KTT Kerjasama Teluk ke-39 Tanpa Dihadiri Pemimpin Qatar yang Diblokade

KTT Kerjasama Teluk ke-39 Tanpa Dihadiri Pemimpin Qatar yang Diblokade

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Para pemimpin dan pejabat Teluk bertemu di Riyadh untuk KTT Dewan Kerjasama Teluk (Gulf Cooperation Council-GCC) pada hari Ahad (9/12/2018) ketika krisis diplomatik terus mencengkeram kawasan Teluk.

KTT GCC ke-39 diselenggarakan di tengah blokade yang sedang berlangsung atas Qatar yang diberlakukan pada Juni 2017, oleh Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA) dan Mesir.

Kuartet itu menuduh Qatar mendukung “terorisme”. Qatar membantah tuduhan itu dan mengatakan boikot tersebut bertujuan untuk melanggar kedaulatannya.

Amir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani tidak hadir. Sebaliknya, sebuah delegasi yang dipimpin oleh Menteri Negara untuk Urusan Luar Negeri Qatar, Sultan bin Saad Al Muraikhi, dikirim untuk mewakili negara pada pertemuan tersebut.

Menteri luar negeri Bahrain, Sheikh Khalid bin Ahmed Al Khalifa, mengkritik keputusan Syekh Tamim.

“Amir Qatar seharusnya menerima tuntutan yang adil [dari negara-negara yang memboikot] dan menghadiri KTT,” kata Al Khalifa di sebuah posting Twitter pada hari Ahad (9/12/2018).

Baca juga: 

Doha menepis komentar tersebut.

“Qatar dapat membuat keputusan sendiri dan tetap menghadiri KTT Kuwait [tahun lalu] sementara para pemimpin negara-negara pemboikot tidak hadir,” kata Ahmed bin Saeed Al Rumaihi, direktur kantor informasi di kementerian luar negeri Qatar.

Analis mengatakan masih belum jelas bagaimana KTT akan mempengaruhi perselisihan yang sedang berlangsung, karena lembaga “yang sebagian besar hanya simbolis” tersebut telah bertahun-tahun mengabaikan peran fungsionalnya membangun hubungan yang lebih erat antara negara-negara anggota.

“Sejak krisis [GCC] pertama pada tahun 2014, dewan menunjukkan ketidakmampuannya untuk menengahi atau memiliki peran signifikan dalam mengurangi ketegangan antara … negara-negara anggota,” Luciano Zaccara, seorang peneliti politik Teluk di Universitas Qatar, mengatakan kepada Al Jazeera.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X