Israel Tetap Lanjutkan Operasi Militer di Suriah

Israel Tetap Lanjutkan Operasi Militer di Suriah

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Kabinet Militer Israel, yang dikenal sebagai Komite Menteri Urusan Keamanan Nasional, telah menginstruksikan tentara Israel untuk terus melakukan operasi di Suriah, lansir World Bulletin, Selasa (25/0/2018).

Menurut sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah pertemuan tiga jam, kabinet mengatakan: “Kami menyerukan kepada pasukan pertahanan Israel untuk terus bekerja melawan upaya Iran menyebarkan militer di Suriah dan untuk melanjutkan koordinasi keamanan dengan Rusia.”

Dalam upaya menyalahkan Suriah atas jatuhnya pesawat jet Rusia baru-baru ini di atas wilayah udara Suriah, ia menambahkan: “Pesawat Rusia itu jatuh sebagai akibat dari tindakan yang tidak bertanggung jawab oleh tentara Suriah.”

Baca juga: 

Pertemuan kabinet, yang dipimpin oleh Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu, juga membahas implikasi dari keputusan Rusia baru-baru ini untuk menyediakan sistem pertahanan udara S-300 kepada Suriah.

Rusia mengatakan pada hari Senin bahwa mereka telah memutuskan untuk memberikan sistem rudal anti-pesawat S-300 ke Suriah dalam waktu dua pekan.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sistem itu akan “secara signifikan” memperkuat kemampuan tempur rezim Syiah Assad.

Langkah itu muncul setelah Rusia menyalahkan Israel atas jatuhnya pesawat militernya satu pekan yang lalu.

S-300 memiliki kemampuan untuk mencapai target sejauh 250 kilometer dan menghancurkan beberapa target secara bersamaan, kata Shoigu.

Sambil menyalahkan Israel karena menembak pesawat Rusia, Shoigu mengatakan insiden itu telah memaksa Moskow untuk mengambil tindakan pencegahan keamanan.

Saat menjawab pertanyaan apakah langkah itu akan mempengaruhi hubungan dengan Israel, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Moskow hanya melindungi pasukan militernya sendiri dan tidak menargetkan negara ketiga.

Baca juga: 

Pekan lalu, F-16 Israel memasuki wilayah udara Suriah untuk menyerang target militer Suriah di provinsi Latakia barat laut.

Ketika sistem pertahanan udara S-200 buatan Rusia menanggapi pelanggaran ruang udara, pesawat militer Il-20 Rusia diserang rudal, hingga menghancurkan pesawat dan menewaskan seluruh 15 prajurit di pesawat.

Moskow menuduh Israel menggunakan pesawat Rusia sebagai sarana untuk menghindari pertahanan udara Suriah.

Militer kedua negara dilaporkan mengoordinasikan kegiatan mereka di Suriah melalui hotline darurat yang dibentuk untuk mencegah bentrokan yang tidak diinginkan.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X