Berita Terkini

Israel Menculik 13 Warga Palestina, Termasuk 1 Wartawan

TEPI BARAT (Jurnalislam.com) – Pasukan penjajah Israel menculik 13 warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem pada Senin (20/1/2020).

Sumber-sumber lokal mengatakan, tentara Israel menangkap 12 warga Palestina, termasuk dua anak di bawah umur berusia 16 dan 18 tahun, di Betlehem, al-Khalil, Ramallah dan Yerusalem.

Menurut penuturan saksi mata, tentara Israel itu menerobos masuk ke beberapa rumah Palestina dan menggeledah mereka.

Keesokan harinya, Selasa (21/1/2020), tentara Israel juga menculik seorang wartawan Palestina di pos pemeriksaan Za’tara dekat Ramallah.

Sumber-sumber lokal mengatakan, wartawan itu bernama Yazan Abu Salah, seorang penduduk kota Arraba di Jenin. Abu Salah ditangkap di pos pemeriksaan Za’tara dalam perjalanan pulang dari Ramallah.

Abu Salah kemudian dipindahkan ke tujuan yang tidak diumumkan, kata mereka.

Sumber: Palestinian Information Center

5 Warga Sipil Tewas oleh Serangan Udara Rusia di Idlib

IDLIB (Jurnalislam.com) – Setidaknya lima warga sipil tewas dalam serangan serangan udara pasukan Rusia baru di zona de-eskalasi Idlib, Suriah pada Rabu (22/1/2020). Menurut kelompok pertahanan sipil Suriah, Anadolu melaporkan.

Observatorium pesawat oposisi Suriah mengatakan, Rusia menargetkan distrik Ma’arrat al-Numan, kota Kafr Rumah, desa Serce serta distrik Atarib di Aleppo.

Sementara jet Rusia melakukan serangan udara, pasukan rezim Assad menyerang desa-desa di Idlib selatan.

Kelompok pertahanan sipil The White Helmet mengumumkan bahwa empat warga sipil tewas akibat serangan udara dan satu orang tewas oleh tembakan artileri rezim.

Kelompok-kelompok itu mengatakan operasi pencarian dan penyelamatan masih berlanjut di wilayah itu dan dikhawatirkan jumlah kematian akan meningkat.

Sebelumnya, pada Selasa (21/1/2020), pesawat tempur Rusia melakukan serangan udara di zona de-eskalasi dan menewaskan 26 warga sipil.

Turki telah mendorong keras untuk gencatan senjata di Idlib setelah wilayah itu diserang selama berbulan-bulan oleh pasukan setia Bashar al-Assad dan sekutunya. Hal itu membuat 1 juta sipil melarikan diri ke perbatasan Turki.

Turki dan Rusia sepakat pada September 2018 untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.

Namun, Rusia dan Rezim terus melanggar zona itu dan telah membunuh lebih dari 1.300 warga sipil.

Sumber: Anadolu Agency

Pemimpin Hamas Temui Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad

PUTRA JAYA (Jurnalislam.com) – Delegasi Senior Gerakan Perlawanan Palestina (Hamas) yang dipimpin oleh Kepala Biro Politik Ismael Haniyah, telah melakukan pertemuan resmi  dengan Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad di kantornya, Putrajaya, Rabu (22/1/2020).

Dalam pertemuan tersebut, Haniyah membahas mengenai kondisi terakhir di Palestina terutama soal pengakuan Yerusalem sebagai ibukota Israel serta agresi Israel yang sedang berlangsung di Gaza.

Haniyah menekankan pentingnya menggagalkan rencana Israel tersebut dan memuji dukungan Malaysia untuk Palestina. Haniyah juga mengakui keberanian Pemerintah Malaysia atas dukungannya terhadap hak-hak rakyat Palestina.

Perdana Menteri Malaysia Tun Dr Mahathir menegaskan kembali posisi kuatnya dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina. Dia juga menekankan perlunya strategi yang komprehensif untuk memperkuat lagi posisi rakyat Palestina.

