Senin, 19 Syawal 1447 / 06 April 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

Ini Jawaban Syeikh Abu Qatadah Bagi Orang yang Menahan Diri dari Mengkafirkan Erdogan

24 Okt 2017 10:57:12
Ini Jawaban Syeikh Abu Qatadah Bagi Orang yang Menahan Diri dari Mengkafirkan Erdogan

JURNALISLAM.COM – Tidak hanya Syeikh al Maqdisi menjawab permasalahan umat terkait fenoma politik di Suriah, tentang bagaimana Muslim bersikap atas dinamika disana, Syeikh Abu Qatadah al Filistin pun angkat bicara ketika gelombang pertanyaan mengalir pada dirinya, berikut jawaban Syeikh Abu Qatadah yang di muat Channel Al Maqalaat, Selasa (24/10/2017):

“Pertanyaan dari seorang ikhwan, apakah orang yang menahan diri untuk tidak menyatakan kafir terhadap Erdogan dianggap berasal dari mereka yang memiliki pengetahuan Aqidah?

Syaikh Abu Qatadah Al-Filistini:

Ada dua kelompok, yang satu menahan diri mentakfirkan seseorang dan yang lainnya menyatakan Takfir (mengkafirkan) terhadap seseorang. Alasan perbedaan ini bisa dilacak pada dasar vonis (fatwa). Apakah dasar fatwanya?

Pondasi yang pertama adalah mengetahui situasi apa adanya. Dan yang kedua adalah mengetahui hukum yang terhubung dengan situasi ini. Jadi kedua kelompok berbeda dalam menilai situasi terhadap seseorang namun menyetujui dasar hukum yang menilai apakah seseorang itu kafir atau Islam. Artinya kedua kelompok itu sama-sama berasal dari masyarakat Sunnah dan Al-Jamaa’ah (kaum Muslim).

Tanggapan Syaikh Abu Mahmud Al-Filistini Bagi Orang yang Menyamakan HTS dengan IS

Mereka sefaham dalam fondasi ilmiah, tapi berbeda dalam menilai situasi seseorang. Kelompok yang satu melihat dia sebagai orang benar menurut penilaiannya atas apa yang dia lihat. Sementara kelompok yang lain melihatnya sebagai orang yang tidak benar dan bahwa dia adalah seorang kafir. Dan ini terjadi, ketidaksetujuan ini terjadi. Al-Mukhtar ibn Ubayd Al-Thaqafi adalah seorang penjahat, tapi anak Umar menikahkan putrinya dengannya, dan salah satu temannya menghormatinya dan ini adalah Amir ibn Tufail Al-Laythi.

Jadi orang bisa berbeda. Saya misalnya dihubungi oleh seorang siswa yang kita cintai, saya tidak ingin menyebutkan namanya, saya tidak ingin membuatnya marah karena saya harus meminta izin terlebih dahulu. Dan dia mengatakan bahwa mentakfir Erdogan adalah sebuah kesalahan, dia mengatakan bahwa orang-orang yang dekat dengannya mengenal Erdogan, dan bahwa dia memiliki penilaian ini dan penilaian itu. Jadi begitulah, dia menilai dengan apa yang dia ketahui dan saya menilai dengan apa yang saya ketahui mengenai dia.

Walaupun saya setuju dengan Syaikh mulia ini mengenai dasar-dasar ketidakpercayaan dan kepercayaan seseorang, namun kami tidak setuju dalam kasus ini, jadi ya itu bisa terjadi.

Dengan demikian orang dimaafkan dalam kasus Erdogan dari perspektif ini. Seseorang bisa melihatnya sebagai pelayan Islam (bantuan kemanusiaan pada kaum Muslim) dan sebagainya. Bagi saya jika saya tidak melihatnya secara terbuka dan mengklaim sekularisme seperti yang dia lakukan dalam sebuah wawancara dengan Al-Jazeera dan bagaimana dia berbeda dengan Ikhwanul Muslimin di Mesir, dia secara terbuka mengklaim mematuhi agama sekularisme, yang membuat seorang menjadi kafir, dan seseorang tidak dimaafkan dari hal ini pada zaman kita sekarang. Jika saya tidak melihat ini, saya akan menahan diri dari mengkafirkannya dan saya akan memaafkannya seperti orang lain yang memaafkannya dan mengatakan bahwa dia ingin mendukung agama dan Islam. Jadi ketidaksetujuan ini bisa terjadi, dan kami memaafkan orang di dalamnya tanpa keraguan, dan orang-orang yang sepengetahuan di dalamnya.

