Proyek Reklamasi, Bukti Negara Dijajah Korporasi

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnila Anzar Simanjuntak menegaskan, negara tidak boleh dikuasai oleh korporasi. Pernyataan itu disampaikan menyinggung proyek reklamasi teluk Jakarta yang dinilainya semakin tak bisa dihentikan.

“Negara tidak boleh kalah dengan korporasi-korporasi itu, negara harus terang dan tegas terhadap upaya mengkooptasi negara, ini sudah jelas, negara seolah-olah dikontrol oleh korporasi, itu kayak VOC aja,” ujarnya di Alun-alun Karanganyar, Ahad, (22/10/2017).

Untuk itu, penyuka motor vespa ini mengajak semua pihak untuk bersatu menghentikan proyek reklamasi

“Ini harus dihentikan, ini jelas kemerdekaan kita dirampas oleh korporasi, kemerdekaan politik, ekonomi, sudah dirampas,” tegasnya.

Seperti diketahui, pemerintah melalui Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mencabut memotarium proyek reklamasi Teluk Jakarta yang berarti proyek nasional tersebut dilanjutkan.

Amir Taliban Pakistan Bantah Berita atas Laporan Kematiannya

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Omar Khalid Khurasani, amir faksi jihad Taliban Pakistan yang dikenal dengan nama Jamaat-ul-Ahrar (JuA), mengeluarkan sebuah pernyataan baru-baru ini beberapa hari setelah juru bicara JuA mengatakan sebelumnya kepada Agence France-Presse bahwa dia terbunuh dalam serangan udara AS di Afghanistan. Pernyataan yang baru dirilis di bawah nama Khurasani di akun resmi Telegram grup tersebut merupakan penyangkalan yang eksplisit atas berita kematiannya, Long War Journal melaporkan, Ahad (22/10/2017).

Pada 19 Oktober, AFP melaporkan bahwa juru bicara JuA Asad Mansour mengatakan bahwa Khurasani “mengalami luka serius dalam serangan pesawat tak berawak AS baru-baru ini di provinsi Paktia di Afghanistan” dan “menyerah pada luka-lukanya pada Rabu malam.”

Militer AS tidak mengkonfirmasi kematian Khurasani. Khurasani, yang terkait erat dengan amir al Qaeda Syeikh Ayman al Zawahiri, yang telah diburu oleh agresor AS selama lebih dari satu dekade.

Penting juga untuk dicatat bahwa pernyataan yang dikaitkan dengan Khurasani tersebut tidak menyertakan bukti visual atau audio tentang kesehatannya, dan juru bicara JuA yang mengoperasikan akun Telegram kelompok tersebut juga tidak mengeluarkan pernyataan resmi yang mengumumkan kematian Khurasani. Masih belum jelas apakah AFP berbicara dengan seorang penipu, atau kantor berita terbesar ketiga di dunia itu salah informasi.

Taliban Pakistan Publikasi Pelatihan Pasukan Khusus di Barat Laut Pakistan

Pernyataan Khurasani, yang bertanggal hari ini (Ahad), juga mengkonfirmasi kematian Khalifa Umar Mansour, pemimpin militer JuA yang syahid dalam serangan udara AS di Afghanistan pada Juli 2016.

Khurasani menggambarkan Mansour sebagai salah satu “pejuang dan ksatria hebat” dan “Kepala Komisi Militer Jamaat al Ahrar dan Ameer Durae Adamkhail [Darra Adam Khel] / Peshawar untuk Jamaat al Ahrar.”

“Kehilangan ini begitu menyedihkan. Kerugian ini merupakan sumber kesedihan bagi umat muslim pada umumnya dan terutama bagi mujahidin. Shaheed yang terhormat adalah inti dalam jihad yang sedang berlangsung,” lanjut Khurasani. Dia juga mencatat bahwa “pemimpin kita akan menjadi orang pertama yang melepaskan nyawa mereka untuk tujuan tertinggi Syariah,” atau hukum Islam.

Mansour adalah komandan Grup Tariq Gidar, yang bertanggung jawab atas beberapa serangan besar terhadap sekolah-sekolah militer Pakistan selama beberapa tahun terakhir. Kelompok Tariq Gidar Mansour terdaftar oleh Departemen Luar Negeri AS sebagai organisasi teroris pada tanggal 23 Mei 2016.

