Sabtu, 17 Syawal 1447 / 04 April 2026
Search for:
  • Beranda
  • Berita
    NasionalInternasionalFeature
  • Artikel
    AnalisaKolomOpini
  • Khazanah
    IslamasterIslamophobiaKomunitasMuallafPesantrenHikmah
  • Syariah
    AqidahEkonomiFiqhAkhlaqSiyasah
  • Jejak Islam
    Jejak Islam BangsaJejak Islam Dunia
  • Muslimah
  • Keluarga
  • Jurnalislam TV
  • InfoGrafik

‘Tangkap Joshua, Atau Akan Terjadi Pengadilan Jalanan’

13 Jan 2018 10:06:44
‘Tangkap Joshua, Atau Akan Terjadi Pengadilan Jalanan’

SOLO (Jurnalislam.com)- Ketua DPC Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Muhammad Taufiq mendesak Pemerintah untuk segera menangkap Joshua Suherman, jika tidak, kata dia, akan ada sekelompok massa yang akan melakukan main hakim sendiri, akibat tidak percaya lagi dengan hukum di Indonesia.

“Joshua mau tidak mau menurut saya harus ditangkap, kalau tidak nanti ini akan menjadi panjang, banyak, kalau tadi negara yang mempunyai hukum tidak bisa menegakan hukum nanti akan akan ada pengadilan jalanan atau street justice,” katanya di firma hukumnya Laweyan, Solo, kamis, (11/1/2017).

“Jangan sampai kasus Joshua ini jadi Street Justice, caranya segera periksa Joshua, tegakkan hukum, maka selesai, soal nanti dia kantor tanda tangan diatas materai ya silahkan,” sambungnya.

Lebih lanjut, Taufik menilai, meski Indonesia negara berdasarkan hukum, tetapi saat ini, kata dia, dalam pelaksanaanya, hukum di Indonesia belum bisa ditegakan dan masih di monopoli oleh kekuasaan.

“Hukum yang paling baik itu aturan yang jelek di tangan yang baik, hukum jelek itu hukum yang baik di tangan yang jelek, kalau Indonesia sekarang hukum jelek di tangan yang jelek, itu masalahnya,” ujarnya.

Pakar Hukum Universitas Djuanda Bogor tersebut juga memberi saran kepada penegak hukum di Indonesia, jika tidak bisa menegakan hukum terhadap Joshua, katanya, lebih baik diberi hukuman sosial di masyarakat agar dia merasa jera.

“Nggak usah dipenjara, jadi ngomong saja ‘saya Joshua saya goblok dan saya tidak mengulanginya lagi’ tapi di muka hukum,” tandasnya.

Kategori : Nasional

Tags : bawa-baw aagama ge pamungkas joshua komika hina islam lawakan tangkap joshua

Komika Jadikan Agama Bahan Candaan, Ahli Hukum : Yang Dilakukan Sama dengan Ahok

13 Jan 2018 10:00:40
Komika Jadikan Agama Bahan Candaan, Ahli Hukum : Yang Dilakukan Sama dengan Ahok

SOLO (Jurnalislam.com)-Ketua DPC Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Muhammad Taufiq mengatakan, bahwa apa yang dilakukan komika yang juga mantan penyanyi cilik Joshua, sudah memenuhi unsur pidana pelecehan terhadap agama, menurutnya, tanpa ada yang melaporkan, negara harus segera mengangani terhadap kasus tersebut.

“Kalau kalau ini kan terang-terangan, kalau namanya Anisa, karena namanya Islam pasti menang, ini kan sudah jelas sasarannya kepada siapa,” katanya kepada jurnalislam.com di kantornya Laweyan, Surakarta, Kamis, (11/1/2018).

