Berita Terkini

Proyek Infrastruktur Diminta Ditunda untuk Amankan Jaring Sosial

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pengamat Zakat Yusuf Wibisono menilai, kalangan tenaga pendidik yang terdampak situasi wabah Covid-19 memang dimungkinkan untuk menjadi penerima bantuan dari lembaga zakat.

Khususnya bagi lembaga-lembaga zakat yang selama ini mengutamakan program pendidikan.

Ia meminta Lembaga Zakat membantu para tenaga pendidik yang kini berpotensi menjadi mustahik baru.

“Yang tidak terlalu penting bisa ditunda. Misalnya lembaga yang punya program membangun sekolah, itu tidak usah. Gunakan untuk jaring pengaman tenaga-tenaga pendidik yang jatuh miskin. Harus ada keberanian dari lembaga zakatnya. RKAT-nya (Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan) dibongkar semua. Jangan mengikuti program yang awal tahun,” papar Yusuf.

Direktur Indonesia Development and Islamic Studies (IDEAS) itu menambahkan, tenaga pendidik sebenarnya kelas menengah yang sekarang jatuh miskin.

Mereka menjadi mustahik baru yang di masa normal mereka bukan mustahik. Yusuf mengakui, ini menjadi persoalan besar karena jumlah mustahik meningkat tiba-tiba akibat pandemi wabah Covid-19.

“Lembaga-lembaga zakat dan sosial, bahkan mungkin termasuk pemerintah, banyak yang belum memperhitungkan besarnya kelompok menengah yang jatuh miskin sekarang ini. Sehingga tenaga pendidik seperti ini belum terperhatikan karena crowded-nya kondisi sekarang,” ujarnya.

sumber: republika.co.id

Banyak Kasus Positif Covid Tanpa Gejala

NEW YORK (Jurnalislam.com) — Semakin banyak penelitian yang mengungkap banyaknya orang yang terjangkit Covid-19 tapi tidak mengalami gejala apa pun. Hal ini meningkatkan harapan karena artinya virus tersebut tidak terlalu mematikan seperti yang dikhawatirkan sebelumnya.

Walaupun laporan-laporan tersebut dapat menjadi berita baik, tapi juga artinya semakin sulit untuk mengetahui siapa saja yang terinfeksi virus yang sangat menular itu. Maka semakin sulit pula untuk memutuskan kapan dan bagaimana masyarakat kembali bekerja, sekolah, dan hidup normal seperti sebelum pandemi.

Pada pekan lalu Amerika Serikat (AS) banyak melaporkan kasus tanpa gejala. Mulai dari tempat penampungan tuna wisma di Boston, para kru di kapal induk angkatan laut, dan perempuan hamil di rumah sakit New York. Beberapa negara Eropa juga melaporkan sejumlah kasus tanpa gejala.

Kepala Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) mengatakan sekitar 25 persen orang yang terinfeksi tidak memiliki gejala. Wakil kepala Staf Gabungan AS Jenderal John Hyten mengatakan untuk personel militer angkanya lebih tinggi lagi, ia memperkirakan 60 sampai 70 persen.

Michael Mina dari Harvard School of Public Health mengatakan tidak satu pun dari angka tersebut yang dapat dipercaya. Karena berdasarkan pemeriksaan yang tidak memadai dan catat. “(Namun) secara keseluruhan mereka menunjukkan jumlah infeksi yang kami prediksi benar-benar meleset,” kata Mina, Selasa (20/4).

Virus corona sudah menginfeksi lebih dari 2,3 juta orang dan menewaskan lebih dari 160 ribu pasien di seluruh dunia. Virus ini memicu krisis ekonomi dan sosial yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Berdasarkan kasus yang sudah diketahui, bagi sebagian besar orang Covid-19 hanya menyebabkan gejala ringan hingga sedang. Sekarang semakin banyak bukti besarnya jumlah orang yang terinfeksi tanpa mengalami gejala sama sekali.

