Parlemen Eropa Luncurkan Proyek Melawan Islamophobia

BRUSEL (Jurnalislam.com) – Setelah kebangkitan rasisme di seluruh Eropa, sebuah proyek untuk melawan Islamophobia diluncurkan di Parlemen Eropa pada hari Rabu (26/9/2018), World Bulletin melaporkan.

Para ahli dan akademisi dari seluruh Eropa berkumpul di parlemen untuk peluncuran proyek dua tahun Counter-Islamophobia Kit (CIK) yang didanai oleh Direktorat Keadilan Komisi Eropa.

Mereka meminta negara-negara anggota dan pembuat kebijakan untuk memainkan peran yang lebih aktif dalam perang melawan Islamophobia dan memperkuat prosedur hukum tentang masalah ini.

Baca juga: 

Proyek ini meninjau narasi anti-Islam yang dominan dan membandingkan kontra-narasi di depan delapan negara anggota UE, yaitu Perancis, Jerman, Belgia, Republik Ceko, Hongaria, Portugal, Yunani, dan Inggris.

Proyek ini menguraikan 10 kontra-narasi yang harus diprioritaskan di Eropa:

1  Menantang dan mendeskripsikan ‘ancaman’ Muslim

2 Membangun negara-negara yang inklusif: menantang proyek-proyek nasional yang eksklusif dan diskriminatif

3 Kesesuaian budaya dan keramahan: menantang pemisahan naratif atas kelompok-kelompok budaya dan etnis

4 Menguraikan pluralitas: narasi yang menantang singularitas Muslim

5 Menantang narasi seksisme

6 Membangun masa depan inklusif

7 Deracializing negara: menantang narasi kelembagaan

8 Menekankan kemanusiaan dan normalisasi Muslim: menantang narasi pembagian

9 Menciptakan ruang Muslim

10 Menantang representasi yang terdistorsi

Baca juga: 

Pangsa Pasar Bank Syariah Masih Jauh Dibawah Konvensional

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pangsa pasar atau market share perbankan syariah Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan negara tetangga, Malaysia. Padahal dari 260 juta total penduduk Indonesia, 87 persen di antaranya merupakan masyarakat muslim.

Direktur Bisnis SME dan Komersial BNI Syariah Dhias Widhiyati mengatakan pangsa pasar perbankan syariah Indonesia hanya 5,7 persen. Sementara, Negeri Jiran dengan total penduduk sekitar 30 juta mampu meraup pangsa pasar perbankan syariah hingga sembilan persen.

Market share perbankan syariah itu 5,7 persen, sementara market share perbankan konvensional itu 94,3 persen. Islamic finance di Indonesia memang saat ini di bawah perbankan konvensional,” ujar Dhias dalam seminar perilaku pasar keuangan syariah di Hotel Shangri-La, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu, 26 September 2018 lansir Medcom.id.

Meski demikian, pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia pada Juli 2018 melesat 14,6 persen secara tahun ke tahun (year on year/yoy). Sedangkan pertumbuhan bank-bank konvensional Indonesia pada periode yang sama hanya tumbuh 8,9 persen.

Adapun pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perbankan syariah pada Juli 2018 tumbuh 12,9 persen. Sementara, pertumbuhan pembiayaan di perbankan syariah juga kinclong di posisi 11,3 persen pada periode yang sama.

“Jadi sebetulnya ruang perbankan syariah itu cukup besar. Sekarang sudah mulai tumbuh karena pemerintah mendukung perkembangan syariah di Indonesia,” bebernya.

Menurut Dhias, kesadaran masyarakat Indonesia terhadap halal lifestyle menjadi peluang bagi pertumbuhan industri perbankan syariah. Pasalnya, saat ini terdapat pengembangan halal ekosistem di Indonesia seperti halal food, islamic fashion, islamic tourism, islamic education, haji dan umrah, hingga wakaf.

Dhias yakin halal ekosistem mampu mendongkrak pertumbuhan pangsa pasar perbankan syariah. Halal food punya potensi Rp2.300 triliun, kemudian islamic fashion juga mempunyai potensi hingga Rp190 triliun.

“Saat ini Indonesia jadi kiblat islamic fashion dunia, potensinya Rp190 triliun. Desainer-desainer busana muslim Indonesia saat ini memiliki pasar cukup besar di Asia bahkan dunia, termasuk di Uni Emirat Arab,” jelasnya.

Sementara islamic tourism memiliki potensi sebanyak Rp135 triliun, potensi haji dan umrah sebesar Rp120 triliun, serta education memiliki potensi sebanyak Rp40 triliun.

