JIhad dan Khilafah dalam Tinjauan Mazhab Syafi’i

JIhad dan Khilafah dalam Tinjauan Mazhab Syafi’i

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Anggota Majelis Syariah Jamaah Ansharusy Syariah, Ustaz Fuad Al Hazimi  saat memaparkan hukum Jihad dan Khilafah dalam perspektif Islam khususnya dalam Mazhab Syafi’i.

Ia menjelaskan bahwa jihad hukumnya fardhu kifayah seperti yang dijelaskan dalam kitab Fathul Mu’in Juz 4 hal 206

”Jihad hukumnya fardhu kifayah walaupun hanya sekali setiap tahun jika orang-orang kafir berada di negeri mereka. Dan (hukumnya) berubah menjadi fardhu ‘ain jika mereka (orang-orang kafir) memasuki (menyerang) negara kita,”,katanya saat menjadi narasumber dalam diskusi publik “Urgensi Deradikalisasi melalui peraturan dan keputusan Menteri Agama” di Gets Hotel, Ahad (19/1/2020).

Sedangkan, kata Ustaz Fuad maksud hukum fardhu kifayah adalah jika sebagian kaum muslimin telah melaksanakan kewajiban ini sebagai syarat kifayah (kecukupan minimal) maka kewajiban itu telah gugur darinya dan dari kaum muslimin lainnya.

Namun bagi orang yang memiliki kemampuan dan tidak ada udzur ia berdosa jika meninggalkan kewajiban ini walaupun mereka ini orang-orang yang jahil (bodoh dan tidak mengetahui hukumnya)

Ustadz yang pernah menjadi Imam Masjid Al Hijrah Australia juga menerangkan bahwa TNI dan Polri lah yang harusnya menerima materi Jihad.

“Karena mereka benteng terdepan melindungi Tanah Air, dengan niat yang benar akan menjadi kebaikan jika mereka terbunuh dalam melindungi Tanah Ummat Islam dari orang-orang kafir,” katanya.

Mempertahankan Tanah Air

“Karena mempertahankan tanah air dengan niat melindungi bumi kaum muslimin adalah jihad jika mati Insya Allah Syahid,” Jelasnya

Ustadz juga menyayangkan jika materi Jihad mau dihapuskan, padahal menurut beliau Materi Jihad harusnya menjadi materi pokok Aparatur Negara dan menjadi solusi mendobrak semangat melindungi tanah air

“Kenapa mau dihapuskan jika bisa diajarkan bela negara bagi yang bukan muslim, dan yang muslim sekaligus diniatkan Jihad Fi Sabilillah, jika jihad dihapuskan nanti yang bela tanah air matinya ga benar karena tidak ada niatan melindungi tanah kaum muslimin dari orang-orang kafir,” tuturnya

“Bahkan kaum muslimin lah yang akan berlomba-lomba ke Natuna dan Papua untuk mempertahankan Tanah Airnya jika semangat jihad ini digelorakan,” tambahnya.

Melepaskan tanah milik kaum Muslimin dengan diserahkan kepada orang-orang kafir hukumnya Haram

“Haram melepaskan Timor Leste karena itu dulunya adalah bumi kaum muslimin dan malah dilepas untuk bumi orang katolik,” kata Mudir Pondok Annahl, Grabag tersebut.

Tentang Khilafah

Sedangkan saat menyampaikan materi Khilafah menurut Ustadz Fuad Al Hazimi merupakan bagian dan Rukun Iman dan Syarat datangnya Kiamat

Rasulullah bersabda : “Wahai Ibnu Hawalah, jika kamu melihat khilafah sudah benar-benar turun di tanah yang suci (Syam).

Maka sungguh telah dekat gempa bumi yang berterusan, ujian hidup dan hal-hal besar. Kiamat di hari itu lebih dekat kepada manusia dari pada tanganku ini ke kepalamu” (HR. Ahmad, Thabrani, Abu Dawud, Al Hakim dan Al Baihaqi – Shahih Al Jami’)

“Jadi siapa yang  menolak khilafah berarti menghalangi syarat terjadinya kiamat,” cetusnya.

Ustadz juga menjelaskan bahwa secara implisit, Khilafah juga ada di setiap sholat kita, yaitu saat sedang membaca Tasyahhud Akhir menjelang salam

Dari Abu Hurairah rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللهِ مِنْ أَرْبَعٍ يَقُولُ: اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

Jika salah seorang di antara kalian melakukan tasyahhud, mintalah perlindungan pada Allah dari empat perkara. Hendaklah ia berdoa : Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari siksa Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah hidup dan mati, dan dari kejelekan fitnah Al Masih Ad Dajjal (HR. Muslim no. 588)

“Meminta perlindungan kepada Allah dari fitnah Dajjal termasuk di dalamnya meminta agar Dajjal dikalahkan dan bala tentaranya dihancurkan,”katanya.

“Disebutkan dalam banyak hadits shahih bahwa yang akan menghancurkan Dajjal dan bala tentaranya adalah Khalifah Al Mahdi atau biasa disebut Imam Mahdi. Beliau adalah khalifah yang dijanjikan Allah dan Rasul Nya. Maka mereka yang menentang khilafah berarti menolak bisyarah dari Allah dan Rasul Nya, tidak meyakini tanda-tanda kiamat bahkan bisa jadi jika mereka hidup di masa Dajjal muncul mereka justru akan berada bersama barisan Dajjal la’natullohu alaihi,”paparnya

“Menolak tegaknya khilafah sama artinya dengan membiarkan dunia dikuasai oleh Dajjal dan bala tentaranya. Karena Dajjal hanya bisa dikalahkan oleh khalifah Al Mahdi yang dibaiat oleh kaum muslimin, bahkan salah satu yang membaiat beliau adalah Nabi Isa alaihis salam yang turun kembali menjelang datangnya kiamat,” tegasnya.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close X