Solidaritas Palestina Disebut Sebab Terorisme, Ini Jawaban DSKS untuk BNPT

SOLO (jurnalislam.com)- Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) Dr Muinudinillah Basri ikut meradang dengan pernyataan Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol. Hamli yang menyebut solidaritas terhadap Palestina sebagai salah satu penyebab adanya teroris.

Menurut Dr Muin, pernyataan kontroversial tersebut semakin membuktikan bahwa BNPT hanya menjadikan Islam alasan tentang adanya terorisme di Indonesia. Selain itu, kata Dr Muin, bisa jadi BNPT dituduh menjadi salah satu kepanjangan tangan dari Yahudi Israel.

“Maka anggapan BNPT musuh Islam dan BNPT berarti cukongnya penjajahan Yahudi,”katanya kepada Jurnalislam.com usai memberikan materi di Masjid At Taqwa Komplek SMA Al Islam Solo, Ahad, (03/6/2018).

Lebih lanjut, Dr Muin juga mengatakan, bahwa persoalan konflik Palestina dan Israel tidak akan selesai dengan sebuah perundingan dan hanya akan selesai dengan adanya perlawanan terhadap Israel, jihad.

“Caranya kita harus yakinkan bahwa jihad adalah syariat dan penyelesaian utama dalam masalah Palestina,” ujarnya.

Untuk itu, ia mengajak rakyat Indonesia untuk memilih pemimpin yang amanah sesuai Al-Quran dan hadits. Sebab, katanya, membantu rakyat Palestina sudah sesuai dengan pembukaan UUD 1945 yakni ‘Penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan’.

“Dan harus memilih pemimpin yang mendukung perjuangan yang mengenyahkan penjajahan dari bumi Allah,” tandasnya.

Turki dan AS Sepakat Buka Jalur Bagi Pengungsi Warga Manbij

ANKARA (Jurnalislam.com) – Peta jalan yang dibuat oleh Turki dan AS akan membuka jalan bagi penduduk yang dipaksa mengungsi oleh milisi PYD/PKK di Manbij, Suriah untuk pulang ke rumah, kata menteri luar negeri Turki pada hari Senin (04/06/2018).

Berbicara di kediaman Duta Besar Turki untuk AS Serdar Kilic di Washington setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, Mevlut Cavusoglu mengatakan: “Turki dan AS pertama-tama akan mengerjakan rincian peta jalan untuk membersihkan Manbij kelompok teror dari PYD/PKK.”

Cavusoglu mengatakan pengerjaan peta jalan tersebut membutuhkan waktu kurang dari enam bulan.

“Tanggalnya tergantung pada langkah-langkah yang diambil di lapangan,” katanya.

Turki akan Terapkan Strategi Seperti di Manbij untuk Wilayah Lain di Suriah

Jika masalah Manbij terpecahkan, mereka akan membahas sebagian masalah besar yang memisahkan Ankara dan Washington. Turki telah lama keberatan dengan dukungan AS untuk teroris PYD/PKK, cabang Suriah dari teroris PKK, yang merupakan target Operasi Olive Branch baru-baru ini di Afrin, Suriah.

Tentang pengiriman jet F-35 AS ke Turki – yang diragukan oleh beberapa pejabat AS – Cavusoglu mengatakan tidak ada perubahan dalam tanggal. “[Pengiriman] akan dilaksanakan pada 21 Juni seperti yang direncanakan,” katanya.

Dia mengatakan Turki menolak “bahasa AS yang mengancam” tentang masalah ini, dengan mengatakan ancaman itu “tidak konstruktif.”

Cavusoglu juga mengatakan bahwa Pompeo telah memberitahunya bahwa FBI “serius menyelidiki kelompok teroris FETO di tanah AS”.

Kehadiran pemimpin FETO Fetullah Gulen di negara bagian Pennsylvania AS, meskipun Turki telah menyatakan permintaan ekstradisi, telah menjadi duri utama dalam hubungan Turki-AS. Turki juga mengecam keberadaan sekolah-sekolah yang terkait dengan FETO – yang merupakan aliran dana bagi kelompok – baik di AS maupun negara-negara lain di seluruh dunia.

