Polri Tindak Pelaku Kriminal dan Penyebar Hoaks di Lokasi Bencana

Polri Tindak Pelaku Kriminal dan Penyebar Hoaks di Lokasi Bencana

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kabar tentang maraknya tindakan penjarahan di Palu pasca gempa dan tsunami mencuat setelah video-video aksi penjarahan viral di media sosial.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menegaskan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah hukum yang terukur dan tegas atas kejahatan yang terjadi di lokasi bencana. Diantaranya mengamankan pelaku kejahatan di mal dan di ATM.

“Upaya yang dilakukan personel kami adalah dengan menangkap sejumlah tersangka kejahatan berikut barang bukti kejahatan yang mereka lakukan. Yang paling banyak adalah pengamanan di sejumlah ATM Mandiri pada saat akan dirusak atau dijarah,” ulas Setyo.

Sementara, lanjut dia, terkait berita hoax yang muncul, Polri telah melakukan langkah-langkah yang diperlukan. Berita hoax yang muncul diantaranya, masyarakat diminta untuk menyelamatkan diri karena bendungan retak. Berikutnya, info akan ada gempa susulan 8.0 SR.

“Terhadap akun-akun yang telah menyebar berita hoax tersebut telah dilakukan langkah-langkah hukum,” tegas Setyo.

Sedangkan terkait larinya napi dari Lapas, menurut Kadiv Humas Polri, pihaknya sudah mengambil langkah-langkah tegas. “Khusus untuk Lapas Palu memang sengaja dilepas oleh Kalapas pada saat terjadi gempa,” ungkap Setyo.

Untuk korban dari Polri, Kadiv Humas menjelaskan, ada 11 orang meninggal dunia. Sebanyak 9 personel diketahui gugur saat bertugas.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X