Berita Terkini

Pemda Diminta Perhatikan Ketahanan Pangan

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Dalam menghadapi pandemi Covid-19, salah satu hal yang harus dikuatkan adalah Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD). Kewajiban ini didasarkan pada UU No.18 Tahun 2012 tentang Pangan dan PP 17 Tahun 2015 tentang CPPD.

“Kedua regulasi itu mengamanatkan, bahwa Pemerintah Daerah baik Provinsi, Kabupaten/Kota maupun Desa wajib memiliki CPPD,” kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi di Jakarta, Sabtu (18/4).

Dijelaskan Agung, CPPD memiliki peran strategis sebagai antisipasi untuk menanggulangi kekurangan pangan, gejolak harga pangan bencana alam, bencana sosial, keadaan darurat serta untuk memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.

“Nah, di tengah pandemi covid-19 ini, keberadaan CPPD sangat urgen dimiliki pemerintah daerah. Bila Pemda memiliki CPPD yang cukup, tentu sangat membantu kesiapan pangan daerah dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini,” ujar Agung.

Hingga minggu ke 2 April 2020 terdapat 28 provinsi dan 238 kabupaten yang sudah memiliki CPPD. Komoditas pangan yang dicadangkan berupa beras dengan jumlah CPPD mencapai 11.300 ton.

Terkait dengan kondisi Covid-19 dan menghadapi bulan suci Ramadan serta Idul Fitri 1441 H, di mana ketersediaan pangan sangat krusial, Kemendagri telah memberikan dukungan dengan menerbitkan Instruksi Mendagri nomor 2 tahun 2020 tentang menjaga Ketahanan Pangan Nasional pada saat tanggap darurat Covid-19. Penerbitan Inmendagri ini sejalan dengan Surat Edaran Menteri Pertanian tentang Ketersediaan Bahan Pokok pada kondisi Covid-19.

Sumber: republika.co.id

Jenazah Covid-19 Tetap Harus Dishalati

SURABAYA(Jurnalislam.com)–Jenazah seorang muslim pasien Virus Corona (Covid-19) untuk disalatkan di RS rujukan sebelum dimakamkan.

“Mensolati menjadi salah satu hak jenazah selain dimandikan, dikafani, dan dikuburkan. Hukumnya fardhu kifayah. Meskipun hanya oleh satu orang, jenazah harus tetap disholati,” tegas Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Jumat (17/4/2020).

Ia juga mewanti-wanti agar pihak yang melakukan pengurusan jenazah mengikuti protokol medis dengan tetap memperhatikan ketentuan syariat.

Salat jenazah, kata dia, harus dengan tetap menjaga diri dari penularan virus, sehingga lokasi salat harus dilakukan di tempat yang aman dari penularan Covid-19 tersebut.

Majelis Ulama Indonesia (MUI), kata Khofifah, telah mengeluarkan fatwa Nomor 18 Tahun 2020 yang menyatakan bahwa umat Islam yang wafat karena wabah Covid-19 dalam pandangan syara’ termasuk kategori syahid akhirat.

Karenanya, hak-hak jenazahnya tetap wajib dipenuhi, yaitu dimandikan, dikafani, disalati, dan dikuburkan.

“Juga agar keluarga jenazah merasa tenang, karena dalam protokol pengurusan jenazah hanya boleh dilakukan oleh petugas medis. Keluarga tidak diperkenankan mengurus jenazah tersebut,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga meminta kepada seluruh masyarakat Jawa Timur untuk tidak melakukan penolakan pemakaman jenazah Covid-19 seperti yang terjadi di daerah lain.

Khofifah menegaskan semua jenazah korban Covid-19 telah ditangani sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat sehingga dipastikan tidak menularkan pada manusia setelah dikubur.

“Tidak ada satupun orang yang ingin terkena musibah ini. Siapa pun bisa terkena tanpa memandang status sosial, kaya atau miskin, pejabat atau rakyat. Jadi sudah sewajarnya kita saling tolong menolong. Tunaikan hak jenazah sebaik mungkin,” ujarnya.

sumber: republika.co.id

Masjidil Aqsa Tiadakan Shalat Jamaah dan Tarawih Selama Ramadhan

YERUSALEM (Jurnalislam.com)– Kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, Palestina, akan ditutup untuk shalat berjamaah sepanjang bulan suci Ramadhan.

Keputusan ini lantaran Ramadhan diprediksi masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Biasanya, bulan Ramadan menjadi momen untuk menarik lebih banyak kedatangan kaum Muslimin ke kompleks Masjid al-Aqsha, termasuk Kubah Batu (Dome of the Rock). Namun, pada tahun ini dunia sedang dirundung wabah virus.

Alhasil, keputusan itu berarti memperpanjang larangan yang telah dikeluarkan sebelumnya pada 23 Maret lalu.