“Dalam dua tahun terakhir, BNI Syariah memberikan fokus yang luar biasa untuk bisa mengembangkan halal ekosistem di Indonesia. Portofolio kami di halal industri kurang lebih di education sudah sekitar Rp800 miliar, sementara di kesehatan juga Rp800 miliar. Kami terus melakukan inklusi untuk memperbesar islamic finance, utamanya di industri kesehatan,” pungkas Dhias.

Indonesia Optimis Tumbuhkan Ekonomi Kreatif

JAKARTA (Jurnalislam.com) — Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) akan menggelar The World Conference on Creative Economy (WCCE) pafa 6-8 November 2018 di Nusa Dua Convention Center, Bali. Ketua Bekraf Triawan Munaf mengharapkan acara tersebut dapat mendorong ekonomi kreatif terus unggul.
Triawan menilai Indonesia memiliki syarat atau potensi untuk memajukan ekonomi kreatif. “Indonesia harus menjadi leader, karena kita punya semua, keberagaman,” kata Triawan di Jakarta, Selasa (25/9/2018) lansir Republika.co.id.
Dia menjelaskan perkembangan ekonomi kreatif Indonesia sangat tumbuh dengan baik. Triawan menjelaskan pada 2016, kontribusi ekonomi kreatif terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai Rp 922 triliun.
Sayangnya Triawan mengakui hingga saat ini belum ada penghitungan yang pasti untuk tahun-tahun selanjutnya terkait kontribusi ekonomi kreatif. Meskipun begitu, Triawan optimistis sejak 2016 kontribusi ekonomi kreatif terus bertambah.
“Untuk 2017, saya ramalkan sudah mendekati seribu triliun rupiah. Itu pasti karena kenaikkannya Rp 70 triliun sampai Rp 80 triliun per tahun. 2018 ini saya harapkan sudah lompat dari seribu triliun rupiah,” jelas Triawan.
Dia optimistis, angka tersebut nantinya bisa melampaui angka tersebut. Hanya saja, kata dia, ekosistem untuk ekonomi kreatif bisa dimiliki Indonesia dan belajar dari negara lain yang lebih maju.
Untuk itu, Bekraf mengadakan WCCE 2018 dengan mengundang banyak negara untuk membahas bagaimana memcahkan keterbatasan ekonomi kreatif.
Dalam acara yang akan diikuti seribu peserta dari dalam dan luar negeri tersebut, akan membahas empat isu utana yaitu kohesi sosial, regulasi, pemasaran, ekosistem, dan pembiayaan industri kreatif.
Triawan yakin industri kreatif telah membentuk sebuah persaingan usaha yang kompetitif yang membuat semua orang dapat ambil bagian dalam ekonomi yang sedang berkembang.
“Geografis juga bukan lagi menjadi sebuah penghalang, karena internet dan teknologi baru lainnya memungkinkan orang-orang dari seluruh dunia untuk berkolaborasi dan bekerja sama,” ungkap Triawan.
Dia mengharapkan WCCE 2018 dapat memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai katalisator untuk komunikasi dan pemahaman yang dapat menjembatani hubungan ekonomi dan budaya.
Dengan memberikan kesempatan yang sama, Triawan merasa semua orang tanpa memandang usia, jenis kelamin, latar belakang, dan lokasi geografis dapat berkembang dalam ekonomi kreatif.

Petinggi Palestina Tolak Solusi Dua Negara Donald Trump

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Pejabat Palestina menolak komentar Presiden AS Donald Trump yang mendukung solusi dua negara untuk Palestina dan Israel, mengatakan kebijakan Amerika  justru menghancurkan harapan untuk perdamaian.

Trump membuat pernyataan itu selama Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Rabu (26/9/2018) setelah bertemu Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu. Dia mengatakan solusi dua negara dapat menyelesaikan konflik Palestina-Israel yang telah berusia puluhan tahun.

Ini adalah pertama kalinya Trump mendukung solusi dua negara sebagai cara terbaik untuk menyelesaikan konflik sejak menjabat.

Husam Zomlot, kepala misi Palestina yang baru saja ditutup di Washington, DC, mengecam komentar presiden AS itu.

Baca juga: 

“Kata-kata mereka bertentangan dengan tindakan mereka dan tindakan mereka sangat jelas [dan] menghancurkan kemungkinan solusi dua negara,” kata Zumlot.

Trump juga mengatakan dia ingin mengungkapkan rincian “kesepakatan abad ini (the “deal of the century)” untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina dalam dua hingga tiga bulan ke depan.

