Berita Terkini

Menakar Logika Pembebasan Koruptor Berdalih Corona

Oleh : Djumriah Lina Johan*

Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Menkumham Yasonna H. Laoly tidak menjadikan wabah virus corona (Covid-19) sebagai jalan untuk membebaskan narapidana kasus korupsi. Hal ini merespons usulan revisi PP Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

Yudi berpendapat langkah Yasonna merevisi aturan tersebut sebagai bentuk keringanan hukuman terhadap narapidana korupsi. Bahkan, menghilangkan efek jera terhadap para pelaku korupsi lainnya. Di samping itu, menurut dia, usulan tersebut tidak selaras dengan cita-cita bangsa agar dapat hidup bebas dari korupsi.

(CNNIndonesia.com, Sabtu, 4/4/2020)

Melihat getolnya usaha yang dilakukan Menkumham untuk merevisi PP tersebut bahkan ditengarai ini bukan usaha pertamanya. Menghantarkan kita pada sebuah pertanyaan, benarkah usulan tersebut karena adanya wabah corona? Atau hanya akal-akalan demi memuluskan upaya pembebasan napi korupsi?

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, perlu kiranya kita mendudukkan terlebih dahulu akar permasalahan polemik ini. Pertama, wabah virus corona. Corona sejatinya merupakan virus yang menyebar melalui perantara. Salah satunya ialah manusia. Sehingga jika benar upaya pembebasan napi korupsi demi menangkal corona, maka usaha tersebut jelas tidak tepat. Karena memutus mata rantai penyebaran corona seharusnya menggunakan metode lockdown, yakni menutup akses keluar masuk lapas. Dengan demikian, virus tak akan masuk dan tak akan menjangkiti para napi.

Kedua, pembebasan napi. Apabila benar upaya tersebut demi corona, kenapa tidak bebaskan saja semua napi semisal napi pencuri ayam, Abu Bakar Ba’asyir, dan yang lainnya? Kenapa hanya berkisar pada napi kasus narkotika, korupsi, serta WNA? Apalagi jika didetili akan mengerucut kepada orang-orang tertentu saja yang dibebaskan yang mana memiliki hubungan erat dengan penguasa saat ini. Sebab, logikanya tak mungkin napi narkotika kelas teri akan dibebaskan demi corona. Jelas, adanya upaya menggolkan kebijakan ini untuk kepentingan segelintir orang.

Ketiga, logika menyesatkan. Upaya membebaskan napi korupsi dengan dalih corona sejatinya merupakan logika yang menyesatkan. Sebab, ini jelas akal-akalan demi memuluskan revisi PP No. 99 tahun 2012 dan usaha lain melindungi para pelaku tindak pidana korupsi dikemudian hari. Maka, wajib bagi intelektual, pakar, pemerhati, pemikir, serta masyarakat pada umumnya untuk menolak kebijakan tersebut.

Keempat, adanya muslihat dibalik pembebasan napi ini sejatinya menunjukkan bagaimana hukum di mata penguasa. Hukum yang sekarang berlaku tajam ke bawah dan tumpul ke atas mempertontonkan kerusakan secara struktural. Di mana penguasa dapat mempermainkan hukum sesuai keinginan dan kepentingan mereka. Tentu hal tersebut tak terlepas dari adanya orang-orang tak terlihat di belakang penguasa.

Inilah wujud nyata penerapan sistem kapitalis sekuler. Sistem yang tak kenal definisi amanah, makna tanggung jawab, maupun takut kepada Allah SWT. Sistem yang mendoktrin bahwa kehidupan hanya sekali dan harus diupayakan untuk survive di manapun dan kapanpun dengan menghalalkan segala cara. Maka, sudah sepantasnya sebagai seorang muslim yang pemikir kita bergerak untuk berbenah dari kerusakan ini menuju perubahan Indonesia yang lebih baik.