Tanggapan Syaikh Abu Qatadah Al Palestini Terhadap Pidato Al Adnani

Subjek kedua adalah ketidaksepakatan dalam ranah ilmiah, ketidaksetujuan ini sesuai dengan mazhab hukum yang Anda ikuti. Seseorang misalnya tidak menjatuh Takfir pada penguasa yang memerintah dengan selain apa yang telah Allah wahyukan, orang ini adalah seorang kalangan Murji. Dalam hal ini kita katakan perbedaannya di dalam fondasi ilmiah dan menurut yayasan Anda adalah seorang Murji. Dan dia bisa menjadi seorang Sunni yang benar dalam fondasi ilmiah, maka kami katakan bahwa Anda adalah seorang Sunni tapi Anda salah dalam menilai dia.

Jadi dalam hal ini untuk menjawab pertanyaan, ya seseorang bisa dimaafkan. Inilah kasus setiap orang yang Syariah tidak dinilai secara individu sebagai kafir. Jika seseorang misalnya mengatakan bahwa dia menahan diri mentakfir Abu Lahab, orang ini menjadi kafir karena dia bertentangan dengan nash yang diwahyukan Allah tentang Abu Lahab. Tentang siapa yang memiliki konsensus tentang ketidakpercayaannya dan diakui oleh Quran dan Sunnah, jika seseorang bertentangan dengan ini maka dia menentang Allah.

Sedangkan untuk orang dan individu maka penilaian orang bisa berbeda terhadap mereka, dan mereka sangat berbeda. Jadi, mereka dapat membedakan situasi seseorang dan deskripsi serta penilaian mereka, atau bisa juga berbeda dengan nash yang diwahyukan. Orang-orang hanya dimaafkan dalam situasi pertama dan tidak dinilai sebagai inovator atau koruptor karena kesalahan mereka, mereka harus dijelaskan dan diinformasikan dan memperdebatkannya juga diperbolehkan.”

Kategori : Aqidah Internasional

Tags : Abu Qatadah Al Palestini Erdogan

Militer Irak Terus Gelar Tank dan Artileri Amerika di Perbatasan Otonom Kurdi

24 Okt 2017 10:22:37
Militer Irak Terus Gelar Tank dan Artileri Amerika di Perbatasan Otonom Kurdi

IRAK (Jurnalislam.com) – Kepemimpinan Kurdi di Irak utara mengatakan pemerintah federal di Baghdad terus memobilisasi pasukannya menuju perbatasan wilayah semi-otonom di negara itu.

Dewan Keamanan Daerah Kurdistan (The Kurdistan Region Security Council KRSC) mengatakan pada hari Senin bahwa mereka khawatir mengenai “penempatan berbahaya” pasukan Irak dan milisi sekutu di wilayah tersebut.

“Dalam 48 jam terakhir, Irak terus menyebarkan tank dan artileri, serta peralatan Amerika, termasuk Humvee dan Armourage Personel Carriers,” katanya dalam sebuah pernyataan pada hari Senin (23/10/2017), lansir Aljazeera.

Pasukan Kurdi Lancarkan Serangan Balik ke Komando Operasi Bersama Irak di Kirkuk

“Irak tidak menunjukkan tanda-tanda menurunkan agresi militer mereka terhadap rakyat Daerah Kurdistan,” kata KRSC, mendesak Baghdad untuk menghentikan penumpukan militer tersebut.

“Kami meminta pemerintah Irak untuk segera menghentikan agresi militernya dan menarik diri dari semua wilayah.”

Tidak ada komentar langsung dari Baghdad.

Tentara Irak, yang didukung oleh milisi Syiah yang dilatih Iran, pada hari Sabtu mengklaim menguasai semua provinsi Kirkuk yang kaya minyak setelah penangkapan Altun Kupri dalam pertempuran sengit melawan pasukan Peshmerga Kurdi.

Erdogan: Kurdi Sama dengan Turkmen dan Arab

Pasukan Baghdad sebelumnya telah merebut kota Kirkuk, sebagai bagian dari operasi militer besar setelah sebuah referendum kontroversial pada 25 September mengenai pemisahan diri Kurdi yang menurut Baghdad dinyatakan ilegal.

Saat tentara Irak maju, puluhan ribu orang, termasuk warga sipil dan militan Peshmerga, melarikan diri dari kota multi-etnis yang disengketakan, yang menampung sekitar satu juta orang Arab, Kurdi, Turkmen dan Kristen tersebut.

Pasukan Peshmerga Kurdi merebut Kirkuk, pusat minyak kedua Irak, pada pertengahan 2014 saat pasukan Irak mundur dari kelompok IS.

Pemerintah Daerah Kurdi Hadirkan PKK di Kirkuk, Irak: Ini Deklarasi Perang

Secara terpisah, pemilihan anggota parlemen dan presiden yang ditetapkan pada 1 November ditunda pada hari Senin setelah partai politik dilaporkan gagal menghadirkan kandidat.

