Rumah Hasil Nabung 10 Tahun, Ambruk Dalam Hitungan Detik

Taufik menyadari apa yang menimpanya adalah ketentuan terbaik dari Allah

LOMBOK (Jurnalislam.com) – Manusia tak bisa mengira apa yang terjadi di masa mendatang. Banyak hal yang dibangun dengan perjuangan yang sangat lama namun harus sirna seketika.

Itulah yang dialami Taufik (31), pengungsi Dusun Jorong, Desa Sembalun Bumbung, Sembalun, Lombok Timur. Selama 10 tahun Taufik bekerja di sebuah restoran di Legian, Bali. Mulai 2005 hingga 2015, ia bekerja keras mengumpulkan uang demi rumah idaman keluarga.

Namun nahas, rumah yang dibangun dari hasil menabung selama 10 tahun itu ambruk dalam hitungan detik akibat gempa Lombok. Taufik membangun rumah secara berangsur. Hasil gajinya setiap bulan ia kirim ke Lombok untuk membangun rumah. Bahkan ia terpaksa berutang ke toko bangunan agar rumahnya cepat selesai.

“Setiap bulan saya kirim 1 juta, kadang 2 juta untuk bangun rumah. Dan selama 10 tahun saya terus nyicil untuk bayar utang bangunan,” ungkap Taufik pada INA News Agency (INA) kantor berita yang diinisiasi Jurnalis Islam Bersatu (JITU), Kamis (16/8/2018).

Rumah Taufik roboh, gerai pulsa miliknya pun rusak parah. Sebagian dindingnya roboh, sedangkan lantai atasnya retak-retak. Sehingga gerai pulsa yang menjadi mata pencariannya tak lagi bisa digunakan.

“Sedih saya kalau mengingatnya, kerja selama 10 tahun terasa tidak ada artinya,” ungkap Taufik menahan tangis.

Taufik berdiri di depan rumahnya yang hancur akibat gempa 7 SR di Dusun Jorong, Desa Sembalun Bumbung, Sembalun, Lombok Timur. Foto : Hilman/INA

Namun ia menyadari bahwa apa yang menimpanya adalah ketentuan terbaik dari Allah. Ia mengatakan bahwa gempa yang menimpanya membuatnya merenung.

“Saya ambil hikmahnya, mungkin kita banyak salah,” ungkapnya.

Meski ditimpa bencana, Taufik tetap bersyukur. Ia mengungkapkan meski saat ini rumah dan mata pencariannya tidak ada, tapi ia tetap bersyukur karena masih diberi kesempatan hidup. Dan karena alasan itulah, ia merasa masih banyak orang yang di bawahnya yang lebih layak untuk ditolong.

“Masih banyak yang di bawah kita, jadi kita masih punya banyak alasan untuk bersyukur,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Hal serupa dialami Hadri (36), warga Dusun Reguar, Desa Bilopetung, Sembalun, Lombok Timur. Rumah yang baru dibangun, ambruk dalam hitungan detik.

Hadri membangun rumah hasil jerih payahnya merantau selama 6 tahun di Samarinda, Kalimantan Timur. Di rumah yang baru saja ia tempati selama dua bulan, ia tinggal bersama anaknya, Erik Pramanagandi (11), mertua, dan anak yatim yang ia asuh sejak kecil.

Rumah Hadri rata dengan tanah. Yang tersisa hanya puing-puing yang berserakan. Kini ia tinggal di tenda sebelah reruntuhan dengan keadaan serba kekurangan.

“Kami tinggal di sini seadanya. Ndak ada selimut sama kekurangan air,” ungkap Hadri.

Reporter : Hilman | INA

Kerugian Ekonomi Akibat Gempat Tembus Rp 7,45 T

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan hingga hari ke-10 penanganan gempa, kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan oleh gempa bumi terus bertambah. Berdasarkan basis data terakhir, kerugian ekonomi tembus Rp 7,45 triliun.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan tim dari Kedeputian Rehabiitasi dan Rekontruksi BNPB masih melakukan hitung cepat dampak gempa. “Angka ini masih terus bertambah seiring data yang terus masuk ke Posko,” kata dia dalam keterangan resmi, Rabu (15/8/2018) sore, sebagaimana dilansir Republika.co.id

Ia mengungkapkan, kerugian tersebut meliputi sektor permukiman Rp 6,02 triliun, infrastruktur Rp 9,1 miliar , ekonomi produktif Rp 570,55 miliar, sosial Rp 779,82 miliar, dan lintas sektor Rp 72,7 miliar. Sektor permukiman merupakan penyumbang terbesar dari kerusakan dan kerugian akibat bencana, yaitu mencapai 81 persen.