Islam mampu membawa negeri ini mengarah kepada kejayaan hakiki yang tak sanggup ditawarkan sistem kapitalis sekuler. Yakni, dengan berpegang teguh kepada aturan yang berasal dari Al Qur’an dan Assunnah. Sebagaimana sabda Rasulullah saw dari Katsir bin Abdullah dari ayahnya dari kakeknya ra., ia berkata : Rasulullah saw pernah bersabda, “Aku telah meninggalkan pada kamu sekalian dua perkara yang kamu tidak akan sesat selama kamu berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya.” (HR. Ibnu Abdil Barr)

Oleh karena itu, sudah saatnya negeri yang diliputi nestapa kini untuk bersegera melepaskan diri dari jeratan gurita kapitalisme sekuler. Dan beralih mengambil Islam sebagai sistem yang mengatur urusan pemerintahan, hukum, politik, sosial, budaya, sanksi, pendidikan, kesehatan, dan yang lainnya. Karena hanya dengan penerapan Islam secara total yang akan menjamin keberkahan negeri ini. Wallahu a’lam bish shawab.

*(Praktisi Pendidikan dan Pemerhati Sosial Ekonomi Islam)

Curhat Pasien Corona Perokok: Lebih Menderita dan Lama Sembuh

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Infeksi virus corona bisa menyerang siapa saja tanpa melihat umur dan kelompok. Namun, untuk para perokok risikonya lebih tinggi dan proses penyembuhannya bisa lebih lama.

Mengutip situs Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), perokok lebih rentan untuk terkena COVID-19 karena mereka sering memegang bagian wajahnya sendiri.

Para perokok juga tentunya menghisap batang rokok berulang kali dan mendekatkan tangannya ke mulut. Hal ini tentu meningkatkan risiko perpindahan virus dari tangan ke mulut.

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa merokok bisa memicu penyakit kronis, mulai dari kanker hingga penyakit jantung. Terkait dengan komplikasi virus corona, telah ada bukti bahwa pasien positif COVID-19 dengan penyakit kronis berisiko tinggi untuk menderita komplikasi lebih lanjut.

Bukan cuma rentan, dari sisi penyembuhan ternyata juga memakan waktu lebih lama.
Hal ini diungkap oleh pasien positif corona 01 di Indonesia yang kini sudah sembuh. Wanita bernama Sita mengaku adalah perokok dan sangat lama penyembuhannya dibanding orang tua dan kakaknya yang tidak merokok.

“Saya perokok saat itu dan sudah enggak berani nyentuh rokok. Sebab kemarin batuk saya selama itu ternyata memang karena saya ngerokok jadi itu sembuhnya makin lama,” ujar Sita.

Kendati bukan perokok berat, Sita mengungkapkan bahwa setelah kembali dari Rumah Sakit yakni 17 Maret lalu, batuknya pun tak kunjung sembuh. Hal tersebut berlangsung  hingga seminggu lebih.

Sadar akan hal ini, dia pun tidak berani untuk merokok kembali bahkan berdekatan dengan orang yang sedang merokok.

“Saya dari rumah sakit itu masih batuk. Jadi batuk saya baru sembuh seminggu lalu padahal itu terjadi sejak 17 Maret. Jadi saya juga enggak berani mendekat dengan orang ngerokok,” papar dia.

Iran Catat 60 Ribu Kasus Corona

TEHERAN(Jurnalislam.com) — Jumlah kasus infeksi virus corona jenis baru (Covid-19) di Iran dilaporkan mencapai 58.226 pada Ahad (5/4). Meski demikian, angka ini dinilai bergerak melambat.

Sejauh ini sebanyak 22.011 pasien Covid-19 di Iran dinyatakan telah pulih dari penyakit. Sementara, 4.057 orang dilaporkan tetap berada dalam kondisi kritis.

Presiden Iran Hassan Rouhani telah memerintahkan perpanjangan larangan seluruh kegiatan maupun acara olahraga hingga April mendatang dalam upaya untuk mengendalikan penyebaran virus. Selain itu, pembatasan lainnya juga diberlakukan untk terus menekan jumlah kasus Covid-19.

Rouhani membantah adanya perbedaan penanganan pandemi antara dua kementerian di Iran. Sejumlah laporan sebelumnya menyebutkan bahwa Kementerian Industri mendesak dimulainya kembali kegiatan-kegiatan ekonomi di negara itu, meski Kementerian Kesehatan menegaskan rencana menerapkan social distancing (pembatasan sosial) pada 27 Maret lalu.

Sementara itu, Ali Shamkhani, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran mengecam langkah Amerika Serikat (AS) baru-baru ini untuk memblokir pinjaman Dana Moneter Internasional (IMF) ke negara Timur Tengah itu, yang ditujukan untuk melawan wabah Covid-19. Ia mengatakan bahwa langkah AS adalah contoh nyata kejahatan terhadap kemanusiaan.