Dilansir Reuters, dalam sebuah pernyataan, dewan yang ditunjuk Yordania mengawasi situs-situs Islam di kompleks suci itu membenarkan informasi tersebut. Pihaknya mengakui, keputusan ini menyakitkan. Namun, langkah ini dipastikan telah sesuai dengan fatwa ulama dan nasihat medis.

“Kaum Muslimin mesti melakukan shalat di rumah mereka masing-masing selama bulan Ramadhan. Ini untuk menjaga keamanan mereka,” demikian kutipan pernyataan dewan tersebut, seperti dilansir Reuters, Sabtu (18/4).

Bulan suci Ramadhan diperkirakan akan mulai berlangsung pada 23 April 2020.

Sumber: republika.co.id

 

PBNU Ingatkan Agar Tarawih Dikerjakan di Rumah

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj mengimbau masyarakat untuk melakukan ibadah sholat Tarawih selama Ramadhan di rumah masing-masing.

Sebab, pandemi Covid-19 diperkirakan masih berlangsung.

“PBNU mengimbau agar sholat Tarawih di rumah masing-masing. Tidak mengurangi pahala, karena sama-sama ibadah. Ikhtiar menjaga kesehatan dan keselamatan juga perintah Allah,” kata Said dalam kegiatan penyaluran bantuan penanganan dan pencegahan Covid-19 di wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4).

Said mengajak masyarakat untuk menjaga keselamatan dan kesehatan selama wabah Covid-19 dengan tetap berada di rumah, bekerja di rumah, beribadah di rumah. Masyarakat diharapkan mengikuti imbauan dari pemerintah serta PBNU.

Ia juga meminta masyarakat untuk menunda rencana mudik ke kampung halaman untuk mencegah penyebaran virus corona baru penyebab Covid-19 yang penularannya sangat cepat.

“Takbir keliling tidak usah. Yang dari Jakarta tidak usah mudik, demi menjaga keselamatan,” kata Pengasuh Pondok Pesantren Al Tsaqafah, Ciganjur, Jagakarsa tersebut.

Sumber: republika.co.id

Qatar Umumkan Diskon Kebutuhan Pokok Selama Ramadhan

QATAR(Jurnalislam.com) — Kementerian Perdagangan dan Industri Qatar mengumumkan mengumumkan daftar lebih dari 500 barang konsumsi yang didiskon untuk Ramadhan 1441 Hijriah.

Daftar ini, yang mulai berlaku pada Sabtu 18 April ini akan tetap berlaku hingga akhir bulan suci.

Dilansir dari laman Gulf Times, inisiatif ini diluncurkan bekerja sama dengan pusat perbelanjaan besar dalam rangka upaya kementerian selama beberapa tahun terakhir untuk memenuhi kebutuhan pokok warganya.

Untuk mengatasi peningkatan belanja terhadap kebutuhan pokok, Qatar memotong harga selama bulan suci sehingga bisa dijangkau oleh semua kalangan.

Kebutuhan pokok yang dipotong harganya, yakni seperti tepung, gula, beras, pasta, ayam, minyak, susu, bahan makanan dan non-makanan lainnya yang relatif penting bagi konsumen, dan yang konsumsinya meningkat selama bulan suci.

Otoritas Qatar telah berkoordinasi dengan pemasok untuk mengidentifikasi dan mengamankan berbagai jenis barang kebutuhan pokok untuk memenuhi permintaan dengan harga yang sesuai dan terjangkau. Daftar barang-barang konsumsi yang didiskon telah diedarkan ke semua pusat perbelanjaan utama di seluruh negeri.

Barang-barang tersebut juga dapat diakses oleh konsumen melalui situs web Kementerian Perdagangan dan Industri Qatar dan halaman jejaring sosial. Kementerian menekankan bahwa mereka tidak akan mentolerir pelanggaran terhadap Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan peraturannya.

Selain itu mereka juga akan mengintensifkan inspeksi untuk menindak pelanggaran. Ini merujuk pada mereka yang melanggar hukum dan keputusan menteri kepada pihak yang berwenang, yang pada gilirannya akan mengambil tindakan yang tepat terhadap pelaku agar hak-hak konsumen terlindungi.

Gerai-gerai yang bergabung dengan inisiatif pemotongan harga ini di antaranya, Al Meera, Carrefour Qatar, LuLu Hypermarkets Qatar, Galeri Ansar, Aswaq Ramez, Kompleks Konsumsi Qatar, Spar, Al Safeer, Grand Hypermarket & Pusat Perbelanjaan, Rawabi, Masskar, Saudia, Souq Al Baladi Trading, Safari, Mega Mart, dan Monoprix serta lainnya.

