Jet Suriah Hantam Benteng Mujahidin Di Dekat Damaskus

SURIAH (jurnalislam.com) – Jet tempur Syiah Suriah dilaporkan melancarkan serangan bertubi-tubi terhadap sederetan benteng mujahidin, termasuk Kafr Zita, desa di utara Damaskus yang baru-baru ini diduga terkena serangan gas beracun.

Kota-kota lain di tepi ibukota, termasuk daerah Ghouta Timur, juga dilanda pemboman, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan pada hari Minggu (13/4/14).

“Pesawat-pesawat tempur melakukan dua serangan udara terhadap daerah Douma, timur laut Damaskus,” kelompok monitoring yang berbasis di Inggris mengatakan, serta menambahkan bahwa, “setidaknya lima orang termasuk satu anak tewas dan beberapa lainnya luka-luka.”

Salah satu serangan di Douma, terjadi di pasar yang ramai, menurut Komisi Umum Revolusi Suriah, sebuah jaringan aktivis di lapangan. Douma merupakan daerah yang sejak awal terjadinya perlawanan terhadap rezim Presiden Bashar al – Assad merupakan kubu mujahidin.

Douma beserta kota-kota dan desa-desa lain di Ghouta Timur telah berada di bawah pengepungan tentara Syiah Suriah selama satu tahun.

Televisi milik rezim pemerintah Syiah melaporkan bahwa serangan di hari Minggu tersebut dilancarkan karena Assad menganggap bahwa perang yang berlangsung selama tiga tahun telah memecah belah negara dan membuatnya berubah menentang pemerintah Syiah Assad .

Rincian mengenai serangan gas beracun rezim Syiah Assad pada hari Jumat di Kafr Zita, sebuah desa di provinsi Hama sekitar 200 km dari Damaskus, masih dalam penyelidikan.

Observatorium Suriah juga melaporkan serangan udara terhadap Hammuriyeh, sebelah timur Damaskus, dan juga serangan bom barel yang sangat merusak di wilayah Daraya, sebuah benteng milik Mujahidin, di barat daya dari Damaskus.
Serangan udara dilancarkan setelah pertempuran berkecamuk di tepi Daraya antara pejuang melawan tentara rezim

Serangan udara lainnya ditargetkan ke Mleiha, juga di Ghouta Timur, sementara bentrokan antara mujahidin dan pendukung Syiah, Jabhat Al – Nusra melawan tentara rezim pemerintah Syiah dan sekutunya Syiah Lebanon, kata Observatorium Suriah.

Mleiha telah mengalami pemboman berat selama 10 hari berturut-turut, saat tentara rezim Assad dan syiah lebanon berusaha menerobos garis mujahidin.

Media pemerintah rezim Syiah Assad menggunakan istilah “teroris” untuk menyebut kelompok pejuang yang berjuang menggulingkan rezim Syiah Assad. (ded412/Aljazeera)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.