Berita Terkini

Imbas Corona, AS Gelontorkan Paket Ekonomi Senilai Dua Triliun Dollar

WASHINGTON(Jurnalislam.com) – Senat Amerika Serikat (AS) dan pemerintahan Gedung Putih menyepakati Rancangan Undang-Undang (RUU) paket stimulus ekonomi senilai 2 triliun dolar AS untuk mengurangi dampak ekonomi dari wabah virus corona (Covid-19). Kesepakatan dicapai pada Rabu (25/3) pagi waktu setempat.

Seperti dilansir Reuters, Rabu, House of Representatives atau DPR akan mengikuti kesepakatan setelah Senat.

Kesepakatan diambil setelah anggota parlemen dari Partai Republik dan Demokrat bernegosiasi berhari-hari bersama Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan pejabat lain dalam pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Kesepakatan tersebut disampaikan oleh Pemimpin Mayoritas Senat Republik Mitch McConnell dalam sebuah pidato. “Ini adalah besaran investasi kita dalam menghadapi kondisi kritis saat ini. Kami akan mengesahkan undang-undang hari ini,” tuturnya.

McConnel menambahkan, paket stimulus akan membantu warga AS membayar pajak di tengah potensi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) sekarang. Selain itu, pemerintah akan memperluas asuransi pengangguran dan memberikan pinjaman darurat untuk usaha kecil.

Paket stimulus juga akan menstabilkan industri nasional utama dan memberikan bantuan keuangan bagi rumah sakit maupun penyedia layanan kesehatan. Mereka kini sedang berjuang mendapatkan peralatan kesehatan untuk pasien.

Sementara itu, Pemimpin Senat Demokrat Chuck Schumer menyebutkan, paket stimulus tersebut menjadi paket penyelamatan terbesar sepanjang sejarah Amerika. Ia menambahkan, bantuan dalam skala besar kini sudah dalam perjalanan yang diutamakan bagi masyarakat AS.

Paket stimulus diharapkan mampu meningkatkan perekonomian dengan suntikan bantuan besar-besaran. Di antaranya dana 500 miliar dolar AS untuk membantu industri yang terpukul dan bantuan langsung tunai hingga 3.000 dolar AS ke jutaan keluarga AS.

Schumer mengatakan, paket ini juga berisi 100 miliar dolar AS bagi rumah sakit dan fasilitas kesehatan, bersama dengan uang tambahan untuk kebutuhan perawatan kesehatan. Sebesar 150 miliar dolar AS lainnya akan digunakan untuk membantu pemerintah negara bagian dan lokal dalam melawan wabah Covid-19.

Pandemi global Covid-19 telah menewaskan lebih dari 660 orang di AS dan membuat lebih dari 50 ribu orang sakit. Pandemi juga menuntut ribuan bisnis tutup, membuat jutaan orang kehilangan pekerjaan dan menyebabkan negara-negara bagian memerintahkan hampir sepertiga dari populasi untuk tinggal di rumah.

Uang yang dipertaruhkan dalam undang-undang stimulus ini melebihi akumulasi anggaran yang dihabiskan AS untuk bidang pertahanan nasional, penelitian ilmiah, pembanguann jalan raya dan program diskresioner lain.

 

Pemerintah Lamban, Kasus Corona di Indonesia Bisa Tembus 5 Juta Orang

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Para pakar kesehatan menyatakan, Indonesia menghadapi lonjakan kasus penyebaran virus corona atau Covid-19, lantaran lambannya respons pemerintah dan terkesan menutupi terkait skala wabah di negeri berpenduduk sekitar 260 juta, yang merupakan terpadat keempat di dunia tersebut. Hingga Selasa (24/3), Indonesia tercatat memiliki 686 kasus pasien positif corona.

Tetapi data ini dilihat dianggap mengecilkan skala infeksi karena rendahnya jumlah tes di lapangan, dan tingkat kematian yang tinggi. Indonesia telah melaporkan 55 kematian, tertinggi di Asia Tenggara. (Data terbaru pada Rabu menunjukkan, jumlah pasien corona mencapai 790 kasus dengan tingkat kematian 58 orang).

