Sinergi Foundation Salurkan Ribuan Paket Ramadhan ke Pelosok Indonesia

BANDUNG (Jurnalislam.com)–Hingga hari ke 23 Ramadhan 1439 H, lembaga filantropi Sinergi Foundation telah menyalurkan ribuan paket ramadhan ke 20 Desa Ramadhan di pelosok Indonesia.

CEO Sinergi Foundation Ima Rachmalia mengatakan sebanyak 2660 paket berbagi buka shaum, 200 paket sedekah makan sahur, 74 THR petani dhuafa, 496 sembako lebaran, 163 bingkisan bergizi, 156 paket berbagi perlengkapan sekolah yatim, telah purna tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Tak hanya penyaluran paket ramadhan, ada juga pelatihan pemusalaraan jenazah, pemeriksaan kesehatan gratis dan juga pesantren inspirasi yang telah di helat mulai dari Aceh, Lampung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Subang, Klaten, Lombok Barat NTB, NTT, hingga Papua.

“Alhamdulillah, kami haturkan terima kasih banyak kepada para donatur, mitra hingga segenap pihak sehingga amanah paket ramadhan yang kami terima dapat disalurkan dengan baik,”kata Ima Rachmalia dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Selasa (12/6/2018).

Penerima manfaat paket ramadhan Sinergi Foundation turut merasakan kegembiraan melalui program #DesaRamadhan.

Wawan Kurniawan (52), misalnya. Kepala Desa Sukamulya Kutawaringin Kabupaten Bandung yang sudah sebelas tahun mendedikasikan diri sebagai pemimpin di wilayah tersebut, senang luar biasa saat Sinergi Foundation menggelar berbagai kegiatan penuh manfaat untuk warganya.

Ia menjelaskan, dari lokasi tempat dihelat kegiatan #DesaRamadhan , warga harus melalui 2 KM perjalanan yang penuh liku dan tanjakan untuk dapat sampai ke Pustu (Puskesmas Terpadu). Tak pelak, hal itu menyulitkan bagi ibu hamil yang hendak memeriksakan kesehatan.

Hal tersebut dibenarkan oleh bu Neneng (35) yang tengah hamil 8 bulan, ia tak henti mengucap terima kasih karena telah memberikan pelayanan pengecekan kehamilan gratis yang dekat dengan tempat tinggalnya.

Kebahagiaan lain terpancar dari para lansia juga anak-anak yang masing-masing memperoleh paket sembako lebaran dan paket perlengkapan sekolah, dan juga ribuan warga lainnya di 20 titik #DesaRamadhan.

Ima Rachmalia menambahkan bahwa masih ada kesempatan bagi masyarakat untuk turut berbagi, khususnya zakat fitrah.

“Masyarakat dapat ikut berbagi dengan mudah, hanya dengan mengklik web kami di alamat http://www.sinergifoundation.org/ramadhan-1439h/ ,” pungkasnya.

.

Forum Me-DAN Mojokerto Salurkan Bantuan Penderita Kanker Mata Ananda Brian

MOKOKERTO (Jurnalislam.com) Agenda Forum Medis dan Kemanusiaan (Me-DAN) cabang Mojokerto selama di Bulan Ramadhan ini memiliki 4 agenda yang digulirkan dalam rangka Merajut Ukhuwah Peduli Sesama. Selepas agenda sebar takjil mereka pun mengadakan agenda kajian dan buka bersama.

Belum kering keringat yang menetes di tubuh para relawan Forum MEDAN Mojokerto. Mereka sudah kembali harus beraktifitas dalam lain yaitu menyarutkan bantuan untuk Ananda Brian yang berusia 3,5tahun.

Saat ini ananda Brian tengah Allah uji dengan sakit yang luar biasa harus ia derita selama 2tahun terkhir ini. Sebuah penyakit Kanker Mata Stadium 4. Saat ini ananda Brian hanya tinggal bersama kedua orangtuanya disebuh rumah kontrakan tepat di Jl. Empunala no. 440.

