Responsive image

Pasca Terbukti Tak Bersalah, LUIS Gugat Polisi cs Soal Kasus Social Kitchen

Pasca Terbukti Tak Bersalah, LUIS Gugat Polisi cs Soal Kasus Social Kitchen

SOLO (Jurnalislam.com) – Pasca putusan bebas kasus Social Kitchen oleh Pengadilan Negeri (PN) Semarang tahun 2017 silam, Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) menggugat sejumlah pihak yang dianggap merugikan di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta, Selasa (21/1/2020).

Melalui kuasa hukum dari Tim Advokasi Nahi Mungkar (Tasnim), gugatan tersebut ditujukan kepada Kepolisian RI, Kapolda Jateng, Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, hingga Kejaksaan Negeri Surakarta.

“Kami selaku tim kuasa hukum rekan rekan LUIS pasca putusan bebas kasus yang disangkutkan, setelah pengadilan negeri Semarang dikuatkan dengan ingkraht, putusan Mahkamah Agung bebas, maka hari ini mengambil sikap gugatan,” kata jubir Tasnim Sri Sujianta SH kepada Jurnalislam.com.

“Melakukan gugatan kepada Kepolisian Republik Indonesia, kepada Kapolda Jateng, Kapolresta Surakarta maupun Kejaksaan Agung Indonesia, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah dan Kejaksaan Negeri Surakarta sekalian departemen keuangan, kantor Pemberdayaan Surakarta selaku urut tergugat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Sri mengatakan bahwa pihaknya meminta ganti rugi secara materil dan imateril atas gugatan itu, dan saat ini, pihaknya sudah menyiapkan segala berkas terkait tuntutan tersebut.

“Tuntutan secara imateril itu sangat subyektif dan terukur, tapi materilnya masing masing prinsipal dari para penggunggat pak Edi Lukito dkk itu masing masing kan punya pekerjaan dan keluarga. Jadi di dalam gugatan sudah kita rinci secara detail, perhari dan perbulannya dikumulatifkan selama satu tahun, itu ada gugatannya dan jelas kami rinci,” ungkapnya.

Kendati demikian, Sri mengaku masih membuka jalan mediasi atas kasus kliennya tersebut asalkan ada kesepakatan di antara dua belah pihak.

“Kita maksimalkan mediasi seperti apa nanti, apakah itu bisa masing masing memahami atau deadlock kita belum tau, kita saling diskusikan, kalau ndak kita lanjut seluruh dokumen siap karena kita yang menggugat kita siap,” ujarnya.

Kedepan, Ia berharap kasus yang menimpa LUIS tersebut tidak terulang kembali, ia menyebut kasus Social Kitchen tahun 2017 silam menjadi catatan buruk dan kecerobohan aparat kepolisian dalam melakukan penegakan hukum di Indonesia.

“Untuk tidak terulang kembali karena ini kecerobohan aparat, karena gugatan kami adalah perbuatan melawan hukum. Karena apa mulai sejak penangkapan proses surat menyurat itu tumpang tindih,” pungkasnya.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close X