Dilansir dari Reuters, sebuah studi terkait Pusat Pemodelan Matematika untuk Penyakit Menular yang berbasis di London, Inggris, yang dirilis pada Senin, memperkirakan hanya dua persen dari dari jumlah keseluruhan kasus infeksi corona di Indonesia yang telah dilaporkan. Hal itu berarti menunjukkan angka sebenarnya pasien dapat mencapai 34.200 orang, atau lebih banyak dari Iran. Pemodelan lain memproyeksikan, dalam skenario terburuk, jumlah kasus bisa meningkat hingga menyerang 5 juta orang terinfeksi di Jakarta pada akhir April mendatang.

“Kita telah kehilangan kendali, ini telah menyebar di mana-mana,” kata ekonomi kesehatan masyarakat Ascobat Gani. “Mungkin kita akan mengikuti Wuhan atau Italia. Saya pikir kita berada dalam kisaran itu.”

Sistem kesehatan Indonesia sangat buruk dibandingkan dengan negara lain, yang terkena dampak virus corona. Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia hanya memiliki 321.544 tempat tidur rumah sakit. Angka itu berarti sekitar 12 tempat tidur per 10 ribu orang. Bandingkan dengan Korea Selatan (Korsel) yang memiliki 115 per 10 ribu orang, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pada 2017, WHO juga menemukan Indonesia hanya memiliki empat dokter per 10 ribu. Angka itu lebih rendah dibandingkan Italia yang memiliki 10 kali lebih banyak, atau Korsel yang memiliki dokter enam kali lebih banyak per kapita.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto membantah tentang hasil studi simulasi yang menunjukkan angka terburuk penularan corona. “Kita tidak akan sampai seperti itu,” kata Yuri merujuk perbandingan wabah yang menyebar di Italia dan Cina. “Yang penting adalah kita mengerahkan orang-orang … mereka harus menjaga jarak.”

Yuri menuturkan, dengan langkah-langkah menjaga jarak yang tepat, seharusnya tidak ada kebutuhan untuk tempat tidur tambahan. dan staf medis yang ada cukup untuk mengatasi wabah corona.

Hanya saja, seorang ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI) Budi Waryanto, mengatakan, “Rumah sakit tidak siap untuk mendukung kasus-kasus yang bakal muncul. Perawatan akan terbatas.”

Sumber: republika.co.id

Merasa Kena Corona? Ini Yang Seharusnya Dilakukan

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Meluasnya persebaran virus corona COVID-19 membuat banyak orang merasa cemas dan ingin segera memeriksakan diri saat tidak sehat. Pemerintah Indonesia mengingatkan untuk tidak perlu panik.

“Manakala kemudian merasa dirinya tidak enak badan dengan gejala mirip influenza, kita berharap mereka segera mengakses layanan kesehatan untuk segera berkonsultasi,” kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona COVID-19, Achmad Yurianto, Rabu (25/3/2020).

Yuri menyarankan untuk segera mengakses layanan kesehatan dan berkosultasi. Tidak lupa, disarankan untuk memakai masker agar saat batuk atau bersin, tidak menyebarkan droplet ke mana-mana.

“Nanti tenaga kesehatanlah yang akan membantu melakukan pemeriksaan secara lebih detail, bahkan kemudian menentukan pemeriksaan lanjut yang perlu dilakukan,” lanjut Yuri.

Menurut Yuri, bisa saja keluhan tersebut disebabkan oleh COVID-19. Namun sebaliknya, bisa juga bukan COVID-19.

“Tidak perlu menebak-nebak sendiri,” tegas Yuri.

Sumber: detik.com

 

 

Masyarakat Diminta Jangan Stigma Perawat dan Petugas Medis

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan Jakarta Rita Rogayah meyakinkan masyarakat tidak panik dan takut dengan keberadaan perawat termasuk yang pulang ke rumah masing-masing usai bertugas di rumah sakit.