“Jadi untuk kasus Joshua ini bukan masuk delik pidana aduan tapi masuk delik pidana biasa dan negara harus mengambil peran,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Taufik mengatakan, bahwa negara harus mengambil sikap tegas terhadap kasus dugaan penistaan agama tersebut, dulu, kata dia, ada pelawak yang menjadikan agama sebagai candaan, namun negara langsung bersikap tegas dengan memberi hukuman penjara.

“Bukan hanya Joshua, dulu itu ada pelawak dari IAIN Salatiga melawak di Universitas Satya Wacana, itu terjadi di masa orde baru, itu saja di pidana lho, karena dia ngomong ayo kita ngaji ayat kursi sak mejane, itu aja dipidana,” katanya.

“Karena dia membuat mainan tentang Anisa, An-Nisa itu ada di Quran, jadi nggak beda dengan Ahok apa yang dilakukan joshua itu,” tandasnya.

Kategori : Nasional

Tags : ge pamungkas joshua komika komika hina islam lawakan hina islam

Begini Laporan PBB Tentang Pelanggaran HAM Koalisi Arab dan Houthi dalam Perang Yaman

13 Jan 2018 09:59:08
Begini Laporan PBB Tentang Pelanggaran HAM Koalisi Arab dan Houthi dalam Perang Yaman

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Sebuah laporan PBB mengenai pelanggaran hak asasi manusia terkait dengan intervensi asing di Yaman merinci korban sipil yang luas akibat serangan udara koalisi pimpinan-Saudi, menurut Washington Post.

Para ahli PBB memeriksa 10 serangan udara pada 2017 yang menewaskan 157 orang, termasuk 85 anak, dengan mengatakan bahwa “tindakan yang diambil oleh koalisi pimpinan Arab Saudi dalam proses penargetannya untuk meminimalkan korban anak-anak, jika ada, sebagian besar tetap tidak efektif,” menurut Washington Post, yang memperoleh laporan yang belum pernah dirilis, lansir Al Arabiya.

Laporan tersebut juga mengkritik Iran karena tidak menghentikan pengiriman senjata ke pemberontak Houthi, yang menyerbu ibukota Yaman Sanaa pada tahun 2014 dan menguasai wilayah-wilayah besar di negara tersebut.

Pasar Pemberontak Syiah Houthi Dibom Koalisi Arab, 20 Tewas

Pada bulan Maret 2015, sebuah koalisi yang dipimpin oleh Saudi menghasilkan serangan udara besar melawan pemberontak Syiah Houthi yang bertujuan memulihkan pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi.

Sejak saat itu, lebih dari 10.000 orang terbunuh, menurut PBB.

Sebagian besar dari 5.000 kematian warga sipil disebabkan oleh koalisi pimpinan-Saudi, dimana Uni Emirat Arab (UEA) adalah anggotanya, kata PBB sebelumnya.

Koalisi, yang mempertahankan blokade di Yaman, menggunakan “ancaman kelaparan sebagai alat tawar-menawar dan instrumen perang,” Washington Post mengutip laporan tersebut.

Pada bulan November, PBB mengatakan bahwa “Yaman akan dicengkeram oleh kelaparan, dalam bentuk yang tidak pernah dilihat dunia selama bertahun-tahun – jika blokade tersebut … tidak dicabut.”

Puluhan Wartawan Ditawan Pemberontak Syiah Houthi

Pejabat tinggi hak asasi manusia PBB Zeid Raad al-Hussein telah menyerukan penyelidikan independen atas kekejaman di Yaman selama tiga tahun sebelum masyarakat internasional menyetujui pada tahun 2017.

Pada bulan September, Belanda dan Kanada memulai debut sebuah rancangan resolusi yang akan membentuk sebuah komisi penyelidikan internasional untuk memastikan “pelaku pelanggaran dan kekerasan, termasuk yang dapat merupakan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, harus bertanggung jawab.”

Resolusi tersebut disetujui setelah China memberi sinyal dukungannya akhir bulan itu.