Sumber: republika.co.id

Otoritas Palestina Jamin Pasokan Pangan Cukup Selama Ramadhan

RAMALLAH(Jurnalislam.com) – Persediaan barang dan makanan untuk warga Palestina selama Ramadhan telah terpenuhi.

Bahkan menurut Menteri Ekonomi Nasional Palestina, Khaled Osseili, akan cukup untuk memenuhi kebutuhan warga selama tiga hingga enam bulan mendatang.

“Kami telah mengimpor 21 ribu ton tepung pada Maret lalu,” Khaled Osseili dalam sebuah konferensi pers, dilansir dari Asharq Al-Awsat pada Sabtu (18/4).

Dia menuturkan, tingkat konsumsi masyarakat telah menurun sampai 30 persen sejak diberlakukan jam malam dan penutupan restoran karena wabah virus corona.

Sedangkan untuk konsumsi beras, pada periode ini tengah mengalami peningkatan tajam. Menurutnya, sebanyak 1.884 ton komoditas diizinkan untuk impor dan bebas bea masuk.

Termasuk juga berbagai komoditas makanan untuk memenuhi kebutuhan pasar, serta 2.500 ton daging beku bebas bea masuk.

Osseili menekankan bahwa aliran barang komersial telah ditahan untuk mengamankan pasokan, terutama di daerah yang telah dikarantina sepenuhnya. Layanan pemrosesan elektronik pun telah diperkenalkan untuk menghindari masalah dalam operasi impor dan ekspor.

Upaya-upaya tersebut dilakukan untuk melindungi dan memenuhi pasokan kebutuhan selama Ramadhan. Keputusan-keputusan tersebut dilakukan saat pihak berwenang masih terus melaporkan korban-korban Covid-19.

Artinya, pembatasan dan segala tindakan pencegahan akan tetap diberlakukan sepanjang Ramadhan. Puasa akan dimulai pekan depan.

Sumber: republika.co.id

 

MUI Imbau Warga Ganti Ziarah dengan Mendoakan dari Rumah

MAKASSAR(Jurnalislam.com)— Ketua Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Selatan KH Sanusi Baco LC mengimbau umat Muslim di daerah ini untuk mengikuti seruan MUI agar tidak ziarah kubur menjelang Ramadhan 1441 Hijriyah pada masa pandemi Covid-19.

Hal itu dikemukakan Sanusi di Makassar, Sabtu, menanggapi kebiasaan masyarakat berziarah kubur jelang bulan suci Ramadhan.

Menurut dia, ziarah kubur adalah amalan yang sangat baik karena mengingatkan manusia pada kematian, sehingga akan menjaga tingkah lakunya. Namun apabila kondisi terjadi wabah seperti saat ini, maka sebaiknya tidak melakukan ziarah kubur untuk menghindari kerumunan yang dapat memicu penyebaran Covid-19.

“Karena itu, kebiasaan ziarah ke makam orang tua, kerabat dan saudara yang telah meninggal tersebut dapat diganti dengan berdoa dari rumah masing-masing. Insya Allah nilai pahalanya akan sama,” kata dia.

Begitu pula dengan kebiasaan silaturrahim kepada keluarga, kerabat dan teman jelang Ramadhan untuk saling memaafkan, untuk sementara dapat menggunakan telepon atau handphone.

Sanusi mengatakan, semua itu dilakukan untuk mendukung program pemerintah yakni melakukan”social distancing” atau pembatasan sosial dan juga “physical dstancing” atau jaga jarak demi mencegah penyebaran Covid-19.

sumber: republika.co.id

707 Orang Dirawat di RS Darurat Corona Wisma Atlet

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Jumlah pasien yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, hingga Sabtu (18/4) pagi berjumlah 707 orang. Jumlah itu terdiri dari 553 pasien positif Covid-19, 137 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 17 orang dalam pemantauan (ODP).

Panglima Komando Wilayah Pertahanan I Laksda TNI Yudo Margono mengatakan, hingga Sabtu, ada penambahan pasien rawat inap sebanyak 27 orang. Sehingga jumlah total yang awalnya 680 orang atau menjadi 707 orang.

Meskipun ada penambahan pasien rawat inap, RS Darurat Wisma Atlet mencatat jumlah pasien positif Covid-19 turun 22 orang. Semula 575 orang jadi 553 orang. Sementara jumlah PDP yang dirawat di RS Darurat Wisma Atlet bertambah 51 orang dari 86 jadi 137 pasien. Selain itu, pasien ODP berkurang dua orang.

“Semula 19 orang jadi 17 orang (yang dirawat di RS Darurat Wisma Atlet, red),” ujar Laksda Yudo.

Sementara itu, ia juga menyebutkan RS Darurat Covid-19 di Pulau Galang, Kepulauan Riau, per hari ini merawat 43 pasien positif Covid-19. Seluruh pasien di RS Darurat Pulau Galang berjenis kelamin laki-laki.