Yerevan Saeed, seorang analis dan peneliti urusan Kurdi di Middle East Research Institute, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa penyebab yang mendasari penundaan tersebut tampaknya semakin dalam.

“Kepemimpinan Kurdi dalam keadaan shock dan berantakan setelah mereka kehilangan hampir 45 persen wilayah yang mereka kendalikan sejak 2014,” katanya kepada Al Jazeera dari Washington, DC.

“Ini semua adalah akibat dan konsekuensi yang tidak diinginkan dari referendum, dan tekanan regional dan internasional terhadap kepemimpinan Pemerintah Daerah Kurdi,” tambahnya.

“Referendum itu seharusnya mengkonsolidasikan legitimasi dan juga posisi partai Kurdi yang berkuasa, tapi jelas itu menjadi bumerang.”

Kategori : Internasional

Tags : irak kurdi Referendum

Filipina: Ini Laporan Resmi Berakhirnya Operasi Militer di Marawi

24 Okt 2017 10:10:45
Filipina: Ini Laporan Resmi Berakhirnya Operasi Militer di Marawi

FILIPINA (Jurnalislam.com) – Pemerintah Filipina secara resmi mengumumkan berakhirnya pengepungan di selatan kota Marawi, yang mengakhiri lima bulan bentrokan berat terhadap militan terkait kelompok Islamic State (IS) dan membuka jalan menuju pemulihan bagi kota yang tersisa dengan kehancuran senilai lebih dari $ 1 miliar.

Kepala pertahanan Delfin Lorenzana membuat pengumuman tersebut pada hari Senin (23/10/2017), beberapa jam setelah tentara menemukan mayat 42 militan terakhir yang tergabung dalam aliansi bersenjata yang telah berjanji setia kepada IS, Anadolu Agency melaporkan.

“Pasukan keamanan Filipina, dibantu oleh pemerintahnya dan dukungan besar rakyat Filipina telah menggoncang infrastruktur baru dan mengalahkan terorisme di Filipina,” kata Lorenzana.

Dia mengeluarkan komentar tersebut selama pertemuan menteri pertahanan Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (the Association of Southeast Asian Nations-ASEAN) di utara ibukota, Manila.

Lorenzana mengatakan walaupun akhir dari bentrokan “tidak akan memusnahkan ideologi [militan], namun akan menandai pentingnya kerjasama regional dalam perang melawan proliferasi terorisme ” di Filipina dan negara-negara tetangganya di Asia Tenggara.

Siapkan Serangan Terakhir di Marawi, Militer Filipina Minta Bantuan Pejuang Islam Moro

Lebih dari 1.000 kombatan, termasuk militan asing, serta warga sipil tewas dalam pertempuran tersebut, yang juga mengungsikan sebanyak 600.000 orang di dan sekitar Marawi.

Zia Alonto Adiong, gubernur provinsi Lanao del Sur yang memiliki Marawi sebagai ibukotanya, mengatakan bahwa walaupun ribuan pengungsi “bersukacita” dengan kemungkinan pulang ke rumah, mereka seharusnya “tidak melupakan kerja keras dan usaha yang terbentang di depan”.

“Mencapai kemenangan ini bukan berarti akhir dari ancaman. Hidup tidak pernah terbebas dari bahaya,” katanya dalam sebuah pernyataan kepada media.

“Kita harus menyadari bahwa akhir perang ini hanyalah langkah awal menuju pembangunan perdamaian.”

Pengepungan Marawi dimulai pada tanggal 23 Mei, ketika pasukan Filipina mencoba melaksanakan tugas sesuai surat perintah penangkapan Isnilon Hapilon, pemimpin kelompok bersenjata Abu Sayyaf.

Alih-alih melepaskan senjata mereka, Hapilon dan militannya membentuk aliansi dengan Grup Maute setempat – yang dipimpin oleh Omarkhayam Maute dan saudara laki-lakinya – dan mengambil alih kota yang terletak di dekat Danau Lanao itu.

Perebutan Marawi mendorong Presiden Rodrigo Duterte untuk mengumumkan darurat militer untuk seluruh pulau Mindanao.

Pada saat itu, militer Filipina bersikeras bahwa IS tidak ada di negara tersebut, bertentangan dengan pernyataan Duterte bahwa serangan tersebut “telah lama direncanakan” dan “murni dilakukan IS”.

Juga dilaporkan secara luas bahwa baik Abu Sayyaf maupun militan Maute telah berjanji setia kepada IS.

Ketika konflik dimulai, tentara berjanji untuk mengakhirinya dalam beberapa pekan, dalam sebuah operasi militer yang mencakup serangan udara.

Militer berulang kali menetapkan tenggat waktu dan bentrokan akhirnya berlangsung selama lima bulan – salah satu pemberontakan bersenjata terpanjang yang aktif di negara ini.