Menurut Washington Post, laporan PBB tersebut juga menuduh pemberontak Houthi, yang menguasai sebagian besar wilayah utara Yaman – termasuk ibu kota, Sanaa – melakukan pelanggaran besar.

Laporan tersebut menemukan bahwa rudal balistik yang ditembak oleh Houthis terhadap Arab Saudi konsisten dengan rancangan rudal Iran.

Iran membantah memiliki peran dalam memasok pemberontak dengan senjata walaupun terbukti rudal yang digunakan Houthi buatan Iran. Laporan tersebut tidak menjelaskan informasi mengenai bagaimana rudal dipasok, menurut Washington Post.

Milisi Syiah Houthi juga bertanggung jawab atas pembunuhan di luar proses hukum dan penahanan massal, klaim laporan tersebut.

Laporan tersebut mengatakan tampaknya perang di Yaman tidak akan berakhir dalam waktu dekat.

Kategori : Internasional

Tags : koalisi arab pbb perang yaman syiah houthi

Gelombang Demonstran Semakin Membesar Setelah Tunisia Tangkap Ratusan Aktivis

13 Jan 2018 09:37:43
Gelombang Demonstran Semakin Membesar Setelah Tunisia Tangkap Ratusan Aktivis

TUNISIA (Jurnalislam.com) – Aktivis di Tunisia menyerukan demonstrasi besar menentang keputusan pemerintah untuk menaikkan pajak dan harga barang-barang dasar, setelah ratusan orang ditangkap pada hari-hari protes sebelumnya.

Hampir satu pekan terkadang terjadi demonstrasi kekerasan di seluruh negeri mengikuti pengumuman langkah-langkah penghematan dalam anggaran tahun ini, yang mulai berlaku pada 1 Januari.

Lebih dari 770 orang telah ditahan dalam demonstrasi hampir sepekan yang kadang-kadang disertai kekerasan ini. Sedikitnya satu orang telah terbunuh. PBB mengatakan prihatin dengan jumlah penangkapan selama demonstrasi tersebut.

Oposisi utama Tunisia, Popular Front, telah menyerukan demonstrasi selama sepekan.

Kelompok #Fech_Nestannew (Apa yang kita tunggu?) Juga menyerukan lebih banyak demonstrasi pada hari Jumat (12/1/2018). Gerakan protes dimulai secara spontan setelah beberapa orang menuliskan hashtag ungkapan tersebut di dinding kota-kota di Tunisia, dan dengan cepat mendapatkan momentum.

Cabang AQIM, Batalyon Uqba bin Nafi, Serang Pasukan Tunisia di Kasserine

Protes diperkirakan akan berlanjut hingga 14 Januari, yang menandai pemindahan Zine El Abidine Ben Ali, mantan presiden negara tersebut.

Tentara Tunisia telah mengerahkan 2.100 pasukan di berbagai belahan negara, dengan tujuan untuk melindungi “institusi dan fasilitas penting”, juru bicara kementerian pertahanan Belhassen al-Waslati mengatakan pada hari Kamis.

Hashem Ahelbarra dari Al Jazeera, melaporkan dari ibukota Tunis, mengatakan bahwa ribuan orang di jalanan sangat antusias dengan momentum gerakan tersebut.

“Orang-orang di sini mengatakan bahwa mereka ingin terus turun ke jalan untuk memberi tekanan lebih besar pada pemerintah agar membatalkan langkah-langkah penghematan,” katanya. “Mereka juga menyalahkan pemerintah karena melanggar janji yang dibuatnya untuk memperbaiki standar kehidupan di negara ini melihat kemiskinan dan tingkat pengangguran yang tinggi terus berlanjut.”

Tunisia menaikkan harga bahan bakar dan beberapa barang konsumsi, sementara pajak atas barang seperti mobil, telepon, internet dan akomodasi hotel juga meningkat. Pemerintah membela langkah-langkah yang diperlukan untuk membatasi defisit anggaran yang mencapai enam persen dari PDB negara tersebut.