Delegasi Hamas yang hadir antara lain beberapa anggota senior Biro Politik Hamas; Ezzat al-Rishq, Nizar Awadallah dan Maher Salah.

Pasca Terbukti Tak Bersalah, LUIS Gugat Polisi cs Soal Kasus Social Kitchen

SOLO (Jurnalislam.com) – Pasca putusan bebas kasus Social Kitchen oleh Pengadilan Negeri (PN) Semarang tahun 2017 silam, Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) menggugat sejumlah pihak yang dianggap merugikan di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta, Selasa (21/1/2020).

Melalui kuasa hukum dari Tim Advokasi Nahi Mungkar (Tasnim), gugatan tersebut ditujukan kepada Kepolisian RI, Kapolda Jateng, Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, hingga Kejaksaan Negeri Surakarta.

“Kami selaku tim kuasa hukum rekan rekan LUIS pasca putusan bebas kasus yang disangkutkan, setelah pengadilan negeri Semarang dikuatkan dengan ingkraht, putusan Mahkamah Agung bebas, maka hari ini mengambil sikap gugatan,” kata jubir Tasnim Sri Sujianta SH kepada Jurnalislam.com.

“Melakukan gugatan kepada Kepolisian Republik Indonesia, kepada Kapolda Jateng, Kapolresta Surakarta maupun Kejaksaan Agung Indonesia, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah dan Kejaksaan Negeri Surakarta sekalian departemen keuangan, kantor Pemberdayaan Surakarta selaku urut tergugat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Sri mengatakan bahwa pihaknya meminta ganti rugi secara materil dan imateril atas gugatan itu, dan saat ini, pihaknya sudah menyiapkan segala berkas terkait tuntutan tersebut.

“Tuntutan secara imateril itu sangat subyektif dan terukur, tapi materilnya masing masing prinsipal dari para penggunggat pak Edi Lukito dkk itu masing masing kan punya pekerjaan dan keluarga. Jadi di dalam gugatan sudah kita rinci secara detail, perhari dan perbulannya dikumulatifkan selama satu tahun, itu ada gugatannya dan jelas kami rinci,” ungkapnya.

Kendati demikian, Sri mengaku masih membuka jalan mediasi atas kasus kliennya tersebut asalkan ada kesepakatan di antara dua belah pihak.

“Kita maksimalkan mediasi seperti apa nanti, apakah itu bisa masing masing memahami atau deadlock kita belum tau, kita saling diskusikan, kalau ndak kita lanjut seluruh dokumen siap karena kita yang menggugat kita siap,” ujarnya.

Kedepan, Ia berharap kasus yang menimpa LUIS tersebut tidak terulang kembali, ia menyebut kasus Social Kitchen tahun 2017 silam menjadi catatan buruk dan kecerobohan aparat kepolisian dalam melakukan penegakan hukum di Indonesia.

“Untuk tidak terulang kembali karena ini kecerobohan aparat, karena gugatan kami adalah perbuatan melawan hukum. Karena apa mulai sejak penangkapan proses surat menyurat itu tumpang tindih,” pungkasnya.

Ketua PP Persistri Apresiasi Anggota Sukseskan Organisasi

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Ketua Umum Persistri Dra. Lia Yuliani, M. Ag mencurahkan rasa terimakasihnya atas dedikasi dan loyalitas penuh khidmat para Pimpinan Wilayah (PW) untuk Persistri, semoga senantiasa dalam ridho Allah SWT.

Demikian disampaikan dalam acara pembukaan Muskernas Kelima, Selasa (21/1/2020).

“Tentunya ini bukan hari yang mudah, Ibu-ibu sekalian telah menempuh perjalanan jauh, meninggalkan keluarga dan mengorbankan moril juga materilnya”, ungkap Lia dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com.

Ia berharap semoga Allah memberi kelancaran atas segala yang telah agenda yang direncanakan.

Lia sangat mengapresiasi kerja sama, kerja cerdas dan soliditas para tasykil dalam mensukseskan Muskernas Kelima tersebut.