Fraksi Taliban Khurasani memiliki otonomi dalam Gerakan Taliban di Pakistan. JuA bermarkas di suku Mohmand Pakistan dan juga beroperasi melintasi perbatasan di Afghanistan. Mereka sebelumnya menyerukan penegakan hukum syariah dan pembentukan kekhalifahan global sebagai tujuan utama.

Seperti di Dresden pada WWII: AS Ratakan Raqqa dengan Pemboman Lalu Tutupi dengan Bantuan

SURIAH (Jurnalislam.com) – Rusia pada hari Ahad (22/10/2017) melaporkan koalisi pimpinan AS di Suriah telah meratakan Raqqa dengan operasi pengeboman yang serupa dengan pengeboman Dresden dan menutupi kehancuran tersebut dengan bantuan kemanusiaan.

Dalam sebuah pernyataan, kementerian pertahanan mengatakan bahwa Raqqa – ibukota Khalifah IS yang memproklamirkan diri sendiri – “mewarisi nasib Dresden pada tahun 1945, diratakan pemboman oleh gerombolan agresor Amerika Serikat.”

Begini Pernyataan Donald Trump Setelah Kejatuhan Benteng IS di Raqqah

Pasukan pimpinan Kurdi yang didukung AS pekan lalu merebut Raqqa, markas besar terakhir IS di Suriah.

Pejabat AS memuji kemajuan tersebut, dimana Presiden Donald Trump mengatakan “akhir dari kekhalifahan IS sudah terlihat.”

“Pernyataan perayaan oleh perwakilan resmi pemerintah AS mengenai ‘kemenangan yang luar biasa’ atas IS dalam kebingungan cepat di Raqqa,” kata kementerian Rusia tersebut lansir AFP.

AS terlalu berlebihan menanggapi jatuhnya Raqqa, kata Rusia.

Jenderal Rusia Tewas di Suriah Timur

Pada kenyataannya, Raqqa adalah “kota provinsi” yang jauh lebih kecil daripada Deir Ezzor, di mana operasi rezim Suriah yang didukung Rusia sedang berlangsung, kata kementerian tersebut.

Rusia mengatakan negara-negara Barat memompa bantuan ke Raqqa untuk menutupi tingkat kerusakan yang ditimbulkan di kota tersebut.

Moskow, katanya, sebelumnya hanya menerima penolakan dari Barat saat meminta bantuan kemanusiaan internasional.

Rusia Telah Membunuh 5.233 Warga Sipil Suriah, Termasuk 1.417 Anak-anak dan 886 Wanita

“Hanya ada satu (alasan) – tujuannya adalah untuk menyingkirkan jejak ribuan warga negara yang damai yang ‘dibebaskan’ dari IS yang dikuburkan di reruntuhan Raqqa akibat pemboman barbar oleh pasukan udara AS dan ‘koalisi’,” kementerian tersebut mengklaim.

Demikian juga Rusia telah mengoperasikan sebuah operasi pengeboman di Suriah sejak tahun 2015, ketika mereka melangkah untuk mendukung pemerintahan rezim Syiah Nushairiyyah Bashar al-Assad. Pemantau hak asasi manusia mengatakan bahwa pengeboman tersebut telah mengakibatkan banyak korban sipil.

Ini Bantahan Hamas atas Tuduhan Keretakan Hubungannya dengan Qatar

PALESTINA (Jurnalislam.com)Kelompok Perlawanan Islam Palestina (Hamas) membantah laporan yang mengisyaratkan bahwa Hamas tidak puas dengan peran Qatar dalam upaya untuk mencapai rekonsiliasi dengan Fatah, Aljazeera melaporkan Ahad (22/10/2017).

Laporan media lokal mengenai isu tersebut muncul setelah pemimpin Hamas Yahya Sinwar baru-baru ini bertemu dengan kelompok pemuda di Jalur Gaza.

Dalam sebuah pernyataan, Hamas mengatakan bahwa tuduhan tentang keretakan tersebut “sama sekali tidak benar” dan menolak pembicaraan mengenai ketegangan apapun.