Sebelumnya, kepala di bidang hak asasi PBB,  Michelle Bachelet menyerukan sanksi yang dijatuhkan kepada sejumlah negara, salah satunya Iran perlu dievalusi kembali dengan segera, menyusul pandemi virus corona jenis baru yang tengah terjadi. Ia mengatakan bahwa langkah ini diperlukan untuk menghindari masalah lebih luas.

“Pada saat yang genting ini, baik untuk alasan kesehatan masyarakat global, dan untuk mendukung hak dan kehidupan jutaan orang di negara-negara ini, sanksi sektoral harus dikurangi atau ditangguhkan,” ujar Bachelet dalam sebuah pernyataan pada Maret lalu.

Jumlah kasus Covid-19 secara global per Senin (6/4) pagi berdasarkan data Worldometers adalah sebanyak 1.276.732 dan kematian 69.529 orang. Sementara, total pasien yang dinyatakan pulih dari infeksi virus tersebut saat ini telah mencapai 265.956.

AS menempati urutan pertama kasus Covid-19 terbanyak, yaitu 336.851. Disusul oleh Spanyol dengan 131.646 kasus, Italia 128.948 kasus, dan Jerman 100.123 kasus.

sumber: republika.co.id

Update Corona 6 April: 2491 Positif, 209 Meninggal Dunia

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 selama 24 jam terakhir mencapai rekornya sejak pengumuman kasus pertama pada awal Maret lalu.

Pemerintah merilis, ada penambahan 218 kasus baru sejak Ahad (5/4) hingga Senin (6/4). Total, sudah ada 2.491 kasus positif Covid-19 di Indonesia.

Selain itu, ada penambahan pasien sembuh sebanyak 28 orang dalam satu hari terakhir, sehingga total sudah ada 192 pasien sembuh dari Covid-19. Kasus kematian juga bertambah sebanyak 11 orang, dengan angka akumulatif sebanyak 209 pasien yang meninggal dunia. Rasio kematian akibat Covid-19 di Indonesia sebesar 8,39 persen dari jumlah kasus positif yang ada.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menjelaskan, sampai saat ini pemerintah telah memeriksa sebanyak 11.482 spesimen pasien. Seluruhnya kemudian dilakukan pemeriksaan dengan metode PCR, yakni pengecekan antigen pasien, dan menghasilkan 2.491 pasien positif Covid-19.

Pemerintah, ujar Yuri, juga terus mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan penjagaan jarak fisik dan sosial. Masyarakat tetap diminta tinggal dan produktif di rumah masing-masing, serta rajin mencuci tangan dengan sabun dan menghindari menyentuh wajah.

“Di rumah ada cara yang terbaik. Di rumah adalah tempat paling aman. Tidak usah bepergian. Ke manapun. tetap tinggal di rumah. Mari kita tempuh perayaan Paskah dan insya Allah Ramadhan dengan menjaga diri kita agar tetap sehat,” jelas Yurianto, Senin (6/4).

Larangan bepergian ini bukan tanpa alasan. Yuri menyampaikan, penambahan angka pasien positif yang terus terjadi menunjukkan masih ada penularan di tengah masyarakat. Bisa jadi ada orang tanpa gejala (OTG) yang membawa virus tanpa disadari. Kendati terlihat sehat, namun orang yang sudah terinfeksi virus corona ini tetap bisa menularkannya ke orang lain.

sumber: republika.co.id

Riza Patria Gerindra Terpilih Jadi Wagub DKI

JAKARTA(Jurnalislam.com)–DPRD DKI akhirnya menyelesaikan rangkaian pemilihan wagub DKI pendamping Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Senin (6/4).

Dari voting yang dilakukan DPRD DKI, cawagub asal Gerindra Riza Patria pun terpilih sebagai Wagub DKI sisa masa jabatan tahun 2017-2022. Riza Patria menang dengan peroleh 81 suara.

Adapun anggota dewan yang memiliki hak pilih yakni 106 anggota. Namun, hanya 100 anggota yang hadir.
Sementara Nurmansjah Lubis dari PKS yang merupakan rival Riza hanya mendapatkan perolehan 17 suara. Sedangkan suara tidak sah sebanyak 2 suara.
Paripurna pemilihan wagub DKI Jakarta dilakukan dengan voting tertutup. Setiap anggota dewan menggunakan hak suara di bilik suara.