“Tahun ini merupakan tahun kesedihan, dimana kita kehilangan penasehat, sahabat dan saudara seperjuangan di jamiyyah ini. Semoga amal keshalehan mereka, Allah terima dan dibalas dengan yang terbaik”, ujarnya.

Ketua Umum Persistri itu melanjutkan, empat (4) tahun sudah menjalankan amanah ada suka dan duka yang mewarnai hidup berjamiyyah.

Namun yang patut disyukuri adalah nikmat persaudaraan dan persahabatan dalam berjuang menegakan Dakwah Islam, khususnya untuk segmen perempuan.

“Perbedaan pendapat dan pemikiran tentu selalu ada, namun atas nikmat Allah hati kita bersatu”, jelasnya.

Lia menegaskan bahwasanya selama ini Dakwah Persistri terus eksis dikarenakan keshalehan, kesabaran dan perjuangan dari para Pimpinan dan Anggotanya.

“Sebagai ketua umum, saya tidak lebih tau, saya juga tidak lebih bisa, dan tentunya saya juga tak lebih mampu, namun semua ini karena keshalehan ibu-ibu yang senantiasa menopang kekurangan saya”, tutur Lia.

“Saya mohon maaf apabila ada kebijakan yang tak berkenan”, tambahnya.

Lia mengajak seluruh hadirin untuk meluruskan niat. Ia berkeyakinan dengan perempuan shalehah, maka kita akan memiliki keluarga yang memiliki ketahanan yang merupakan blueprint agenda Muskernas V Persistri.

“Kita disini dalam konteks ibadah, marilah kita bersama-sama menjaga keikhlasan dan meluruskan hati. Semoga Allah menjaga dan membimbing amal dan akhlak kita”, pungkasnya

 

JIhad dan Khilafah dalam Tinjauan Mazhab Syafi’i

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Anggota Majelis Syariah Jamaah Ansharusy Syariah, Ustaz Fuad Al Hazimi  saat memaparkan hukum Jihad dan Khilafah dalam perspektif Islam khususnya dalam Mazhab Syafi’i.

Ia menjelaskan bahwa jihad hukumnya fardhu kifayah seperti yang dijelaskan dalam kitab Fathul Mu’in Juz 4 hal 206

”Jihad hukumnya fardhu kifayah walaupun hanya sekali setiap tahun jika orang-orang kafir berada di negeri mereka. Dan (hukumnya) berubah menjadi fardhu ‘ain jika mereka (orang-orang kafir) memasuki (menyerang) negara kita,”,katanya saat menjadi narasumber dalam diskusi publik “Urgensi Deradikalisasi melalui peraturan dan keputusan Menteri Agama” di Gets Hotel, Ahad (19/1/2020).

Sedangkan, kata Ustaz Fuad maksud hukum fardhu kifayah adalah jika sebagian kaum muslimin telah melaksanakan kewajiban ini sebagai syarat kifayah (kecukupan minimal) maka kewajiban itu telah gugur darinya dan dari kaum muslimin lainnya.

Namun bagi orang yang memiliki kemampuan dan tidak ada udzur ia berdosa jika meninggalkan kewajiban ini walaupun mereka ini orang-orang yang jahil (bodoh dan tidak mengetahui hukumnya)

Ustadz yang pernah menjadi Imam Masjid Al Hijrah Australia juga menerangkan bahwa TNI dan Polri lah yang harusnya menerima materi Jihad.

“Karena mereka benteng terdepan melindungi Tanah Air, dengan niat yang benar akan menjadi kebaikan jika mereka terbunuh dalam melindungi Tanah Ummat Islam dari orang-orang kafir,” katanya.