Menurut laporan, proposal itu melarang kembalinya lebih dari lima juta pengungsi Palestina dan menghapus status Yerusalem dari negosiasi.

“Saya suka solusi dua negara. Itulah yang menurut saya paling berhasil. Itulah perasaan saya,” kata Trump.

Netanyahu mengatakan setelah bertemu Trump dia “tidak terkejut” pada preferensi presiden AS atas solusi dua negara untuk perdamaian, laporan media Israel mengatakan.

Baca juga: 

Pekan lalu, AS mengumumkan telah menutup kantor diplomatik Organisasi Pembebasan Palestina (the Palestine Liberation Organization-PLO) di Washington atas penolakan Otoritas Palestina tersebut memasuki perundingan yang ditengahi AS dengan Israel.

Langkah itu terjadi di tengah hubungan yang memburuk antara kedua pihak setelah pengakuan kontroversial Trump atas Jerusalem sebagai ibukota Israel akhir tahun lalu dan relokasi kedutaannya di sana.

“Saya benar-benar percaya sesuatu akan terjadi. Mereka mengatakan ini adalah yang paling sulit dari semua kesepakatan,” kata Trump tentang perdamaian antara kedua pihak.

“Impian saya adalah untuk menyelesaikannya sebelum akhir masa jabatan pertama saya … Saya pikir banyak kemajuan telah dibuat. Saya pikir Israel ingin melakukan sesuatu dan saya pikir bahwa Palestina benar-benar ingin melakukan sesuatu.”

Pemimpin Palestina, yang melihat Jerusalem Timur sebagai ibu kota negara mereka di masa depan, menghentikan kontak dengan AS setelah AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Palestina bersikeras status kota adalah masalah yang harus dinegosiasikan antara mereka dan orang-orang Israel.

Di masa lalu, Trump menolak komitmen jangka panjang untuk solusi dua negara, mengatakan dia akan mendukung solusi satu negara setelah pertemuan dengan Netanyahu pada Februari 2017. Dia kemudian berjalan mundur dengan mengatakan dia akan mendukung solusi dua negara jika kedua belah pihak menyetujuinya.

Baca juga: 

Nabil Abu Rudeineh, juru bicara Presiden Otoritas Palestina Mahmud Abbas, mengatakan kepada wartawan di kota Ramallah, di Tepi Barat yang dijajah Israel, bahwa Trump perlu bertindak atas pernyataannya.

“Menanggapi apa yang dikatakan Trump tentang solusi dua-negara, solusi dua negara bagi kami berarti bahwa kami memiliki negara Palestina di perbatasan 1967, dengan Jerusalem Timur sebagai ibukotanya,” kata Abu Rudeineh. “Ini adalah satu-satunya cara untuk mencapai perdamaian.”

Dia menambahkan warga Palestina ingin menyelesaikan semua masalah inti dari konflik – yang meliputi perbatasan, permukiman ilegal, pengungsi, keamanan dan status Yerusalem – “menurut resolusi PBB”.

Abbas akan berbicara di Majelis Umum PBB pada hari Kamis ini (27/9/2018).

Trump mengatakan, langkah kedutaan ke Yerusalem akan benar-benar membantu upaya perdamaian, dengan mengatakan Israel sekarang harus memberikan konsesi kepada Palestina dalam negosiasi apa pun.

Ustaz Hanan Attaki Pimpin Doa Bersama Bobotoh untuk Haringga

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Viking PERSIB Club (VPC) menggelar doa bersama bobotoh untuk mendiang Haringga Sirila di Masjid Pusdai, Jalan Diponegoro, Bandung, Rabu (26/9/2018).

Haringga adalah korban pengeroyokan oknum pendukung Persib menjelang laga Persib kontra Persija Jakarta di area luar Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Ahad 23 September 2018.

Acara doa bersama ini diawali dengan tausiyah Ustaz Hanan Attaki dan dihadiri sejumlah pemain Persib yang turut hadir berbelasungkawa dan berdoa.

Mereka antara lain Ghozali Muharam Siregar, Supardi Nasir, Ardi Idrus, Muchlis Hadi Ning, Eka Ramdani, dan Henhen Herdiana. Selain itu, manajer Persib, H. Umuh Muchtar dan sejumlah pentolan VPC juga tampak hadir dalam kegiatan itu.