“Keseharian dari anak kami seperti biasa dan termasuk aktif. Tidak sedikit pun merasakan sakit ataupun mengeluh atas sakit yang tengah ia derita. Kami saat ini hanya mampu mengobatinya dengan cara terapi tradisional saja. Terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Forum MEDAN kepada anak kami”, penjelasan dari ibunda Brian ketika ditemui dirumahnya, ahad (10/6/2018)

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama membantu penderitaan yang dirasakan oleh ananda Brian. Jujur yang saya rasakan saat melihatnya langsung lemas seluruh tubuh ini. Tampak tidak ada kata-kata mengeluh yang dilontarkan oleh ananda Brian ketika kami sambangi.” Terang Aditya selaku ketua Forum MEDAN cabang Mojokerto.

Bantuan ini berharap bukan merupakan bantuan terakhir dari Forum MEDAN untuk ananda Brian. Melihat kondisinya sangat membutuhkan bantuan sehingga Forum MEDAN cabang Mojokerto akan terus membuka donasi bantuan untuk Brian.

 

100 Santri Yatim Soloraya Berbelanja Gratis Bersama LKG TPQ

SOLO (Jurnalislam.com) – Lembaga Kordinasi Gerakan (LKG) TPQ Soloraya kembali menyelenggarakan santunan untuk Santri TPQ yatim bertajuk ‘Belanja Ceria Santri TPQ Yatim’ pada Jum’at (8/6/2018). Dalam kegiatan yang menjadi salah satu program LKG TPQ Soloraya ini,

Santri TPQ yatim Belanja secara gratis di Assalam Hypermart Kartasura sesuai kebutuhan mereka untuk menyambut lebaran.

Dalam aksi yang diikuti 100 santri TPQ Yatim Se-Soloraya ini, Panitia juga menghasung kepada santri TPQ yatim untuk membelikan kebutuhan orang tua dirumah dalam menyambut lebaran tahun ini.

Selain berbelanja gratis, santri TPQ juga diberi paket alat tulis, bingkisan lebaran, Al-Quran dan uang saku. Setelah belanja, santri TPQ dihibur dengan dongeng oleh Kak Dony. Acara ditutup dengan doa 100 santri TPQ Yatim untuk para donator dan kedua orang tua mereka dan diakhiri dengan buka puasa bersama.

“Saya Mustofa dari TPQ Al-Iklhas, Sawahan, Boyolali, Alhamdulillah sangat senang sekali dan ini baru pertama merasakan belanja yang sangat menyenangkan. Terus saya bisa membeli barang-barang yang dibutuhkan ibu dirumah. Terima kasih Bp/Ibu Donatur yang dermawan yang telah membuat saya dan ibu senang, ” Ungkap dik Mustofa dari TPQ Al-Ikhlas.

Sementara itu, ketua LKG TPQ Soloraya Abdul Wahab mengucapkan terima-kasih kepada para donatur yang ikut menyumbangkan hartanya untuk kegiatan kali ini.

“Semoga rangkaian acaranya memberikan keceriaan kebahagiaan kepada santri TPQ Yatim dalam menyambut lebaran tahun ini, karena mereka adalah anak yang luar biasa, disaat mereka ditinggal oleh bapaknya, mereka belajar Al-Quran untuk menjadi anak soleh solehah dan bisa mendoakan bapaknya untuk diberi ketenangan di alam kubur dan masuk surga.” ungkapnya.

“Kami juga mengucapkan jazakumullahu khoiron kastiron kepada para donator semua yang telah ikut mendukung program Belanja Ceria Santri TPQ Yatim, semoga menjadi amal soleh dan wasilah masuk surgaNya,” tandas Abdul Wahab.

Naskah Al Quran Langka Menarik Pengunjung Pameran di Kashmir

KASHMIR (Jurnalislam.com) – Pameran manuskrip Alquran yang langka, karya kaligrafi yang elegan, dan karya seni menarik sekumpulan orang dan di belakang semuanya itu adalah warisan keluarga Hindu.

Suresh Abrol, pria yang dengan susah payah melestarikan naskah berharga ini, mengatakan ini adalah bagian dari koleksi kakeknya, Lala Rekhi Ram Abrol.