Enam tahun sejak pemberontakan tahun 2011 yang menggulingkan Ben Ali, Tunisia dipuji sebagai panutan untuk menghindari kekerasan yang telah mempengaruhi negara-negara lain setelah gerakan Arab Spring mereka.

Namun ekonomi Tunisia belum membaik sejak revolusi, dengan pertumbuhannya tetap lamban.

Kategori : Internasional

Tags : demonstrasi Tunisia

PM Turki: Serangan Rezim Assad di Idlib Sembarangan, Targetkan Warga Sipil

13 Jan 2018 09:26:06
PM Turki: Serangan Rezim Assad di Idlib Sembarangan, Targetkan Warga Sipil

ANKARA (Jurnalislam.com) – Perdana Menteri Turki memperingatkan pada hari Jumat (12/1/2018) bahwa serangan rezim Syiah Assad yang sembarangan, tidak pandang bulu dan berulang kali di Idlib, Suriah akan menciptakan lebih banyak pengungsi dan menyebabkan lebih banyak yang menderita.

“Serangan rezim Assad yang semakin intensif di Idlib akan memicu gelombang baru migrasi dan menyebabkan penderitaan baru,” Binali Yildirim mengatakan kepada wartawan di ibukota Ankara, lansir Anadolu Agency.

Turki, Rusia, dan Iran – tiga negara penjamin dalam perundingan damai Suriah – telah mengambil inisiatif untuk mencegah kejadian mengerikan tersebut, tambahnya.

PBB Kecam Pembantaian Warga Sipil Ghouta Timur oleh Rezim Assad dan Rusia

Yildirim juga mengecam cara serangan rezim Assad, dalam perjalanan mereka untuk merebut lebih banyak wilayah, yang tidak membedakan antara warga sipil dan elemen lainnya.

“Bagaimana Anda bisa tidak membedakan antara warga sipil dan kelompok bersenjata di tempat jutaan orang tinggal?” Tanyanya.

“Ini hanya untuk menghalangi pembicaraan damai.”

Suriah baru saja mulai pulih dari konflik dahsyat yang dimulai pada awal tahun 2011 ketika rezim Nushairiyah Assad membantai para aksi unjuk rasa dengan keganasan militer yang tak terduga.

Kategori : Internasional

Tags : Idlib Konflik Suriah

Pizaro Terpilih Menjadi Ketua JITU, Ini Program Unggulan untuk Jurnalis Muslim

12 Jan 2018 22:30:03
Pizaro Terpilih Menjadi Ketua JITU, Ini Program Unggulan untuk Jurnalis Muslim

BOGOR (Jurnalislam.com)—Wartawan Kantor Berita Turki Anadolu Agency resmi terpilih sebagai Ketua organisasi kewartawanan Jurnalis Islam Bersatu (JITU) periode 2018 -2021.

Kepada Jurnalislam.com, ia mengatakan dalam kepemimpinannya, program unggulan yang digalakkan berkaitan dengan peningkatan kualitas SDM jurnalis muslim.

Menurutnya, salah satu hal yang harus terus ditingkatkan oleh jurnalis muslim adalah kemampuan menyampaikan gagasannya dalam bentuk berita dan opini.

“Salah satu program kerja kepengurusan baru ini berusaha agar jurnalis muslim khususnya anggota JITU lebih berkualitas dari sisi skill kerjunalisan seperti skill penulisan berita. Itu adalah fokus utama,” kata Pizaro kepada Jurnalislam.com di sela-sela Kongres IV JITU di Bogor, Jumat (13/1/2018).

Untuk itu, ia mengajak para jurnalis muslim bersama-sama terus meningkatkan kemampuan dalam hal jurnalistik.