Sehingga, ia meminta warga sekitar tak menolak keberadaan perawat lantaran dicurigai membawa virus corona ke lingkungan sekitar.

“RSUP Persahabatan merupakan rumah sakit rujukan. Ini berarti perawat kami menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar dan lengkap dalam menangani pasien Covid-19,” kata Rita di Jakarta, Rabu (25/3).

Hal tersebut disampaikan Rita menanggapi adanya penolakan dari warga terhadap kepulangan perawat RSUP Persahabatan ke kos-kosannya beberapa waktu lalu.

Namun, Rita menegaskan, bahwa perawat tersebut bukan diusir oleh warga sebagaimana sejumlah pemberitaan yang beredar, melainkan adanya stigma masyarakat bahwa mereka membawa virus dan warga takut tertular Covid-19.

“Masyarakat dan lingkungannya berpikir bahwa mereka bekerja di rumah sakit infeksi itu membawa penyakit dan virus,” katanya.

Terkait stigma masyarakat itu, ia mengatakan sudah seharusnya semua pihak memberikan edukasi lebih kepada masyarakat. Sehingga, mereka tidak perlu takut dan panik dengan keadaan semacam itu.

Apalagi, ujar dia, yang terpenting untuk dilakukan saat ini sebenarnya ialah tidak keluar rumah dan mengisolasi diri sendiri. Di sisi lain, ia mengakui kondisi tersebut menjadi beban mental tersendiri bagi perawat. Namun, rumah sakit telah memberikan solusinya. Bahkan, sudah ada beberapa pihak yang siap membantu untuk hotel dan apartemen.

“Alhamdulillah sudah banyak yang bantu. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua partisipan yang peduli dengan tenaga kesehatan kami,” ujarnya.

Sumber: republika.co.id

Polri: Bahkan Resepsi Pernikahkan Kami Bubarkan!

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan, sejumlah kegiatan kerumunan warga telah dibubarkan oleh aparat sebagai upaya untuk menekan penularan Covid-19.

Sejak diterbitkannya maklumat kapolri tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus corona (Covid-19) pada Kamis 19 Maret 2020, seluruh personel Polri langsung menggelar patroli untuk mengimbau warga agar tidak berkerumun.

“Dalam dua-tiga hari terakhir sejak berlakunya maklumat kapolri, banyak acara kegiatan kerumunan warga yang kami bubarkan,” ujar Irjen Iqbal di Mabes Polri, Jakarta, Senin (23/3).

Iqbal menjelaskan beberapa kerumunan warga yang dibubarkan, yakni resepsi pernikahan, baik di daerah Jawa Tengah maupun di Jakarta, serta warga yang duduk-duduk di kafe, persimpangan jalan, hingga sejumlah taman.

“Bahkan, resepsi pernikahan kami bubarkan dengan mengedepankan upaya persuasif dan humanis. Sejauh ini pembubaran kerumunan tidak ada insiden apa pun. Masyarakat kooperatif, paham dengan ancaman wabah ini,” ucapnya.


Iqbal menambahkan, bila ada masyarakat yang tidak mematuhi imbauan petugas Polri, yang bersangkutan akan diproses hukum. Ia pun berharap masyarakat mengindahkan imbauan pemerintah dengan tetap berdiam di rumah dan tidak berkerumun demi mencegah penularan pandemi Covid-19.

sumber: republika.co.id

 

Ojek Online Harus Diingatkan Agar Jaga Jarak

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono meminta para pengemudi ojek online/daring untuk saling menjaga jarak fisik guna mencegah penularan Covid-19. Pengemudi juga diimbau menggunakan masker dan menghindari berkerumun.

“Pelayanan ojek online harus juga memperhatikan social distancing atau menjaga jarak fisik khususnya saat berkumpul menunggu customer atau orderan dengan harus tetap menjaga jarak dan tidak berkumpul,” kata Brigjen Argo saat dihubungi, Rabu (25/3).