“Kita di sini, bersama, berkumpul untuk berubah. Kita tidak ada niatan atas kejadian kemarin. Semoga malam ini menjadi tonggak perubahan Bobotoh untuk lebh baik, lebih postif. Dan jadi harapan orang banyak,” kata ketua VPC, Herru Djoko.

sumber: persib.or.id

 

Trump Tuduh China Ikut Campur Politik Dalam Negeri AS

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu (26/9/2018) menuduh China mencoba ikut campur dalam politik terkait pemilihan tengah semester November mendatang atas perselisihan perdagangan dengan pemerintahannya.

“Mereka tidak ingin saya atau kami menang karena saya adalah presiden pertama yang menantang China dalam perdagangan,” katanya ketika memimpin sesi Dewan Keamanan PBB. “Kami tidak ingin mereka ikut campur atau ikut andil dalam pemilihan mendatang kami.”

Presiden tidak menjabarkan bukti untuk mendukung klaimnya.

Komentarnya adalah pernyataan pertama AS yang secara eksplisit mengatakan China berusaha untuk “ikut campur” dalam jajak pendapat yang tertunda. Dia tidak menyebutkan tuduhan yang dilontarkan badan-badan intelijen AS pada Rusia, bahwa mereka bertekad berusaha untuk mempengaruhi pemilihan presiden 2016 dengan mendukung Trump.

Baca juga: 

Menteri Luar Negeri China dengan tegas membantah klaim tersebut dalam sambutannya kepada Dewan Keamanan. Dia menegaskan bahwa Beijing “mengikuti prinsip tidak-mengganggu dalam urusan domestik negara-negara lain.”

“Kami tidak pernah dan tidak akan ikut campur dalam urusan domestik negara manapun,” kata Wang Yi. “Kami menolak untuk menerima tuduhan tidak beralasan apa pun terhadap China, dan kami menyerukan kepada negara lain untuk juga menghormati tujuan piagam PBB dan tidak ikut campur dalam urusan internal negara lain.”

Trump memulai perang dagang dengan China awal tahun ini atas defisit perdagangan Washington dengan Beijing, yang mencapai $ 375,6 miliar pada 2017.

Baca juga: 

Trump sebelumnya menuduh China menargetkan tarif pembalasannya pada konstituensi yang penting bagi partainya, seperti petani. Tidak jelas dari komentarnya bahwa dia mengacu pada upaya-upaya atau kampanye serupa dengan yang dituduhkan atas Rusia, yang sering disebut sebagai “ikut campur dalam pemilihan”.

Seorang pejabat senior pemerintah AS mengatakan “selain melukai petani dan pekerja di negara bagian dan distrik yang memilih presiden,” Beijing sedang mengejar “upaya terkoordinasi” yang mencakup operasi rahasia.

“Ini mempekerjakan cyber, dalam beberapa kasus korupsi, dan menggunakan propaganda,” kata pejabat itu.

Serangan Udara AS Kembali Bunuh Warga Sipil, 14 Anak-anak Tewas

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Dua serangan udara terpisah selama akhir pekan menewaskan sedikitnya 21 warga sipil di Afghanistan, termasuk 14 anak-anak, kata PBB.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (25/9/2018), Misi Bantuan PBB di Afghanistan (the UN Assistance Mission in Afghanistan-UNAMA) mengatakan 21 orang tewas termasuk 12 anggota keluarga, ketika pasukan AS dan Afghanistan meningkatkan serangan udara terhadap kelompok-kelompok bersenjata.

Mengutip “temuan awal”, UNAMA mengatakan 12 anggota keluarga tewas pada hari Ahad dalam serangan udara di provinsi Maidan Wardak di bagian timur selama operasi militer Afghanistan, lansir Aljazeera.

“Sepuluh dari mereka yang tewas adalah anak-anak yang usianya berkisar antara 6 hingga 15 tahun,” termasuk delapan gadis, katanya, menambahkan tidak jelas apakah serangan udara dilakukan oleh pasukan Afghanistan atau NATO.

Baca juga: 

Kematian warga sipil terakhir dilaporkan setelah UNAMA mengatakan mereka menerima laporan “yang dapat dipercaya” bahwa sembilan anggota dalam satu keluarga tewas akibat serangan udara di rumah seorang guru di distrik Tagab di provinsi Kapisa, Sabtu.

Juru bicara departemen pertahanan Afghanistan Ghafor Ahmad Jawed mengatakan operasi di Maidan Wardak membebaskan delapan tentara Afghanistan yang diduga diculik oleh Taliban dan menewaskan 11 pejuang.

Dia mengatakan kementerian sedang menyelidiki kedua insiden tersebut.

Tidak ada komentar segera dari pejabat Afghanistan mengenai serangan udara yang dilaporkan di provinsi Kapisa, menurut The Associated Press.