Kelompok Bantuan Kemanusian Gaza: Qatar Kontributor Terbesar untuk Penduduk Palestina

“Perlu dicatat peran Qatar dalam mendukung keteguhan rakyat Palestina pada umumnya dan rakyat kita di Jalur Gaza, terutama dalam bayang-bayang pengepungan Israel yang tidak adil,” bunyi pernyataan tersebut.

Hamas memuji Qatar atas “peran perintis” mereka dalam memperbaiki kehidupan warga Palestina yang tinggal di Gaza.

“Qatar telah melakukan puluhan proyek kemanusiaan, proyek rekonstruksi dan infrastruktur, yang dirasakan oleh rakyat kita dan memberikan kontribusi signifikan untuk mencegah jatuhnya Jalur Gaza selama tahun-tahun pengepungan.”

Pejabat Intelijen: Hacker UEA Dalang Isu Qatar

Pernyataan tersebut menyebutkan dukungan Qatar untuk rekonsiliasi nasional Palestina, mencatat berkat negara Teluk Arab tersebut atas setiap upaya untuk menyembuhkan keretakan antara Hamas dan Fatah.

Awal bulan ini, Hamas dan Fatah menandatangani sebuah perjanjian rekonsiliasi di bawah naungan Mesir, setelah Hamas setuju untuk menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah Otoritas Palestina yang didukung Fatah yang dipimpin oleh Presiden Mahmoud Abbas.

Kesepakatan tersebut, yang ditandatangani oleh kedua belah pihak di ibukota Mesir, Kairo, Kamis, menetapkan bahwa pemilihan dewan legislatif, presiden dan dewan nasional harus dilakukan dalam waktu satu tahun setelah penandatanganannya.

Namun, rincian kesepakatan rekonsiliasi belum diumumkan.

Irak Kirim Pasukan Tambahan untuk Rebut Kilang Minyak di Kirkuk

BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Pemerintah Irak pada hari Ahad (22/10/2017) mengirim bala bantuan ke Kirkuk untuk merebut fasilitas minyak di kota utara, menurut seorang petugas polisi setempat.

“Pasukan polisi besar dikirim ke ladang minyak Kirkuk sebagai bagian dari rencana untuk mengamankan fasilitas minyak di sana,” kata Kapten Hamed al-Obaidi kepada Anadolu Agency.

Al-Obaidi mengatakan tentara Irak akan meninggalkan tugas mengamankan ladang minyak di Kirkuk kepada polisi.

Komando Peshmerga Kurdi: Irak akan Bayar Mahal atas Agresi Militernya di Kirkuk

Pekan lalu, pasukan Irak menguasai ladang minyak di Kirkuk dari pasukan Peshmerga Kurdi, yang menguasai provinsi yang disengketakan tersebut pada tahun 2014.

Pergerakan tersebut terjadi di tengah ketegangan antara Baghdad dan Pemerintah Daerah Kurdi mengenai referendum kontroversial bulan lalu untuk kemerdekaan Kurdi.

Raja Salman Adakan Pembicaraan dengan Sekneg AS di Riyadh

DOHA (Jurnalislam.com) – Raja Saudi Salman Bin Abdulaziz pada hari Ahad (22/10/2017) mengadakan pembicaraan dengan Sekretaris Negara AS Rex Tillerson di ibukota Riyadh.

Perundingan tersebut menangani hubungan bilateral dan regional, kata kantor berita resmi Saudi Press Agency (SPA), lansir Anadolu Agency.

Al Qaeda Kecam Arab Saudi atas Kesepakatan dengan Donald Trump

Tillerson tiba di Riyadh pada hari Sabtu untuk melakukan tur keliling pertama yang juga akan membawanya ke Qatar. Diplomat Amerika teratas itu diperkirakan akan ambil bagian dalam pertemuan koordinasi pertama antara Irak dan Arab Saudi pada hari Ahad.

Ini adalah kunjungan kedua Tillerson ke Arab Saudi dan Qatar dalam empat bulan sebagai bagian dari upaya untuk memecahkan krisis Teluk yang meletus setelah Riyadh, bersama dengan Mesir, Uni Emirat Arab dan Bahrain, memutuskan hubungan diplomatik dengan Doha, menuduhnya mendukung terorisme.