Mempertahankan Tanah Air

“Karena mempertahankan tanah air dengan niat melindungi bumi kaum muslimin adalah jihad jika mati Insya Allah Syahid,” Jelasnya

Ustadz juga menyayangkan jika materi Jihad mau dihapuskan, padahal menurut beliau Materi Jihad harusnya menjadi materi pokok Aparatur Negara dan menjadi solusi mendobrak semangat melindungi tanah air

“Kenapa mau dihapuskan jika bisa diajarkan bela negara bagi yang bukan muslim, dan yang muslim sekaligus diniatkan Jihad Fi Sabilillah, jika jihad dihapuskan nanti yang bela tanah air matinya ga benar karena tidak ada niatan melindungi tanah kaum muslimin dari orang-orang kafir,” tuturnya

“Bahkan kaum muslimin lah yang akan berlomba-lomba ke Natuna dan Papua untuk mempertahankan Tanah Airnya jika semangat jihad ini digelorakan,” tambahnya.

Melepaskan tanah milik kaum Muslimin dengan diserahkan kepada orang-orang kafir hukumnya Haram

“Haram melepaskan Timor Leste karena itu dulunya adalah bumi kaum muslimin dan malah dilepas untuk bumi orang katolik,” kata Mudir Pondok Annahl, Grabag tersebut.

Tentang Khilafah

Sedangkan saat menyampaikan materi Khilafah menurut Ustadz Fuad Al Hazimi merupakan bagian dan Rukun Iman dan Syarat datangnya Kiamat

Rasulullah bersabda : “Wahai Ibnu Hawalah, jika kamu melihat khilafah sudah benar-benar turun di tanah yang suci (Syam).

Maka sungguh telah dekat gempa bumi yang berterusan, ujian hidup dan hal-hal besar. Kiamat di hari itu lebih dekat kepada manusia dari pada tanganku ini ke kepalamu” (HR. Ahmad, Thabrani, Abu Dawud, Al Hakim dan Al Baihaqi – Shahih Al Jami’)

“Jadi siapa yang  menolak khilafah berarti menghalangi syarat terjadinya kiamat,” cetusnya.

Ustadz juga menjelaskan bahwa secara implisit, Khilafah juga ada di setiap sholat kita, yaitu saat sedang membaca Tasyahhud Akhir menjelang salam

Dari Abu Hurairah rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللهِ مِنْ أَرْبَعٍ يَقُولُ: اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

Jika salah seorang di antara kalian melakukan tasyahhud, mintalah perlindungan pada Allah dari empat perkara. Hendaklah ia berdoa : Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari siksa Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah hidup dan mati, dan dari kejelekan fitnah Al Masih Ad Dajjal (HR. Muslim no. 588)

“Meminta perlindungan kepada Allah dari fitnah Dajjal termasuk di dalamnya meminta agar Dajjal dikalahkan dan bala tentaranya dihancurkan,”katanya.

“Disebutkan dalam banyak hadits shahih bahwa yang akan menghancurkan Dajjal dan bala tentaranya adalah Khalifah Al Mahdi atau biasa disebut Imam Mahdi. Beliau adalah khalifah yang dijanjikan Allah dan Rasul Nya. Maka mereka yang menentang khilafah berarti menolak bisyarah dari Allah dan Rasul Nya, tidak meyakini tanda-tanda kiamat bahkan bisa jadi jika mereka hidup di masa Dajjal muncul mereka justru akan berada bersama barisan Dajjal la’natullohu alaihi,”paparnya

“Menolak tegaknya khilafah sama artinya dengan membiarkan dunia dikuasai oleh Dajjal dan bala tentaranya. Karena Dajjal hanya bisa dikalahkan oleh khalifah Al Mahdi yang dibaiat oleh kaum muslimin, bahkan salah satu yang membaiat beliau adalah Nabi Isa alaihis salam yang turun kembali menjelang datangnya kiamat,” tegasnya.

KH Aceng Zakaria Resmikan Mukernas PP Persistri, Ini Pesannya

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Ketua Umum Persatuan Islam KH. Aceng Zakaria memberikan tausiyah dan meresmikan kegiatan Musyawarah Kerja Nasional Kelima (Muskernas V) PP Persistri, Selasa (21/1/2020).

Dalam tausiyahnya, KH. Aceng Zakaria menyampaikan tiga warisan Nabi Muhammad SAW yang akan mengokohkan dakwah Persistri untuk membangun ketahanan keluarga.