Imbauan untuk menjaga jarak sangat penting demi menghindari penyebaran Covid-19 di Indonesia sesuai dengan imbauan pemerintah. Imbauan itu meminta masyarakat untuk bekerja dari rumah, menjaga jarak, serta menjaga kebersihan.

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis pun telah mengeluarkan Maklumat Kapolri tentang Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Covid-19. Salah satu isi maklumat adalah meminta masyarakat menghindari kerumunan.

Indonesia saat ini berada di posisi ke-13 dunia berdasarkan jumlah kematian akibat Covid-19. Total kasus hingga Rabu mencapai 790 orang.

Sumber:republika.co.id

 

Selain Membubarkan, Polri Akan Pidanakan Masyarakat yang Berkerumun

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Polri akan menindak tegas bagi masyarakat yang tetap berkerumunan di luar rumah untuk mencegah penyebaran wabah virus corona atau Covid-19. Massa yang tetap tak mengikuti imbauan akan dijerat dengan hukuman pidana.

“Kalau ada kerumunan di luar rumah ya kami bubarkan. Jika mereka tidak mau mematuhi perintah petugas Polri yang memerintahkan pembubaran kegiatan tersebut, maka individu atau kelompok masyarakat itu dapat  dikenakan Pasal 212, Pasal 214, Pasal 216 dan Pasal 218 KUHP, dengan ancaman hukuman 1 tahun 4 bulan penjara,” jelas Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono, Rabu (25/3).

Kemudian, Argo melanjutkan terdapat perkumpulan masyarakat yang akan dibubarkan oleh pihak kepolisian seperti pertemuan sosial, budaya, keagamaan, aliran kepercayaan dalam bentuk seminar, lokakarya, dan sarasehan.

Lalu, tidak boleh ada acara konser musik, pekan raya, festival, bazar, pasar malam, pameran dan resepsi keluarga.

Tidak hanya itu, kegiatan olahraga, kesenian, jasa hiburan, unjuk rasa, pawai, karnaval dan kegiatan lainnya yang menjadikan berkumpulnya masyarakat. Kalau kegiatan tersebut masih berlangsung pihaknya akan membubarkannya.

“Kami tetap memantau kegiatan masyarakat sampai saat ini. Saya yakin masyarakat pasti sudah paham dan kami terus sosialisasikan agar mereka tidak berkegiatan di luar rumah,” katanya.

Sumber: republika.co.id

Malaysia Perpanjang Lock Down hingga 14 April

MALAYSIA(Jurnalislam.com)- Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin akan memperpanjang masa lockdown di sejumlah wilayah hingga 14 April, atau dua minggu lebih lama dari yang direncakanan sebelumnya pasca adanya tambahan pasien positif corona.

Malaysia sebelumnya telah melaporkan 172 kasus baru yang terjangkit corona, yang membuat kasus di negeri Jiran itu menjadi 1.796 kasus atau tertinggi dibandingkan negara di kawasan Asia Tenggara.

Dalam pidatonya di sebuah stasiun televisi lokal, Perdana Menteri Malaysia juga melaporkan angka kematian akibat wabah covid menjadi 17 orang, seperti dikutip CNBC, Rabu (25/3/2020). Dalam pidatonya, Muhyiddin memutuskan untuk memperpanjang masa lockdown.

Melalui perintah tersebut, otoritas Malaysia sendiri telah menutup wilayah-wilayah perbatasan yang menghubungkan masuknya pengunjung asing. Tak hanya itu, pemerintah Malaysia juga menutup pengoperasian sejumlah perusahaan dan membatasi ruang gerak masyarakatnya.

Sumber: cnbcindonesia

Warga Danukusuman Solo Sepakat Tolak Pemindahan Gereja Kristen Jawa

SOLO (Jurnalislam.com)- Warga Kelurahan Danukusuman, Surakarta melakukan audensi dengan pihak pemerintahan Kecamatan Serengan terkait permohonan IMB dari Gereja Kristen Jawa (GKJ) Danukusuman yang akan dipindahkan ke RW 3 Danukusuman pada selasa, (24/3/2020).