FETO berada di belakang kudeta 15 Juli 2016 yang berhasil digagalkan di Turki, yang menewaskan 250 orang dan melukai sekitar 2.200 orang.

Setelah Setahun Diblokade Darat, Laut dan Udara, Inilah Kondisi Rakyat Qatar

QATAR (Jurnalislam.com) – Blokade darat, udara dan lautan selama berbulan-bulan yang dijatuhkan terhadap Qatar oleh empat negara Arab telah membuat negara Teluk tersebut menjadi “merdeka”, “lebih kuat” dan “lebih bersatu”, penduduk Qatar mengatakan, saat krisis diplomatik besar yang berlarut-larut tersebut memasuki tahun kedua, lansir Aljazeera Senin (4/6/2018).

Pada tanggal 5 Juni 2017, empat negara Arab, yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain dan Mesir memutuskan semua hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Qatar serta menuduh negara itu mendukung “terorisme” dan mendestabilisasi kawasan itu – tuduhan ditolak Doha secara konsisten.

Berhari-hari dan berpekan-pekan setelah perselisihan, kapal kargo dan ratusan pesawat penuh dengan makanan dari Turki, Iran, Oman, Maroko dan India memasuki Qatar untuk memastikan tidak ada kekurangan pasokan.

Saudi Ancam Operasi Militer ke Qatar Jika

Ketika krisis berlanjut, tautan perdagangan alternatif dan rute penerbangan dikembangkan. Blokade juga memaksa negara Teluk tersebut untuk meningkatkan produksi susu lokal dan pembuatan barang-barang makanan.

Qatar Airways, maskapai nasional negara itu, mengatakan mengalami kerugian “substansial” pada tahun keuangan terakhirnya, setelah kehilangan akses ke 18 kota di empat negara pemblokiran.

Banyak keluarga juga terpengaruh setelah pemerintah Saudi, Emirat dan Bahrain mengatakan kepada warganya untuk meninggalkan Qatar.

Warga Qatar yang tinggal di ketiga negara Teluk itu juga diberi waktu dua pekan untuk keluar dari negara itu.

Upaya mediasi yang dipimpin oleh tetangga Teluk Kuwait, serta diplomasi Amerika Serikat sejauh ini gagal mengakhiri perselisihan selama setahun.

Namun, semangat patriotik di antara hampir 2,7 juta penduduk Qatar semakin meningkat tahun lalu, dengan bendera Qatar dan potret Amir Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani ditampilkan di gedung pencakar langit di ibukota, Doha.

Setelah 7 Bulan Diblokade, Begini Kabar Terakhir Qatar

Tanpa solusi politik yang terlihat, penduduk Qatar – warga negara dan ekspatriat – melihat kembali 12 bulan terakhir dan mempertimbangkan bagaimana kehidupan mereka terpengaruh:

Mohamed Alsherawi, insinyur Qatar, 35 tahun

Tahun lalu adalah tahun yang unik. Keindahan itu adalah persatuan antara warga negara dan para ekspatriat.

Saya tidak pernah berpikir bahwa setiap orang akan berdampingan, berbicara sebagai satu, benar-benar terasa indah. Dan juga pemerintah telah melakukan pekerjaan luar biasa untuk mengatasi semua rintangan dalam waktu singkat.

Hal yang memengaruhi saya secara pribadi adalah komunikasi saya dengan keluarga, orang tua, sepupu dan kakek-nenek, yang tinggal di negara-negara yang tidak dapat saya kunjungi. Ini benar-benar menyentuh hatiku.

Romeo Ezekiel Ocfemia, pelajar Filipina, 15 tahun

Saya memuji dan memberi selamat kepada pemerintah Qatar karena mereka berhasil melewati masa-masa krisis.

Mereka mampu menemukan pasar baru sambil menyediakan sumber makanan negara dan mereka mampu memikirkan solusi jangka panjang dengan menciptakan dan membangun peternakan sapi perah untuk mengkompensasi kurangnya produk susu di Qatar.

Qatar juga membuktikan kepada dunia bahwa mereka tidak membutuhkan Arab Saudi untuk menjadi negara yang sukses dan maju.