Pemerintah Indonesia melaporkan per Jumat (17/4) ada 5.923 pasien positif Covid-19 dan 607 di antaranya telah dinyatakan sembuh, tetapi 520 lainnya meninggal dunia.

Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta masih jadi provinsi dengan jumlah pasien Covid-19 terbanyak di Indonesia dengan 2.902 kasus positif.

Dari angka itu, 1.769 di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit, 206 orang sembuh, 257 meninggal dunia, dan 670 menjalani isolasi mandiri. Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta turut mencatat ada 5.155 pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di ibu kota. 1.468 di antaranya masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 3.687 lainnya telah dinyatakan sehat.

Sumber: republika.co.id

 

PBB Desak Selamatkan Muslim Rohingya di Lautan

JENEWA (Jurnalislam.com)– Juru Bicara Komisi Tinggi HAM PBB, Rupert Colville, mendesak adanya upaya pencarian dan penyelamatan terhadap kelompok Muslim etnis Rohingya yang terombang-ambing di laut.

melakukan perjalanan laut yang berbahaya dengan sebuah kapal dari Myanmar maupun Bangladesh menuju wilayah negara lain.

Colville mengatakan masih ada laporan terdamparnya kapal-kapal lain yang mengangkut pengungsi Rohingya.

Dia mengatakan, praktik intersepsi berbahaya, termasuk mendorong kembali kapal yang mencoba mendarat, harus dihindari dengan hati-hati. Kejadian ini juga mengingatkan pada peristiwa menyedihkan beberapa tahun silam.

“Perjalanan mengerikan para pengungsi Rohingya di laut ini mengingatkan pada kejadian beberapa tahun lalu ketika ratusan ribu orang Rohingya melarikan diri dari penganiayaan pihak berwenang di negara bagian Rakhine,” kata Colville dilansir Anadolu Agency, Sabtu (18/4).

Komisi HAM PBB terkejut dengan berita lebih dari 30 pengungsi Rohingya tewas di sebuah kapal di Teluk Benggala. Bahkan, hampir 400 orang Rohingya lainnya membutuhkan perawatan medis setelah hampir dua bulan terdampar di laut. Banyak perempuan dan anak-anak Rohingya yang ikut dalam perjalanan tersebut.

“Hampir 400 lainnya ditemukan mengalami dehidrasi, kurang gizi, dan membutuhkan perawatan medis karena hampir dua bulan di laut. Kami mendapat laporan kapal ini telah berulang kali mencari pelabuhan yang aman, tetapi kapal itu tidak bisa mendarat di Malaysia,” ujarnya.

Kepala Eksekutif Fortify Rights, sebuah organisasi non-pemerintah, Matthew Smith, menuturkan, pemerintah Malaysia harus menyelidiki siapa yang memerintahkan kapal Rohingya itu kembali ke laut dan segera mengesahkan misi pencarian dan penyelamatan untuk setiap kapal lain yang sedang dalam kesulitan.

“Covid-19 bukan alasan untuk mengirim pengungsi ke laut. Mengirim kapal pengungsi yang tidak lengkap ke laut adalah melanggar hukum dan hukuman mati,” kata dia.

Saat ini, masih banyak Muslim etnis Rohingya yang tinggal di kamp-kamp yang penuh sesak di Bangladesh. Banyak pula yang berlayar dari Bangladesh, karena kamp yang sudah sesak, ke negara-negara lain di kawasan itu.

sumber: republika.co.d

Kalau Masih Ada Warga Keluar Rumah, Duterte Ancam Darurat Militer

MANILA(Jurnalislam.com) – Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam akan mengerahkan militer jika warganya tidak patuh terhadap kebijakan lockdown. Pemerintah telah memberlakukan kebijakan lockdown di ibu kota Filipina sejak Maret, ketika jumlah infeksi positif Covid-19 meningkat.

Ancaman presiden ini muncul setelah pihak berwenang melaporkan peningkatan jumlah mobil di jalan-jalan Manila. Padahal pemerintah telah memberlakukan lockdown pada sekitar 110 juta orang di negara itu.

“Saya hanya meminta sedikit disiplin. Jika tidak, jika Anda tidak percaya kepada saya, maka militer dan polisi akan mengambil alih,” ujar Duterte dalam pidato yang disiarkan televisi nasional dikutip Channel News Asia Sabtu (18/4).

“Militer dan polisi akan menegakkan jarak sosial pada jam malam. Ini seperti darurat militer. Anda pilih,” ujarnya menambahkan.

Duterte telah berulang kali mengancam akan menjatuhkan kekuasaan militer nasional atas Filipina. Tapi, itu hanya kata-kata yang membangkitkan pelanggaran hak terburuk kediktatoran Ferdinand Marcos.

sumber: republika.co.id