Ia mengatakan BNPB juga akan menghitung berapa besar kebutuhan yang diperlukan untuk pemulihan dalam rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Pembangunan kembali akan dilakukan di lima sektor yakni permukiman, infrastruktur, ekonomi produktif, sosial, dan lintas sektor.

“Tentu, ini memerlukan dana triliunan rupiah. Tidak mungkin semua dibebankan ke pemerintah daerah. Sebagian besar pendanaan berasal dari pemerintah pusat,” lanjut dia.

Seorang warga Dusun Rembek, Lombok Utara di atap rumahnya yang hancur akibat gempa. FOTO: Sirath/Jurniscom

Sutopo menuturkan, bantuan dari dunia usaha diperlukan untuk proses pemulihan akibat gempat. Ia memperkirakan proses rekonstruksi dan rehabilitasi akan memakan waktu selama dua tahun. “Perlu waktu untuk memulihkan kembali,” kata dia.

Dia pun mengajak masyarakat, Pemda NTB, dan pemda kabupaten dan kota terdampak untuk bangkit. Pemerintah pusat akan selalu mendampingi dan memberikan bantuan hingga rehabilitasi dan rekonstruksi nanti

Gempa Lombok yang meluluhlantahkan kehidupan ekonomi dan pembangunan di Lombok memberikan kesempatan kepada seluruh pihak untuk menata pembangunan lebih baik. Tata ruang perlu ditata kembali menyesuaikan peta bahaya gempa.

Tak hanya itu, bangunan yang didirikan juga harus mengikuti standar konstruksi tahan gempa. Pariwisata sebgai andalan devisa bagi NTB juga harus ditata ulang.

Wisatawan pun perlu dibekali pemahaman pengetahuan kebencanaan dan fasilitas kepariwisataan. “Hotel-hotel di pantai sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai shelter evakuasi saat ada peringatan tsunami,” ujar dia.

Sutopo menambahkan masyarakat Lombok harus diedukasi dan disosialisasi terus menerus dengan ancaman bencana. “Jadikan pendidikan kebencanaan sebagai pelajaran matapelajaran tambah atau muatan lokal yang wajib diikuti oleh semua siswa,” kata dia.

Data BNPB

Total Meninggal: 460 orang

  • 396 orang Kab. Lombok Utara
  • 39 orang Kab. Lombok Barat
  • 12 orang Kab. Lombok Timur
  • 9 orang Kota Mataram
  • 2 orang Kab. Lombok Tengah
  • 2 orang Kota Denpasar

Korban Luka: 7.773 orang

  • 959 orang luka berat/rawat inap
  • 6.774 orang luka ringan/rawat jalan

Mengungsi 417.529 orang: terdiri dari 187.889 laki-laki dan 229.640 perepuan.

  • 178.122 orang Lombok Utara (80.155 laki, 97.967 perempuan)
  • 104.060 orang Lombok Timur (46.827 laki, 57.233 perempuan)
  • 116.453 orang Lombok Barat (52.404 laki, 64.049 peremuan)
  • 18.894 orang Kota Mataram (8.503 laki, 10.391 perempuan)

Kerusakan

  • 71.962 unit rumah rusak (32.016 RB, 3.173 RS, 36.773 RR)
  • 671 unit fasilitas pendidikan (124 PAUD, 341 SD, 95 SMP, 55 SMA, 50 SMK, 6 SLB)
  • 52 unit fasilitas kesehatan ( 1 RS, 11 puskesmas, 35 pustu, 4 polindes, 1 gedung farmasi)
  • 128 unit fasilitas peribadatan (115 masjid, 10 pura, 3 pelinggih)
  • 20 unit perkantoran
  • 6 unit jembatan

Student Up Creativity PII Wati Jawa Barat Didukung P2TP2A dan Enam Ormas

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Pengurus Koordinator Wilayah Korps Pelajar Islam Indonesia (PII) Wati Jawa Barat periode 2017-2019 pada hari Rabu (15/8/18) telah melakukan audiensi kepada pihak P2TP2A Jawa  Barat yang bertepatan di Kantor P2TP2A Jalan R.E. Marthadinata Babakan Ciamis, Sumur Bandung, Kota Bandung.