Komandan Grant Neeley, juru bicara pasukan AS di Afghanistan, mengatakan “saat ini kami sedang meninjau semua informasi operasional, relevan dan kredibel mengenai operasi kami di provinsi Wardak dan Kapisa, termasuk informasi yang diberikan oleh mitra Afghanistan kami dan para pemimpin lokal”.

Baca juga: 

Mengacu pada korban sipil dia berkata, “kami lebih berhati-hati untuk menghindari mereka dibanding orang lain, setiap saat”.

Temuan UNAMA mendukung komentar sebelumnya dari anggota dewan provinsi Ahmad Jahfari yang mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa 12 anggota dalam satu keluarga telah tewas dalam serangan udara AS yang menargetkan pejuang Taliban.

Seorang warga desa bernama Abdullah mengatakan dua saudara perempuannya tewas dalam serangan itu. “Tiga rumah lain juga hancur,” katanya. “Mereka ingin mengebom penjara Taliban yang terletak sekitar 100 meter dari rumah kami.”

UNAMA menyatakan “keprihatinan yang kuat” pada meningkatnya jumlah korban sipil dari serangan udara tahun ini.

Serangan udara menewaskan 149 orang dan melukai lebih dari 200 warga sipil lainnya pada paruh pertama tahun 2018, naik 52 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Angka tersebut menyumbang sekitar tujuh persen dari total korban sipil untuk periode enam bulan.

Salah satu insiden terburuk terjadi di provinsi utara Kunduz pada bulan April, ketika serangan udara Afghanistan pada pertemuan agama menewaskan atau melukai 107 orang, sebagian besar anak-anak, sebuah laporan UNAMA sebelumnya mengatakan.

Pemerintah dan militer mengatakan serangan itu menargetkan pangkalan Taliban di mana anggota senior kelompok itu merencanakan serangan.

Baca juga: 

Pasukan AS dan Afghanistan secara dramatis telah meningkatkan serangan udara terhadap pejuang Taliban dalam perang yang sudah 17 tahun.

Data angkatan udara AS menunjukkan bahwa mereka menggunakan 746 bom pada bulan Juli, jumlah bulanan tertinggi sejak November 2010.

Jumlah itu lebih dari dua kali lipat 350 amunisi yang digunakan pada Juli 2017, sebulan sebelum Presiden AS Donald Trump mengumumkan strategi barunya untuk Afghanistan, yang memberi pasukan Amerika peluang lebih besar untuk memburu kelompok bersenjata.

Pasukan udara Afghanistan yang baru juga mempercepat pemboman ketika AS meningkatkan kemampuan udara negara itu dengan lebih banyak pesawat dan senjata yang lebih modern.

Balada Propaganda Agama Berkedok Bantuan Asing di Lombok

LOMBOK (Jurnalislam.com- JITU)–Di tengah kesulitan akibat musibah gempa, warga Lombok kian diresahkan dengan munculnya dugaan propaganda agama. Sebagaimana telah ramai di jagad maya, dan telah ditangani aparat berwenang, praktik itu dilancarkan melalui modus bantuan kemanusiaan.

Bantuan yang diberikan di antaranya berupa buku-buku, tikar, mainan anak-anak hingga pendampingan psikologis dengan sekaligus menyisipkan ajaran agama yang berlainan dengan keyakinan yang dianut para korban.

Selama sepekan (15 – 21 September), jurnalis INA News Agency, kantor berita yang diinisiasi Jurnalis Islam Bersatu (JITU)  terjun langsung ke Kabupaten Lombok Utara (KLU)—lokasi yang diduga menjadi target sasaran—untuk memperoleh keterangan dari berbagai pihak. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), KLU merupakan lokasi yang mengalami dampak kerusakan paling parah.

Selama menyusuri jalan di KLU, memang sebagian besar bangunan tampak rata dengan tanah. Hal ini mengindikasikan bahwa para korban gempa di KLU yang saat ini lemah secara ekonomi sangat membutuhkan uluran tangan para donatur. Sehingga, lembaga-lembaga kemanusian pun menjadikan KLU sebagai wilayah utama pendistribusian bantuan.

Guna memperoleh informasi awal, penelusuran dimulai dengan mendatangi Iqbal (nama disamarkan), Koordinator Posko di salah satu dusun di Kecamatan Gangga, Lombok Utara.

Berdasarkan pengakuannya, dusun ini sempat didatangi sejumlah orang yang mendistribusikan bantuan berupa buku, mainan, serta pengobatan gratis. Namun, dia sangat menyesalkan atas apa yang dia lihat pada isi bantuan-bantuan tersebut.