“Insya Allah ini akan menjadi fokus kami ke depan,” pungkasnya. Seperti diketahui, Kongres JITU Keempat menetapkan M Pizaro sebagai ketua. JITU merupakan organisasi profesi jurnalis muslim yang terdiri dari pelbagai jurnalis baik media cetak, daring dan elektronik.

Kategori : Nasional

Tags : jurnalis islam bersatu jurnalis muslim pizaro

Muhammad Pizaro Ketua Umum JITU Periode 2018-2021

12 Jan 2018 17:52:50
Muhammad Pizaro Ketua Umum JITU Periode 2018-2021

BOGOR (Jurnalislam.com) – Jurnalis Islam Bersatu (JITU) resmi menunjuk Muhammad Pizaro, jurnalis Kantor Berita Turki Anadolu Agency menjadi Ketua Umum periode 2018-2021. Pizaro dipilih berdasarkan hasil keputusan musyawarah Dewan Syuro JITU.

Ketua Dewan Syuro JITU, Ubaydillah Salman mengatakan, pemilihan ketua baru ditetapkan bukan atas dasar permintaan, namun sebaliknya jabatan tersebut merupakan amanah.

“Mudah-mudahan keputusan ini membawa maslahat untuk umat kedepannya,” ujarnya dalam Kongres JITU Keempat di Villa Bumi Atala, Puncak, Bogor, Jum’at (12/1/2018).

Sementara itu, Pizaro dalam sambutannya menyampaikan, pada kepengurusannya nanti akan mengoptimalisasikan potensi kader muda JITU dalam menggerakkan roda organisasi.

Karenanya, dalam kesempatan itu ia juga menunjuk Yahya Ghulam Nasrullah sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) baru, Syahrain sebagai Wakil Sekjen, dan Muhammad Jundi Al-Kayyis sebagai bendahara. Ketiganya berturut-turut adalah jurnalis Hidayatullah.com, Rilis.id, serta Kiblat.net.

“Dalam organisasi, pengkaderan merupakan hal yang penting. Saya ingin jurnalis-jurnalis muda ini tampil,” ungkapnya.

Pizaro menambahkan, dua hal yang akan menjadi fokus program kepemimpinannya, yakni terkait peningkatan skil dan profesionalisme jurnalis muslim.

“Dua basis ini harus terus diperkuat,” pungkasnya.

Kongres JITU bertema “Mengokohkan Peran Strategis Jurnalis dalam Mengawal Kebangkitan Umat” ini diikuti oleh puluhan jurnalis muslim dari berbagai media baik cetak maupun elektronik.

Kategori : Nasional

Tags : jurnalis islam Kongres jitu media islam

JITU Gelar Kongres Keempat, Tingkatkan Profesionalitas Jurnalis

12 Jan 2018 09:08:22
JITU Gelar Kongres Keempat, Tingkatkan Profesionalitas Jurnalis

BOGOR (Jurnalislam.com) – Jurnalis Islam Bersatu (JITU) menggelar kongres keempat bertema “Mengokohkan Peran Strategis Jurnalis dalam Mengawal Kebangkitan Umat” yang dilaksanakan di Villa Bumi Alata, Puncak, Bogor pada Jum’at (12/1/2018).

Ketua Umum JITU Agus Abdullah mengatakan, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin menjelang akhir periode dalam rentang waktu tiga tahun sekali.

Agus menjelaskan kongres ini berisi penyampaian Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) kepengurusan periode 2015-2018, pembahasan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) organisasi, dan pemilihan ketua umum baru.

“Termasuk pengukuhan kode etik JITU yang dianggap banyak pihak sebagai kode etik yang representatif terkait jurnalistik Islam,” ujar Agus dalam keterangan pers yang diterima Jurnalislam.com, Jumat pagi.

Agus menyampaikan, kongres kali ini juga merupakan momen kebangkitan jurnalis Muslim dalam meningkatkan peran dan profesionalitasnya.

Hal itu, menurutnya, dikarenakan antusiasme masyarakat dan umat terhadap media Islam yang kian tinggi.