Audiensi ini diawali dengan pembukaan dan sosialisasi terkait rangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Lahir Korps PII Wati yang ke-54 dan peluncuran gerakan eksternal yang bernama Brotherhood: Pelajar Subject Perubahan.

Gerakan Brotherhood: Pelajar Subject Perubahan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pelajar puteri yang sesuai dengan perannya sebagai entitas sosial dengan pemenuhan tiga skill kompentesi yang diantaranya adalah kemampuan Public Relationship, peer counseler, dan juga sebagai Event Organizer yang dimana ketiga kompetensi tersebut bisa diaktualisasikan untuk menjadikan pelajar puteri lebih produktif sebagai subjek perubahan sesuai dengan tupoksinya.

Gerakan brotherhood ini merupakan proses pembentukan pelajar puteri yang produktif dan siap mencetak generasi untuk menyelamatkan bonus demografi yang di mulai pada tahun 2020 mendatang, dan diperkiraan 2030 fenomena ini berada di titik puncak nya.

Pihak P2TP2A yang dihadiri oleh Ibu Dwi menanggapi gerakan brotherhood dengan positif dan siap mengawal dan mendukung gerakan Brotherhood dengan menjadi pembicara pada dialog terbuka dalam main event rangkaian Harlah PII Wati yang akan dilaksanakan pada tanggal 25-26 Agustus 2018 bertepatan di Gedung Bandung Creative Hub dan juga dihadiri oleh LAHA dan KPID.

Disamping itu, Ibu Dwi juga berpesan bahwa Ormas Islam harus bisa merepresentasikan keislamannya dalam behavior dan attitudenya, hal ini sesuai dengan gerakan PII Wati sebagai sahabat pelajar dengan menjaga dan menanam nilai-nilai keislaman pada semangatnya.

Sebelum melakukan audiensi, Koordinator Korps PII Wati Jawa Barta telah melakukan kegiatan Bincang Hangat yang dihadiri oleh enam Ormas diantaranya adalah KOPRI, IPP NU, IPM, KOHATI, IPPI Persis yang dilaksanakan pada Hari Jumat (10/8/18) di Kantin The Panas Dalam. Acara tersebut termasuk rangkaian Harlah PII Wati yang ke-54 dengan bertujuan untuk sosialisasi gerakan dan bersinergi dengan ormas Jawa Barat.

Dua kegiatan tersebut merupakan gerbang awal Koordinator Wilayah Korps PII Wati untuk melebarkan langkahnya di ruang eksternal, dalam upaya menjadi garda terdepan mengakomodir pelajar putri dalam menjawab isu perempuan dan anak. Salah satu upaya itu diwujudkan dalam event Student Up Creativity yang akan digelar akhir Agustus ini.

Rangkaian SUC ini diharapkan dapat menjadi starting point gerakan PII Wati sebagai Badan Otonom, yang mana dapat melebarkan cita-cita yang dimiliki oleh PII yakni terciptanya izzul islam walmuslimin dari tangan pelajar, dan sebagai refleksi konten dan konteks Harlah PII Wati yang ke-54 yang akan diikuti oleg seluruh kader PII Wati Jawa Barat khususnya dan umumnya untuk kader PII, Pelajar umum, dan masyarakat.

Main event dalam acara tersebut beraneka ragam ada berupa dialog terbuka yang akan dihadiri oleh para pihak dari berbagai lembaga sebagai penguat gerakkan Brotherhood, lalu akan membuka kelas mendongeng, peer Counseler, dan beauty and handsome class yang bertujuan sebagai pilot project aktualisasi gerakan brotherhood yang bisa diaplikasikan oleh eselon dibawahnya serta untuk memenuhi kebutuhan pelajar pada hari ini.