SDF Rebut Ladang Minyak Terbesar di Suriah dari IS

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sebuah koalisi pasukan Kurdi dan Arab yang didukung AS di Suriah mengatakan telah merebut ladang minyak terbesar negara itu dari IS.

Laila al-Abdullah, juru bicara Pasukan Demokratik Suriah (SDF), mengatakan ladang minyak al-Omar berada di bawah kendali aliansi menyusul “operasi militer skala besar” pada dini hari Ahad (22/10/2017), lansir Aljazeera.

SDF mendorong IS keluar dari ladang-ladang di kawasan itu “dengan sedikit kerusakan”, Abdullah mengatakan dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa pasukannya sekarang bentrok dengan pasukan IS yang bersembunyi di kompleks perumahan yang berdekatan.

Militer AS Kirim Unit Artileri ke SDF untuk Kepung Raqqa

Koalisi SDF berpacu melawan pasukan rezim Suriah yang didukung Rusia untuk merebut beberapa wilayah provinsi Deir Az Zor yang kaya sumber daya yang berbatasan dengan Irak.

Al-Omar terletak di tepi timur Sungai Efrat di timur Deir Az Zor. Pasukan yang setia kepada rezim Syiah Bashar al-Assad juga mendapat kemajuan dalam beberapa pekan terakhir di tepi barat sungai, maju di bawah dukungan serangan udara agresor Rusia.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, sebuah monitor berbasis Inggris yang memantau perkembangan dalam konflik Suriah melalui jaringan sumber di lapangan, mengatakan pada hari Ahad bahwa mereka diberitahu SDF telah “berhasil memasuki” ladang minyak tersebut.

Dikatakan bahwa kemajuan SDF di al-Omar terjadi setelah pasukan rezim Assad mengundurkan diri dari wilayah tersebut setelah sebuah serangan oleh pasukan IS.

Begini Pernyataan Donald Trump Setelah Kejatuhan Benteng IS di Raqqah

Reporter Al Jazeera Hashem Ahelbarra, yang melaporkan dari Gaziantep, di sisi Turki dari perbatasan Suriah-Turki, mengatakan bahwa penangkapan al-Omar berarti bahwa “SDF sekarang akan memiliki sumber keuangan penting untuk melanjutkan pertarungannya dan terus berkembang”.

“Tentara rezim Suriah hanya berjarak beberapa kilometer dari ladang minyak yang sama yang direbut pada hari Ahad tersebut,” katanya.

“Jadi kita berbicara tentang situasi sangat sulit yang dihadapi SDF karena mereka mencoba untuk merebut lebih banyak wilayah dari IS.”

Bulan lalu, SDF mengatakan telah menguasai ladang gas dan pabrik Conoco di Deir Az Zor.

Awal pekan ini, pasukan yang didukung agresor AS tersebut mengumumkan dikuasainya Raqqa, ibukota Suriah IS yang memproklamirkan diri sendiri sebagai Khilafah, setelah menjalani operasi selama empat bulan.

Gus Sholah : Hari Santri Nasional Momen Kebangkitan Pesantren

JOMBANG (Jurnalislam.com) – Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, KH Sholahudin Wahid mengimbau agar pesantren memperkuat kualitasnya.
Cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU) ini mendorong, momentum hari santri nasional dimanfaatkan sebagai momentum kebangkitan pesantren untuk menguatkan potensi SDM-nya agar bisa lebih berdaya saing.
“Tidak ada kata lain, harus belajar yang rajin, banyak membaca. Hari santri jangan diperingati dengan upacara saja, tapi yang awal harus belajar terus dikembangkan,” katanya, Ahad (22/10/2017).
Imbuhnya, pondok pesantren saat ini banyak yang sudah maju. Namun, semua masih harus dikembangkan. Di pesantren Tebu Ireng yang dikelolanya, ia merasa masih harus ditingkatkan berbagai fasilitasnya serta kualitas sumber daya manusia, sehingga siap berdaya saing.
“Hal ini ni juga harus terjadi pada semua pesantren. Jika ingin baik, semua tergantung pesantrennya, kemampuan guru, kesadaran pengasuh pesantren serta murid,” kata pria yang akrab disapa Gus Sholah ini.