Para ilmuwan di Islandia memeriksa enam persen populasi negara itu agar dapat melihat berapa banyak jumlah infeksi yang tak terdeteksi. Mereka menemukan sebanyak 0,7 persen kasus positif. Begitu pula dengan 13 persen kelompok dengan risiko tinggi karena baru pulang dari luar negeri atau berdekatan dengan orang yang sedang sakit.

Satu kru kapal induk Theodore Roosevelt meninggal dunia karena Covid-19. “Angka kasarnya sekitar 40 persen simptomatik,” kata Deputi Komando Operasi Angkatan Laut, Wakil Admiral Phillip Sawyer.

Ia mengatakan rasionya mungkin berubah apabila kemudian ada perkembangan gejala. Sementara itu rumah sakit di New York memeriksa semua ibu hamil yang akan segera melahirkan dalam dua pekan ke depan.

Hampir sekitar 14 persen di antaranya terinfeksi Covid-19 tanpa gejala. Dari 33 kasus positif, sebanyak 29 kasus tidak mengalami gejala saat diperiksa walaupun kemudian terjadi beberapa perkembangan.

Sebelumnya semua penumpang dan awak kapal pesiar Diamond Princess diperiksa Covid-19. Hampir setengah orang yang dinyatakan positif tidak mengalami gejala saat diperiksa. Para peneliti memprediksi sekitar 18 persen di antaranya sama sekali tidak mengalami gejala hingga sembuh.

Pemeriksaan Covid-19 yang dilakukan dengan mencari virus di tenggorokan dan hidung melalui swab mungkin dapat melewatkan kasus positif. Seseorang yang dinyatakan negatif dalam pemeriksaan dapat positif keesokan harinya.

Ada juga kemungkinan gejala juga tidak muncul saat pemeriksaan tapi kemudian dirasakan. Dalam penelitian di Jepang, setengah dari orang yang terinfeksi tapi tak mengalami gejala saat diperiksa tak lama kemudian merasa sakit.

Sumber: republika.co,id

Pengamat Nilai Tenaga Pendidik Berpotensi Jadi Mustahik Baru

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pengamat Zakat Yusuf Wibisono menilai, kalangan tenaga pendidik yang terdampak situasi wabah Covid-19 memang dimungkinkan untuk menjadi penerima bantuan dari lembaga zakat.

Khususnya bagi lembaga-lembaga zakat yang selama ini mengutamakan program pendidikan.

“Jadi dimungkinkan bagi beberapa lembaga zakat yang porsi anggaran program pendidikannya besar. Porsi anggaran ini bisa diperbesar untuk membantu tenaga pendidik yang sekarang jatuh miskin,” tutur Peneliti Senior Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia itu, Senin (20/4).

Yusuf melihat, rata-rata lembaga zakat membagi alokasi dana berdasarkan program.

Ada yang mengutamakan program ekonomi, program kesehatan, dan pendidikan.

Lembaga yang mengutamakan program pendidikan biasanya membagi porsi yang cukup besar untuk program tersebut yakni mencapai 50 persen.

“Lembaga zakat yang selama ini fokus di pendidikan seperti Rumah Zakat, yang perhatiannya untuk pendidikan cukup besar. Lalu Rumah Yatim yang arah ke pendidikannya juga besar, atau yang basisnya pesantren seperti Baitul Maal Hidayatullah, atau juga LazisMu, yang juga sangat kuat menaruh perhatian di program pendidikan,” ujarnya.

sumber: republika.co.id

Al Irsyad Al Islamiyyah Bantu Guru Ngaji dan Marbot Masjid

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Dewan Pimpinan Pusat Al-Irsyad Al-Islamiyyah memastikan telah membantu memenuhi kebutuhan dhuafa dan para pemakmur masjid di lingkungan masjid Al-Irsyad.

Selain mereka Al-Irsyad telah memenuhi hak-hak para guru di semua jenjang sekolah Al-Irsyad.

“Demikian juga dengan guru-guru qiroati yang menjadi mata kurikulum di semua jenjang sekolah-sekolah Al-Irsyad Al-Islamiyyah tetap mendapatkan haknya,” kata Ketua Dewan Syuro Al-Irsyad Al-Islamiyyah, KH Abdullah Al-Jaidi, saat dihubungi, Senin (20/4).

Karena kata KH Abdullah, guru-guru qiroati itu sebagai pengajar, mereka berada secara struktural sebagi tenaga kependidikan di setiap jenjang pendidikan sekolah di bawah naungan organisasi masyarakat (Ormas) Islam Al-Irsyad. Untuk itu itu Al-Irsyad sangat memperhatikan hak-hak para guru meski tidak mengajar di kelas selama pandemi.

“Mereka tetap diberbadayakan memimpin kegiatan pendidikan kepada para peserta didik secara online dan menggunakan media WhatsApp melalui jaringan wali kelas bersama orang tua murid masing-masing kelas atau kelompok,” katanya.

Kiai Abdullah memastikan, semua proses belajar mengajar termasuk pemberian tugas dan kegiatan pendukung tetap berjalan secara terpadu menggunakan media sosial, aspek monitoring kualitas pembalajaran tetap berlangsung dengan cara yang sama.

Dia mengimbau umat Muslim khususnya guru-guru di sekolah Al-Irsyad untuk sabar dan tawakal, berserah diri serta berdoa kepada Allah agar wabah ini segera berakhir menjadi jalan keluar yang terbaik.

Namun, tawakal hendaknya diiringi dengan ikhtiar, selain mengikuti arahan dan petunjuk dari pemerintah, juga terus bersinergi bersama elemen masyarakat di wilayah masing-masing.

Sumber: republika.co.id

Gandeng ACT, Vivo Bagikan 150 Ribu Masker

JAKARTA(Jurnalislam.com)- vivo Indonesia terdorong untuk membantu penanggulangan pandemi Novel Coronavirus dengan memberikan bantuan sejumlah 150.000 masker melalui organisasi nirlaba Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Donasi ini telah didistribusikan kepada masyarakat di beberapa lokasi yang menjadi titik implementasi program pencegahan Novel Coronavirus oleh ACT.

Tyas Rarasmurti, Senior PR Manager vivo Indonesia menyatakan memahami bahwa saat ini Kita semua sedang dalam kondisi yang sulit.

“Sebagai bagian dari komunitas dan juga masyarakat kami berusaha melakukan sebuah kontribusi untuk Indonesia yang kami harapkan dapat membantu meringankan, menambah kekuatan dan menyebarkan semangat bagi kita semua untuk menghadapi masa ini.” Mewakili PT vivo Mobile Indonesia, Tyas menyerahkan langsung bantuan masker siap pakai ini di kantor ACT untuk kemudian didistribusikan kepada mereka yang membutuhkan.

Setelah penyerahan donasi dilakukan, Tim ACT bergerak ke titik-titik lokasi untuk menyasar masyarakat prasejahtera dan warga lanjut usia yang saat ini amat membutuhkan masker untuk melindungi diri mereka dari penyebaran novel coronavirus serta para pekerja informal yang masih harus bekerja di luar rumah untuk memenuhi kebutuhan harian di masa pandemik ini. Sampai dengan hari ini ACT telah mendistribusikan sejumlah 150.000 melalui tim implementasi di area DKI Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Karawang, dan Sukabumi.

Satgas Covid-19 MUI Salurkan Ratusan Paket Sembako

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerahkan bantuan kemanusian berupa paket sembako untuk warga terdampak pandemi Covid-19.

Bantuan tersebut berupa 120 paket sembako untuk warga RT 10 dan RT 11 Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

Penyerahan yang berlangsung di Kantor MUI Pusat, Jakarta, Senin (20/4), dilakukan langsung oleh Wakil Ketua Satgas Covid-19 MUI Divisi Penyaluran Bantuhan, KH Najamuddin Ramly didampingi anggota Divisi Penyaluran Satgas Covid-19 MUI, Ustaz Said Al Idrus kepada perwakilan warga kedua RT tersebut.