Dia adalah seorang penjual perhiasan di istana Maharaja Hari Singh, penguasa Dogra terakhir, dan mengumpulkan banyak barang-barang tersebut. Ayah saya hanya mencari warisan manuskrip kuno dan koleksi lainnya. Kami menganggap mereka warisan nyata kami, katanya, lansir World Bulletin Ahad (10/6/2018).

Naskah Qur’an Kuno dari Istanbul akan Dipamerkan di AS

Pameran, “Shireen Qalam”, diselenggarakan oleh Akademi Seni, Budaya dan Bahasa J-K bekerjasama dengan Departemen Pariwisata dan Kepercayaan Nasional India untuk Seni dan Warisan Budaya di gedung Pusat Penerimaan Turis di sini.

Sebuah Al-Qur’an tertanggal 961 H (kira-kira 1553), yang ditulis tangan di atas kertas Samarqandi, dan terjemahan Al-Quran oleh Mir Saeed Andrabi pada tahun 1850 juga dipajang.

Manuskrip Al Quran Abad ke-9 di Amerika Ditemukan, Posisi Columbus Terancam

Ferderasi Penduduk Muslim Austria: Wina Ingin Diskreditkan Umat Islam

AUSTRIA (Jurnalislam.com) – Federasi utama Austria dari penduduk Muslim (IGGiOe) menyatakan keprihatinan mereka atas pengumuman Wina tentang penutupan tujuh masjid dan mengusir para imam yang didanai Turki.

Wina ingin “mendiskreditkan komunitas agama,” Ibrahim Olgun, presiden grup IGGiOe, mengatakan pada hari Ahad (10/6/2018), lansir Aljazeera.

Kebijakan itu tidak “tepat dalam mengendalikan politik Islam” dan “pada akhirnya akan menyebabkan melemahnya struktur dalam komunitas Muslim di Austria”, tambahnya.

Olgun juga mengkritik pemerintah karena tidak menginformasikan federasi tentang langkah-langkah tersebut sebelumnya dan mengumumkannya pada Jumat terakhir bulan puasa Ramadhan.

Federasi Utama Austria Penduduk Muslim (IGGiOe)
Federasi Utama Austria Penduduk Muslim (IGGiOe)

“Solusi harus dikerjakan bersama di meja perundingan dan bukannya secara sepihak di belakang minoritas Muslim,” kata IGGiOe, yang akan mengadakan audit sendiri terhadap masjid dan personel yang terkena dampak kebijakan sebelum meminta pertemuan dengan kementerian budaya.

Pada konferensi pers pada hari Jumat, Kanselir Sebastian Kurz mengatakan pemerintah menutup masjid Turki dan membubarkan kelompok yang disebut Komunitas Agama Arab, yang menjalankan enam masjid.

Austria Tutup 7 Masjid dan Usir 40 Imam, Erdogan: Ini Akan Bawa Dunia ke Perang Salib

Tindakan pemerintah Austria berdasarkan undang-undang 2015, yang melarang pendanaan asing atas kelompok agama dan mengharuskan masyarakat Muslim untuk memiliki “pandangan fundamental positif terhadap negara dan masyarakat [Austria].”

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Sabtu mengecam keras langkah itu sebagai anti-Islam dan berjanji akan merespon.

Dia mengatakan, “Langkah-langkah yang diambil oleh perdana menteri Austria, saya khawatir, memimpin dunia menuju perang antara salib dan bulan sabit.”

Hingga 60 Imam dan keluarga mereka bisa diusir, ketika Wina mengatakan mereka dibiayai oleh Ankara, melanggar larangan keuangan asing organisasi keagamaan. Permintaan perpanjangan izin tinggal atas dua orang imam telah ditolak.

Beberapa partai oposisi Austria secara luas mendukung langkah itu, dengan kaum Sosial Demokrat kiri-tengah menyebutnya “hal masuk akal pertama yang dilakukan pemerintah ini.”

Sekitar 360.000 orang asal Turki tinggal di Austria, termasuk 117.000 warga Turki.

