Fahmi Salim: Memberikan Keadilan Bagi Orang yang Terdzalimi adalah Deradikalisasi

CILEGON (Jurnalislam.com) – Wakil Ketua Majelis Tabligh (MT) PP Muhammadiyah, Ustadz Fahmi Salim, Lc. MA menilai, upaya pemberantasan terorisme yang dilakukan Densus 88 hanya akan menciptakan dendam yang berkepanjangan dan mata rantai kekerasan. Bentuk deradikalisasi seperti itu dinilainya sebagai radikalisasi gaya baru.

“Tindakan deradikalisasi seperti ini akan memunculkan radikalisasi baru,” katanya kepada Jurnalislam saat di Perguruan Muhammadiyah, Jln. Cut Nyak Dien No. 22 Cilegon, Sabtu (9/4/2016).

Dikatakan Fahmi, upaya Muhammadiyah mencari keadilan bagi keluarga Siyono merupakan bentuk dari deradikalisasi itu sendiri.

“Justru dengan memberikan keadilan kepada orang yang didzolimi adalah suatu langkah deradikalisasi yang sangat efektif,” cetusnya.

Selain itu, Muhammadiyah bersama komponen bangsa lain akan memberikan rekomendasi kepada Presiden dan Kapolri untuk memproses hukum oknum-oknum yang terbukti berupaya mencitraburukan Islam.

“Kalau terbukti ada pelanggaran serius, Muhammadiyah bersasama komponen bangsa yang lain  akan memberikan rekomendasi kepada Presiden dan Kapolri untuk menindaklanjuti para oknum-oknum yang bekerja tersistematis dan terstruktur untuk menggiring opini publik, Islam teroris dan ajaran Islam menggiring orang menjadi teroris,” tegasnya.

Lebih lanjut Fahmu mengatakan, kasus Siyono merupakan momentum untuk mengevaluasi kinerja aparat penegak hukum khususnya Densus 88 dalam penanganan terorisme.

“Memberantas terorisme jangan dengan menciptakan stigma kepada umat Islam, jangan justru membuat lingkaran setan kekerasan, jangan sampai deradikalisasi menciptakan radikalisasi,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Fajar Aditya | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X