“Mohon maaf kami di sini kan mayoritas Muslim. Ketika pembagian mainan anak-anak kemarin itu (26/8), ada mainan yang tidak sesuai dengan budaya kami di sini. Mainan yang disangkutkan dengan agama seperti (tulisan) merry christmas,” ungkap Iqbal Ahad (16/9) lalu.

Pada buku dan mainan-mainan yang dibagikan, lanjutnya, terdapat lambang organisasi kekristenan yang bergerak di bidang kemanusiaan. “Namanya Operation Christmas Child. Katanya mainan-mainan itu dari seluruh dunia,” tutur dia.

Pada video yang sempat viral di media sosial, lambang itu nampak jelas terlihat pada kardus-kardus bantuan yang didistribusikan ke dusun tempat Iqbal tinggal pada Ahad 26 Agustus lalu.

Operation Christmas Child disingkat OCC, dalam situs resminya menyatakan sebagai organisasi non-pemerintah Kristen evangelis internasional yang memiliki aktivitas berupa pengiriman bantuan fisik dan spiritual kepada anak-anak yang mengalami musibah di seluruh dunia.

Tokoh Kristen di KLU Lalu Fauzen membenarkan adanya bantuan dari organisasi yang berpusat di Boone, North Carolina, Amerika Serikat tersebut. Bahkan, Lalu mengakui, sebagian arus bantuan yang berasal dari sejumlah organisasi kekristenan telah melakukan koordinasi dengan dirinya.

Khusus soal OCC, Pendeta dari Gereja Bethel Indonesia (GBI) di Mataram itu menjelaskan, mainan dan buku-buku tersebut sengaja diminta oleh instansi tertentu untuk didistribusikan ke Lombok.

“Barang-barang ini dari Amerika, Belanda, dibagikan ke semua (pemeluk) agama. Mereka tahu saya di Lombok dan minta tolong untuk dibantu memberikannya ke anak-anak. OCC itu menghubungi saya dari Bali, datang ke sini,” ungkap Lalu kepada INA, Jumat (21/9).

Kendati demikian, pendeta yang dahulu merupakan seorang Muslim ini menegaskan, pihaknya beserta instansi terkait telah melakukan penyortiran sebelum didistribusikan ke posko pengungsian.

“Yang tidak sesuai dengan budaya, akidah, kepercayaan, pokoknya yang tidak berkenan dengan keyakinan (masyarakat Muslim) itu kami tarik. Semua hadiah itu diseleksi baru boleh dibawa pulang. Kan yang diberikan itu apa yang mereka (OCC) senangi, seperti Al-Kitab (Injil), salib, emas. Itu yang mereka berikan untuk orang-orang di seluruh dunia,” paparnya.

“Yang lolos itu berarti pencuri. Dia mencuri dan mengambil tanpa seizin kita,” lanjut Lalu.

Lebih lanjut dia menambahkan, meski dirinya mengaku membuka jalan bagi sebagian bantuan dari luar ke Lombok, namun, dia tak mampu mengontrol semua arus distribusi bantuan yang berasal dari organisasi kekristenan.

Menjaga Agama

Sementara, Iqbal tidak ingin mengambil resiko. Mengetahui bantuan tersebut berpotensi mengancam keyakinan warga di dusunnya, dengan segera dia mengembalikan sejumlah bantuan yang mengandung unsur propaganda agama.

“Anak-anak jika dikasih (pilihan) daging dengan mainan mereka akan pilih mainan. Jadi paket mainan yang tidak sesuai itu kami kembalikan, kita gak buang,” ucapnya.

Kepala Dusun Mukhlis (juga nama samaran) mengimbau agar warga tidak mudah menerima begitu saja bantuan yang didistribusikan ke posko-posko warga di KLU.

“Dalam menerima bantuan itu harus cerdas. Jadi, kita ini korban dan butuh bantuan. Tetapi jangan sampai kita dikorbankan. Ketika ada bantuan kita juga memilah. Kalau ada unsur agama kita bisa saring,” pungkas Mukhlis.

Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KLU Tuan Guru Abdul Karim, propaganda agama di Lombok Utara telah mereda. Umat Islam beserta berbagai elemen masyarakat telah melakukan penyisiran ke tempat-tempat yang rawan menjadi target sasaran.

“Bisa saja (propaganda agama) masuk dengan musibah gempa sekarang ini. Begitu kita mencium itu, langsung kita turun dan mengingatkan. Sejak isu itu muncul, yang kami ketahui itu tidak berlanjut. Kalau itu sampai terjadi (kembali), kita kejar betul dia,” tegas Abah Karim di pondok pesantren binaannya di daerah Bayan, pada Selasa (18/9).

