Menkominfo: Jaringan Telekomunikasi di Sulteng Sudah Beroperasi 49%

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama para operator sudah memulihkan 49% sistem telekomunikasi di wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Dari total 3.500 BTS (Base Transceiver Station) ketika gempa terjadi pada Jumat malam 28 September 2018 hanya beroperasi 13%. Pada keesokannya turun lagi jadi 11%. Sekarang sudah beroperasi 49% di seluruh Sulteng. Di Palu beroperasi 16%, di donggala 25% dan sigi 14%,” ujar Menkominfo Rudiantara.

Demikian disampaikan Menkominfo Rudiantara dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema ‘Bersatu untuk Sulteng’ di Ruang Serba Guna Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (02/10/2018).

Baca juga: 

Mengapa BTS sampai mati? Menurut Rudiantara, karena kehilangan pasokan daya listrik. Sementara, suplai listrik amat dibutuhkan untuk penanganan korban seperti operasional rumah sakit dan kantor-kantor pemda.

Oleh karena itu, Menkominfo menambahkan pemulihan daya listrik menjadi prioritas. “Mudah-mudahan pada tanggal 5 Oktober listrik sudah lebih baik dari sekarang. Pada umumnya kalau listrik sudah masuk, beberapa gardu induk dan transmisi normal. Jika listrik nyala BTS bisa hidup 2-5 jam, itu pun hanya di lokasi yang strukturnya masih baik. Jika tower ambles maka penanganannya lebih lama lagi sebab harus diganti,” jelasnya.

Satu hal, Menkominfo juga menjelaskan pihaknya sudah mengirim 65 telepon satelit yang digunakan untuk regu SAR yang dipimpin Danrem Palu untuk dipakai dalam upaya penyisiran dan pertolongan korban.

Baca juga: 

“Telkom juga sudah bisa mengoperasikan jaringan seluler. Sekarang sudah ada 10 lokasi bebas wifi di Kota Palu dan 10 lokasi di Kota Donggala. Setidaknya ada 37 lokasi bebas wifi di Sulteng yang digratiskan untuk masyarakat,” ungkap Rudiantara.

Mengenai dukungan normalisasi aliran listrik, Menkominfo menjelaskan sudah mendapatkan jaminan dari Kementerian ESDM untuk mendapatkan pasokan solar untuk menyalakan genset di beberapa lokasi seperti rumah sakit, SPBU, BUMN, dan kantor-kantor pemerintahan.

Selain itu, Menkominfo menambahkan pemerintah akan memberikan perkembangan mutakhir secara berkala terkait penanganan dampak gempa di Sulteng.

Pemerintah Zionis Secara Perlahan Kuasai Seluruh Wilayah Al Quds

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Al Quds atau Yerusalem, salah satu kota tertua dalam sejarah Islam, sangat penting bagi ketiga agama Samawi.

Kota ini pertama kali ditaklukkan pada tahun 638 oleh khalifah Islam kedua, Umar bin al-Khattab Ra. Kemudian Yerusalem diserbu oleh Tentara Salib pada tahun 1099.

Yerusalem yang merupakan kiblat pertama Muslim, yaitu Masjid al-Aqsha, direbut kembali oleh panglima perang Islam Salahuddin al Ayyubi bersama pasukannya pada 1187.

Baca juga: 

Kecuali untuk pendudukan 11 tahun, kota ini tetap di bawah kendali kaum Muslim sampai 1917 setelah penaklukan Ayyubi.

Setelah Inggris menginvasi Yerusalem pada 9 Desember 1917, yang hingga saat itu berada di bawah kendali Kekaisaran Ottoman selama 400 tahun, mereka menutup mata terhadap permukiman Yahudi di wilayah tersebut.

Populasi Yahudi di wilayah Palestina bersejarah pada tahun 1917 dikatakan sekitar 60.000 orang.

Jumlah itu menggelembung menjadi 800.000 pada tahun 1948, ketika Israel mendeklarasikan sebagian wilayah Palestina diklaim sebagai negaranya.

