rohingya melakukan evakuasi ke lokasi yang lebih aman.

“Lebih dari 27.000 orang telah menyeberang ke Bangladesh di daerah sekitar Cox’s Bazar, sementara 20.000 lainnya masih terdampar di antara kedua negara. Jumlah tersebut terus bertambah,” kata Lee.

“Saya meminta Pemerintah untuk segera memberikan bantuan segera kepada semua orang yang terkena dampak di Negara Bagian Rakhine, dan memberikan akses yang tidak terbatas kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memberikan bantuan kemanusiaan,” kata Lee.Kekerasan meletus di Rakhine, Myanmar pada 25 Agustus ketika pasukan keamanan negara Asia Tenggara tersebut melancarkan operasi terhadap komunitas Muslim Rohingya. Operasi ini memicu masuknya pengungsi baru ke negara tetangga Bangladesh, meskipun negara tersebut menutup perbatasannya untuk para pengungsi.

Aktivis Myanmar: Kurang dari Sepekan 800 Muslim Rohingya Dibunuh

Laporan media mengatakan pasukan keamanan Myanmar menggunakan kekuatan yang tidak proporsional, menggusur ribuan warga desa Rohingya dan menghancurkan rumah mereka dengan mortir dan senapan mesin.

Daerah ini telah mengalami ketegangan antara populasi sekte Budhis dan kaum Muslim sejak kekerasan komunal terjadi pada tahun 2012.

Sebuah tindakan keras dilakukan pada bulan Oktober yang lalu di Maungdaw, di mana Rohingya adalah mayoritas, hingga PBB menyelidiki dan merilis laporan mengenai pelanggaran hak asasi manusia oleh pasukan keamanan yang mengindikasikan kejahatan terhadap kemanusiaan

PBB mendokumentasikan pemerkosaan massal, pembunuhan, penyiksaan, penyembelihan – termasuk bayi dan anak kecil – pemukulan brutal, dan penghilangan paksa. Perwakilan Rohingya mengatakan sekitar 400 orang telah terbunuh dalam tindakan keras tersebut.

 

Kategori : Internasional

Tags : Muslim myanmar muslim rohingya myanmar

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

FH UI dan Hilangnya Mahkota Laki-laki: Self Control yang Tumbang

FH UI dan Hilangnya Mahkota Laki-laki: Self Control yang Tumbang

18 Apr 2026 06:08:07
Pelecehan di FH UI: Saat Perintah Menundukkan Pandangan Diabaikan

Pelecehan di FH UI: Saat Perintah Menundukkan Pandangan Diabaikan

18 Apr 2026 06:06:05
Pelajar Kok Jadi Pengedar?

Pelajar Kok Jadi Pengedar?

18 Apr 2026 06:01:56
Aroma Komersialisasi Dibalik ‘WAR’ Tiket Haji

Aroma Komersialisasi Dibalik ‘WAR’ Tiket Haji

18 Apr 2026 05:41:32

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED