Ironi Glorifikasi Penyambutan Saiful Jamil, Bahaya Bagi Generasi

Ironi Glorifikasi Penyambutan Saiful Jamil, Bahaya Bagi Generasi

Oleh : Jumi Yanti Sutisna*

Fenomena bebasnya narapidana pelecehan seksual cum pedangdut  Saiful Jamil dari lapas Cipinang pada Kamis lalu (2/9/2021) yang disambut meriah bak pahlawan dengan kalungan bunga dan disiarkan pula oleh  stasiun-stasiun televisi menunjukkan bahwa benarlah saat ini kita sedang berada diakhir zaman.

Mengapa demikian?

Karena kasus yang menjerat Saiful Jamil adalah benar-benar kriminal yang meninggalkan trauma mendalam bagi para korban yaitu pencabulan anak dibawah umur. Boleh jadi saat Saiful Jamil sang pelaku telah menyelesaikan masa hukuman 5 tahun 7 bulan, para korban sepanjang waktu itu masih mengalami trauma atas perbuatan pelaku.

Penyambutan kebebasan Saiful Jamil dengan euforia, begitu meriah dikalungi bunga bak pahlawan berjasa, ditambah lagi berbagai media yang  terkesan amplifikasi dan glorifikasi dalam menyiarkannya, ini menurut para ahli akan memberi dampak negatif yang sangat besar untuk generasi bangsa ini.

Apa saja dampak itu?

Pertama,  generasi bangsa ini akan memandang perilaku kekerasan seksual yang dilakukan Saiful Jamil menjadi suatu perbuatan wajar yang bisa dibenarkan jika melakukannya, bahkan pelakunya tetap mendapatkan kemuliaan. Pembentukan persepsi menormalisasi kejahatan seksual ini sangat membahayakan masa depan generasi bangsa dan mengancam peradaban.

Seperti kekhawatiran yang diungkapkan oleh Psikolog Anak Firesta Farizal yang dilansir oleh Republika.co.id mengatakan: “Kebayang ya bagaimana nilai ini akan ditangkap masyarakat secara umum apalagi diundang televisi, seperti sesuatu yang dilakukannya bagus-bagus saja.”

Firesta beranggapan bahwa fenomena kebebasan Saiful Jamil yang terkesan dimuliakan ini akan membahayakan generasi bangsa. “Saya merasa kita bisa jadi tidak meneruskan nilai yang baik pada anak-anak kita, dan membuat anak-anak kita berada pada situasi yang bahaya,” imbuhnya.

Sedangkan bahaya dari pelecehan seksual itu sendiri menurut Psikolog Kasandra Putranto “Kekerasan seksual tergolong dalam kejahatan kemanusiaan yang memiliki dampak psikologis yang sangat serius. Beberapa diantaranya bisa berdampak post-traumatic disorder, depresi, gangguan kecemasan, bahkan berakibat terjadinya upaya bunuh diri dilakukan korban.”

Kedua, korban-korban pelecehan seksual yang dilakukan Saiful Jamil melihat fenomena ini akan semakin menyayat luka yang belum sembuh, menyaksikan orang yang dianggap telah menghancurkan kehidupan mereka ternyata malah dielu-elukan dan dipuja-puja,   sedangkan mereka para korban masih harus terus berjuang melawan traumatic yang mengganggu pikiran hingga berdampak pada aktifitas pribadi dan sosial mereka.

 

Psikolog Dody Tri mengatakan “Buat orang yang menjadi korban dalam hal ini belum tentu merasa sepadan dengan yang dialaminya. Karena ini sangat emosional. Sehingga ketika melihat pemberitaan dari orang yang tidak disukai pasti ada dampak psikologisnya. Apalagi orangnya mengalami trauma yang belum selesai. Ini menjadi semacam kebahagiaan di atas penderitaan orang lain.”

 

Glorifikasi yang diberikan pada Saiful Jamil pada kebebasannya akan memperburuk trauma para korban yang seharusnya mereka dapat sembuh dan dapat berperan baik untuk peradaban ini, namun dengan fenomena glorifikasi terhadap penyambutan kebebasan Saiful Jamil malah bisa memicu para korban untuk kemudian menjadi pelaku seperti Saiful Jamil, dan ini sangat berbahaya.

Ketiga, menciptakan ketakutan bersuara (speak upI) bagi korban-korban pelecehan diluar korban Saiful Jamil, seperti yang diungkapkan Monika Yuliarti dosen Ilmu Komunikasi di Universitas Sebelas Maret.

“Bahaya sekali kalau ini diterus-teruskan. Jangan-jangan orang yg menjadi korban pelecehan seksual itu semakin takut untuk bicara, semakin takut untuk terbuka. Karena sekalinya mereka terbuka, pemberitaan mengemasnya akan berbeda, yang jatuhnya akan lebih misalnya menjatuhkan dia atau kehidupan pribadi dia.”

Ketakutan speak up dari para korban pelecehan seksual akan sangat berbahaya untuk korban itu sendiri, karena bisa mengakibatkan perilaku bunuh diri atau bahkan kemudian ia menjadi pelaku pelecehan seksual dan ini sangat berbahaya karena kejahatan itu dikatakan beranak pinak yang kemudian bisa menghancurkan generasi ini.

Terkait fenomena glorifikasi penyambutan kebebasan Saiful Jamil syukurlah masih banyak tokoh dan elemen masyarakat yang dengan sigap mengkritisi, melakukan boikot hingga menandatangi petisi. Memanglah kita harus lebih kuat untuk melawan kemungkaran yang membahayakan ini.

*Penulis adalah Jurnalis Jurnalislam.com

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X