Dari voting yang dilakukan DPRD DKI, cawagub asal Gerindra Riza Patria pun terpilih sebagai Wagub DKI sisa masa jabatan tahun 2017-2022. Riza Patria menang dengan peroleh 81 suara.

Adapun anggota dewan yang memiliki hak pilih yakni 106 anggota. Namun, hanya 100 anggota yang hadir.
Sementara Nurmansjah Lubis dari PKS yang merupakan rival Riza hanya mendapatkan perolehan 17 suara. Sedangkan suara tidak sah sebanyak 2 suara.
Paripurna pemilihan wagub DKI Jakarta dilakukan dengan voting tertutup. Setiap anggota dewan menggunakan hak suara di bilik suara.
Rapat Paripurna DPRD Provinsi DKI Jakarta
Suasana Rapat Paripurna DPRD Provinsi DKI Jakarta, Kamis (3/10/2019) . Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Setelah penghitungan, penandatanganan berita acara dilakukan. Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi kemudian membacakan hasil voting.

“Saudara Riza Patria nomor urut 1 memperoleh suara 81 suara. Saudsra Nurmansyah Lubis nomor urut 2 memperoleh suara 17 suara. Kemudian suara tidak sah 2,” kata Prasetio di gedung DPRD DKI, Senin (6/4).

“Berdasarkan hasil penghitungan suara oemikihan Wakil Gubernur sisa masa jabatan 2017 2022, ditetapkan saudara Ahmad Riza Patria menjadi Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih di sisa masa jabatan 2017-2022,” tambah dia.

Prasetio kemudian meminta persetujuan anggota DPRD DKI yang hadir untuk menjadikan hasil voting ini sebagai keputusan DPRD DKI.
“Apakah saudara setuju,” ujar Prasetio.
“Setuju,” sahut para anggota DPRD DKI.

sumber: kumparan.com

Peneliti: Lockdown Terbukti Kurangi Jumlah Korban

INTERNASIONAL (Jurnalislam.com) – Jumlah kasus virus corona (COVID-19) secara global telah mencapai 1.273.810 kasus per Senin (6/4/2020) pukul 11:15 WIB. Dari total itu 69.459 orang telah meninggal dan 264.761 orang sembuh, menurut Worldometers.

Sebagian besar kasus itu terdapat di Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara Eropa, seperti Italia, Spanyol, Jerman dan Prancis.

Untuk mencegah peningkatan jumlah kasus akibat virus asal Wuhan, China itu, banyak negara telah menerapkan penguncian (lockdown). Upaya ini banyak diterapkan karena sebelumnya telah terbukti cukup membantu menekan penyebaran wabah di China.

Beberapa negara yang sudah melakukan lockdown di antaranya yaitu negara-negara Eropa seperti Perancis, Spanyol, Italia dan Inggris. Bahkan menurut para peneliti, akibat langkah penguncian ketat itu, setidaknya ada 120.000 nyawa di seluruh Eropa telah diselamatkan meskipun sejauh ini lebih dari 25.000 orang telah meninggal di Eropa akibat COVID-19.

Perhitungan itu dihasilkan oleh para ahli di Imperial College London setelah menjalankan simulasi kemungkinan interaksi sosial dari kehidupan normal, tanpa kehadiran virus corona, di 11 negara Eropa. Kesebelas negara itu yaitu Austria, Belgia, Denmark, Prancis, Jerman, Italia, Norwegia, Spanyol, Swedia, Swiss, dan Inggris.

Menurut the Express, simulasi penelitian itu mempertimbangkan jumlah orang yang terinfeksi dari satu orang (rata-rata 2,5 orang) dan juga tingkat kematian (sekitar 1,4%). Hasilnya, simulasi tersebut menemukan bahwa hingga 120.000 nyawa bisa diselamatkan dari terinfeksi COVID-19.

Hasil simulasi juga menunjukkan bahwa tanpa langkah-langkah ketat yang telah ditetapkan, jutaan orang Eropa dapat terinfeksi.

“Hasil kami menunjukkan bahwa berbagai intervensi seperti jarak sosial (social distancing) atau lockdown telah menyelamatkan banyak nyawa dan akan terus menyelamatkan hidup.” Kata Profesor Axel Gandy, Ketua Statistik di Departemen Matematika.