Ustaz Najamuddin menjelaskan, ini merupakan penyerahan bantuan kemanusiaan perdana Satgas kepada warga terdampak yang tinggal di sekitar Kantor MUI Pusat.

Dia mengatakan, bantuan berupa paket sembako merupakan salah satu program Satgas Covid-19 MUI, di samping program lain berupa edukasi spiritual secara daring.

Dia berharap bantuan sederhana ini bisa meringankan beban hidup di tengah pandemi wabah Covid-19. Apalagi sebentar lagi puasa Ramadhan tinggal beberapa hari lagi.

“Semoga rakyat dan umat Islam bisa menjenakan amaliyah Ramadhan dengan tenang dan bahagia,” ujar Ustaz Najamuddin yang juga Wakil Sekretaris Jenderal MUI ini.

Ustaz Said Al Idrus menambahkan, bantuan seurpa juga diberikan untuk warga di daerah Lebak Bulus Jakarta Selatan sebanyak 100 paket sembako.

Dia mengatakan, untuk menunjang kelancaran distribusi bantuan ke warga terdampak, pihaknya melibatkan relawan dari DPP BKPRMI. Tim gabungan akan memastikan bantuan diterima langsung oleh mereka yang berhak.

Menurut dia, keterlibatan tim BKPRMI dalam misi sosial penyaluran bantuan Satgas Covid-19 MUI murni panggilan hati untuk berkhidmat kepada para ulama.

“Kita ingin bersama ulama membantu umat yang memang membutuhkan sentuhan MUI, kami siap dan insya Allah apa yang dikerjakan berkah,” ujar dia.

Ribuan masker
Secara terpisah, pada akhir pekan lalu, Satgas Covid-19 MUI menerima bantuan berupa 6.000 masker, 10 ribu bungkus biskuit, dan 5.000 minuman ringan.

Anggota Divisi Penggalangan Dana Satgas Covid-19 MUI, N Fitri Ani Gayo, menjelaskan bantuan tersebut berasal dari PT Mayora Indah Tbk. Bantuan masker akan diserahkan untuk tenaga medis, sementara bantuan makanan akan diberikan kepada warga terdampak.

Dia mengatakan, penggalangan dana Satgas fokus pada dua program yaitu bersinergi dengan lembaga-lembaga filantropi dan kedua berkerjasama dengan sejumlah korporasi.

Satgas Covid-19 MUI, kata dia, juga melakukan penggalangan dana dari para donator melalui “Berseri” (Bersedekah Seratus Ribu). “Kami mengajak masyarakat berpartipasi membantu dhuafa terdampak wabah,” ujar dia. (MUI)

Haedar Nasir Ajak Semua Pihak Mendekatkan Diri kepada Allah

JAKARTA (Jurnalislam.com)- Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Haedar Nasir mengajak umat Islam di Indonesia untuk senantiasa mendekatkan diri pada Allah dan berdoa agar wabah covid-19 segera berakhir.

“Saudara sebangsa khususnya kaum muslimin, seluruh tanah air, atas nama Muhammadiyah, kami mengajak marilah di saat kita dan umat manusia sedunia tengah menghadapi musibah pandemi covid-19 kita senantiasa taqarrub ilallah, mendekatkan diri, berdoa bermunajat kepada-NYA,” katanya dalam video Dzikir dan Doa Nasional Tangkal Covid-19 ahad, (19/4/202).

“Agar Allah mengeluarkan kita dari beban berat yang dialami ini, di tangan kuasa-NYA tidak ada sesuatu yang mustahil, Inna lillahi Wa inna ilaihi rojiun semuanya dari Allah dan kembali kepada-NYa,” imbuhnya.

Prof Haedar juga mengegaskan bahwa bermunajat harus senantiasa disertai dengan ikhtiar.