Selain itu SUC juga dapat diikuti oleh kader maupun non kader, lalu dilanjutkan dengan acara internal yaitu Sarasehan Instruktur dan Pemandu Putri juga Refleksi Harla PII Wati-54 yang akan di hadiri oleh para ketua Korwil PII Wati  dalam rentang 10 periode sebelumnya.

Kiriman: Aini Nur Firani

Israel Protes ICC Sebut Palestina Korban Kejahatan Perang

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Israel telah mengajukan protes resmi kepada Pengadilan Kriminal Internasional (the International Criminal Court-ICC) menyusul seruan-seruan terakhir ICC untuk membantu “korban-korban situasi di Palestina”, media Israel melaporkan Rabu (15/8/2018).

Menurut situs berita Times of Israel, para pejabat di kementerian peradilan dan urusan luar negeri Israel marah terhadap langkah pengadilan, yang, kata mereka, berfungsi untuk menimbulkan keraguan atas objektivitas tribunal yang bermarkas di Den Haag, lansir World Bulletin.

Bulan lalu, tiga hakim ICC menyerukan pembentukan “sistem informasi publik dan kegiatan penjangkauan untuk kepentingan para korban dan komunitas yang terkena dampak situasi di Palestina.”

The Times of Israel mengutip satu sumber Israel yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan: “Pemerintah Israel terkejut oleh keputusan hakim pada bulan Juli.”

Sumber itu kemudian menegaskan bahwa pengadilan internasional tidak memiliki yurisdiksi atas masalah Palestina-Israel.

Baca juga: Palestina Larang Warganya Partisipasi dalam Jajak Pendapat Pemilihan Kota Israel

Menurut sumber yang sama, Kepala Kejaksaan ICC Fatou Bensouda belum memutuskan apakah pengadilan memiliki yurisdiksi atas hal-hal yang berkaitan dengan konflik abadi.

Pada akhir Mei, Otoritas Palestina yang berbasis di Ramallah meminta ICC untuk melakukan investigasi terhadap pembangunan pemukiman ilegal Israel dan dugaan kejahatan perang.

Palestina secara resmi bergabung dengan ICC pada tahun 2015 setelah Presiden Palestina Mahmoud Abbas menandatangani Statuta Roma tahun sebelumnya.

Meskipun Israel menandatangani Statuta Roma (yang mendirikan pengadilan) pada tahun 2000, mereka bukan anggota dari ICC.

Turki Akan Ekstradisi Pastor Asal AS Jika Gulen Diserahkan

ANKARA (Jurnalislam.com) – Pimpinan Partai Gerakan Nasionalis Turki (MHP),  Devlet Bahceli mengatakan, jika Amerika Serikat mau mengekstradisi Fetullah Gulen, maka juga Turki akan mengekstradisi terpidana kasus terorisme asal AS, Andrew Brunson.

“Jika pengkhianat di Pennsylvania diekstradisi ke negara kami, serah terima pastor kemungkinan akan segera terjadi sebentar lagi, dan kedua negara akan mendapatkan apa yang mereka inginkan,” kata Bahceli kepada wartawan di Ankara, Rabu (15/8/2018), lansir Anadolu Agency.

Baca juga: Lawan Kekuatan Ekonomi AS, Turki Didukung Dunia

Gulen yang saat ini berada di Pennsylvania dengan Organisasi Teror Fetullah (FETO) mengatur kudeta pada Juli 2016 di Turki yang menyebabkan 251 orang tewas dan hampir 2.200 orang terluka.

Bahceli tidak berbicara untuk pemerintah Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) Turki, tetapi partainya bersekutu dengan Partai AK di parlemen.

Pemimpin MHP itu menambahkan bahwa konspirasi yang mencoba Turki untuk menyerah pada serangan spekulatif terhadap nilai tukar mata uang akan dikalahkan, sambil menyuarakan dukungan atas keputusan untuk memboikot produk teknologi dan beberapa barang AS.

