Apakah Koalisi Telah Gagal? Begini Penjelasan Syeikh Muhaysini

16 Juli 2017
Apakah Koalisi Telah Gagal? Begini Penjelasan Syeikh Muhaysini

Oleh Syeikh Abdullah Al-Muhaysini

JURNALISLAM. COM – “Alasan migrasi saya ke Sham pertama-tama adalah karena saya menginginkan persatuan antara mujahidin. Dalam perundingan koalisi pertama dua tahun yang lalu Ahrar Sham menetapkan prasyarat bagi Jabhat Fath Sham agar mereka memutuskan hubungan dengan Al Qaeda dan mengganti nama mereka. Dan mereka berjanji untuk bergabung. Ketika mereka akhirnya melakukannya, Ahrar Sham meminta agar pemimpin mereka seharusnya bukan berasal dari Fath Sham karena telah dianggap sebagai organisasi teroris. Jadi pemimpinnya tidak bisa Syaikh Abu Muhammad Al- Jaulani. Meskipun prasyarat ini tidak diatur sebelumnya, namun ini adalah kondisi yang realistis. Ahrar juga menginginkan agar semua faksi bisa larut dalam usaha penggabungan (koalisi). Dan inilah yang kita semua inginkan, tidak hanya penggabungan dua atau tiga faksi. Jadi saya mencoba meyakinkan al-Jaulani agar dia akan melepaskan kepemimpinan kepada orang lain dari faksi lain, dan pemimpin tersebut tidak harus dari Ahrar, tapi kami tidak dapat mendapatkannya.

Dalam usaha terakhir sekitar puluhan hari yang lalu, saat perang berkecamuk dan Aleppo jatuh, lalu wilayah-wilayah hilang dan terkepung. Situasinya menjadi sangat mengerikan sehingga paling tidak kita bisa menunjukkan kepada masyarakat bahwa para pemimpin tetap bersatu. Karena ini adalah tuntutan rakyat. Jika kita mengatakan bahwa kita berjuang untuk membela yang lemah maka mereka menuntut kita untuk bersatu. Maka berkumpullah para pemimpin, di antaranya pemimpin Ahrar dan Fath Sham. Saya tidak hadir saat itu. Jadi mereka membuat proposisi bahwa pemimpin Ahrar Abu Amar akan menjadi pemimpin umum dan Al-Joulani menjadi pemimpin militer. Tawfiq, pemimpin Zinki, akan menjadi pemimpin dewan penasihat Syura. Saat proposisi ini dibuat Al Joulani menerimanya. Semua orang sangat senang dan antusias dan saling berpelukan. Kami mencapai tahap yang semua orang rindukan, meski penggabungan usaha itu tidak boleh dibatasi hanya untuk  Ahrar, Fath Sham, Zinki, Sunnah Jaysh, Liwa Al-Haqq, Hizb Al-Turkistani dan Ajnaad Sham. Kita harus membuka pintu untuk semua dan memanggil tujuh faksi FSA lainnya untuk bergabung juga.

Penggabungan itu adalah fakta dan semua pihak menandatangani. Koalisi tersebut resmi setelah Ahrar, Fath Sham, Zinki dan yang lainnya menandatangani. Setelah itu mereka pergi dan penggabungan akan diumumkan dalam satu atau dua hari. Berita menyebar di antara orang-orang dan semua orang merasa bahagia. Kami senang menyaksikan hari yang sangat kami rindukan ini; Kesatuan umat Islam. Tapi ketika Ahrar meminta faksi lain untuk bergabung dalam koalisi mereka mengatakan bahwa mereka ingin bergabung dengan Ahrar terlebih dahulu, jadi mereka ingin memulai perundingan dan kesepakatan baru mengenai hal itu. Ahrar mengatakan bahwa kita berada dalam posisi yang sangat sulit di Sham sekarang dan kita tidak bisa kembali ke masa lalu dan mulai dari awal lagi untuk membicarakan tentang nama apa yang harus kita berikan pada entitas baru dan bagaimana dewan penasihat Shura akan terlihat, dll, dll. Jadi untuk kembali memulai itu sulit. Akhirnya faksi-faksi yang tersisa menolak masuk dalam koalisi ini. Kami mengatakan agar para ikhwan menyetujui penggabungan tersebut untuk bersatu dan sisanya akan mengikuti, karena mereka sebagian besar berada di wilayah, yaitu lebih dari sepertiga; Semua kelompok dari Jaysh Al-Fath ditambah faksi tambahan.

Tapi sayangnya koalisi itu tertunda, dan setelah itu ikhwan di Ahrar menolak melanjutkan koalisi. Maka para ulama menerbitkan putusan bahwa faksi harus menyelesaikan koalisi. Tapi faksi tidak melakukannya, jadi kami mencapai situasi yang menyedihkan ini, karena koalisi tertunda. Kami mengatakan dengan dukacita, ya koalisinya gagal. Iya gagal. Tapi ada harapan karena para ikhwan mengatakan bahwa jika kita ingin memulai pembicaraan koalisi lagi, kita tidak akan kembali ke awal dan kita akan mulai dari saat kita bergabung dan menandatangani. Di sini saya ingin memanggil faksi-faksi Ahrar Sham yang diberkati yang telah mengorbankan ribuan martir, dan telah berkorban untuk melayani rakyat Sham. Rakyat Sham mencintai mereka. Saya meminta mereka untuk terus melakukan koalisi dan membuat rakyat Suriah yang terluka, yang telah merasakan segala macam penderitaan merasa bahagia. Dan seluruh wilayah secara otomatis akan mengikuti dengan seizin Allah Swt.