“Marilah kita sebagai kaum beriman dan keluarga bangsa, terus memaksimalkan segala usaha dengan semangat kebersamaan dan ta’awun untuk mencari jalan keluar sesuai dengan sunnatullah dan langkah langkah dimana manusia harus berikthiar,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus yakin dan percaya dengan ikhtiar yang dilakukan akan bisa membuat keluar dari kesulitan dalam menghadapi wabah covid-19.

“Inna ma’al ‘usri yusra, dari kesulitan kita menuju pada kemudahan dengan ikhtiar dan atas ijin-NYA,” ungkapnya.

Tak lupa, Haedar juga menghimbau masyarakat untuk menyebarluaskan dan gelorakan ihsan kepada kemanusiaan, untuk selalu berbuat yang terbaik untuk membantu sesama, peduli dan berbagi.

“Serta berempati kepada saudara-saudara kita yang terkena musibah dengan jalan membantu mereka semampu kita lakukan. Manusia terbaik adalah yang memberikan manfaat pada orang banyak,” pungkasnya.

Pedagang Pasar Wonosobo Wajib Bermasker, Perlu Ditiru!

WONOSOBO(Jurnalislam.com) — Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, mewajibkan pedagang dan pengunjung pasar tradisional mengenakan masker untuk mencegah penularan virus corona, kata Sekda Pemerintah Kabupaten Wonosobo One Andang Wardoyo.

“Sejumlah langkah disiapkan Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam menghadapi ekskalasi jumlah pasien positif Covid-19, yang hingga Sabtu ini telah mencapai 18 orang,” katanya di Wonosobo, Sabtu (18/4).

Andang mengatakan selain terus mengajak warga masyarakat untuk disiplin dan mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi. Pemkab juga mulai menyusun rencana-rencana strategis yang diharapkan mampu menekan laju penyebaran virus corona.

Ia menyebutkan salah satu rencana tersebut adalah akan membatasi jam buka pasar tradisional. Serta mewajibkan para pedagang dan pengunjung pasar untuk mengenakan masker pelindung wajah.

“Kewajiban mengenakan masker di luar rumah sudah terbit Surat Edaran Bupati dan kami berharap agar masyarakat mematuhinya,” katanya.

Pasar tradisional menurut Andang memang menjadi salah satu pusat keramaian masyarakat yang dikhawatirkan akan berpotensi memudahkan penularan virus mematikan tersebut. “Karena itu, mungkin dalam waktu dekat akan ada kajian untuk membatasi jam operasional pasar sehingga akan mengurangi terjadinya keramaian dan kerumunan manusia,” katanya.

Ia menyampaikan untuk sementara pihaknya meminta agar pedagang maupun pengunjung yang beraktivitas di pasar selalu mengenakan masker. Sehingga potensi penularan bisa ditekan.

“Upayakan juga pedagang agar menyediakan sarana cuci tangan, serta melengkapi pelindung diri dengan kaos tangan, bisa dengan yang berbahan plastik demi mengurangi risiko kontak dengan pengunjung,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat agar mengurangi keinginan ke pasar atau toko-toko modern demi menghindari risiko penularan wabah virus corona. “Manfaatkan para pedagang sayur atau bahan pokok keliling sehingga tidak perlu ke pasar sendiri agar tidak berada dalam keramaian atau kerumunan,” pintanya.

Ia menyampaikan perihal kewajiban mengenakan masker di luar rumah, Bupati Wonosobo telah menerbitkan SE nomor 360/073/2020 pada 16 April 2020. “Seluruh lapisan masyarakat mulai dari kalangan birokrasi, swasta, pendidikan, hingga pelaku usaha tidak lepas dari kewajiban mengenakan masker saat berada di luar rumah. Surat Edaran sudah mencakup hingga ke para camat untuk kemudian diteruskan kepada seluruh kades/kalur, hingga ke tingkat RT/RW,” katanya.

Sumber: republika.co.id

Lebih dari 150 Ribu Orang Meninggal Dunia Akibat Corona

BERLIN(Jurnalislam.com)– Jumlah kematian global karena Covid 19 melewati 150 ribu dengan jumlah kematian setiap hari mencapai ratusan bagi banyak negara yang terkena dampak terburuk di Eropa.