LSM Rohingya di Seluruh Dunia Kritik Kesepakatan Baru Myanmar dan PBB

ANKARA (Jurnalislam.com) – Organisasi-organisasi Rohingya di seluruh dunia pada hari Ahad (10/6/2018) mengkritik sebuah perjanjian baru yang ditandatangani antara Myanmar dan PBB mengenai pemulangan pengungsi Rohingya, mengatakan bahwa perjanjian itu tidak menyentuh akar penyebab krisis.

“Kami sangat prihatin bahwa MOU [Memorandum of Understanding] tersebut tidak mengatasi akar penyebab krisis Rohingya, khususnya masalah kewarganegaraan dan identitas etnis Rohingya,” kata pernyataan bersama yang ditandatangani oleh 23 organisasi Rohingya, termasuk Dewan Rohingya Eropa (the European Rohingya Council-ERC) dan Arakan Rohingya National Organization (ARNO).

Pada tanggal 6 Juni, pemerintah Myanmar menandatangani perjanjian dengan Program Pembangunan PBB (the UN Development Programme-UNDP) dan Badan Pengungsi PBB (the UN Refugee Agency-UNHCR), yang memungkinkan mereka untuk terlibat dalam proses repatriasi yang sangat tertunda.

Pernyataan itu juga menyuarakan keprihatinan karena tidak melibatkan perwakilan pengungsi dalam penandatanganan perjanjian, padahal Rohingya memiliki hak untuk mengetahui tentang kesepakatan tentang pemulangan mereka.

Semakin Terlantar, Bangladesh Desak Myanmar Ambil Kembali Pengungsi Rohingya

“Teks-teks MOU belum dibuat terbuka untuk publik sehingga komunitas internasional meraba dalam gelap dan menimbulkan pertanyaan,” tambahnya.

“Semua catatan sebelumnya menunjukkan bahwa badan-badan PBB, termasuk UNHCR sebagai agen dari kepentingan masyarakat internasional, tidak dapat memberikan perlindungan yang memadai kepada para pengungsi Rohingya karena pemerintah Myanmar tak tergoyahkan,” katanya.

“Pemulangan adalah pertanyaan hidup dan mati bagi seluruh warga Muslim Rohingya.”

Ia menambahkan Rohingya tidak mau kembali ke Myanmar karena pihak berwenang, yang “terlibat dalam genosida, kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” tidak mengubah sikapnya terhadap mereka.

“Mereka tidak bisa mempercayai pemerintah Myanmar dan militer yang telah membunuh, memperkosa, menyiksa dan membuat mereka kelaparan dengan ratusan desa mereka diratakan, tanah mereka diambil dan rumah-rumah penduduk dilibas.”

Pernyataan ini juga meminta perlindungan internasional dari negara dan aktor regional serta pasukan penjaga perdamaian PBB.

Pengungsi Muslim Rohingya Belum Layak Kembali ke Myanmar, Ini Alasanya

Last but not least, harus ada akuntabilitas dan pelaku kejahatan harus dibawa ke pengadilan dan diajukan ke Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court-ICC),” tutupnya.

Sejak 25 Agustus 2017, lebih dari 750.000 pengungsi, sebagian besar anak-anak dan perempuan, telah melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh setelah pasukan Myanmar melancarkan tindakan keras terhadap komunitas Muslim minoritas, menurut Amnesty International.

Sedikitnya 9.400 orang Rohingya tewas di Rakhine dari 25 Agustus hingga 24 September tahun lalu, menurut Doctors Without Borders.

Dalam laporan yang diterbitkan baru-baru ini, kelompok kemanusiaan itu mengatakan kematian 71,7 persen atau 6.700 orang Rohingya disebabkan oleh kekerasan. Mereka termasuk 730 anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Muslim Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai kelompok etnis yang paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang meningkat sejak ratusan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada tahun 2012.

PBB mendokumentasikan perkosaan massal, pembunuhan – termasuk bayi dan anak kecil – pemukulan brutal, mutilasi dan penghilangan yang dilakukan oleh personil keamanan Myanmar.

Dalam laporannya, penyelidik PBB mengatakan bahwa pelanggaran tersebut dapat dianggap kejahatan terhadap kemanusiaan Berat.