Baca juga: 

Menurut sumber-sumber Palestina, populasi Yahudi di Yerusalem pada tahun 1922 adalah sekitar 34.000 sementara populasi Arab sekitar 28.000.

Pada tahun 1946, populasi Yahudi di kota naik menjadi 99.000 sementara jumlah orang Arab Palestina berjumlah 65.000.

Israel mendeklarasikan penjajahannya atas Palestina pada 14 Mei 1948 sedangkan negara-negara Arab termasuk Mesir, Yordania, Libanon dan Suriah mengobarkan perang melawan Israel pada 15 Mei 1948.

Israel, yang memenangkan perang, mulai melaksanakan rencananya untuk menguasai kota dengan menyerang Yerusalem Barat.

Setelah perang 1948, Israel menyerbu Yerusalem Timur dan Tepi Barat selama perang enam hari pada tahun 1967.

Israel mengklaim seluruh Yerusalem sebagai ibukotanya pada 3 Juli 1980.

Pada 6 Desember 2017, Presiden AS Donald Trump secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai “ibukota Israel.”

Baca juga: 

AS memindahkan kedutaannya ke Yerusalem pada 14 Mei 2018.

Pemerintah zionis Yahudi  yang telah membangun 19 wilayah pemukiman ilegal di Yerusalem Timur sejak 1968, menempatkan lebih dari 200.000 orang Yahudi di tempat-tempat tersebut.

Hingga hari ini, Selasa (2/10/2018), ada 316.000 warga Palestina yang tinggal di kota, yang memiliki populasi 850.000 jiwa, sisanya 534.000 adalah orang Yahudi menurut Anadolu Agency.

Penjajah Israel terus memperluas permukiman ilegalnya  dan juga mencegah penduduk Arab di kota itu untuk membangun rumah baru hingga sekarang.

India Beli Rudal S-400 pada Rusia Senilai $ 5 Miliar

INDIA (Jurnalislam.com) – Rusia dan India akan menandatangani kesepakatan senilai lebih dari $ 5 miliar untuk pengiriman sistem rudal Rusia S-400 ke New Delhi, menurut Kremlin.

Presiden Rusia Vladimir Putin akan mengawasi perjanjian itu selama perjalanannya ke India pekan ini, kata pembantu Kremlin, Yuri Ushakov, Selasa (2/10/2018), lansir Aljazeera.

“Presiden akan berangkat ke India pada 4 Oktober,” kata Ushakov kepada wartawan.

“Fitur utama dari kunjungan ini adalah penandatanganan perjanjian untuk memberikan sistem pertahanan udara S-400,” katanya. “Kontraknya akan bernilai lebih dari $ 5 miliar.”

Baca juga: 

Moskow telah bernegosiasi untuk menjual rudal jarak jauh surface-to-air S-400 ke India selama berbulan-bulan.

Penjualan itu membuat kesal Amerika Serikat, mitra pertahanan India, yang ingin membersihkan India dari teknologi Rusia.

AS telah menjatuhkan sanksi terhadap Rusia karena pencaplokannya atas Crimea di semenanjung Ukraina, yang berarti setiap negara yang terlibat dalam pertahanan atau berbagi intelijen dengan Rusia juga dapat dikenakan sanksi.

Seorang pejabat senior Pentagon mengatakan pada bulan Agustus bahwa sanksi terhadap India akan dipertimbangkan jika pembelian benar-benar dilakukan.

India telah mengisyaratkan akan meminta pengabaian khusus Washington atas sanksi, meskipun seorang pejabat AS pekan lalu mengatakan tidak ada jaminan akan melakukannya.

Sistem rudal S-400 adalah platform senjata state-of-the-art dengan jangkauan maksimum 400km, dianggap sebagai salah satu sistem pertahanan terbaik yang ada saat ini.

Akuisisi sistem S-400 akan menjadi yang terbaru dalam serangkaian panjang pembelian sistem pertahanan India, karena negara itu sebelumnya telah membeli pesawat tempur, kapal dan kapal selam dari Rusia.

