DSKS: Pernyataan BNPT Soal Kampus Radikal Tanpa Dasar

SOLO (Jurnalislam.com) – Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), Dr Muinudinillah Basri menilai, pernyataan BNPT yang menyebut sejumlah kampus di Indonesia terpapar paham Radikal hanya semakin menunjukan kebenciannya terhadap agama Islam.

“Tuduhannya gak mendasar, tujuannya menunjukan kebencian kepada umat Islam,” katanya kepada Jurnalislam.com di Karanganyar, Sabtu, (9/6/2018).

Seharusnya, kata dia, lembaga pendidikan di Indonesia seperti kampus memang harus di isi oleh orang-orang yang mempunyai pemahaman agama yang baik. Dengan begitu, perbaikan akan rusaknya generasi muda ke depan akan tercipta di Indonesia.

“Kampus harus kita selamatkan dengan dukungan orang yang beragama, kalau Radikal bukan dari kampus,” tandasnya.

Ustadz Muin juga membantah pernyataan bahwa orang yang mengamalkan agama Islam secara kaffah itu berpaham radikalisme.

“Ya gak mungkin, dimana letak radikalisme itu, radikal terhadap agama itu kan memang harus,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Hamli mengatakan ada 7 kampus yang terindikasi terpapar paham radikal. Kampus tersebut adalah Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Diponegoro (Undip), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Brawijaya (UB).

Bagikan