Islam Nusantara Dinilai Kelanjutan dari Ide JIL

9 Juli 2018
Islam Nusantara Dinilai Kelanjutan dari Ide JIL
Juru bicara Jamaah Ansharusy Syariah, Abdul Rochim Ba'asyir

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)- Kemunculan istilah kontroversial Islam Nusantara dinilai juru bicara Jamaah Anshorusy Syariah ustaz Abdurachim Ba’asyir adalah perkembangan dari Jaringan Islam Liberal (JIL).

Hanya saja, katanya, secara penyebarannya di Indonesia ada pergantian tokoh guna mengkaburkan ajaran tersebut kepada umat Islam.

“Secara akar idenya sebenarnya sama, orang-orangnya dibentuk beda karena ini kan dagangan baru, contoh kalau kamu pakai sales yang sama nanti kamu ketahuan,” katanya kepada Jurnalislam.com di Gedung Salimah, Sukoharjo, Ahad, (8/7/2018).

Membongkar Jamaah Islam Nusantara (JIN)

Ustaz Iim sapaan karibnya juga menjelaskan, bahwa salah satu tokoh JIL Ulil Abshar Abdalla selalu mengatakan bahwa Al Quran tidak sesuai dengan Indonesia, kini paham sesat itu coba dilanjutkan oleh tokoh lain melalui ajaran Islam Nusantara.

“Memunculkan orang orang baru tapi idenya sama liberalisme, intinya satu kuk kalau orang liberal dulu terang terangan mengatakan Al-Quran tidak sesuai dengan kita dan indonesia makanya akan diteruskan dengan Islam Nusantara pikirnya kan begitu,” paparnya.

Konsep Islam Nusantara 

Untuk itu ia mengimbau kepada umat Islam agar mewaspadai ajaran Islam Nusantara tersebut, sebab, katanya, ajaran yang menganggap ajaran Islam harus tunduk dengan budaya di Indonesia tersebut, akan merusak akidah umat Islam.

“Nah inilah yang perlu diwaspadai oleh umat islam dan sehingga sangat berbahaya sekali dan sangat sesat sekali hingga bisa merusak akidah kaum muslimin,” pungkasnya.