India bukan satu-satunya negara yang membeli sistem pertahanan udara dari Rusia.

Negara-negara lain seperti Cina, Turki, Arab Saudi dan Qatar semuanya telah membeli atau berencana membeli senjata rudal anti-pesawat.

Baca juga: 

Para pejabat militer AS dan politisi juga telah menyatakan keprihatinan atas niat Turki untuk membeli sistem rudal Rusia.

Pada bulan Juni, Arab Saudi mengatakan akan mempertimbangkan “semua langkah yang diperlukan” jika Qatar menutup kesepakatan dengan Rusia.

Meskipun mendapat ancaman, Rusia mengatakan pasokan rudal ke Qatar akan terus berlanjut, dengan Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengatakan memperoleh sistem tersebut adalah keputusan “berdaulat”.

Sementara itu, menteri pertahanan Rusia mengatakan pada hari Selasa bahwa pengiriman sistem S-300 modern untuk meningkatkan pertahanan udara Suriah telah selesai.

Rusia mengumumkan bulan lalu bahwa mereka akan memberikan S-300 sepekan setelah Rusia menyalahkan Israel atas penembakan yang tidak disengaja dari pesawatnya.

Namun, Kremlin mengatakan pemasangan S-300 bertujuan untuk meningkatkan keselamatan militer Rusia dan “tidak diarahkan pada negara ketiga”.

Barham Salih dari Suku Kurdi Terpilih Sebagai Presiden Baru Irak

BAGHDAD (Jurnalidlsm.com) – Parlemen Irak memilih Barham Salih dari suku kurdi sebagai presiden baru pada Selasa (2/10/2018) malam setelah putaran kedua pemungutan suara.

Salih, anggota Persatuan Patriotik Kurdistan (the Patriotic Union of Kurdistan-PUK), menerima 219 suara dari 272 anggota parlemen dan tampak jelas memenangkan mayoritas.

Tujuh kandidat, termasuk seorang wanita, bersaing untuk posisi itu. Mereka adalah Sardar Abdullah, Sarwa Abdul-Wahed, Abdullatif Rashid, Omar Barzanji, Fuad Hussein dan Abdulkarem Abtan al-Joubori.

Baca juga: 

Barham Salih
Barham Salih

Kandidat Partai Demokrat Kurdistan (Kurdistan Democratic Party-KDP) Fuad Hussein keluar dari pemilihan, menurut pernyataan dari partainya.

Pada upacara pengambilan sumpahnya, Salih berkata: “Saya akan mempertahankan persatuan Irak. Saya akan menjadi presiden seluruh Irak, bukan hanya kelompok tertentu, ” lansir Anadolu Agency.

Di bawah perjanjian tidak resmi, kepresidenan Irak – yang sebagian besar merupakan peran seremonial – dipegang oleh seorang Kurdi, perdana menteri adalah Syiah dan ketua parlemen Sunni.

Baca juga: 

Salih menjabat sebagai perdana menteri Pemerintah Daerah Kurdi (the Kurdish Regional Government-KRG) antara 2009 hingga 2011. Dia juga wakil perdana menteri Irak di bawah Ayad Allawi, yang menjadi perdana menteri setelah jatuhnya Saddam Hussein.

Dia diberi tugas untuk membentuk pemerintah bagi kandidat independen Syiah Adil Abdul-Mahdi.

Salih lahir pada tahun 1960 di Sulaymaniyah, Irak utara.

Ia lulus dari Jurusan Arsitektur Universitas Cardiff pada 1983. Ia juga mendapat gelar master dalam bidang teknik dari Liverpool University.

Ia mendirikan Sulaymaniyah American University dan masih merupakan ketua dewan pengawas.

Dia juga perwakilan PUK di Inggris pada tahun 80-an.