Baca juga: Menlu Turki Desak AS Segera Tangkap Fetullah Gulen

Dia menggarisbawahi bahwa Turki tidak berada dalam krisis ekonomi, namun Turki diserang dengan “permusuhan di tingkat tertinggi.”

“Dengan langkah-langkah yang diambil dan pendekatan ekonomi yang baru diumumkan, awan gelap di cakrawala akan menghilang. Kami memiliki keyakinan penuh,” tambahnya.

Hubungan Turki dan AS saat ini sedang kurang baik sejak Washington menjatuhkan sanksi kepada dua menteri Kabinet Turki setelah Ankara menolak membebaskan Brunson, yang menghadapi tuduhan terkait terorisme di Turki.

Jumat lalu, Presiden AS Donald Trump menggandakan tarif impor aluminium dan baja Turki.

Lawan Kekuatan Ekonomi AS, Turki Didukung Dunia

ANKARA (Jurnalislam.com) – Di tengah ketegangannya dengan AS, Turki mendapat dukungan besar dari seluruh dunia. Demikian dikatakan Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu Rabu (15/8/2018).

“Peristiwa ini telah membuka mata dunia,” katanya pada konferensi pers bersama dengan timpalannya dari Sudan, Al-Dirdiri Mohamed Ahmed pada Konferensi Duta ke-10 di ibukota Ankara, dilansir Anadolu Agency.

Sejak pemerintahan Donadl Trump, kata Cavusoglu, masyarakat internasional melihat “sikap tidak sopan AS terhadap semua negara”.

Dia menambahkan bahwa secara internasional, AS juga akan menggunakan kekuatan ekonominya “secara kasar” terhadap negara lain.

“Jadi semua orang mencari cara untuk keluar dari dolar,” tegasnya.

Cavusolgu menekankan bahwa Turki akan melanjutkan sikap tegasnya.

“Kami akan melanjutkan upaya kami untuk menyelesaikan masalah-masalah ini melalui cara-cara diplomatik. Tetapi kami tidak akan memberikan tekanan atau imposisi,” katanya merujuk ketegangan yang sedang berlangsung antara Ankara dan Washington.

“Karena mereka telah belajar dari pengalaman, pemerintah Turki mengambil langkah-langkah untuk mereformasi ekonomi,” sambungnya.

Langkah-langkah yang diambil telah meringankan pasar, tambahnya.

Baca juga: Trump Serang Turki dengan Tarif Impor, Erdogan: Ekonomi Kami Kuat

Cavusoglu juga menekankan bahwa Turki telah menggunakan kekuatannya dalam mendukung kemanusiaan di berbagai negara.

“Turki adalah negara paling dermawan di dunia dalam hal bantuan asing,” katanya seraya menambahkan bahwa orang-orang yang tertindas di seluruh dunia menyadari hal ini dan berdoa untuk ekonomi Turki yang kuat.

Cavusoglu juga menyoroti bahwa Uni Eropa dan negara-negara yang memiliki hubungan ekonomi dengan Turki mendukung ekonomi Turki yang kuat.

Mengenai penahanan pastor Amerika Andrew Brunson, Cavusoglu mengatakan bahwa AS dan negara-negara lain seharusnya tidak hanya mempertimbangkan kekecewaan mereka sendiri tetapi juga orang lain.

Ia mengatakan, bagaimana AS memasok sejumlah besar senjata ke YPG/PKK, kelompok teroris di dekat perbatasan Turki, dia mengatakan senjata-senjata itu sekarang dijual di pasar terbuka.

Baca juga: Negara-negara Teluk Tetapkan Feto sebagai Organisasi Teroris Berbasis di AS

Cavusoglu juga mengutip dukungan AS untuk Fetullah Gulen, pemimpin Organisasi Teror Fetullah (FETO) berbasis di Pennsylvania yang mengatur upaya kudeta Juli 2016 yang berhasil dikalahkan di Turki, yang menewaskan 251 orang dan melukai ribuan orang.

“Kami melihat bahwa mereka [AS] mencoba melindungi anggota FETO di negara-negara ketiga,” katanya, seraya menambahkan bahwa duta besar AS mendukung anggota FETO di beberapa negara yang ingin menyingkirkan kelompok teror itu.