Pertama, Baginda Nabi SAW telah mewariskan kitab Al-Quran dan As-sunnah. “Al-Quran dan Sunnah adalah kurikulum hidup kita, dijamin tak akan tersesat, dijamin akan meraih keselamatan dunia dan akhirat”, ungkapnya dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com.

Para sahabat menggapai kehidupan yang penuh berkah dikarenakan mempedomani. “Inti resepnya ada dalam Al-Quran”, jelas KH. Aceng Zakaria.

Kedua, Baginda Nabi SAW mewariskan jihad kepada umatnya. “Kerja keras dan bersungguh-sungguh dalam menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup. Kita mewarisi jihad untuk memasyarakatkan Al-Quran”, terangnya.

Ketiga, Baginda Nabi SAW mewariskan pola hidup berjamiyyah. Dalam haditsnya, nabi Muhammad SAW mewanti-wanti agar umatnya hidup dalam jamaah.

“Perlu kita warisi untuk hidup berjamiyyah, banyak manfaatnya, semua potensi bisa kita arahkan dan salurkan. Harus seperti dua tangan, jangan seperti dua telinga”, tuturnya.

Ketiga warisan tersebut mesti kita implementasikan dengan uswah hasanah atau akhlak yang agung agar dakwah bisa efektif.

“Salah satu contoh teknik pendekatan persuatif yang pernah dilakukan Nabi ialah saat ada pemuda yang meminta untuk melakukan zina. Nabi SAW bertanya, apakah engkau punya ibu? Punya saudari perempuan? Punya anak perempuan? Bagaimana jika ada lelaki yang menzinai-nya? Dengan seperti itu, pemuda memahami. Ini mengurungkan keinginan maksiatnya”, papar beliau.

Terakhir, ketua umum Persatuan Islam itu pun menasehati para hadirin agar senantiasa bersabar dalam ikhtiar mengimplementasikan ketiga warisan Nabi Muhammad SAW tersebut.

“Kita harus bisa bersabar. Saat ini kita hidup dalam masa menanam, bukan masa memanen. Adapun mereka yang kafir menganggap hidup sekarang masa memanen, sehingga bagi mereka bebas sesuka hati. Kita terus tunjukan akhlakul karimah,” pungkasnya.

 

Iim Ba’asyir: Kiprah Dokter Joserizal untuk Muslim Indonesia dan Internasional Sangat Besar

SOLO (Jurnalislam.com) – Juru Bicara Jamaah Ansharu Syariah ustaz Abdul Rahim Ba’asyir menilai Pendiri dan Dewan Pembina dr Joserizal Jurnalis Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) merupakan sosok pahlawan dalam bidang kemanusiaan.

“Tentu kita sebagai umat Islam di indonesia hari ini kita sangat bersedih kehilangan dari seorang pejuang kita, seorang yang punya jasa besar terhadap umat Islam Ahlu Sunnah di belahan dunia, bukan hanya di Indonesia,” katanya kepada Jurnalislam.com, Selasa (22/1/2020).

Di Indonesia, katanya, tidak ada yang meragukan jasa dr Joserizal kepada umat Islam seperti di Maluku, di Padang dan di berbagai tempat di negeri ini yang mengalami bencana.

“Dan baik itu bencana alam maupun bencana yang bersumber dari konflik antar suku, antar umat umat beragama dan sebagainya,” ujarnya.

“Kiprah yang dilakukan oleh Allahuyarham dr Joserizal begitu besar dan bahkan begitu sulit untuk diceritakan oleh lisan dan banyak tulisan tulisan yang menulis tentang beliau, yang menceritakan kondisi beliau, bagaimana saat berada di lapangan dan itu pun belum bisa menceritakan semua yang ada, masih banyak hal yang belum terceritakan oleh kita semua,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ustaz Iim menyebut kiprah dr Joserizal di berbagai belahan dunia tidak perlu diragukan lagi, pendirian RS di Palestina menjadi bukti nyata bahwa apa yang dilakukan pendiri Mer-C tersebut sangat berguna bagi masyarakat disana.