“Dampak pandemi itu ekstrem – tetapi akan jauh lebih buruk tanpa intervensi. Memberlakukan intervensi tetap penting untuk mengendalikan wabah.”

Hal serupa juga disampaikan oleh Dr Samir Bhatt, penulis laporan dan Dosen Senior dari Sekolah Kesehatan Masyarakat. Bhatt mengatakan langkah-langkah ketat negara-negara Eropa telah mencegah sistem kesehatan menerima jumlah pasien yang membuldak dan mulai berhasil meratakan kurva kasus infeksi baru.

“Kami percaya sejumlah besar nyawa telah diselamatkan. Namun, terlalu dini untuk mengatakan jika kami telah berhasil mengendalikan epidemi secara penuh dan keputusan yang lebih sulit akan perlu diambil dalam beberapa minggu mendatang.”

Sayangnya, langkah lockdown tidak mudah untuk dilakukan. Ada beberapa negara yang melakukan lockdown justru malah memicu lahirnya kekacauan baru bagi pemerintahannya. Misalnya saja India.

Pasca mengumumkan lockdown nasional pada 24 Maret, Pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi malah didemo. Itu terjadi karena pemerintah melakukan lockdown tanpa persiapan dan rencana yang matang. Di mana hasilnya malah membuat banyak pekerja migran kelaparan dan memaksa mereka kembali ke desa dengan berjalan kaki selama berhari-hari.
sumber: cnbcindonesia

Mobilitas Warga Jabar Mulai Diperketat

BANDUNG (Jurnalislam.com)--Beberapa desa  di Jawa Barat (Jabat) memperketat pengawasan mobilitas warga yang masuk daerahnya. Menurut Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, pengawasan tersebut diperketat dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Tanggap COVID-19, aparatur desa mendata pemudik yang berasal dari zona merah dan memintanya untuk isolasi diri selama 14 hari. Beragam upaya tersebut dilakukan Pemda Provinsi Jabar agar penyebaran COVID-19 tidak meluas.

“Masalah COVID-19 ini adalah masalah bersama. Bukan hanya tugas pemerintah, tapi tugas kita semua, membantu, mempercepat penyelesaian masalah COVID-19 ini,” ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil, Ahad (5/4).

Emil mengatakan, maklumat Pemprov Jabar soal tidak mudik dan tidak piknik sesuai dengan arahan pemerintah pusat. Tujuan dari maklumat tersebut supaya penyebaran COVID-19 tidak meluas.

Menurut Emil, perbedaan penanggulangan COVID-19 Jabar dan pemerintah pusat hanya soal teknis, karena mempertimbangkan situasi di lapangan. Pada dasarnya, penanggulangan COVID-19 di Jabar sejalan dengan pemerintah pusat.

Sumber: republika.co.id

Komunitas Muslim Serang Salurkan Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19

SERANG (Jurnalislam.com)–Komunitas Muslim yang berada di kota Serang berbagi sembako untuk warga kota Serang.

Pembagian sembako ini ditujukan terutama untuk warga yang terkena efek Covid-19 di kota Serang.Kegiatan pembagian sembako dilaksanakan pada hari Ahad (5/4/2020) di Serang.

Komunitas Muslim yang berpartisipasi dalam kegiatan ini adalah  Ta’lim Cloud,The Hope dan Forum Me-Dan Banten.

“Kegiatan ini kami lakukan karena melihat efek dari penyebaran virus Covid-19 yang berdampak terhadap aktivitas warga yang terbatas dan penghasilan tidak maksimal,” kata Robi Maulana Ketua Pelaksana kegiatan mengungkapkan kepada Jurnalislam.com, Ahad kemarin.

Kegiatan pembagian sembako ini ditujukan kepada  Ojek Pangkalan,Juru parkir, Pedagang kaki Lima dan masyarakat yang membutuhkan di sekitar kota Serang.

Adapun titik  pembagiannya  mulai  dari Jl.Kolonel Tb.Suwandi,Jl.Ahmad Yani hingga pinggiran rumah rumah warga di sekitar Kemang kota Serang.

Bapak Ahmad yang berprofesi sebagai ojek pangkalan dan menerima paket sembako sangat terbantu dengan kegiatan ini.

“Alhamdulillah dengan adanya kegiatan ini sangat terbantu sekali terutama saya.Sejak adanya penyebaran virus Corona penghasilan turun hampir 90% dan saya harus kerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan dapur,” lirihnya.