Menyatakan bahwa semua orang harus tunduk pada proses peradilan jika ada kejahatan,  Cavusoglu mengatakan Turki ingin menyelesaikan semua masalah melalui negosiasi dan dialog, bukan tekanan dan imposisi.

“Tapi ada kebingungan serius,” tambahnya, mengacu pada AS yang mencoba menerapkan tekanan pada Turki.

Cavusoglu mengatakan muncul larangan penjualan jet tempur F-35 ke Turki di AS.

“Larangan ini tidak memiliki arti praktis. Turki sudah menerima dua pengiriman dari mereka.” Dia menjelaskan bahwa pilot Turki sekarang berlatih dengan jet di AS selama dua tahun.

Erdogan Gelar Pertemuan Tertutup di Sela-sela KTT NATO

Undang-undang pembelanjaan AS yang ditandatangani pekan ini mencakup tindakan yang melarang penjualan F-35 ke Turki hingga Pentagon mengeluarkan laporan tentang hubungan Turki-AS dalam 90 hari.

Turki telah berada dalam program F-35 sejak tahun 1999. Industri pertahanan Turki telah mengambil peran aktif dalam produksi mereka, termasuk Alp Aviation, AYESAS, Kale Aviation, Kale Pratt & Whitney, dan Turkish Aerospace Industries membuat bagian untuk jet tempur F-35 yang pertama.

Turki berencana untuk membeli 100 jet tempur F-35 di tahun-tahun mendatang.

“Jadi tidak ada penangguhan,” kata Cavusoglu, menambahkan bahwa pembatasan pengiriman jet adalah masalah domestik AS.

Dia menambahkan bahwa AS menggunakan hal-hal seperti itu untuk menekan negara-negara lain yang justru akan merugikan kedudukan dan prestise mereka.

“Tidak ada negara yang tidak memiliki alternative. Mereka tidak putus asa, dan setiap negara terhormat … Mereka harus menghormati ini.”

40 Pasukan Bentukan AS Tewas dalam Serangan Terbaru Taliban

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 40 tentara bentukan AS dan polisi Afghanistan tewas dalam serangan Imarah Islam Afghanistan (Taliban) di sebuah pos militer di provinsi utara. Serangan tersebut merupakan yang terbaru dalam serangkaian serangan mematikan terhadap pasukan Afghanistan.

Sembilan polisi dan 35 tentara tewas dalam serangan di provinsi Baghlan Afghanistan yang dimulai pada Rabu (15/8/2018) pagi hari, kata para pejabat, lansir Aljazeera.

Mohammad Safdar Mohseni, kepala dewan provinsi, mengatakan para pejuang membakar pos-pos pemeriksaan setelah serangan di distrik Markazi Baghlan-i.

Tidak ada komentar langsung dari kementerian pertahanan Afghanistan. Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengaku bahwa Taliban bertanggung jawab atas serangan itu.

Pada hari Senin, Taliban juga menyerbu pangkalan militer yang dikenal sebagai Kamp Chinaya di provinsi Faryab utara, menewaskan 17 tentara dan melukai 19 lainnya.

Serangan di Baghlan terjadi ketika pertempuran antara Taliban dan pasukan bentukan AS berkecamuk di beberapa wilayah di negara yang dilanda perang itu.

Namun, pertempuran di Ghazni mereda, setelah Taliban menyerang kota strategis itu pada Jumat.

Serangan Taliban di Ghazni Masuk Hari Keempat

Taliban mengatakan pihaknya memerintahkan para pejuang keluar dari Ghazni setelah lima hari pertempuran jalanan yang menewaskan dan melukai ratusan pasukan Afghanistan

Rumah sakit kota penuh sesak dengan ratusan orang yang terluka serta puluhan mayat dan orang-orang putus asa yang mencari kerabat mereka di antara orang yang tewas dan terluka.

Ketika warga sipil muncul di jalan Ghazni, warga mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa mereka bersembunyi di ruang bawah tanah selama serangan.

“Pertempuran berlangsung sengit. Selama dua hari, kami tidak punya air dan makanan. Anak-anak saya akan menangis ketika mereka mendengar dentuman dan suara tembakan Taliban dari balik tembok kami.”