Pemerintah membela apa yang mereka yakini dan berjuang untuk kedaulatan mereka.

Shahna Abdul Karim, ibu rumah tangga India, 26 tahun

Blokade di Qatar menunjukkan bahwa bukan hanya ukuran, sumber daya atau kekayaan suatu negara yang menentukan nasibnya, tetapi juga bagaimana ia siap untuk menangani kekacauan yang dilemparkan ke arahnya dan Qatar telah terbukti sebagai negara yang berhasil.

Kenaikan harga, pada awalnya agak mengkhawatirkan mengingat pendapatan rumah tangga kami. Anggaran bulanan kami pasti harus disesuaikan dan daftar belanja harus diubah.

Namun seiring berjalannya waktu, harga turun dan kadang-kadang, bahkan lebih murah daripada sebelumnya.

Dilahirkan dan dibesarkan di Qatar, saya benar-benar merasakan rasa patriotisme setiap kali saya melihat pertumbuhan negara yang berkesinambungan. Saya melakukan upaya dengan sadar untuk beralih ke produk Qatar.

Krisis Teluk tentu mengangkat potensi Qatar ke sisi yang lebih baik. Qatar setelah 5 Juni 2017, tentu jauh lebih kuat.

Sulit Bangun Masjid, Begini Kehidupan Muslim di Ukraina

ANKARA (Jurnalislam.com) – Muslim di Ukraina tidak memiliki tempat ibadah, mufti Ukraina dari Administrasi Agama Muslim mengatakan.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Anadolu Agency, Senin (4/6/2018) cendekiawan Muslim Said Ismagilov mengatakan sangat sulit mendapatkan tanah untuk membangun masjid, yang menyatakan bahwa kurangnya tempat ibadah terutama terlihat di luar kota-kota besar.

“Muslim di kota-kota kecil dengan komunitas yang lebih kecil menghadapi lebih banyak masalah karena mereka bahkan tidak memiliki masjid atau akses ke makanan halal,” tambahnya.

Mufti menambahkan dalam daftar keluhannya bahwa makam yang ada tidak cukup bagi Muslim dan bahwa wanita Muslim harus melepas jilbab mereka untuk foto paspor mereka.

Meminta dukungan organisasi Muslim internasional dalam membangun masjid dan pusat-pusat Islam di negara itu, Ismagilov mengatakan bahwa dukungan tersebut akan menjadi penting “bagi masa depan Islam di Ukraina.”

Muslimah Ukraina Adakan Workshop Hijab Pertama Kali

Ismagilov mengatakan bahwa hampir satu juta Muslim tinggal di Ukraina, mayoritas di Krimea dan di kota-kota besar seperti Kiev.

“Selama [era] Uni Soviet, seluruh agama dilarang di Ukraina – termasuk Islam – jadi ketika Ukraina merdeka, Muslim memulai dari awal untuk belajar tentang agama mereka,” katanya.

Mufti mengakui bahwa Muslim di Ukraina tidak berhadapan dengan masalah dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Wakil kepala Liga Muslimah Ukraina dan pemimpin redaksi di Departemen Informasi Pusat Islam Ukraina, Olga Fryndak, yang masuk Islam pada tahun 1998, menggambarkan warga Ukraina sebagai “toleran.”

“Saya tahu Islam dari kakak perempuan saya, yaitu pada saat dia belajar di universitas di Kiev dan memiliki beberapa teman Muslim. Dia adalah yang pertama memberi saya informasi dasar tentang Islam sebagai agama. Pada saat itu tidak ada buku Islam dalam bahasa Rusia,” katanya.

Fryndak mengatakan dia tidak menghadapi “masalah besar” di Ukraina sebagai seorang Muslim.

“Warga Ukraina secara umum toleran. Kami memiliki masjid dan pusat budaya Islam di kota-kota besar, kami memiliki daging dan produk halal, kami dapat bekerja dan berdoa, kami memiliki organisasi dan relawan Muslim, ”katanya.

Fryndak mengatakan ada juga sekolah tata bahasa Islam di Kiev dan Kharkov, menambahkan bahwa literatur Islam dapat diterbitkan dalam bahasa Ukraina dan Rusia.