BNPB Paparkan 7 Prioritas Penanganan Dampak Gempa-Tsunami Sulteng

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan penanganan terhadap dampak bencana alam gempa bumi, tsunami, dan likuifaksi yang terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng). Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan, setidaknya ada enam prioritas dalam penanganan tersebut.

Prioritas pertama, menurut Sutopo, adalah melanjutkan evakuasi, pencarian, dan penyelamatan korban. Yakni, dengan mengerahkan 16 unit alat berat, menambah personel SAR, baik dari TNI, Polri, Basarnas, maupun Kementerian ESDM.

Sutopo menjelaskan, saat ini sudah ada total 6.399 personel yang terdiri dari 3.169 TNI, 2.033 Polri, 111 relawan, dan 1.086 K/L dan pemda.

“Sementara, juga telah ada dua KRI, tiga helikopter, dan lima pesawat yang akan terus ditambahkan lagi,” tuturnya dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 ‘Bersatu untuk Sulteng’ di Ruang Serba Guna Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Sedangkan, alat berat, menurut Sutopo, akan didatangkan dari Mamuju, Gorontalo, Poso, dan Balikpapan.

Baca juga: Begini Penjelasan LIPI Soal Gempa dan Tsunami di Palu

Prioritas kedua, adalah terkait penanganan medis dan korban meninggal. Dalam hal ini, sambung dia, telah didirikan rumah sakit lapangan, dan bantuan tenaga medis serta obat-obatan pun terus berdatangan.

Prioritas penanganan ketiga adalah percepatan pemulihan jaringan listrik.

“Kini, dua dari tujuh gardu induk (GI) telah opersasi, yakni GI Poso dan GI Pamona. Selanjutnya, dua GI telah dicek dan aman dalam pososo standby menunggu kesiapan transmisi, yaitu GI Silae dan GI Pasangkayu. Sedangkan, tiga GI yang berada dalam proses pemulihan adalah GI Sidera, GI Talise, dan GI Parigi,” paparnya.

Seiring itu, Sutopo menambahkan, sebanyak 371 personel PLN masih memperbaiki GI dan jaringan listrik di wilayah Sulawesi. terkait perbaikan tersebut, sambung dia, 12 alat berat (crane) sudah di lokasi dan 30 genset mobile sudah terkirim dan beroperasi dari rencana total 162 unit. “Dan sisanya dalam proses pengiriman,” katanya.

Prioritas keempat, adalah percepatan pasokan BBM. Dimana, kata dia, pasokan BBM dilakukan dari terminal BBM di Poso, Moutong, Toli-Toli, dan Pare-Pare.

“Pagi ini, 10 tanki BBM dari Pare-Pare telah tiba di Kota Palu. Sedangkan 1 mobil tanki avtur diarahkan ke Bandara Palu. Konvoi BBM itu terus berdatangan dengan pengawalan dari TNI/Polri,” ujarnya.

Bersamaan dengan itu, Sutopo mengungkapkan, masih dalam perjalanan mobil tanki BBM menuju Palu dan Donggala. “Pertamina juga telah menerbangkan 4.000 liter solar dengan pesawat,” kata dia.

Baca juga: Laporan Terbaru BNPB: 1.234 Tewas, 61.867 Mengungsi

Prioritas kelima, terkait distribusi logistik dan makanan bagi pengungi. Selain bantuan logistik yang mulai berdatangan dengan diangkut Herkules TNI-AU dan jalur darat, bantuan juga dikirimkan dengan menggunakan pesawat kargo ke Makassar yang dilanjutkan melalui kapal.

“Selain itu, logistik yang berada di Gudang Bandara Palu juga sudah mulai didistribusikan ke pengungsi. Dan bantuan yang dikirimkan via darat mendapat pengawalan langsung oleh Polri dari Pasang Kayu. Saat ini, Pelabuhan Pantoloan digunakan sebagai terminal penumpang dan guding logistik, dengan dilakukan penjagaan khusus oleh Polri dan Marinir. Terkait makanan juga, sudah didirikan tujuh dapur umum,” papar Sutopo.