 

Selain dihardiri warga Danukusuman, audensi tersebut juga dihadiri camat Serengan Agung Wijayanto, Humas Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) Endro Sudarsono dan perwakilan dari Polsek dan Koramil Serengan.

 

Warga dari 3 RT yakni RT 1, 2 dan 3 sepakat menolak pemindahan GKJ Danukusuman dikarenakan tidak ada satu warga pun di RW 3 yang menjadi jemaah di gereja tersebut karena warga mayoritas muslim.

 

“Agar camat bisa mempertahankan kerukunan warga yang telah terbina dan terbentuk selama ini” ketua RW 3 Sriyadi.

 

Sementara Humas LUIS Endro Sudarsono meminta Camat Serengan untuk menindaklanjuti aspirasi dari warganya terkait penolakan pemindahan GKJ Danukusuman itu.

 

“Agar aspirasi warga diteruskan ke walikota, wakil walikota, dan FKUB. Pertimbangan penolakan, tidak ada jemaat yang berada di RW 03 sebagaimana rencana pindahnya gereja, ada penolakan warga sejak tahun 2018,” katanya.

 

Lebih lanjut, Endro juga berharap pemerintah memperhatikan dan mempertimbangkan SKB 2 menteri.

 

Menanggapi hal tersebut, Camat Serengan Agung Wijayanto berjanji akan menjaga kondusifitas dan kerukunan warganya, ia juga akan menyampaikan aspirasi tentang penolakan GKJ tersebut kepada pihak terkait.

 

“Akan mengutumakan kerukunan warga dan melaporkan aspirasi warga ke walikota Surakarta, wawali dan FKUB,” ungkapnya.

Ponpes Salman Al Farisi Karantina Santri Tetap di Pesantren

KARANGPANDAN (Jurnalislam.com)- Menyikapi Surat keputusan BNPB RI terkait wabah virus covid-19 dan surat edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI No.3 tahun2020, Pondok Pesantren Salman Al Farisi Karanganyar memutuskan seluruh santri tetap tinggal dan berada di pesantren.

Hal itu sebagai bentuk karantina mandiri sebagai himbauan yang diberikan oleh pemerintah Republik Indonesia terkait wabah virus covid-19 yang telah menewaskan sekitar 55 orang di seluruh Indonesia.

Selain itu, PP Salman Al Farisi juga meniadakan seluruh kegiatan di luar komplek pesantren, termasuk kajian-kajian ustaz, baik yang bersifat rutin maupun undangan.

“Melarang ustaz dan staf untuk keluar komplek pesantren tanpa alasan yang benar benar darurat dan izin dari pihak pesantren,” kata Mudir PP Salman Al Farisi Ustaz Sanif Alisyahbana dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com rabu, (25/3/2020).

 

“Staf dan ustadz yang tinggal di luar komplek pesantren, dilarang untuk masuk ke

komplek pesantren, kecuali dengan izin khusus dari pihak pesantren,” imbuhnya.

Ustaz Sanif juga menjelaskan bahwa selama masa karantina, pihaknya juga tidak menerima tamu dari luar pesantren kecuali ada izin khusus dari pihak pesantren.

“Melakukan prosedur kebersihan yang ketat bagi siapapun yang diizinkan oleh pihakpesantren masuk ke komplek pesantren,” ujarnya.

Selama masa karantina itu, PP Salman Al Farisi mengambil alih tanggung jawab penyediaan bahan makanan dan logistik masing-masing keluarga ustadz di dalam pesantren.

“Sementara sholat jama’ah dan sholat jum’at tidak dibuka untuk masyarakat umum, tetap

dilaksanakan khusus keluarga besar pesantren,” paparnya.

Ia juga mengajak umat Islam untuk senantiasa meningkatkan ketaqwaan kepada Allah Subahanahu wa Ta’ala dalam menghadapi virus covid-19 yang telah menjadi pandemi dunia itu.

 

“Meningkatkan iman dan tawakkal, serta menambah taqarrub, dzikir dan doa kepada

Allah,” tandasnya.