Rezim Syiah Suriah Mulai Serang Posisi HTS di Idlib, 16 Warga Tewas

IDLIB (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 16 orang tewas dan 18 lainnya terluka dalam serangan udara rezim Syiah Suriah di desa-desa di provinsi Idlib yang dikuasai para pejuang Suriah, kata Pertahanan Sipil Suriah.

Menurut kelompok itu, yang beroperasi di daerah-daerah yang dikuasai oposisi Suriah dan juga dikenal sebagai the White Helmets, seorang gadis muda termasuk di antara korban dalam serangan udara hari Ahad (10/6/2018).

Sejumlah bangunan dan fasilitas di desa Binnish, Ram Hamdan dan Taftanaz, yang dikendalikan oleh pasukan koalisi oposisi, juga rusak.

“Pemboman itu berlangsung selama sekitar dua jam,” kata Mohammed Abu al-Amin, 34 tahun, seorang aktivis yang berbasis di Taftanaz, kepada Al Jazeera.

Sasaran Serangan Udara Rusia Kini Beralih ke Idlib, 14 Warga Tewas

“Sebagian besar bangunan kota itu menjadi sasaran, termasuk rumah sakit Al-Noor dan sebuah rumah, yang penghuninya sekarang termasuk di antara yang tewas,” katanya.

Desa-desa yang diserang di pedesaan Idlib terletak di sekitar kota Foua dan Kefraya yang dikuasai rezim.

Serangan rezim terbaru diluncurkan beberapa jam setelah bentrokan mematikan antara pasukan rezim Suriah dan pejuang dari Hay’at Tahrir al-Sham (HTS) yang dipimpin Jabhat Fath al Sham (JFS) – yang sebelumnya dikenal sebagai Jabhah Nusrah, bekas kelompok al-Qaeda – di desa-desa Foua dan Kefraya yang merupakan rumah bagi sekitar 10.000 warga Syiah.

Konvoi Keenam Bawa 1.334 Warga Homs ke Provinsi Idlib

Pertempuran berlanjut sampai Ahad pagi, menewaskan enam tentara rezim Syiah Suriah dan sedikitnya tiga pejuang HTS, menurut SANA, kantor berita resmi rezim Suriah.

“Pejuang JFS masuk dari desa-desa terdekat termasuk Binnish dan Ram Hamdan,” SANA melaporkan.

Pasukan rezim Syiah Suriah menggunakan taktik pengepungan selama perang Suriah, yang sekarang memasuki tahun kedelapan. Biasanya, serangan itu dibarengi pemboman berat sambil mencegah masuknya bantuan makanan dan obat-obatan.

Taktik ini digunakan sebagai alat untuk memaksa para oposisi agar menerima transaksi evakuasi.

Pada hari Jumat, serangan udara Rusia di sebuah desa di Idlib menewaskan sedikitnya 44 orang, dan merupakan korban tewas tertinggi dalam satu serangan di wilayah itu tahun ini.

Jet Tempur Rusia Bunuh 44 Warga Idlib Saat Berbuka Puasa di Dekat Masjid

Lebih dari 60 orang juga terluka dalam serangan yang terjadi di desa Zardana.

Saat ini, rezim Nushairiyah Suriah memerangi faksi-faksi Jihad dan oposisi di Idlib, markas besar terakhir mujahidin di negara itu.

Idlib menampung sekitar dua juta orang, termasuk ribuan orang yang menjadi pengungsi internal dari wilayah lain Suriah.

DSKS: Pernyataan BNPT Soal Kampus Radikal Tanpa Dasar

SOLO (Jurnalislam.com) – Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), Dr Muinudinillah Basri menilai, pernyataan BNPT yang menyebut sejumlah kampus di Indonesia terpapar paham Radikal hanya semakin menunjukan kebenciannya terhadap agama Islam.

“Tuduhannya gak mendasar, tujuannya menunjukan kebencian kepada umat Islam,” katanya kepada Jurnalislam.com di Karanganyar, Sabtu, (9/6/2018).