Prioritas keenam, yakni percepatan jaringan komunikasi. Sutopo menegaskan, sebanyak tiga operator (Telkomsel, Indosat, XL) sudah beroperasi hingga 49% di wilayah Sulteng. Sedangkan untuk Telkomsel (2G) di wilayah Palu (19%), Donggala (25%), Luwuk (96%), Poso (89%) dan Toli (74%).

“Telkomsel (3G dan 4G) untuk wilayah Palu (15%), Donggala (13%), Luwuk (65%), Poso (93%) dan Toli (55%). Telkom untuk wilayah Palu (100%), Tawili (0%), Donggala (100%), Pasangkayu (100%). Selain itu sebanyak 1.728 BTS juga sudah berfungsi di Sulawesi Tengah,” katanya.

Baca juga: Sebelum Tsunami Warga Sedang Menyaksikan Festival Adat Palu Nomoni

Sedangkan prioritas ketujuh, terkait bantuan luar negeri. Sutopo menjelaskan, Kementerian Politik, Hukum, dan Keamanan akan melakukan koordinasi terkait bantuan luar negeri untuk gempa Sulawesi.

Indonesia, Sutopo menekankan, saat ini hanya membutuhkan enam jenis bantuan, yakni air transportation, tent water treatment, generator, field hospital, dan fogging. Dan sejauh ini, samsung dia, sudah ada 26 negara dan dua organisasi internasional yang menawarkan bantuan.

Kendati demikian, lanjut dia, ada sejumlah mekanisme yang ditempuh terkait penerimaan bantuan, diantaranya, bantuan harus disampaikan secara tertulis. Lalu, kata dia, semua bantuan akan dikoordinasikan dengan K/L terkait untuk kemudian ditindaklanjuti.

Selain itu, Sutopo mengatakan, semua bantuan harus self supporting dan sebisa mungkin tidak membebani tuan rumah. Dan dalam hal ini, dia menekankan, prioritas dari semua bantuan adalah air transportation yakni pesawat angkut jenis herkules C130.

“Ini adalah hal yang wajar bahwa kami menerima bantuan internasional. Kami bukan meminta dan itupun ada syaratnya. Yakni, sesuai enam kebutuhan tadi. Jadi tidak semua negara diterima. Mekanisme pemberian bantuan sendiri sesuai dengan PP 23/2018 tentang Mekanisme Bantuan Internasional,” pungkasnya.

Begini Penjelasan LIPI Soal Gempa dan Tsunami di Palu

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Eko Yulianto mengatakan, Palu terletas di atas sesar Palu Koro. Sesar Palu Koro adalah patahan yang membelah Sulawesi menjadi dua bagian barat dan timur.

“Sesar ini mempunyai pergerakan aktif dan jadi perhatian para peneliti geologi,” ujar Eko dalam siaran pers kepada Jurnalislam.com, Selasa (2/10/2018).

Menurut Eko, fakta ini seharusnya menjadikan kesiapsiagaan dan kewaspadaan bencana harus menjadi perhatian agar dampak buruk dapat diminimalisir.

Pakar kegempaan LIPI, Danny Hilman Natawidaja mengungkapkan, ada detail-detail fenomena alam yang membuat gempa dan tsunami Palu patut mendapat perhatian.

“Ada tsunami yang justru terjadi di mekanisme pergerakan struktur sesar mendatar juga likuifaksi tanah,” terang Danny.

Menurut Danny, ada kondisi-kondisi tertentu di Palu yang membuat hal itu terjadi.

“Meskipun bukan kejadian pertama, namun hal ini perlu mendapat perhatian serius,” ujarnya.

Danny meminta agar sumber-sumber pengetahuan mengenai kegempaan ditingkatkan. “Juga pengetahuan mitigasi bencana harus diperhatikan secara serius.”

Peneliti bidang geofisika kelautan dari Pusat Penelitian Oseanografi, Nugroho Dwi Hananto menyebutkan adanya kemungkinan bahwa sesar mendatar Palu Koro yang memiliki komponen deformasi vertikal di dasar laut memicu terjadinya tsunami.