Ketua MUI Provinsi NTB Tuan Guru Syaiful Muslim menambahkan, umat Islam di Nusa Tenggara Barat (NTB) terkenal memegang tradisi keislaman dengan kuat. Sehingga, menurutnya tidak mudah menggoyahkan keyakinan mereka.

“Orang Sasak itu identik dengan Islam. Bahkan, walaupun mereka datang bertubi-tubi, umat Islam tidak akan terpengaruh. Kami di NTB, walaupun dia maling, kemudian dia menyatakan Islam, kemudian Islam itu disindir orang, ngamuk dia,” ujarnya di Kantor MUI NTB, di Mataram, pada Senin (17/9). (T/INA News Agency)

Erdogan: DK PBB Hanya Layani 5 Anggota Hak Veto Saja

ANKARA (Jurnalislam.com) – Dewan Keamanan PBB saat ini melayani kepentingan lima anggota tetap pemegang hak veto, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada hari Selasa (25/9/2018).

Kelima anggota Dewan, AS, Rusia, China, Prancis dan Inggris, “berdiam diri terhadap penindasan di belahan lain dunia,” kata Erdogan dalam pidatonya di sesi ke-73 Majelis Umum PBB.

Presiden Turki telah lama menganjurkan untuk mereformasi struktur Dewan Keamanan, mendorong motto, “Dunia lebih besar dari lima negara (The world is bigger than five).”

Erdogan mengatakan PBB telah melakukan pekerjaan dan mencapai sukses besar selama 73 tahun sejarahnya.

“Namun, juga terdapat fakta bahwa seiring waktu, Perserikatan Bangsa-Bangsa justru bergerak menjauh, tidak memenuhi harapan umat manusia untuk perdamaian dan kesejahteraan,” tambahnya, lansir Anadolu Agency.

Erdogan mengatakan “pembantaian” masa lalu di Bosnia, Rwanda dan Somalia, yang baru-baru ini terjadi di Myanmar dan yang sedang berlangsung di Palestina, semuanya terjadi di depan mata Dewan Keamanan.

Baca juga: 

“Mereka yang tidak mengangkat suara mereka terhadap penindasan orang Palestina, bahkan berupaya untuk mengurangi bantuan bagi mereka, hanya meningkatkan keberanian para penindas,” tambahnya, mengacu pada keputusan AS baru-baru ini untuk memotong bantuan kepada badan PBB untuk pengungsi Palestina.

Turki akan terus berdiri bersama warga Palestina yang “tertindas” dan akan melindungi status sejarah dan hukum Yerusalem, kata Erdogan.

Dia menggarisbawahi perlunya “reformasi menyeluruh” dalam struktur dan fungsi PBB, khususnya Dewan Keamanan.

“Dan kami percaya bahwa ketika kita mengatakan ‘dunia lebih besar dari lima,’ kita menjadi suara hati nurani umat manusia yang sama,” kata Erdogan.

Membatasi reformasi PBB hanya pada anggaran tidak akan berkontribusi pada solusi masalah nyata atau membuat siapa pun senang, katanya.

Presiden menambahkan ada kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi PBB “yang saya anggap sangat penting bagi masa depan dunia, pada bidang tugas pokoknya yaitu keamanan, pembangunan dan kesetaraan sosial.”

“Ketika aset dari 62 orang terkaya di dunia berjumlah setengah dari aset populasi dunia yang berjumlah 3,6 miliar orang, ini berarti ada masalah,” kata Erdogan.

Dia menyerukan pembentukan sistem global baru di PBB yang akan menjadi suara pelaksana harapan umat manusia untuk keadilan.

Erdogan mengatakan Turki melanjutkan upayanya menuju dunia yang lebih adil sambil menerapkan diplomasi kemanusiaan global.

Baca juga: 

Dia mengingatkan bahwa Turki menampung 4 juta pengungsi, 3,5 juta di antaranya adalah dari Suriah, dan memberi mereka layanan yang “tak ada bandingannya” di tempat lain di dunia.

Jumlah total yang dibelanjakan Turki untuk pengungsi Suriah saja adalah $ 32 miliar.

“Namun, sejauh ini, dukungan eksternal yang kami terima hanya $ 600 juta dari organisasi internasional dan € 1,7 miliar dari Uni Eropa hingga sekarang,” kata Erdogan.

