NATO Sambut Pengumuman Gencatan Senjata dengan Taliban

9 Juni 2018
NATO Sambut Pengumuman Gencatan Senjata dengan Taliban

BRUSSELS (Jurnalislam.com) – NATO dan Uni Eropa pada hari Kamis (7/6/2018) menyambut pengumuman gencatan senjata oleh pemerintah Afghanistan dengan Taliban.

“Saya menyambut pengumuman gencatan senjata yang dibuat oleh Presiden [Ashraf] Ghani dan Pemerintah Kesatuan Nasional. Ini adalah langkah maju yang positif di jalan menuju perdamaian,” kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg pada konferensi pers di Brussels menjelang pertemuan Menteri Pertahanan NATO, lansir Anadolu Agency.

“Pengumuman gencatan senjata menunjukkan keseriusan Presiden Ghani dan pemerintah Afghanistan dalam upaya menemukan solusi damai dan negosiasi untuk konflik di Afghanistan,” kata Stoltenberg, menyerukan kepada Taliban untuk bergabung dengan gencatan senjata.

Target Utama AS dan NATO, Taliban Umumkan Operasi Musim Semi Baru

“Taliban tidak akan menang di medan perang. Satu-satunya cara bagi mereka untuk mencapai solusi adalah dengan duduk di meja perundingan,” katanya.

“Saya menyerukan kepada Taliban untuk bergabung dengan gencatan senjata dan untuk meletakkan senjata mereka dan untuk terlibat dalam dialog yang konstruktif untuk menemukan solusi damai yang dinegosiasikan.”

Kemenangan Taliban Meningkat, NATO Kirim 3.000 Pasukan Tambahan ke Afghanistan

Dalam sebuah pernyataan, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini juga menyatakan dukungan untuk gencatan senjata yang dipimpin Afghanistan dan mengatakan Taliban juga harus menerimanya.

Pemerintah Afghanistan pada hari Kamis mengumumkan gencatan senjata sepihak dengan Taliban mulai dari tanggal 27 Ramadhan (12 Juni) hingga hari kelima Idul Fitri, hari raya suci umat Islam yang akan jatuh pekan depan.

Presiden Afghanistan Umumkan Gencatan Senjata pada Taliban Tapi Tidak untuk IS

Dalam sebuah pengumuman yang disiarkan televisi, Ghani mengatakan Pasukan Pertahanan dan Keamanan Nasional Afghanistan (the Afghan National Defense and Security Forces-ANDSF) hanya akan menghentikan manuver ofensif terhadap Taliban namun akan terus menargetkan Daesh dan organisasi teroris bersenjata lainnya yang didukung asing dan afiliasi mereka.

Taliban belum menanggapi pengumuman gencatan senjata ini.