Dia menambahkan bahwa Muslim Ukraina masih membutuhkan lebih banyak masjid dan pusat Islam.

Ibu empat anak itu menambahkan bahwa taman kanak-kanak, kamp rekreasi dan klub olahraga untuk anak-anak Muslim juga diperlukan.

“Kami memiliki beberapa masalah sebagai minoritas dalam masyarakat non-Muslim, tetapi insya Allah kami dapat mengatasinya,” katanya.

Pangkalan Militer AS-Perancis Dihantam Serangan Bom di Raqqah Utara

RAQQAH (Jurnalislam.com) – Sebuah pangkalan militer yang menampung pasukan Amerika dan Prancis di kota Ain Issa di Suriah utara dibom pada Ahad malam, menurut sumber setempat di Raqqah hari Senin (4/6/2018), Anadolu Agency melaporkan

Sumber-sumber yang berbicara dengan syarat anonimitas karena pembatasan berbicara dengan media, mengatakan Ain Issa di Raqqah utara berada di bawah kendali kelompok teror YPG/PKK.

Pangkalan itu dilaporkan menampung sekitar 200 tentara Amerika dan 75 tentara Prancis. Masih belum jelas apakah ada korban setelah ledakan itu.

AS Bersama YPG Bentuk Kelompok Baru di Suriah Bernama Ini

YPG adalah cabang jaringan teroris PKK Suriah, yang telah mengobarkan perang melawan Turki selama lebih dari 30 tahun.

AS dan koalisi mengabaikan hubungan grup PYD/YPG dengan PKK, yang juga terdaftar sebagai kelompok teroris oleh AS dan Uni Eropa.

Turki telah berulang kali menentang dukungan AS untuk teroris PKK/PYD termasuk memasok senjata dan peralatan. AS menganggap teroris PKK/PYD sebagai “sekutu yang dapat diandalkan” di Suriah.

MUI : Nota PT Elteha Memang Bertuliskan Arab, Tapi Bukan Al Qur’an

SURABAYA (JurnalIslam.com) Beredarnya di media sosial video nota pengiriman barang dari kertas bekas bertuliskan huruf arab oleh PT. Elteha Internasional Cabang Blitar di jalan Mastrip No 14 Kota Blitar dan alamat tujuan penerima barang di Sumenep, Madura, ditanggapi oleh sejumlah ormas Islam di Kota Blitar.

Pimpinan Kantor Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia Kota Blitar dan beberapa ormas Islam menggelar rapat bersama pejabat utama Polres Kota Blitar.

Dari pertemuan itu, Pimpinan MUI menyebut Kota Blitar bahwa penggunaan kertas bekas bertuliskan arab yang dilakukan oleh karyawan Elteha Internasional Cabang Blitar bukan unsur kesengajaan.

“Kami melihat itu bukanlah Alquran. Kalau Alquran itu tulisannya bolak-balik, bukan hanya satu halaman saja. Kalau kami menilai, itu hanya kertas yang diprint bukan sobekan Alquran. Kalau menurut penjelasannya itu tidak ada unsur kesengajaan,” terang ketua MUI Kota Blitar Subakir, Minggu (03/05/2018).

Dalam hal ini, MUI Kota Blitar menjelaskan apa yang tertulis dalam kertas nota pengiriman barang merupakan ayat suci dalam Alquran. Tetapi meskipun demikian, MUI Kota Blitar menilai peristiwa itu lebih pada akibat tidak jelinya karyawan Elteha Internasional Cabang Blitar dalam menggunakan kertas. Oleh karena itu, MUI juga meminta agar petugas kepolisian tetap menyelidiki kasus tersebut.

Terkait kasus tersebut, hal yang sama juga di sampaikan Kasubag Tata Usaha Kementerian Agama Kota Blitar Sholekan. Menurutnya, berdasarkan dari hasil koordinasi dan keterangan dari kepolisian membuktikan jika potongan kertas yang digunakan Elteha Internasional Cabang Blitar itu, sebagai resi pengiriman bukanlah kertas Alquran. “Semua sudah sepakat kalau itu bukan potongan kertas Alquran. Tadi pak polisi dan yang bersangkutan juga mengakui kalau itu (resi) bukan kertas Alquran,” imbuhnya.