Kemudian, pada tanggal 16 Oktober, pasukan pemerintah mencapai sebuah terobosan ketika tentara menyerbu sebuah tempat persembunyian dan membunuh Hapilon dan Maute. Sehari kemudian, Duterte menyatakan bahwa kota “dibebaskan”, walaupun pertempuran sporadis terus berlanjut.

Kategori : Internasional

Tags : filipina Marawi Maute

Terkait Taliban, Sekneg AS Adakan Pertemuan Mendadak dengan Presiden Afghanistan

24 Okt 2017 09:20:24
Terkait Taliban, Sekneg AS Adakan Pertemuan Mendadak dengan Presiden Afghanistan

KABUL (Jurnalislam.com) – Sekretaris Negara Bagian AS Rex Tillerson melakukan perjalanan mendadak ke ibukota Kabul pada hari Senin (23/10/2017) dan bertemu dengan Presiden Mohammad Ashraf Ghani, Anadolu Agency melaporkan.

Tillerson dan Ghani menegaskan kembali komitmen AS-Afghanistan untuk mencapai perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran jangka panjang di Afghanistan, kata Kedutaan Besar AS dalam sebuah pernyataan resmi.

Pernyataan ini mengutip Tillerson yang mengatakan bahwa strategi AS yang baru untuk Asia Selatan memperjelas komitmen Amerika Serikat untuk bekerja dengan pemerintah Afghanistan dan dengan mitra di seluruh wilayah untuk mencapai pengamanan di Afghanistan dan menghancurkan tempat perlindungan bagi Taliban yang mengancam tujuan tersebut.

Menurut sebuah laporan Komando Pusat Pasukan Udara AS, pemerintahan Donald Trump menargetkan kelompok Taliban termasuk Kelompok Islamic State (IS) dengan 751 serangan udara pada bulan September saja.

Ini adalah indikasi yang jelas tentang meningkatnya serangan udara setelah pengumuman strategi perang baru untuk Afghanistan pada bulan Agustus.

Tidak Mampu Hadapi Taliban, AS Desak NATO Kirim Lebih Banyak Lagi Pasukannya

Ghani, yang memuji strategi AS yang baru, meyakinkan Sekretaris Negara Menlu Tillerson bahwa rakyat dan pemerintah Afghanistan mendukung strategi baru AS yang berupaya menciptakan lingkungan yang terkendali dan untuk memastikan pengamanan dan stabilitas di Afghanistan, di wilayah sekitar dan dunia.

“Saya bertanggung jawab kepada rakyat saya, dan sejalan dengan kebutuhan mereka, kami akan mengambil langkah bersama untuk memastikan keamanan dan keberhasilan strategi AS yang baru,” kata presiden dalam sebuah pertemuan sesuai dengan sebuah pernyataan yang dikeluarkan istana.

Ghani dan Tillerson dijadwalkan mengunjungi India, sekutu utama AS untuk strategi baru di Afghanistan, pada hari Selasa (24/10/2017).

Kategori : Internasional

Tags : afghanistan AS taliban

Sahar, 1 Diantara Ratusan Balita yang Tewas Kelaparan Akibat Pengepungan Rezim Assad

24 Okt 2017 08:34:27
Sahar, 1 Diantara Ratusan Balita yang Tewas Kelaparan Akibat Pengepungan Rezim Assad

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sahar berumur satu bulan. Dia sangat kurus sehingga tulang rusuknya menonjol di bawah kulit tipis yang tembus cahaya. Sahar menghembuskan napas terakhirnya pada hari Ahad (22/10/2017) di Ghouta Timur Suriah, di mana pengepungan rezim Syiah Nushairiyah yang sangat menghancurkan telah mendorong ratusan anak ke ambang kelaparan akut.

Hanya setetes bantuan kemanusiaan yang sampai ke wilayah yang dikuasai oposisi di timur Damaskus, di bawah blokade ketat oleh pasukan rezim Assad sejak 2013.

Ghouta Timur adalah satu dari empat zona “de-eskalasi” yang didirikan pada bulan Mei di bawah kesepakatan antara para pendukung kelompok yang berperang dalam perang enam tahun Suriah yang menghancurkan.

Rusia Gagal Kendalikan Serangan Rezim Assad di Homs, 50 Warga Sipil Tewas

Namun pasokan makanan masih jarang masuk ke wilayah tersebut, di mana pejabat medis mengatakan ratusan anak-anak menderita kekurangan gizi akut.

Pada hari Sabtu, Dofdaa, orang tua Sahar yang baru berusia 34 hari, membawanya ke rumah sakit di kota Hamouria, Ghouta Timur.

Foto-foto yang difilmkan oleh seorang reporter yang bekerja dengan AFP, Senin (23/10/2017) menunjukkan seorang gadis bermata lebar yang cekung dengan hanya memiliki kulit menempel di tulang belulangnya.