“Kawasan Teluk Palu hingga Donggala juga mempunyai bentuk mirip  kanal tertutup dengan bentuk dasar laut yang curam. Akibatnya jika ada massa air laut datang, gelombangnya lebih tinggi dan kecepatannya lebih cepat,” jelas Nugroho.

Dirinya juga mencatat kemungkinan longsor bawah laut akibat tebih bawah laut runtuh akibat gempa.

“Gempa dan tsunami Palu menjadi pelajaran penting perlunya data geo-sains yang lebih lengkap untuk bisa mengkaji potensi terjadinya gempa yang sumbernya berasal dari bawah laut,” pungkasnya.

LIPI: Jika Ada yang Bisa Memprediksi Datangnya Gempa Bumi, Itu Hoaks

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Indonesia menjadi pertemuan empat lempeng tektonik yaitu lempeng Benua Asia, Benua Australia, lempeng Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Selain itu Indonesia juga terletak di kawasan sabuk vulkanik (volcanic arc) yang memanjang dari Pulau Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, hingga Sulawesi, yang sisinya berupa pegunungan vulkanik tua dan dataran rendah yang sebagian didominasi oleh rawa-rawa.

Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Laksana Tri Handoko mengatakan, dari fakta di atas dapat disimpulkan bahwa masyarakat Indonesia harus siap menghadapi segala kemungkinan bencana.

“Yang paling penting adalah mempersiapkan masyarakat agar selalu siaga melalui penyadaran publik mengenai mitigasi bencana, salah satunya lewat publikasi temuan ilmiah tentang kebencanaan,” jelas Handoko dalam siaran pers kepada Jurnalislam.com, Selasa (2/10/2018).

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Eko Yulianto menyebutkan, sampai saat ini belum ada satu pun teknologi di dunia yang mampu secara akurat dan presisi memprediksi kapan datangnya bencana, terutama gempa bumi.

“Jika ada pendapat yang menyatakan mampu memprediksi kapan terjadi gempa bumi beserta kekuatan magnitudonya, bisa dipastikan itu adalah hoax,” jelas Eko.

Menyoal Kasus Ratna Sarumpaet, Fahri Hamzah: Biadab!

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kasus dugaan penganiayaan yang menimpa aktivis perempuan, Ratna Sarumpaet mendapat tanggapan dari wakil ketua DPR RI, Fahri Hamzah. Menurutnya, tindakan tersebut sangat tidak bermoral dan biadab.

“Mohon maaf, perempuan tua umur 70 tahun ada yang mukul sampai kaya begitu, menurut saya biadab itu, itu polisi harus cepat tangkap pelakunya,” ungkapnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/10/2018).

“Pasti bajingan betul itu orangnya,” tambahnya.

Ia mengatakan, kejadian seperti ini dapat mengancam kebebasan berpendapat. Ibu Ratna itu, kata dia, adalah aktifis perempuan yang sangat vokal, dan dengan kejadian ini dapat membuat teror terhadap perempuan-perempuan lain yang juga vokal jika tidak ditangani dengan baik.

“Ini biadab dan harus dikejar. Harus bekerja cepat polisinya, jangan ada istilah lambat. Kalau bisa 1-2 hari ini (sudah ditangkap),” tegasnya.

Lebih dari itu, ia menilai, teror seperti ini dapat menjadi efek domino untuk para aktifis, kritikus, dan semua orang yang suka berbicara di depan khalayak umum.

“Sebab kalau tidak, teror semacam ini akan terus berlangsung kepada orang-orang yang suka berbicara, saya lihat saya juga termasuk karena suka berbicara,” paparnya.

“Orang yang suka berbicara tidak boleh dilawan dengan kekerasan, harus dilindungi dong,” lanjut Fahri.

Fahri juga menegaskan, 3 orang yang melakukan tindakan aniaya pada 21 September 2018 lalu di sekitar Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat ini sudah hilang sisi kemanusiaannya.