Memperingati Hari Santri 2017, di Pesantren Tebuireng digelar berbagai macam kegiatan. Diantaranya seminar tentang resolusi jihad, membedah pemikiran dan perjuangan KH Hasyim Asyari yang dihadiri sejumlah tokoh nasional diantaranya Ketua MPR Zulkifli Hasan, mantan Menteri Agama KH Tolchah Hasan serta pakar sejarah Ali Haidar.

Dalam kegiatan tersebut, juga digelar drama kolosal perjuangan, seni bela diri dan dilanjutkan dengan kirab resolusi jihad. Kegiatan itu dilakukan di sepanjang jalan protokol dekat dengan Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang.

Tuai Kesenjangan, Dahnil: Pendukung Reklamasi Anti NKRI dan Pancasila

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak menilai, program reklamasi bentuk anti-NKRI dan Pancasila. Sebab, reklamasi dinilai hanya akan membuat kesenjangan sosial pada rakyat Indonesia.

“Bagi saya reklamasi itu anti Pancasila, anti NKRI, dan kalau ada yang mempertahankan reklamasi, itu jelas anti NKRI, karena dengan reklamasi semakin mempersenjang ekonomi kita, mempersenjang pembangunan kita,” terangnya kepada Jurniscom di Alun-alun Karanganyar, Ahad (22/10/2017).

Bukan tanpa alasan, kata dia, pembangunan reklamasi akan memberi efek domino bagi masyarakat kelak. Kesenjangan ekonomi akan menjadi melebar.

“Bayangkan nanti yang masuk itu orang-orang yang kaya, akhirnya ekonomi Jakarta ini semakin tinggi, kesenjangannya makin lebar, daerah yang lain itu nggak dapat kesempatan, jadi terang, reklamasi itu bagi saya anti NKRI, anti Pancasila,” tegas Dahnil.

Pecinta motor Vespa ini menegaskan, pembangunan reklamasi tersebut tidak mewakili kepentingan rakyat. Sebab, Indonesia belum membutuhkan reklamasi karena mempunyai banyak pulau yang masih bisa ditempati.

“Padahal kita punya banyak pulau-pulau, sebenarnya kita nggak butuh Reklamasi, beda dengan singapura, mereka tidak punya tanah lagi,” papar Dahnil.

Untuk itu, ia mempertanyakan pihak-pihak yang masih mempertahankan proyek reklamasi ini.

“Jadi kalau mau ceramah tentang NKRI dan Pancasila, maka hentikan reklamasi,” pungkasnya.

Jaga NKRI, KOKAM Jateng Siap Jadi Pasukan Cadangan TNI

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Jawa Tengah menggelar Jambore di Bumi Perkemahan, Delingan, Karanganyar. Acara yang dilangsungkan selam dua hari dari 21-22 Oktober 2017 itu diikuti ribuan anggota KOKAM Jawa Tengah.

“Memupuk ukhuwah diantara kita, kita cinta NKRI dan Islam, kita adalah bentengnya Negara Indonesia dan Islam di Bumi ini,” kata Komandan KOKAM Jateng, Muhammad Ismail di sela-sela kegiatan, Sabtu (21/10/2017).

Baca juga: KOKAM Dilarang Terlibat dalam Pembubaran Kegiatan Ormas

“Karena Kokam Jateng ini Logonya Perkasa, (Pertahankan Kalimat Syahadat) karena ini memang perintah untuk kami, menjaga Islam dan bumi pertiwi yang kita cintai ini,” sambungnya.

Selain itu, Ismail juga mengatakan, bahwa KOKAM Jateng ingin menunjukan kekuatannya pada pihak-pihak yang ingin merusak NKRI. Ismail juga menegaskan, KOKAM siap menjadi pasukan cadangan TNI.

“Kita juga Show of Force, kita tunjukan pada mereka yang mau membubarkan dan menghancurkan NKRI, nanti setelah berhadapan dengan TNI, ya berhadapan dengan kita,” tegasnya.

Jambore diisi dengan berbagai kegiatan seperti memanah, lempar pisau dan baris-berbaris.