Dia mencoba menangis tapi tidak memiliki kekuatan untuk membuat banyak suara. Ibunya yang masih muda terisak-isak di dekatnya.

Tulang pahanya menonjol keluar dari popok yang berukuran jauh lebih besar dari ukuran tubuhnya. Ditempatkan pada timbangan, beratnya kurang dari dua kilogram (lebih dari 4 pounds).

Seperti ratusan anak lainnya di Ghouta, Sahar menderita gizi buruk akut.

Ibunya terlalu kekurangan gizi untuk menyusui dan ayahnya, yang bekerja di toko daging dengan gaji kecil, tidak mampu membeli susu dan suplemen untuknya.

Sahar meninggal di rumah sakit pada Ahad pagi dan orang tuanya membawanya – anak tunggal mereka – ke kota terdekat di Kafr Batna untuk menguburkannya.

Kematiannya terjadi setelah anak laki-laki lain di Ghouta juga meninggal karena kekurangan gizi pada hari Sabtu, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan.

“Warga menderita kekurangan pangan yang parah, dan saat barang tersedia di pasar, harganya sangat tinggi,” kata Observatorium.

Rezim Syiah Assad Kembali Gunakan Gas Klorin di Ghouta Timur

Petugas medis di rumah sakit dan klinik kesehatan di Ghouta Timur mengatakan bahwa mereka memeriksa puluhan anak-anak yang kekurangan gizi setiap hari – dan jumlahnya terus meningkat.

Gambar yang diambil oleh seorang koresponden AFP menunjukkan bayi-bayi dengan tulang kerangka menonjol dengan wajah-wajah tirus seperti hantu.

Seseorang mengalami kesulitan bernapas, yang lain memiliki tabung makanan di mulutnya dan yang satu lagi memiliki perban yang melilit lengan mungilnya.

Yahya Abu Yahya, dokter dan kepala dinas medis untuk LSM Sosial Irlandia, yang memiliki beberapa pusat kesehatan di Ghouta, mengatakan bahwa pusat kelompok mereka telah memeriksa 9.700 anak-anak dalam beberapa bulan terakhir.

“Dari jumlah tersebut, 80 orang menderita gizi buruk akut, 200 menderita malnutrisi akut sedang, dan sekitar 4000 orang menderita kekurangan gizi,” katanya.

Dana anak UNICEF mendefinisikan “malnutrisi akut parah” sebagai bentuk kekurangan gizi yang paling ekstrem dan terlihat.

“Malnutrisi akut parah tampak pada anak kecil – yang tampak rapuh dan hanya terlihat seperti kerangka – yang membutuhkan perawatan mendesak untuk bertahan hidup,” katanya.

Abu Yahya mengatakan bahwa banyak anak di Ghouta Timur menderita “kekurangan, migrain, masalah penglihatan, depresi, masalah psikologis”.

Menurut angka PBB, sekitar 400.000 orang tinggal di bagian-bagian yang terkepung di Suriah, mayoritas di Ghouta Timur.

Meski ada kesepakatan mengenai zona de-eskalasi yang didukung oleh pendukung rezim yaitu Rusia dan Iran dan sponsor oposisi yaitu Turki, wilayah tersebut masih memiliki akses bantuan yang sangat terbatas.

Abu Yahya mengatakan bahwa daerah tersebut tidak menerima makanan dasar yang dibutuhkan anak-anak, seperti gula, sumber protein dan vitamin.

Pada tanggal 23 September, sebuah konvoi yang membawa makanan dan bantuan medis bagi sekitar 25.000 orang memasuki tiga wilayah yang dikepung di Ghouta Timur, menurut PBB.

Namun Abu Yahya mengatakan, bantuan apa pun yang sampai ke wilayah tersebut mencakup hanya lima sampai 10 persen kebutuhan anak-anak yang kekurangan gizi.

Sahar adalah korban terakhir dilaporkan dari krisis pangan di Ghouta Timur.

Pada hari ahad, ayahnya membawa anak kecil itu ke kuburannya. Di belakangnya, keluarga mereka berjalan bersama ibu Sahar, yang hampir pingsan karena kesedihan.

51 Pasukan Assad Tewas dalam Pertempuran di Timur Ghouta dan Damaskus

Kategori : Internasional

Tags : Ghoata Timur Konflik Suriah Timur Damaskus

Project Reclamation, Corporate Proof Logged by Corporation

24 Okt 2017 07:35:45
Project Reclamation, Corporate Proof Logged by Corporation

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Chairman of PP Muhammadiyah Youth, Dahnila Anzar Simanjuntak asserted, the state should not be controlled by the corporation. The statement was conveyed touched on the Jakarta bay reclamation project which was judged increasingly unstoppable.