Sementara itu, pantauan di kantor PT. Elteha Internasional Cabang Blitar, pasca peristiwa munculnya video resi kiriman paket menggunakan kertas bertuliskan arab itu, jasa pengiriman paket barang Elteha beralamatkan di jalan Mastrip No 14 Kecamatan Kepanjen Kidul Kota Blitar terlihat tidak ada aktivitas, dan tutup.

 

Serunya Belajar Kepemimpinan di Pesantren Ramadhan Pelosok Wonogiri

WONOGIRI (Jurnalislam.com)- Diajarkan tentang cara kepemimpinan Islam, itulah sebagian materi yang diberikan Panitia Pesantren Ramadhan dari Masjid At Taqwa desa Bulu, Eromoko, Wonogiri kepada 40 santri TPQ Al Hidayah saat mengikuti Pesantren Ramadhan yang berlangsung dari Jum’at-Ahad, (1-3/6/2018).

Selain itu, para santri yang terdiri dari anak usia KB/TK hingga SMP ini juga diajarkan tentang praktik ibadah, mendongeng, Tajwid dan pengenalan organisasi Muhammadiyah.

“Tentunya saya sangat bersyukur kegiatan ini berlangsung relatif sukses, nantinya akan ada evaluasi untuk pematangan konsep kegiatan yang rencananya akan kami laksanakan setiap memasuki bulan Ramadhan”, kata panitia pelaksana kegiatan, Dwi Suswatiningsihdi sela-sela acara.

Kegiatan yang baru pertama kali dilakakukan di salah satu desa pelosok di Wonogiri ini, mendapatkan respon positif dari warga masyarakat.

“Anak saya yang baru TK B sangat bersemangat mengikuti kegiatan ini karena dikonsep dengan menyenangkan, Kegiatan ini juga sangat bagus untuk melatih kemandirian dan karakter yang positif bagi anak,” terang Nuryati salah satu walisantri.

Sementara itu, pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Eromoko ustaz Joko Santosa mengapresiasi langkah para pemuda Muhammadiyah dalam mengadakan kegiatan dakwah ditengah masyarakat.

“Kami atas nama pengurus PCM sangat bangga kegiatan ini bisa berlangsung atas inisiatif dari para kader Muhammadiyah yang berkiprah di masyarakat”, ungkap pria yang sehari-hari bekerja sebagai pegawai KUA Eromoko ini.

Ia juga menambahkan bahwa pesantren ramadhan yang sudah dilaksanakan ini diharapkan bisa menjadi contoh untuk masjid-masjid lainnya.

‘Presiden Disebut Kacung Diam, Pemimpin Partai Dikritik Marah’

SUKOHARJO (jurnalislam.com)- Sikap berlebihan yang ditunjukan simpatisan partai PDIP yang menggeruduk kantor berita Radar Bogor disebut Amir Jamaah Anshorusy Syariah Jawa Tengah ustaz Surawijaya adalah sebuah sikap yang inkonsisten.

Sebab, kata ustaz Rowi, mereka hanya diam membisu ketika ada yang menghina Presiden Jokowi yang notabennya sebuah lambang negara, meski, katanya, selama ini mereka selalu mengaku paling cinta NKRI dan paling Pancasialis.

“Tebang pilihnya PDIP mensikapi beberapa isu bahwa satu minggu lalu ada pemuda yang mengatakan kacung pada Jokowi, dan mereka diam dan pada saat yang sama ditulis berita ongkang ongkang ratusan juta justru mereka menunjukan pembelaan terhadap pemimpin mereka,” terangnya kepada jurnalislam.com Ahad, (3/6/2018).

“Ini menunjukan keplin-plannya mereka dalam mendukung kebenaran. ketika simbol negara yakni Presiden Jokowi dihina mereka diam dan sementara ketika yang bukan lambang negara, lambang Partailah kemudian mereka bersikap yang berlebihan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, menurut ustaz Rowi sikap partai PDIP tidak menunjukan sebuah partai yang mempunyai loyalitas terhadap NKRI, lebih dari itu, partai berlambang banteng ini juga dikatakan oleh ustaz Rowi sebagai partai yang anti kritik dan selalu merasa paling benar sendiri.