“Begitu juga umat Islam di berbagai belahan dunia, pun merasakan bagaimana peran beliau  bersama Mer-C untuk membantu di Palestina, khususnya di Gaza juga merasakan sampai hari ini,” paparnya.

BAZNAS Harap MUI Keluarkan Fatwa Pengembangan Zakat Saham

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Zainulbahar Noor berpendapat, MUI juga perlu membuat komisi khusus untuk penguatan regulasi dan kegiatan Baznas sebagai upaya mengamandemen UU Zakat.

Dalam komisi itu, menurut dia, umpamanya ada ahli hukum yang mengkaji draf amandemen hasil dari Kongres Umat Islam nanti.

Zainulbahar juga memandang perlunya dukungan MUI berupa fatwa terkait pengembangan zakat saham.

Dia menjelaskan, berdasarkan studi Pusat Kajian Strategis Baznas (Puskas), diketahui bahwa total potensi zakat sekarang sebesar Rp 335,169 triliun. Dari total itu, sebesar Rp 100 triliun merupakan potensi zakat saham perusahaan di Indonesia.

Adapun rinciannya, potensi zakat saham di sektor pertanian sebesar Rp 3.514 miliar, pertambangan Rp 7.408 miliar, industri dasar dan kimia Rp 3.844, aneka industri Rp 6.185, industri barang konsumsi Rp 4.140, properti dan konstruksi bangunan Rp 13.322, infrastruktur, utilitas dan transportasi Rp 4.535, keuangan Rp 48.494, dan perdagangan, jasa serta investasi Rp 8.281.

“Jadi perlu juga MUI misalnya memutuskan fatwa, sebab zakat saham saja itu bisa Rp 100 triliun, yang bisa dikenakan, misalnya MUI dengan membuat surat ke bursa efek Indonesia untuk dikenakan,” ujarnya dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Strategi Perjuangan Umat Islam Indonesia dalam Bidang Filantropi”, di kantor MUI, Jakarta, Senin (20/1/2020).

Zainulbahar berharap, Kongres Umat Islam betul-betul menegaskan kepada pemerintah tentang potensi dana dari umat Islam melalui zakat, infak, sedekah dan wakaf.

Dia memaparkan, total potensi zakat sebesar Rp 335 triliun itu sama dengan jumlah anggaran 11 kementerian untuk kegiatan sosial. Jika ini berhasil, maka kementerian-kementerian itu tidak perlu lagi mengurus kemiskinan.

“Karena itu sudah diurus oleh Baznas dan mungkin BWI (Badan Wakaf Indonesia). Dan Kongres Umat Islam harus mendorong itu, kalau ingin dana zakat mendampingi dana APBN. Tapi ini tidak pernah tercapai kalau pemerintah tidak punya goodwill,” tutur dia.

Sumber: republika.co.id

BAZNAS Dorong Revisi UU agar Zakat ASN Bisa Tersentralisasi

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Zainulbahar Noor menuturkan Kongres Umat Islam perlu mendorong amandemen terhadap Undang-undang 23/2011  tentang Pengelolaan Zakat.

Menurut dia, amandemen ini akan mengotimalkan potensi zakat yang nilainya lebih dari Rp 300 triliun.

Hal itu disampaikan Zainulbahar dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Strategi Perjuangan Umat Islam Indonesia dalam Bidang Filantropi”, di kantor MUI, Jakarta, Senin (20/1).

FGD ini sebagai rangkaian agenda Kongres Umat Islam VII 2020 yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Februari mendatang.

“Perlu ada amandemen UU Zakat, dan Peraturan Presiden agar tidak saja zakat ini dikenakan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terdaftar di pusat tapi juga menginstruksikan ke (ASN di) kabupaten/kota secara pasti. Tapi dana itu tersentralisasi di Baznas, yang dibuat dengan amandemen (UU Zakat),” tutur dia.

sumber: republika.co.id