“The state should not be outdone by the corporations, the state must be clear and firm against the efforts of co-opting the state, it is clear, the country as if controlled by the corporation, it’s like a VOC,” he said in Karanganyar Square on Sunday (22/10/2017).

For that, the enthusiast of vespa motor invites all parties to unite stop the reclamation project

“This has to be stopped, it’s clear our independence is usurped by corporations, political independence, economy, already deprived,” he stressed.

As is known, the government through Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan revoke the memotarium of the Jakarta Bay reclamation project which means the national project is continued.

Translator: Taznim

Kategori : Indonesian News

Tags : reklamasi

Diduga Kecolongan Pernikahan Sejenis, Kemenag Jember Segera Batalkan Status Nikah

24 Okt 2017 06:33:50
Diduga Kecolongan Pernikahan Sejenis, Kemenag Jember Segera Batalkan Status Nikah

JEMBER (Jurnalislam.com)–Kementerian Agama (Kemenag) Jember segera turun tangan menyikapi hebohnya pernikahan sesama jenis. Kasi Bimas Kemenag Jember Misbahul Munir menegaskan pihaknya sudah menerima laporan adanya kasus tersebut dan segera mengambil tindakan serius.

“Kami sudah menerima laporan adanya pernikahan sesama jenis. Juga sudah konfirmasi ke pihak KUA setempat guna memanggil saksi, pihak mempelai, dan pihak terkait,” ujar Misbahul Senin (23/10/2017).

Geger Pernikahan sejenis ini dilakukan pasangan Moh. Fadholi (21), warga Panti, Jember, dan Ayu Puji Astuti (23), warga Kecamatan Ajung, Jember. Pernikahan keduanya tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA) Ajung pada akhir September lalu di hadapan modin Dusun Ajung Krasak, Desa Ajung.

“Jika isu yang beredar itu terbukti benar, harus dilakukan langkah hukum. Termasuk proses pembatalan pencatatan nikah,” ujar Misbahul.

Kepala KUA Kecamatan Ajung Moh. Irfan saat dikutip dari beberapa media mengatakan, pihaknya merasa kecolongan dan sudah melakukan pemanggilan dan klarifikasi.

“Jika benar, maka kami merasa kecolongan dan akan segera membuat laporan untuk membatalkan akta pernikahan atas nama kedua mempelai LGBT itu,” ujarnya.

Dari data yang berhasil dihimpun, pasangan mempelai sempat mengelak ketika didatangi aparat keamanan setempat. Namun saat didesak, akhirnya mengakui kalau kabar tersebut benar yang dikuatkan dengan membuat surat pernyataan di atas materai Rp 6.000. Bahkan keduanya kini sudah dipanggil pihak polres untuk dimintai keterangan.

“Untuk pasangan yang dikabarkan LGBT ini sudah kami panggil ke Polres dan masih dalam tahap pemeriksaan dan penyitaan barang bukti,” ujar Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo kepada sejumlah awak media.

Reporter: budi

Kategori : Nasional

Tags : kemenag jember lgbt nikah nikah sejenis pernikahan sesama jenis

Berjanji Sumbangkan $ 50 Juta ke Rohingya, PBB: Turki Negara Donor yang Dermawan di Dunia

24 Okt 2017 06:27:33
Berjanji Sumbangkan $ 50 Juta ke Rohingya, PBB: Turki Negara Donor yang Dermawan di Dunia

JENEWA (Jurnalislam.com) – Komisaris tinggi PBB untuk pengungsi pada hari Senin (23/10/2017) memuji Turki sebagai “donor kemanusiaan yang dermawan” setelah berjanji untuk menghabiskan $ 50 juta untuk mendukung pengungsi Rohingya.

“Saya ingin mengatakan bahwa Turki terus menjadi donor kemanusiaan yang dermawan di seluruh dunia selain menjadi negara tujuan pengungsi terbesar di dunia,” Filippo Grandi mengatakan kepada Anadolu Agency di Jenewa pada hari Senin setelah sebuah konferensi perjanjian internasional pemberian donor untuk Muslim Rohingya yang melarikan diri dari kekerasan di Myanmar berakhir dimana Turki mengatakan akan memberikan $ 50 juta untuk para pengungsi.

UNICEF Kehabisan Dana untuk Bantu Pengungsi Muslim Rohingya

“Kita harus terus memperbaiki respon terhadap krisis yang sangat masif, yang terbesar dan tercepat yang pernah kita lihat bertahun-tahun,” kata Grandi.