Ghazni terletak di sepanjang jalan raya Kabul-Kandahar, yang secara efektif berfungsi sebagai gerbang antara Kabul dan benteng Taliban di selatan.

Komite Internasional Palang Merah (ICRC) mengirim air bersih dan generator listrik untuk operasi trauma dan materi yang dikirim untuk pengelolaan sisa-sisa.

Sekitar 20 persen dari populasi di Ghazni bergantung pada sistem air kota, yang rusak sejak awal pertempuran. ICRC mengatur pasokan air darurat dengan truk untuk memenuhi kebutuhan sekitar 18.000 orang.

Arif Noori, juru bicara gubernur provinsi, mengatakan pada hari Rabu bahwa “kehidupan telah kembali normal”. Tetapi PBB memperingatkan tentang “penderitaan manusia yang ekstrim” yang disebabkan oleh pertempuran terbaru.

“Laporan-laporan mengindikasikan bahwa jumlah korban di Ghazni sangat besar,” kata perwakilan khusus PBB di Afghanistan, Tadamichi Yamamoto, hari Rabu.

“Perkiraan yang belum dapat dikonfirmasi berkisar dari 110 hingga 150 korban sipil akibat pertempuran kedua belah pihak. Informasi yang dapat dipercaya menunjukkan bahwa rumah sakit umum Ghazni dipenuhi oleh gelombang terus menerus pasukan pemerintah, pejuang Taliban dan warga sipil yang terluka.”

Efektif Lawan AS dan NATO, Taliban Promosikan Unit Pasukan Khusus

Di tempat lain di Afghanistan, Taliban menyerang pos pemeriksaan polisi di provinsi Zabul selatan Rabu pagi, menewaskan empat polisi, menurut kepala polisi provinsi, Mustafa Mayar, yang mengatakan tiga petugas lainnya terluka.

Dia mengatakan tujuh penyerang tewas dan lima orang terluka selama pertempuran, di mana Taliban menggunakan artileri dan senjata berat.

Taliban telah merebut beberapa distrik di seluruh negeri dalam beberapa tahun terakhir dan melakukan serangan hampir setiap hari yang menargetkan pasukan keamanan Afghanistan.

Serangan terhadap Ghazni secara luas dilihat sebagai unjuk kekuatan sebelum berlangsungnya perundingan perdamaian dengan Amerika Serikat, yang telah berperang di Afghanistan selama hampir 17 tahun.

Jenazah Muhammad Irsan Dimakamkan di Polokarto Sukoharjo.

SOLO (Jurnalislam.com) – Jenazah Muhammad Irsan (25) narapidana terorisme yang meninggal di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas 1 Batu, Nusakambangan, Cilacap tiba di Sukahorjo, Jawa Tengah, Selasa (14/8/2018) malam.

Disambut pekik takbir, jenazah dishalatkan ratusan jamaah di Masjid MUI Surakarta, Semanggi, Solo sebelum dimakamkan di Pemakaman Muslim Polokarto, Sukoharjo.

“Nanti saja mas, ini langsung mau dimakamkan menuju sana,” kata salah satu pelayat ketika Jurnalislam.com menanyakan keberadaan istri almarhum Muhammad Irsan.

Seperti yang diketahui sebelumnya, Muhammad Irsan merupakan salah satu narapidana terorisme yang menghuni Lapas Batu, Nusakambangan. Pria asal Tolitoli Sulawesi Tengah itu, diberitakan meninggal pada Senin, (13/8/2108) setelah sebelumnya dirawat di ruang rawat inap Dahlia RSUD Cilacap.

“Jadi tadi jam 10 pagi kami mendapat informasi kalau salah satu napiter meninggal di LP Batu, Nusakambangan, namanya Muhammad Irsan. Cuman, dia dulu bukan saya yang tangani,” kata kordinator TPM Ahmad Michdan sebagaimana dilansir Kiblat.net pada Senin (13/8/2018).

Reporter: Arie Ristyan

Forum Me-DAN Akan Dirikan Hunian Sementara Untuk Korban Gempa di Lombok Utara

LOMBOK (Jurnalislam.com) – Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-Dan) akan mendirikan hunian sementara untuk masyarakat korban gempa di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Daerah ini termasuk daerah yang paling parah terdampak gempa.