Selain ojek pangkalan dan profesi lainnya,guru ngaji pun menjadi target pembagian sembako ini, ustaz.Saefudin selaku guru ngaji di Kota Serang mengapresiasi kegiatan ini.

“Kegiatan ini sangat bagus dan membantu warga yang membutuhkan. Teruslah berbuat kebaikan dan semoga diistiqamahkan,”pungkasnya.

reporter: Muhammad Dian

 

Cegah Penyebaran Covid-19, PPTQ Darul Fikri Gelar Penerimaan Siswa Online

SIDOARJO (Jurnalislam.com)—Di tengah wabah virus corona,  semangat belajar masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa Timur untuk mendaftarkan putra putri mereka di Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Darul Fikri (PPTQ Darul Fikri ) Sidoarjo terus bergulir.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya calon santri yang ingin mendaftar di PPTQ Darul Fikri. Ada setidaknya 42 anak yang mengajukan diri menjadi santri. 42 anak tersebut mendaftar baik secara regular maupun indent dalam proses seleksi Penerimaan Santri Baru (PSB) PPTQ Darul Fikri Sidoarjo.

Proses seleksi PSB kali ini dilakukan dengan cara unik. Untuk pencegahan penyebaran virus corona panitia seleksi PSB mengadakan proses seleksi secara online. PSB online dilakukan dalam dalam dua hari berturut-turut yaitu pada 4-5 April 2020.

Sugiarto selaku ketua panitia PSB PPTQ Darul Fikri menyatakan proses seleksi dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah wawancara. Pada 4 April 2020 panitia mewawancarai kemampuan bahasa, kemampuan tillawah, minat bakat calon santri, dan dukungan orang tua pada calon santri. Tahap kedua adalah tahap test potensi akademik. Test ini dilakukan pada 5 April 2020 dengan menggunakan aplikasi google room. Hasil dari proses seleksi PSB akan diumumkan panitia secara online 3 hingga 5 hari setelah proses seleksi.

Jonet Soepriono, salah satu orang tua calon santri asal Kediri merasa senang dengan adanya program PSB online ini. Merurutnya PSB online bisa menjadi solusi dari himbauan physical distancing yang dilakukan pemerintah. “Saya dan anak saya sangat terbantu dengan adanya PSB online ini. saya rasa program ini sangat tepat untuk menanggurangi penyebaran virus corona yang terjadi. Semoga wabah corona segera berlalu dan anak-anak bisa melanjutkan pendidikan secara normal lagi,” pungkas Jonet.

Zakat Fitrah Diprioritaskan untuk Mustahik Terdampak Covid-19

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Pemerintah melalui Menteri Agama, Fachrul Razi mendorong pengoptimalan peran zakat, infak, sedekah serta wakaf dalam membantu sesama yang membutuhkan di tengah wabah Covid-19.

Hal itu diketahui dari keterangan Menag Fachrul Razi tengah menyiapkan draft pengumpulan dana umat untuk membantu penanganan Covid-19.

Fachrul berpendapat ini juga untuk membantu jaminan perlindungan hidup bagi warga masyarakat ekonomi lemah yang terdampak kondisi darurat.

 

Ia juga meminta Baznas dan LAZ memprioritaskan pendistribusian secara langsung dana zakat, infak dan sedekah yang dikelolanya untuk meringankan beban hidup, menjamin kebutuhan pokok dan menjaga daya beli warga masyarakat lapisan bawah.

Termasuk dalam kategori ini adalah rumah tangga miskin, pekerja harian di sektor informal, dan kaum ekonomi lemah serta mustahik lainnya.

 

“Pendistribusian zakat harus dilakukan sesuai ketentuan agama dan prosedur pelayanan yang cepat, mudah, dan aman. Kegiatan pengumpulan dan pendistribusian zakat yang karena sifat atau keadaannya harus dilakukan secara tatap muka, maka wajib memperhatikan protokol kesehatan, seperti pembatasan jarak fisik dan menghindari pengumpulan massa atau keramaian,” tuturnya.

 

Adapun untuk zakat fitrah, kata Fachrul, masyarakat bisa menunaikannya sejak awal Ramadhan hingga menjelang lebaran. “Pendistribusian zakat fitrah diprioritaskan untuk kecukupan pangan dan kegembiraan fakir miskin menyambut hari raya,” ucapnya