Filippo Grandi
Filippo Grandi

“Lebih dari 800.000 pengungsi Rohingya tanpa kewarganegaraan di Bangladesh bercita-cita untuk menjalani kehidupan yang memenuhi kebutuhan mendesak mereka akan makanan, obat-obatan, air, dan tempat tinggal. Namun, lebih jauh lagi, mereka merindukan kehidupan yang memiliki harapan untuk masa depan di mana identitas mereka dikenali, bebas dari diskriminasi, dan dapat kembali dengan selamat ke rumah mereka di Myanmar. Saat kita berkumpul dalam solidaritas, saya ingin berterima kasih kepada Bangladesh dan komunitas pengungsian dan para donor yang telah mendukung mereka,” kata Grandi.

Konferensi Muslim Rohingya tersebut dimulai pada hari Senin.

Turki menyatakan “salah satu janji tertinggi, bahkan bisa disebut yang tertinggi,” pada konferensi donor itu, William Lacy Swing, kepala Organisasi Internasional untuk Migrasi PBB, mengatakan kepada Anadolu Agency setelah konferensi tersebut.

Tuntutan Turki di Parlemen Eropa Terkait Krisis Rohingya Ditolak Biro Majelis

Duta Besar Turki untuk kantor PBB di Jenewa, Naci Koru, mengatakan kepada konferensi tersebut: “Dalam program bantuan kemanusiaan, kami merencanakan untuk membangun unit penampungan jangka menengah untuk 100.000 orang di atas lahan seluas 3 juta meter persegi, menyediakan dua rumah sakit lapangan, 10 pusat kesehatan dan pusat kesehatan keluarga, memberikan air minum dan sanitasi air [plus] bantuan makanan segar ke pemerintah kota.”

“Bersama dengan proyek dan pengiriman yang direncanakan, jumlah bantuan kemanusiaan yang diberikan oleh Turki akan melebihi $ 50 juta,” Koru menambahkan.

Mengatakan bahwa krisis Rohingya memerlukan tindakan segera dan terkoordinasi, Koru mengatakan: “Kami berkomitmen untuk terus mendukung Muslim Rohingya dalam koordinasi yang erat dengan pihak berwenang di Bangladesh.”

Kategori : Internasional

Tags : Muslim myanmar muslim rohingya pbb turki

SOHR: Sebelum Mundur dari Kota Al-Qaryatayn, IS Eksekusi Ratusan Warga Sipil

24 Okt 2017 06:08:21
SOHR: Sebelum Mundur dari Kota Al-Qaryatayn, IS Eksekusi Ratusan Warga Sipil

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pasukan Islamic (IS) State dilaporkan mengeksekusi sejumlah besar orang di sebuah kota yang mereka kuasai secara singkat di Suriah tengah sebelum direbut oleh pasukan rezim Suriah, menurut sebuah kelompok pemantau dan aktivis lokal, Aljazeera melaporkan Senin (23/10/2017).

Kota Al-Qaryatayn, yang dikuasai oleh kelompok IS pada awal Oktober, direbut kembali oleh tentara yang setia kepada rezim Syiah Bashar al-Assad pada hari Sabtu (21/10).

Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) yang berbasis di Inggris, sedikitnya 128 orang tewas oleh pasukan IS dalam tiga pekan sebelum mereka mundur dari kota di provinsi Homs tersebut pada hari Jumat (20/10).

Begini Pernyataan Donald Trump Setelah Kejatuhan Benteng IS di Raqqah

IS membunuh warga sipil yang mereka tuduh berkolaborasi dengan rezim Suriah, kata aktivis.

Mohammed al-Homsi, anggota Komite Koordinasi Palmyra, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa sebuah daftar berisi sedikitnya 90 orang yang dikonfirmasi tewas akan segera dirilis.

“Kami membutuhkan sedikit waktu lagi karena kami ingin memeriksa ulang nama orang-orang yang terbunuh,” kata al-Homsi.

“Sebagian besar korban adalah laki-laki, tapi ada beberapa anak di antaranya.”

Hashem Ahelbarra dari Al Jazeera, yang melaporkan dari kota Turki Gaziantep di perbatasan dengan Suriah, mengatakan bahwa ribuan warga sipil yang khawatir tentang keselamatan mereka ingin melarikan diri dari Qaryatayn selama pengepungan, namun dicegah oleh IS.

“Beberapa dari orang-orang yang bertekad untuk pergi dieksekusi oleh pasukan IS,” tambahnya.

Ahelbarra mengatakan bahwa aktivis oposisi dan warga sipil yang kerabatnya terbunuh di Qaryatayn mengatakan, “ini adalah tindakan balas dendam oleh pasukan IS”.

“Tapi pada saat yang sama, mereka mengatakan bahwa rezim Suriah juga telah melakukan kekejaman terhadap warga sipil di Qaryatayn di masa lalu, menuduh mereka berkolaborasi dengan IS.”

Ahelbarra mengatakan bahwa kota ini telah berpindah tangan berkali-kali dalam beberapa tahun terakhir.