“JITU sendiri merasakan bagaimana antusiasme masyarakat terhadap jurnalis muslim. Kode etik kami diapresiasi banyak pihak dari akademisi, praktisi, hingga ulama yang mampu menggali nilai-nilai Islam dalam jurnalistik,” ujar alumni Magister Kajian Timur Tengah Universitas Indonesia (UI) ini.

Namun, Agus menyadari tugas JITU belum usai. Persoalan utama yang harus menjadi konsen bagi organisasi jurnalis Muslim seperti JITU adalah peningkatan skill dan profesionalisme.

Karenanya, papar Agus, dalam setahun terakhir ini JITU telah menginisiasi Simposium Jurnalis Muslim di Padang, Sumatera Barat bersamaan dengan perhelatan pertemuan ulama dunia.

JITU juga menggelar pertemuan dengan Infokom Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat untuk memperkuat fungsi ulama dan membangun sinergitas dengan media.

“JITU juga telah melahirkan dua karya berjudul ‘Mengetuk Pintu Langit’ tentang aksi bela Islam dan ‘Dari Kata Menjadi Senjata’ tentang konfrontasi Partai Komunis Indonesia dan umat Islam,” tandas Agus.

Ia berharap kongres ini kian mengukuhkan JITU sebagai organisasi jurnalis yang adil, independen, dan profesional.

Kongres yang dihadiri puluhan anggota JITU ini terselenggara atas kerjasama Sinergi Foundation, Aksi Cepat Tanggap (ACT), Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Islampos Aid, Penerbit AQWAM, Arafah Group, Muslim Obsession, Warung Kandang dan lain sebagainya.

Reporter: Tim INA

Kategori : Nasional

Tags : Jurnalislam islam Kongres jitu

Warga Bima Antusias Hadiri Tabligh Akbar Solidaritas Palestina

11 Jan 2018 18:20:12
Warga Bima Antusias Hadiri Tabligh Akbar Solidaritas Palestina

BIMA (Jurnalislam.com)–Memupuk solidaritas dan kepedulian kepada saudara muslim yang ada di Suriah dan Palestina, Muslimah Bima Peduli (MBP) menggelar tabligh akbar dan penggalangan dana.

Acara yang berlangsung pada selasa (9/1/2018) dilaksanakan di Convention Hall Paruga Na’e, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bima ini menghadirkan inspirator hijrah Peggy Melati Sukma.

Ketua Muslimah Bima Peduli (MBP) Parmila Zulfadiyanti mengatakan tujuan tabligh akbar ini untuk menggalang dana sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap saudara muslim Palestina.

“Selain itu, kami juga mengabarkan serta menyampaikan informasi kepada seluruh umat islam Bima tentang keadaan mereka disana yang sekarang sudah mulai mengalami kesulitan,” katanya.

MBP, menggandeng Syam Organizer untuk menyalurkan donasi untuk warga Palestina. Pantauan Jurnalislam.com, acara tabligh yang dihadiri oleh ratusan umat islam Bima itu diawali dengan penyampaian informasi tentang keadaan umat islam di Palestina yang sampai hari ini mereka masih mengalami pengusiran dan penindasan.

“Kami berharap ke depan umat islam bima terus termotivasi umtuk membantu saudara di Palestina, dan juga selalu mengetahui perkembangan informasi tentang umat islam di sana,” pungkasnya.

 

Kategori : Nasional

Tags : palestina Tabligh Akbar

Peggy Melati Sukma : Jangan Lupa Doakan Muslim Suriah dan Palestina

11 Jan 2018 17:48:02
Peggy Melati Sukma : Jangan Lupa Doakan Muslim Suriah dan Palestina

BIMA (Jurnalislam.com)—Syam Organizer dan Muslimah Bima Peduli menggelar tabligh akbar menghadirkan inspirator hijrah Peggy Melati Sukma. Dalam materinya, Peggy mengingatkan agar umat Islam mendoakan saudaranya di negeri Syam, khususnya Suriah dan Palestina.