Erdogan mengatakan ia mengharapkan “dukungan yang lebih berlimpah dan fleksibel” bagi Turki, yang telah mencegah masuknya pengungsi besar ke tempat lain di dunia, terutama ke Eropa, berkat peluang yang disediakan Turki bagi para pengungsi.

Erdogan mengatakan Turki telah memberikan kontribusi substansial kepada PBB dalam hal krisis Teluk, orang-orang di Arakan (utara Rakhine State, Myanmar), rasisme, xenophobia dan Islamophobia dan juga Suriah.

Dia mengatakan Turki berusaha menjadikan Suriah kembali sebagai negara yang damai dengan bantuan dukungan bagi pembicaraan Jenewa dan Astana yang bertujuan untuk menemukan solusi damai bagi krisis Suriah.

“Dengan membersihkan daerah Jarabulus dan al-Rai dari IS, dan wilayah Afrin dari organisasi teroris PKK /PYD/YPG, kami telah mengubah wilayah seluas 4.000 kilometer [2,485 mil] menjadi tempat yang aman dan damai bagi jutaan warga Suriah,” kata Erdogan.

Baca juga: 

Dia menambahkan Turki telah mencegah “serangan berdarah” rezim Nushairiyah Bashar al-Assad terhadap daerah de-eskalasi di Idlib dengan kesepakatan Sochi yang ditandatangani dengan Rusia.

“Saya menyerukan kepada semua pihak untuk mendukung solusi politik yang adil dan berkelanjutan di Suriah dengan pendekatan konstruktif. Kami ingin melihat pendekatan yang berprinsip melawan organisasi teroris.

Mengecam dukungan AS untuk PYD / YPG, afiliasi Suriah dari organisasi teror PKK, Erdogan mengatakan: “Mereka yang melengkapi teroris PYD dengan puluhan ribu truk dan ribuan pesawat kargo penuh senjata demi kepentingan taktis mereka pasti akan menyesal di masa depan.”

Korban Sipil Meningkat, PBB Selidiki Serangan Udara AS

JENEWA (Jurnalislam.com) – Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan sedang menyelidiki “banyak kecurigaan yang dapat dipercaya” bahwa sembilan anggota dalam sebuah keluarga tewas akibat serangan udara AS di Afghanistan pekan lalu.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (25/9/2018), Misi Bantuan PBB di Afghanistan (the UN Assistance Mission in Afghanistan-UNAMA) mengatakan mereka prihatin atas meningkatnya jumlah korban sipil, bahkan ketika angkatan udara Amerika Serikat membantah para korban adalah warga sipil.

Perempuan dan anak-anak termasuk di antara mereka yang dilaporkan tewas pada hari Sabtu setelah “serangan udara” menghantam rumah seorang guru di distrik Tagab di provinsi timur negara Kapisa. Enam lainnya terluka.

Baca juga: 

“Semua korban serangan berasal dari keluarga yang sama, termasuk kakek-nenek dan anak-anak berusia antara 2 dan 12 tahun,” kata pernyataan itu.

“UNAMA mengingatkan semua pihak dalam konflik untuk menegakkan kewajiban mereka melindungi warga sipil dari bahaya.”

Mohammad Radmanish, juru bicara kementerian pertahanan, mengkonfirmasi korban sipil selama operasi gabungan oleh pasukan Afghanistan dan AS. Dia tidak memberikan rincian, kecuali mengatakan penyelidikan sedang berlangsung.

Baca juga: 

Militer AS di ibukota Kabul mengatakan, pihaknya sedang meninjau informasi mengenai insiden Kapisa, menambahkan bahwa itu semua dapat dilakukan untuk menghindari korban sipil.

“Kami menyadari pengumuman UNAMA mengenai Kapisa, serta pernyataan pemerintah Afghanistan, dan bahwa mereka melakukan proses independen,” kata militer AS.

“Tidak jarang pejuang menggunakan tuduhan-tuduhan ini untuk mendorong keretakan antara militer dan penduduk,” tuduhnya.

Data UNAMA menunjukkan lompatan 52 persen dalam jumlah warga sipil yang tewas atau terluka dalam serangan udara pada semester pertama tahun ini.

PBB mengatakan 149 warga sipil tewas dan 204 terluka selama periode itu, dengan korban perempuan dan anak-anak berjumlah lebih dari separuh dari 353 korban.

Karena angka-angka itu dilaporkan pada bulan Juli, PBB mengatakan telah mencatat peningkatan jumlah korban sipil akibat serangan udara.

Angkatan udara Afganistan bertanggung jawab atas 52 persen dari korban, UNAMA mengatakan, sementara “pasukan militer internasional” menyumbang 45 persen.