Inggris mencatat 847 kematian tambahan dalam 24 jam dan 5.599 kasus tambahan sementara Prancis mencatat 761 kematian dan Italia mencatat 575 kematian dalam 24 jam, dilansir di Euronews, Sabtu (18/4).

Saat ini ada lebih dari 1.000 kematian di negara-negara Afrika dengan Aljazair, Mesir, Maroko dan Afrika Selatan yang paling parah terkena pandemi.

“Dalam sepekan terakhir telah terjadi peningkatan 51 persen dalam jumlah kasus yang dilaporkan di benua Afrika dan peningkatan 60 persen dalam jumlah kematian yang dilaporkan,” kata Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Menurut Tedros, dengan tantangan saat ini untuk mendapatkan test kit, kemungkinan bilangan real lebih tinggi dari yang dilaporkan.

“Dengan dukungan WHO, sebagian besar negara di Afrika memiliki kapasitas untuk menguji Covid 19, tetapi masih ada kesenjangan yang signifikan untuk mengakses test kit,” tambah Dr Tedros.

Banyak negara Eropa sedang mencari ‘normal baru’ dengan Italia dan Prancis mencatat penurunan rawat inap, yang merupakan tanda perbaikan di kedua negara.

Sementara itu Pemerintah Jerman, mengumumkan bahwa epidemi berada di bawah kendali di negara itu. Jerman berterima kasih kepada orang-orang karena tetap diam di rumah dan dokter, perawat, dan pekerja lain yang bekerja untuk membantu orang lain.

Jerman memiliki angka kematian yang rendah dibandingkan dengan negara-negara Eropa yang terkena dampak buruk dengan 3.838 kematian.

“Kita sekarang dapat mengatakan bahwa ini berhasil, tingkat infeksi telah menurun secara signifikan,” kata menteri kesehatan Jens Spahn.

Sumber: republika.co.id

 

 

Wishnutama Optimis Pariwisata Akan Booming Jika Covid-19 Selesai

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, mengimbau para kepala dinas pariwisata di tiap daerah untuk tetap optimistis di tengah situasi pandemi Covid-19.

Selain itu, dia juga meminta mereka untuk bersiap dalam menghadapi proyeksi lonjakan kinerja sektor pariwisata pasca-pandemi tersebut.

Wishnutama mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memperkirakan akan terjadi booming di bidang pariwisata usai pandemi Covid-19.

“Karena itu, kita harus tetap optimistis. Kita harus menyiapkan destinasi untuk mendapatkan potensi pariwisata yang ada,” kata Wishnutama, Sabtu (18/4).

Pihaknya pun mendorong dinas pariwisata di daerah agar dapat membenahi destinasi yang ada di wilayahnya, serta semakin agresif dalam menerapkan prinsip pembangunan pariwisata berkelanjutan (resilience-sustainable-responsible).

Selain itu, sesuai dengan kondisi ‘new normal‘ pasca-pandemi Covid-19, maka tiap destinasi diharapkan menerapkan prinsip higienis dan sanitasi yang prima. Destinasi wisata, menurut Menteri, harus menawarkan pengalaman lokal yang unik hingga manajemen pengunjung yang baik sehingga dapat mengantisipasi penumpukan (over crowded).

Kemenparekraf, kata Wishnutama, juga sedang berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan sektor pariwisata untuk mempersiapkan lonjakan wisatawan.

Harapannya, mereka dapat membuat paket-paket wisata yang menarik sehingga promosi dapat dilakukan secara gencar begitu masa pandemi ini selesai.

“Tentunya sebagai langkah awal menggerakkan wisatawan nusantara dengan membuat paket wisata yang menarik. Kami juga sudah berkomunikasi dengan Garuda Indonesia (airlines) untuk membuat paket-paket menarik. Nanti setelah pandemi selesai kita siap menyambut wisatawan,” kata Wishnutama.

Sumber: republika.co.id