Jika Idlib diserang hari ini saat kita terpecah belah, dan saya katakan ini agar sejarah mencatat, kita akan menggigit jari karena kita tidak melanjutkan koalisi. Dan Anda akan ingat apa yang saya katakan kepada Anda!!! Jika Idlib atau wilayah lain diserang, semoga Allah mencegahnya, dan faksi kemudian akan mengatakan bahwa mari kita bergabung, maka penggabungan itu tidak akan menguntungkan mereka lagi pada saat itu. Siapa yang kemudian akan memikul tanggung jawab atas mayat dan darah yang tumpah? Siapa yang bertanggung jawab atas kehancuran wilayah? Di Aleppo mereka bergabung, tapi kapan ?! Saat sudah terlambat! Mereka menjadikan Abu Abd Ashidaa sebagai pemimpin umum, dan orang yang saleh ini menulis “Kepada orang-orang di luar kota Aleppo yang terkepung; bergabung sekarang sebelum Anda bergabung seperti kita saat tidak ada gunanya lagi (terlambat).” Dan saya ulangi ini sekarang, bergabunglah dan andalkan Allah Yang Maha Kuasa. Inilah permintaan rakyat sekarang. Tanyakan kepada orang-orang di jalan apa yang mereka minta. Tanyakan kepada orang-orang siapa yang mereka inginkan untuk Anda bela dan untuk Anda lawan. Rakyat bosan dengan banyak pos pemeriksaan dari semua faksi yang berbeda. Rakyat bosan dengan pengadilan yang berbeda dari faksi yang berbeda. Rakyat bosan dengan keamanan yang kurang. Rakyat bosan dengan perpecahan. Kami kehilangan dukungan yang populer.

Kami telah kehilangan banyak pemuda yang meninggalkan Jihad karena perpecahan ini. Ribuan pemuda hari ini di Turki mengatakan, bersatulah dan kita akan bergabung. Bukan ratusan tapi ribuan. Mereka bertanya siapa yang harus saya ikuti? Ini adalah tanggung jawab besar kita di depan Allah. Ini bahkan tidak butuh fatwa dari orang-orang yang berpengetahuan. Penggabungan itu tidak membutuhkan fatwa dari kita. Jadi kenapa kita mempublikasikan putusannya? Bukannya kami ingin mendukung sisi ini atau sisi itu, jadi jika koalisi gagal orang tidak dapat mengatakan “Di mana para ulama?” (Syaikh menangis saat dia mengatakannya) Oh rakyat Sham! Ya Allah, bukankah kami telah menyampaikan? Ya Allah, biarkan batu dan pohon Sham, langit, air, manusia, dan para martir menjadi saksi bahwa kita telah melaksanakan tanggung jawab kita dan menerbitkan fatwa yang menjadi kewajiban kita.

Ini adalah usaha kami, dan saya mengatakan bahwa wajib bagi Ahrar Sham untuk terus melanjutkan koalisi. Dan bukan hanya mereka tapi juga faksi yang tersisa seperti FSA, saudara kita dan kekasih kita. Kita harus terus melakukannya, karena proposisi (tawaran) yang ada di atas meja saat ini bagus dan sangat realistis. Ini bukan hal terbaik yang mungkin terjadi tapi mendekati yang terbaik dan yang paling realistis. Orang tidak bisa mengatakan di mana para ulama, kita telah menyatakan ketidakbersalahan kita di depan Allah. Jika orang bertanya di mana para ulama, kita akan mengatakan bahwa kita telah mengeluarkan putusan ini. Dan para ulama yang menerbitkannya bukan dari faksi ini atau itu, para ulama ini dikenal atas pengetahuan dan kemandirian mereka. Syaikh AbuRazzaaq Al-Mahdi, Syaikh Abu Haarith Al-Masri, Syaikh Ibrahim Shashu, Syaikh Annas Arout, Syaikh Abu Husain, Syaikh Abu Mariyah Al-Qahtani, Dr. Mudhar, Syaikh Muslih Al-Ulayani, Syaikh Abu Muhammad Saadiq, Syaikh Abu Fath Al-Farghali dan lainnya yang tidak saya sebutkan, tapi total empat belas ulama besar menandatangani putusan ini. Dan mengatakan bahwa penggabungan hari ini adalah wajib dan menahan diri dari penggabungan adalah dosa.

Semoga orang-orang yang ikhlas akan gembira yang penting adalah bahwa Allah Rabb semesta alam ridho. Sejarah dan generasi akan ingat bahwa keempat belas ulama ini mengatakan dan memberikan sebuah putusan atas apa yang Allah wajibkan kepada mereka. Dan ratusan mahasiswa juga telah menerbitkan putusan untuk terus melanjutkan penggabungan (koalisi). Allah mewajibkan kita untuk membuat kebenaran jelas, dan kita melakukannya. Ulama lain yang memiliki pendapat lain, kita menghormati mereka dan mereka adalah cendekiawan kita, mereka adalah kekasih kita, tapi ini yang telah kita hadirkan untuk menyatakan ketidakbersalahan kita di hadapan Allah nanti atas rakyat Sham. Kami berharap Ahrar akan mempertimbangkannya dan melanjutkan koalisi dengan faksi-faksi lainnya, dan semoga Allah mempersatukan kaum Muslim di Sham.”

Sumber: Summarized from the series: Shaam Weekly – Episode 60