“Jahat betul, manusianya pasti kebinatangannya lebih menonjol dari kemanusiannya, dan mungkin tidak ada kemanusiaannya. Polisi jangan lihat kiri kanan, harus dikejar segera,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Setyo Wasisto mengungkapkan bahwa terkait kasus Ratna Sarumpaet ini, pihaknya belum menerima laporan polisi (LP).

“Ratna Sarumpaet, kita belum mendapatkan laporan, hanya informasi katanya dia dianiaya tanggal 21 September, nah itukan sudah lama, enggak ada laporan, ya kita enggak tahu,” kata Setyo di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta Pusat, Selasa (2/10/2018).

Polri Tindak Pelaku Kriminal dan Penyebar Hoaks di Lokasi Bencana

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kabar tentang maraknya tindakan penjarahan di Palu pasca gempa dan tsunami mencuat setelah video-video aksi penjarahan viral di media sosial.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menegaskan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah hukum yang terukur dan tegas atas kejahatan yang terjadi di lokasi bencana. Diantaranya mengamankan pelaku kejahatan di mal dan di ATM.

“Upaya yang dilakukan personel kami adalah dengan menangkap sejumlah tersangka kejahatan berikut barang bukti kejahatan yang mereka lakukan. Yang paling banyak adalah pengamanan di sejumlah ATM Mandiri pada saat akan dirusak atau dijarah,” ulas Setyo.

Sementara, lanjut dia, terkait berita hoax yang muncul, Polri telah melakukan langkah-langkah yang diperlukan. Berita hoax yang muncul diantaranya, masyarakat diminta untuk menyelamatkan diri karena bendungan retak. Berikutnya, info akan ada gempa susulan 8.0 SR.

“Terhadap akun-akun yang telah menyebar berita hoax tersebut telah dilakukan langkah-langkah hukum,” tegas Setyo.

Sedangkan terkait larinya napi dari Lapas, menurut Kadiv Humas Polri, pihaknya sudah mengambil langkah-langkah tegas. “Khusus untuk Lapas Palu memang sengaja dilepas oleh Kalapas pada saat terjadi gempa,” ungkap Setyo.

Untuk korban dari Polri, Kadiv Humas menjelaskan, ada 11 orang meninggal dunia. Sebanyak 9 personel diketahui gugur saat bertugas.

Polri Terjunkan 2.430 Personel dari Seluruh Polda ke Sulteng

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sekitar 2.430 personel Polri siap diterjunkan ke lokasi bencana gempa tsunami Sulawesi Tengah. Pengiriman dilakukan secara bertahap, 2.430 personal BKO dari seluruh Polda se-Indonesia ini menuju Sulteng.

Hal itu disampaikan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 ‘Bersatu untuk Sulteng’ di Ruang Serba Guna Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Baca juga: HAMAS Sampaikan Belangsungkawa atas Musibah Gempa Tsunami di Sulawesi

“Mereka terdiri dari sejumlah kesatuan-kesatuan, di antaranya K9, tim medis-kesehatan dan lainnya. Dari ribuan personel ini, yang baru masuk ke Polda Sulteng ada 600 personel. Dan ini kan terus berlanjut secara bertahap,” ujarnya.

Sedangkan pengiriman bantuan dari Mabes Polri dan Polda, diantaranya adalah kapal hospital, kapal polisi bisma, kapal pengolah air laut menjadi air bersih, 3 kapal pengangkut bahan pangan dan perlengkapan, dua pesawat fixwings, dua helikopter dolphin, 6 truk, 7 ambulan, dan lainnya.

“Bantuan ini untuk mendukung tugas-tugas Polri di lokasi bencana Sulteng. Pengawalan bahan pokok, khususnya Bahan Bakar Minyak (BBM). Sembako juga dikawal dari Sulbar ke Palu. Pengawalan BBM ke SPBU-SPBU dan di SPBU sendiri dikawal langsung oleh Polri,” ungkap Setyo.