“Setiap kali diambil alih IS, pasukan kelompok tersebut akan mengeksekusi orang-orang yang mereka tuduh berkolaborasi dengan rezim,” katanya. “Ketika rezim merebut kota kembali, mereka akan mengeksekusi orang-orang yang dituduh berkolaborasi dengan IS.”

Qaryatayn, yang sebagian besar tetap netral selama tahun-tahun pertama konflik Suriah, dikuasai oleh IS pada bulan Agustus 2015, menyusul dikuasainya Palmyra oleh IS.

Tanggapan Syaikh Abu Mahmud Al-Filistini Bagi Orang yang Menyamakan HTS dengan IS

“Pada saat itu, banyak keluarga pergi dan akhirnya menetap di kamp pengungsian Rukban di perbatasan dengan Yordania atau di daerah-daerah di utara negara tersebut,” kata al-Homsi.

Pada bulan April 2016, kota tersebut diambil oleh pasukan rezim Suriah, yang menurut al-Homsi, mencegah penduduknya untuk kembali dengan alasan mereka terlibat jauh atau mendukung pertarungan melawan Assad.

Akhirnya, pemerintah Syiah Assad sepakat bahwa 20.000 warga sipil dapat kembali.

Al-Homsi mengatakan bahwa masuknya kembali IS merebut kota bulan ini sangat mengejutkan penduduknya dan menimbulkan tanda tanya besar.

“Bagaimana IS bisa masuk dan kemudian berhasil meninggalkan Qaryatayn saat tentara menguasai seluruh wilayah yang berada di bawah kendali mereka?” dia bertanya, menuduh bahwa pasukan pro-rezim Assad juga membunuh beberapa penduduk kota tersebut.

“IS memulai serangan tersebut dan membunuh orang-orang karena diduga mendukung Assad, dan ketika pasukan Suriah masuk, mereka juga membunuh penduduk di sana berdasarkan dugaan dukungan mereka terhadap IS,” katanya.

Pemerintah belum berkomentar mengenai jumlah warga sipil yang terbunuh.

Namun, Media Militer Pusat rezim pada hari Sabtu mengatakan bahwa “tentara Suriah dan sekutu-sekutunya telah memulihkan kendali dan stabilitas Qaryatayn”.

Kategori : Internasional

Tags : IS Konflik Suriah

Ketua Pemuda Muhammadiyah Tegaskan Reklamasi Itu Anti NKRI dan Pancasila

23 Okt 2017 12:41:09
Ketua Pemuda Muhammadiyah Tegaskan Reklamasi Itu Anti NKRI dan Pancasila

KARANGANYAR (Jurnalislam.com)- Ketua Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak menganggap bahwa pihak-pihak yang ingin meneruskan reklamasi adalah orang-orang yang anti NKRI dan Pancasila.

Menurutnya, munculnya reklamasi hanya akan membuat kesenjangan sosial pada rakyat Indonesia, yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

“Bagi saya eeklamasi itu anti Pancasila, anti NKRI, dan kalau ada yang mempertahankan reklamasi, itu jelas anti NKRI. Dengan adanya reklamasi semakin mempersenjang ekonomi kita, mempersenjang pembangunan kita,” katanya pada Jurnalislam.com di Alun-alun Karanganyar, Ahad (22/10/2017).

Dahnil mempertanyakan mengapa seoalah-olah ingin dibangun itu hanya DKI Jakarta. Orang-orang yang masuk ke dalam pulau reklamasi, menurutnya hanya kalangan tertentu saja yang berduit.

“Akhirnya ekonomi Jakarta ini semakin tinggi, kesenjangannya makin lebar, daerah yang lain itu nggak dapat kesempatan, jadi terang, reklamasi itu bagi saya anti NKRI, anti Pancasila,” pungkasnya.

Kategori : Nasional

Tags : dahnil kapitalisme kesenjangan muhammadiyah nkri pancasila reklamasi

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

Waspada di Balik Citra Saleh: Ketika Topeng Kebaikan Menyembunyikan Kejahatan

Waspada di Balik Citra Saleh: Ketika Topeng Kebaikan Menyembunyikan Kejahatan

4 Apr 2026 16:38:10
Mudik Tahunan: Macet dan Kecelakaan yang Tak Pernah Tuntas

Mudik Tahunan: Macet dan Kecelakaan yang Tak Pernah Tuntas

4 Apr 2026 16:36:12
Krisis Energi Global dan Rapuhnya Kedaulatan Energi Nasional

Krisis Energi Global dan Rapuhnya Kedaulatan Energi Nasional

18 Mar 2026 21:49:48
Menyoal Perwali Santunan Kematian Bagi Rakyat Miskin

Menyoal Perwali Santunan Kematian Bagi Rakyat Miskin

17 Mar 2026 05:02:12

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED