Hindari Pemboman Rezim dan Rusia, 12.000 Warga Suriah Pindah ke Perbatasan Turki

Hindari Pemboman Rezim dan Rusia, 12.000 Warga Suriah Pindah ke Perbatasan Turki

IDLIB (Jurnalislam.com) – Dalam 24 jam terakhir, sekitar 12.000 warga sipil telah dipindahkan secara paksa dari “zona de-eskalasi” di Suriah utara, ke daerah-daerah dekat perbatasan Turki, untuk menghindari pemboman rezim dan Rusia.

Dengan statistik baru-baru ini, jumlah pengungsi dari wilayah tersebut pada hari Rabu (11/12/2019) telah mencapai total 110.000 warga sipil selama sebulan terakhir, dan setengahnya menyatakan sumber-sumber lokal kepada Anadolu Agency.

Mohammed Al-Hallaj, koordinator Koordinator Respon Sipil di Suriah Utara (lokal), mengatakan kepada bahwa 110.000 warga sipil, yang terdiri dari 20.000 keluarga, telah melarikan diri dari zona de-eskalasi dalam satu setengah bulan.

Al-Hallaj juga menyatakan bahwa para pengungsi pindah ke daerah perbatasan untuk menghindari pemboman Rusia, pasukan rezim Suriah, dan kelompok-kelompok teroris Iran.

Dia menjelaskan bahwa jumlah pengungsi telah meningkat dengan meningkatnya pemboman selama periode yang disebutkan, mencatat bahwa serangan intens yang diluncurkan oleh rezim dan sekutunya pada hari Selasa (10/12/2019) menyebabkan perpindahan sekitar 12.000 warga sipil selama 24 jam terakhir.

Al-Hallaj menambahkan, pedesaan selatan Idlib adalah daerah yang paling ditargetkan, yang menunjukkan bahwa keluarga pengungsi telah tersebar di antara pohon-pohon zaitun dan bahwa mereka sangat membutuhkan tenda, selimut dan makanan.

Al-Hallaj menunjukkan bahwa pasukan rezim secara sengaja menargetkan rumah sakit, pusat pertahanan sipil dan fasilitas vital lainnya untuk mencegah orang kembali ke kota mereka.

Patut dicatat bahwa para pengungsi yang melarikan diri dari pemboman rezim dan sekutunya mengungsi di kamp-kamp yang terletak di desa-desa dan kota-kota di dekat perbatasan Suriah-Turki, di samping daerah Euphrates Shield dan Olive Branch yang dimiliki oleh Tentara Nasional Turki dan Suriah. terbebas dari terorisme.

Sebagian pengungsi juga dipaksa untuk berlindung di ladang zaitun, di tengah kondisi cuaca buruk.

Lebih dari 1.300 warga sipil telah tewas oleh rezim dan serangan Rusia di zona de-eskalasi, sejak 17 September 2018.

Serangan-serangan itu juga mengakibatkan perpindahan lebih dari satu juta warga sipil ke daerah-daerah yang relatif aman atau dekat dengan perbatasan Turki.

Bagikan

One thought on “Hindari Pemboman Rezim dan Rusia, 12.000 Warga Suriah Pindah ke Perbatasan Turki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X