“Kami akan fokus kepada pembangunan hunian sementara seperti rumah dan masjid sementara karena mereka sangat membutuhkan untuk tempat tinggal sementara,” kata Sunaryo kepada Jurnalislam.com di pengungsian Desa Genglang, Lombok Utara, Selasa (11/8/2018).

Rumah Kakek Sarujip di Lombo Utara yang hancur akibat gempa. FOTO: Sirath/Jusnicom

Selain itu, Sunaryo menjelaskan, pihaknya sedang membuat rancangan anggaran biaya untuk pembangunan beberapa tempat hunian. Targetnya, satu hunian satu masjid dan musholla.

“Selain itu juga kita akan upayakan dibentuk tempat pendidikan khusus bagi anak-anak,” ungkapnya.

Forum Me-DAN juga mencanangkan pentaan huniakn layak bagi masyarakat Lombok Utara.

“Untuk sementara ini kita targetkan dulu sampai dua minggu ke depan untuk tanggap daruratnya, karena melihat cukup parahnya gempa yang terjadi,” pungkasnya.

Baca juga: Forum Me-Dan, Ansharuyariah dan DKM At-Taqwa Bantu Korban Gempa Lombok

Saat ini, Forum Me-DAN telah membangun posko tanggap bencana di dusun Karang Jurang, Desa Genglang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara.

Pembangunan posko tanggap bencana ini untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat korban gempa yang hampir tidak bisa melakukan aktifitas kesehariannya.

Reporter: Sirath

PM Terpilih Pakistan Dukung Turki Hadapi Serangan AS

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Imran Khan yang sesaat lagi akan menjabat Perdana Menteri Pakistan pada hari Selasa (14/8/2018) menyatakan dukungan untuk Turki di tengah kesulitan keuangannya.

“Atas nama rakyat Pakistan dan saya sendiri, saya ingin menyatakan kepada Presiden Erdogan & rakyat Turki bahwa kami berdoa untuk keberhasilan mereka dalam menghadapi tantangan ekonomi berat yang mereka hadapi, karena mereka selalu berhasil melawan kemalangan dalam sejarah kejayaan mereka,” tulis Khan di Twitter, lansir Anadolu Agency.

Pernyataannya muncul beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump meningkatkan serangannya ke Turki dengan menaikkan tarif AS pada impor aluminium dan baja Turki menjadi 20 persen dan 50 persen, masing-masing.

Imran Khan Mantan Atlit Kriket, Calon PM ke-19 Pakistan

Pada hari Senin, dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Pakistan juga menentang “sanksi sepihak yang dikenakan oleh AS atas Turki karena penahanan seorang pendeta Amerika di bawah tuduhan terorisme.

Turki dan AS saat ini mengalami hubungan yang buntu setelah Washington memberlakukan sanksi pada Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu dan Menteri Kehakiman Abdulhamit Gul karena tidak melepaskan Pendeta Amerika Andrew Brunson, yang menghadapi tuduhan terorisme di Turki.

“Pakistan, pada prinsipnya, menentang pengenaan sanksi sepihak terhadap negara manapun. Solusi untuk setiap dan semua masalah harus ada dalam dialog, saling pengertian dan niat baik,” kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Pakistan.

Pakistan juga memuji peran Turki terhadap perdamaian dan stabilitas regional dan internasional.

“Pakistan mengakui dan sangat menghargai peran tak ternilai Turki dalam mencapai perdamaian dan stabilitas regional dan internasional. Turki juga merupakan anggota vital dan mesin dari ekonomi global,” kata pernyataan itu lebih lanjut.

Mengekspresikan solidaritasnya, Islamabad menegaskan kembali dukungannya yang kuat untuk pemerintah dan rakyat Turki.

“Rakyat dan pemerintah Pakistan mengulangi dukungan kuat mereka untuk pemerintah dan rakyat Turki dalam upaya mereka untuk perdamaian dan kemakmuran, dan seperti biasa, akan terus mendukung mereka mencapai tujuan bersama ini,” tambah pernyataan tersebut.