Apalagi, kata Peggy, saat ini Syam tengah memasuki musim dingin. “Membantu bumi syam adalah merupakan kewajiban bagi kita umat islam, karena itu merupakan bagian dari kontribusi kita untuk saudara-saudara yang berada di sana,” kata Peggy di Convention Hall Paruga Na’e, Kota Bima.

Sebagai aktivis kemanusiaan, Peggy berkomitmen untuk terus melakukan aktivitas membantu warga Pelstina. “Tetapi umtuk kali ini, bantuan lebih di fokuskan kepada bumi syam yang memang akan menghadapi musim dingin, apalagi di Suriah yang sebentar lagi akan turun salju,” tambahnya.

Menurut Peggy yang pernah ke Gaza ini, saat warga Palestina dan Suriah mebutuhkan bantuan dengan jumlah yang banyak karena penderitaannya yang sudah terjadi bertahun-tahun.

“Maka dengan adnya event ini kami mengundang seluruh warga untuk menunjukan sikapnya dalam melawan segala bentuk penjajahan, kesewenangan,serta penindasan yang melanda umat islam di Bumi Syam,” ungkapnya.

Tak lupa, ia meminta umat Islam agar tak henti-hentinya mendoakan mereka. “Kami berharap umat islam di Bima selalu termotivasi untuk membantu mereka, dengan harta dan senimalnya mari kita membantu mereka dengan doa- doa yang kita panjatkan,” pungkasnya.

Kategori : Nasional

Tags : palestina peggy melati sukma suriah syam syanm

Navigasi pos

Pos-pos lama
Pos-pos baru
Dukung Kami

Opini

Krisis Energi Global dan Rapuhnya Kedaulatan Energi Nasional

Krisis Energi Global dan Rapuhnya Kedaulatan Energi Nasional

18 Mar 2026 21:49:48
Menyoal Perwali Santunan Kematian Bagi Rakyat Miskin

Menyoal Perwali Santunan Kematian Bagi Rakyat Miskin

17 Mar 2026 05:02:12
Ketika Regulasi Media Sosial Berpotensi Menghentikan Anak Berkarya: Lindungi tapi Jangan Mematikan!

Ketika Regulasi Media Sosial Berpotensi Menghentikan Anak Berkarya: Lindungi tapi Jangan Mematikan!

17 Mar 2026 05:01:06
Pembatasan Akun Medsos Pada Anak, Langkah Efektif Menjaga Generasi?

Pembatasan Akun Medsos Pada Anak, Langkah Efektif Menjaga Generasi?

13 Mar 2026 04:53:36

Internasional

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

Netanyahu Tegas Tolak Palestina Urus Gaza, Israel Ingin Kuasai Pascaperang

5 Feb 2026 12:38:35
Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

Israel Ungkap AS Berpotensi Serang Iran dalam 2 Bulan Mendatang

5 Feb 2026 12:37:07
Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

Israel Terus Bujuk AS agar Serang Iran, Turki Peringatkan Bahaya Perang Regional

5 Feb 2026 12:35:37
Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

Tekanan AS Meningkat, Iran Melunak soal Nuklir dan Buka Negosiasi

5 Feb 2026 12:33:24

jurnalislam.com

  • Iklan
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Dukung Kami

INFOGRAFIK

 
 
 
 

Alamat Redaksi

Boulevard Raya No 16 Blok A 1 No 16 Taman Cilegon Indah (TCI), Cilegon, Banten
+62 813-1029-0583

Info Iklan :
+62 821-2000-0527
marketing@jurnalislam.com

Kirim tulisan :
redaksi.jurnalislam@gmail.com
newsroom@jurnalislam.com

COPYRIGHT © 2026 JURNALISLAM.COM, ALL RIGHT RESERVED