Seharusnya, kata dia, lembaga pendidikan di Indonesia seperti kampus memang harus di isi oleh orang-orang yang mempunyai pemahaman agama yang baik. Dengan begitu, perbaikan akan rusaknya generasi muda ke depan akan tercipta di Indonesia.

“Kampus harus kita selamatkan dengan dukungan orang yang beragama, kalau Radikal bukan dari kampus,” tandasnya.

Ustadz Muin juga membantah pernyataan bahwa orang yang mengamalkan agama Islam secara kaffah itu berpaham radikalisme.

“Ya gak mungkin, dimana letak radikalisme itu, radikal terhadap agama itu kan memang harus,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Hamli mengatakan ada 7 kampus yang terindikasi terpapar paham radikal. Kampus tersebut adalah Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB).

MUI Apresiasi Indonesia Menjadi Anggota DK PBB

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesi (MUI), Zainut Tauhid mengapresiasi Pemerintah Indonesia yang terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB untuk 2 dua tahun mendatang.

Menurutnya, ini merupakan prestasi yang sangat gemilang dan patut dibanggakan. Meskipun ini bukan yang pertama kalinya, tapi harus disyukuri di tengah kondisi dunia yang semakin mencemaskan.

“Semoga Indonesia dapat memainkan peran strategisnya untuk Ikut mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial sebagaimana yang tercantum dalam amanat Pembukaan UUD NRI Tahun 1945,” katanya kepada Jurnalislam.com, Ahad (10/6/2018).

Zainut pun berharap bahwa posisi keanggotaan Indonesia di DK PBB dapat dimanfaatkan secara optimal untuk perjuangan menjaga keutuhan wilayah dan kedaulatan NKRI serta membantu perjuangan bangsa-bangsa lain yang masih terjajah dan dirundung konflik.

“Indonesia harus ikut terlibat dalam isu-isu keamanan dan perdamaian global, seperti penjajahan zionis Israel atas negara Palestina, konflik di Afganistan, Rohingya, Siria, Sudan Selatan dan di berbagai belahan negara lainnya,” pungkasnya.

Indonesia terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020 oleh Majelis Umum PBB di Markas Besar PBB di New York pada (8/6/2018).

DK PBB adalah badan utama PBB yang memiliki peran dan tugas untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional.

Reporter: Gio

LAZ Khoiru Ummah Mojolaban Salurkan Ziswaf Kepada Warga

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)- Yayasan Khoiru Ummah Sukoharjo dengan KBIT Khoiru Ummah Mojolaban menyalurkan zakat infak sedekah wakaf (Ziswaf) berupa paket sembako untuk yatim dan dhuafa di desa Wirun, Mojolaban, Sukoharjo, Sabtu, (9/6/2018).

Ketua panitia kegiatan ustadzah Indah Suryani menjelaskan, bahwa kegiatan tersebut sebagai awal dari salah satu program cinta anak yatim dari KBIT Khoiru Ummah Mojolaban.

“Sebagai awalan untuk program cinta anak yatim, santunan bulanan untuk anak yatim berprestasi. Kegiatan dilakukan di KBIT Khoiru Ummah Mojolaban, target untuk warga sekitar Mojolaban,” katanya kepada Jurnalislam.com sabtu, (9/6/2018).

“Dalam kegiatan kali ini, kita menyalurkan ziswaf untuk yatim dan dhuafa. Paket santunan yatim untuk 10 anak. 50 paket sembako murah untuk dhuafa,” sambungnya.

Lebih lanjut, ustadzah Indah mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana Laziz Khoiru Ummah untuk dapat menyalurkan Ziswaf kepada yang berhak menerimanya dan juga mengajarkan anak didiknya tentang kesalehan sosial.

“Tujuan acara sebagai salah satu sarana penyaluran ziswaf Lembaga Amil Zakat dan Sedekah Laziz Khoiru Ummah, selain itu juga mengajarkan anak didik KBIT Khoiru Ummah tentang kesalehan sosial, berbagi dan menebar manfaat untuk sesama,” tandasnya.

Dalam kegiatan kali ini juga dihadiri lurah desa Wirun dan sejumlah tokoh masyarakat setempat