“Demikian ini adalah satu bukti bahwa mereka bukan cinta NKRI tapi cinta kepada partai, juga ancaman-ancaman ketika dikritik, barang siapa yang mengkritik partai kami akan kami ratakan dengan tanah ini menunjukan anti kritik dan anti masukan dari pihak lain,” tandasnya.

Anshorusy Syariah Desak Aparat Tindak Pelaku Persekusi Radar Bogor

SUKOHARJO (jurnalislam.com)- Amir Jamaah Anshorusy Syariah (JAS) Jawa Tengah ustaz Surawijaya ikut meyayangkan persekusi simpatisan PDIP terhadap Radar Bogor.

Menurutnya, perbuatan tersebut sudah melanggar hukum dan kepolisian harus menangani kasus tersebut.

“Bagaimana arogannya partai yang berlambangkan banteng tersebut, di geruduknya dan bahkan dipukulnya salah satu staf Radar Bogor. kami prihatin sekali dan secara pribadi saya katakan perbuatan tersebut melanggar hukum apapun motifnya dan apapun coraknya. Ini menunjukan pelanggaran dan harus diusut oleh pihak kepolisian,” katanya saat dihubungi Jurnalislam.com Ahad,(3/6/2018).

Ustaz Rowi sapaannya, juga mempertanyakan sikap arogan yang ditunjukan oleh Sekretaris Fraksi partai PDIP di DPR Bambang Wuryanto yang tidak sesuai dengan apa yang selalu diteriakan oleh para kader partai PDIP.

“Mereka yang notabenenya mengatakan kami Pancasila kami cinta NKRI, cinta toleransi malah menunjukan bagaimana mereka menunjukan keterbalikan dari sikap yang mereka usung,” paparnya.

Lebih lanjut, kata ustaz Rowi, sikap dari partai berlambangkan Banteng yang menggeruduk kantor Radar Bogor itu menunjukan bahwa PDIP adalah partai yang anti kritik dan selalu merasa yang paling benar.

“Ini menunjukan anti kritik dan anti masukan dari pihak lain, padahal tidak ada partai yang sempurna dan tidak ada partai yang tidak keliru adapun kritik yang membangun adalah sesuatu yang wajar wajar saja,” tandasnya

Gandeng Forum Me-DAN, Ansharusy Syariah Banten Galang Dana untuk Palestina

SERANG (Jurnalislam.com)–Jamaah Ansyarusyariah Wilayah Banten bekerjasama dengan Forum Medis dan Kemanusiaan (Forum Me-DAN) Banten menggelar aksi penggalangan dana untuk Palestina, di Masjid Agung Serang Banten, Ahad (3/6/2018).

Koordinator aksi galang dana, Iswadi mengatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk solidaritas umat Islam baik dalam bentuk dukungan, doa, hingga penggalangan dana.

Pantauan Jurnalislam.com, masyarakat tampak antusias merespon aksi ini.

“Dana yang sudah terkumpul akan kita serahkan ke Forum Me-DAN Banten untuk di serahkan kepada saudara di Palestina. Semoga dengan bantuan ini sedikit bisa meringankan beban mereka dan menjadi bukti bahwa umat Islam di Indonesia umumnya khususnya di Banten Peduli terhadap penderitaan muslim di Palestina,” kata Iswadi kepada Jurnalislam.com di sela sela aksi.

 

Muhammad Haddini Ketua Forum Me-Dan Banten menambahkan, sudah menjadi kewajiban kita untuk membantu mereka melawan kezaliman zionis Israel dengan berbagai cara apapun termasuk dengan Aksi penggalangan dana ini.

 

Dana yang terkumpul dari penggalangan ini dengan durasi waktu kurang lebih 2 jam langsung di serahkan oleh perwakilan Jamaah Ansyarusyariah Banten kepada Forum Me-Dan Banten.

 

Reporter :Jajat